ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 31


__ADS_3

Tibalah Hari dimana Fitri berangkat ke kota dengan di antar oleh Kedua orang tuanya saja. Nenek dan kakeknya tidak bisa ikut di karenakan nenek Fitri belum terlalu sangat untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh karena abis sakit, sementara sang kakek harus menemaninya di rumah.


"Bela, kamu beneran ngak mau ikut antar kakak kamu ke kota?", 'Tanya Rina'.


"Bukannya aku ngak mau Bu, tapi aku sudah ada janji sama teman dan juga tugas sekolah aku lagi banyak bangat, jadi ngak bisa untuk izin sekolahnya Bu", 'Jawab Bela berbohong'.


Bela tidak ikut karena dia ingin melihat Angga nanti setelah mengetahui kepergian Fitri ke kota tanpa sepengetahuan nya dia.


"Yasudah kalau begitu, kamu hati-hati ya di rumah. ada nenek sama kakek juga kok di rumah, dan inget kamu jangan pulangnya kemalaman kalau main", 'Ucap Rina memperingati Bela'.


"Iya Bu, ibu tenang aja", 'Jawab Bela'.


"Ya sudah kalau gitu Ibu berangkat dulu", 'Ucap Rina'.


"Iya Bu hati-hati", 'Jawab Bela'.


_


"Nek, Fitri berangkat dulu ya. doain Fitri semoga Fitri lulus masuk kampus yang Fitri mau", 'Ucap Fitri berpamitan kepada sang nenek'.


"Iya nduk, hati-hati. tanpa kamu minta pun nenek pasti akan mendoakan kamu, jaga diri baik-baik ya. kalau ada apa-apa kamu selalu kabari kerumah", 'Ucap Nenek Fitri'.


"Iya nek, nenek juga jaga kesehatan ya", 'Ucap Fitri lagi'.


"Kek, Fitri pamit ya. Doain Fitri ya kek", 'Ucap Fitri yang sekarang berpamitan kepada sang kakek'.


"iya nduk, hati-hati ya. Jaga kesehatan kamu", 'Jawab sang kakek'.


"Iya kek, kakek juga jaga kesehatan ya", 'Ucap Fitri lagi'.


Sekarang Fitri pun beralih berpamitan kepada sang adik, yaitu bela yang sudah memberikan luka yang cukup mendalam di hatinya. Tapi bagaimana pun, Bela tetaplah adiknya.


"Bel, kakak pamit dulu ya. Kamu belajar yang rajin, dan jangan nyusahin orang tua", 'Ucap Fitri yang pamit sekaligus memberi sedikit wejangan kepada sang adik'.


"Iya kak, kakak hati-hati ya. Semoga Kakak lulus masuk universitas impian kakak, dan bisa mencapai cita-cita kakak kelaknya", 'Jawab Bela pun memeluk sang kakak'.


Fitri dan kedua orangtuanya pun berangkat, ke kota menggunakan mobil yang menempuh perjalanan sekitar 6-7 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi.

__ADS_1


*


Bela pun mengunggah sebuah video kepergian Fitri ke kota di media sosial, dengan bertujuan agar Angga melihatnya dan membuat Angga tambah marah dengan Fitri karena tidak memberitahu dia bahwa Fitri akan pergi ke kota.


Sebuah video yang berdurasikan 1menit 30 detik itu, yaitu video Fitri yang berpamitan sampai mobil itu berjalan dan Fitri melambaikan tangannya keluar jendela mobil.


"Hati-hati di jalan kakak, ibu, ayah, dan semoga kakak sukses ya di kota sana", 'Begitulah sekiranya caption yang di buat dalam unggahan tersebut'.


Banyak teman-teman Fitri yang berkomentar dalam video yang di unggah oleh Bela itu dan salah satu nya adalah Jeni


"Itu yang pergi ke kota Fitri bel?", 'Tanya Jeni dalam unggahan tersebut'.


"Iya kak", 'Jawab Fitri'.


"Ada perlu apa dia ke kota, kamu kok ngak ikut?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Kak Fitri akan melanjutkan pendidikan nya di sana kak, dan juga dia ingin mengejar cita-cita nya", 'Jawab Bela lagi'.


"Tapi kok dia berangkatnya cepat bangat Bel, bukannya Fitri kemarin ngomong kalau dia akan berangkat setelah hari kelulusan", 'Tanya Jeni lagi'.


"Terus kenapa kamu ngak ikut juga anter Fitri?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Aku kan sekolah kak, dan juga aku mau ujian dan banyak tugas jadi tidak bisa libur sekolah lama-lama", 'Jawab Bela'


Sementara itu di rumah Angga, Rara teriak-teriak memanggil Angga setelah melihat unggahan sebuah video di akun sosial medianya Bela.


"kak Angga, kak Angga sini dulu kak", 'Ucap Rara teriak-teriak'.


"Apa sih Ra, teriak-teriak gitu, kebiasaan bangat. ntar lama-lama budek nih telinga aku dekat-dekat kamu terus", 'Omel Angga'.


padahal Angga berada di sampingnya, Rara masih aja teriak-teriak, ya itu adalah salah satu kebiasaan Rara yang tidak pernah terubah dari kecil. Rara seperti tinggal di tengah hutan saja teriak-teriak ngak jelas, hehehehe.


"Nih kakak liat nih", 'Ucap Rara memberikan handphone nya kepada Angga'.


"Apaan sih", 'Ucap Angga yang mengambil handphone milik Rara'.


"Ini kan Fitri", 'Tanya Angga membulatkan matanya melihat sosok Fitri yang berada dalam video yang di unggah beberapa menit yang lalu oleh Bela'.

__ADS_1


"Iya itu kak Fitri, liat nih caption nya", 'Jawab Rara'.


""Hati-hati di jalan kakak, ibu, ayah, dan semoga kakak sukses ya di kota sana", 'Angga membaca ulang caption yang di tulis oleh Bela itu'.


"Apa Fitri pergi ke kota dan akan melanjutkan pendidikan di sana", 'Ucap Angga lagi yang hendak membanting handphone yang ada di tangannya'.


seketika Angga tersadar bahwa yang di tangan nya saat ini adalah, handphone milik sang adik Rara. Angga pun memberikan handphone Rara dan seketika dia mengebrak meja yang berada di hadapannya.


"Astaghfirullah kak Angga, kakak ini kenapa sih akhir-akhir ini emosional bangat", 'Ucap Rara yang kaget atas ulah Angga itu'.


"Kamu ngak liat Ra, Fitri pergi ke kota dan dia ninggalin aku sendiri Ra. Dia pergi tanpa ada kepastian yang keluar dari mulut dia", 'Ucap Angga lagi dengan nada tinggi seperti membentak Rara'.


"Sudah lah kak, kakak tidak bisa terus menerus seperti ini. Sampai kapan Kakak mau seperti ini terus", 'Ucap Rara yang berusaha menenangkan sang kak'.


Angga pun memilih pergi yang entah kemana, Rara sudah mencoba untuk mencegatnya tapi Rara tidak sanggup karena badan Angga lebih gede dari pada badan Rara yang kecil munggil ini.


*


"Bel, kamu dimana Bel. mendingan kamu buruan kesini deh", 'Ucap Hani salah satu teman Bela yang menghubungi nya lewat sambungan telepon'.


"aku di rumah Han, kesini kemana sih maksud kamu? dan ngapain aku ke sana?", 'Tanya Bela yang tidak mengerti maksud Hani'.


"Tempat biasa aku nongkrong, dan di sini ada Angga yang lagi mabuk", 'Jawab Hani'.


"Apa kak Angga mabuk?, kamu kirimin alamatnya sekarang ya Han, aku OTW ke sana", 'Ucap Bela yang kaget mendengar Angga kaget'.


"Oke alamatnya aku kirim sekarang", 'Ucap Hani kemudian memutuskan sambungan telepon tersebut'.


Bela pun bergegas menuju lokasi yang di kirim Hani.


" Hallo Han, kamu di mana aku sudah di luar nih?", 'Tanya Bela lagi yang sedang menelpon Hani'.


"Oke aku keluar sekarang jemput kamu", 'Jawab Hani'.


Setelah Hani menemui Bela dan Mengajak kedalam dimana Angga berada katanya.


"Astaghfirullah kak Angga?, apa yang terjadi pada kak Angga Han?", 'Tanya Bela kepada Hani yang melihat Angga tergeletak di lantai begitu saja'.

__ADS_1


__ADS_2