ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 42


__ADS_3

"Bel kamu dari mana saja, kok jam segini baru pulang?", 'Tanya Rina kepada Bela yang baru pulang dan jam juga sudah menunjukan jam 8 malam'.


"Ngerjain tugas Bu, tempat teman", 'Jawab Bela'.


"Ngerjain tugas kok sampai jam segini?", 'Tanya Rina lagi'.


"Tugas bela itu banyak Bu, makanya baru pulang jam segini", 'Jawab Bela dan berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya'.


"Bela ibu belum selesai bicara", 'Teriak Rina lagi, tapi Bela tidak mempedulikan nya'.


"Ibu anak kenapa ya, semakin hari semakin ada aja tingkahnya", 'Ucap Rina sambil mengelus dadanya'.


"Rin, kamu kenapa teriak-teriak nak?", 'Tanya Yanti yang keluar dari kamar mendengar teriakkan Rina'.


"Maaf Bu, Ibu jadi terganggu gara-gara teriakan Rina barusan", 'Jawab Rina yang merasa bersalah karena udah teriak-teriak di dalam rumah, itu semua ulahnya Bela'.


"Ngak apa-apa nak, kamu itu kenapa?", 'Tanya yanti dan mengajak Rina untuk duduk'.


"Itu Bu Bela, semakin hari tingkah nya semakin ada aja. Dan sekarang dia udah berani buat pulang malam segala", 'Jawab Rina'.


"Emang dia pulang malam lagi?", 'Tanya Yanti keceplosan'.


"Iya Bu itu dia barusan juga pulang", 'Jawab Rina lagi'.


"Tapi tunggu, tadi ibu bilang pulang malam lagi?, Berarti sebelumnya Bela juga pernah pulang malam tanpa sepengetahuan Rina?", 'Tanya Rina lagi'.


"Ngak kok, Rin. Bela ngak pernah pulang malam sebelumnya", 'Jawab Yanti berbohong'.


"Ibu jujur saja sama Rina, pasti bela pernahkan sebelumnya pulang malam juga. Ibu jangan menutupi kesalahannya cucunya gitu dong. Pulang malam itu adalah hal yang tidak wajar bagi kita seorang anak sekolah, apalagi perempuan. Kecuali ada acara, atau gitu dan udah izin orang tua juga, baru di perbolehkan", 'Tanya Rina lagi dan mendesak ibunya untuk jujur'.


"Hhmm.... itu Rin", 'Jawab Yanti yang binggung mau menjawab apa'.


"Ibu jujur aja sama Rina, itu anak ya semakin hari semakin banyak aja tingkahnya", 'Ucap Rina yang masih mendesak ibunya'.


"Hhmmm iya Rin, waktu kamu ke kota anter Fitri, Bela juga pulang malam", 'Jawab Yanti yang terpaksa harus jujur kepada sang anak'.

__ADS_1


"Pulang jam berapa dia Bu?", 'Tanya Rina'.


"Ibu ngak tahu pasti juga sih jam berapanya, katanya sih ada temannya yang di keroyok gitu dan di bawa kerumah sakit", 'Jawab Yanti lagi sebelum amarahnya Rina meledak'.


"Ibu ngak bohongkan?", 'Tanya Rina lagi'.


"Ngak buat apa ibu bohongi kamu", 'Jawab Yanti lagi'.


"Tapi sebelum dia pergi sudah izin belum sama ibu atau bapak?", 'Tanya Rina lagi'.


"Udah kok, udah", 'Jawab Yanti dengan cepat dan menunduk'.


"Ibu yakin?, Jangan di belai terus Bu dia itu, ntar lama-lama ngelunjak", 'Ucap Rina yang mulai geram dengan tingkah Bela yang semakin Hari semakin banyak tingkah'.


"Ibu ngak ngebelain Rin, ibu ngomong apa adanya aja kok", 'Ucap Yanti'.


"Yasudah lah Bu, kalau begitu", 'Ucap Rina yang merasa capek berdebat dengan ibunya yang ngak akan ada habisnya'.


Yanti memang tipikal yang sangat sayang dengan cucu-cucunya, dan juga dia tidak pernah berkata jujur kepada Rina apabila cucunya membuat kesalahan. Karena Yanti tidak ingin mereka di marahi oleh ibu mereka sendiri, padahal sebenarnya apa yang di perbuat oleh Yanti itu adalah suatu ke salahan yang bisa berakibat fatal nantinya. Apabila cucunya membuat kesalahan dan terus menerus di bela, pasti lama kelamaan dia akan semakin menjadi-jadi.


*


"Ra.....", 'Sapa Angga dan kemudian duduk di samping Rara'.


"Iya kak", 'Jawab Rara dan membenarkan posisi duduknya'.


"Ini handphone kamu, dan maafin kakak ya Ra karena sudah hampir dua Minggu ini sudah buat kamu khawatir dengan kondisi kakak", 'Ucap Angga dengan Lembut'.


Rara merasa ini adalah Angga kakaknya yang sebenarnya. Yang kemarin-kemarin itu bukan lah sosok Angga menurut Rara.


"Iya kak, ngak apa-apa kok. Rara mungkin pasti akan seperti juga kalau Rara yang ada di posisi kakak", 'Jawab Rara'.


"Maafin kak ya Ra, gara-gara kakak kamu kadang ngak pergi sekolah", 'Ucap Angga lagi'.


"Iya ngak apa-apa kok kak, aku juga udah izin sama guru kalau ngak ke sekolah", 'Jawab Rara'.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih engkau telah mengembalikan kakak hamba seperti sedia kala", 'Ucap Rara dalam hati dan tersenyum melihat perubahan dari sang kakak yang secara drastis'.


"Kakak janji sama kamu Ra, kalau kakak ngak akan membuat kamu khawatir dan bersedih lagi. Mulai dari sekarang kakak yang akan jagain kamu, bukan kamu yang jagain kakak", 'Ucap Angga lagi'.


"Iya kak, kita harus saling menjaga ya kak. Kan kita berdua kakak adik", 'Ucap Rara tersenyum'.


"Apa yang di bicarakan oleh kak Fitri kepada kak Angga, sehingga dia bisa merubah Kak Angga menjadi seperti dulu lagi secara tiba-tiba begini. Aku aja sampai kaget dan takjub melihatnya", 'Ucap Rara lagi dalam Hati'.


"Kita keluar yuk, cari udara segar. Sekalian beli makanan untuk makan malam", 'Ajak Angga'.


Rara pun terdiam sambil menaikan alisnya, udah dua Minggu ini padahal kakaknya itu tidak pernah mau makan. Kalau makan pun itu hanya sedikit saja mungkin 1-3 siap doang.


"Kamu pasti lapar kan, belum makan?", 'Tanya Angga lagi'.


"Iya kak, hehehe", 'Jawab Rara dan menyetujui ajakan sang kakak'.


Bela pun tersenyum bahagia melihat sang kakak udah kembali seperti sedia kala. dan juga Rara merasa berterima kasih kepada Fitri karena berkat dia, kakaknya pun kembali lagi dan emosional nya pun sudah sangat terkontrol.


"Hei kamu kenapa senyum-senyum sendiri begitu?", 'Tanya Angga yang melihat Rara senyum-senyum ngak jelas'.


"Hhmm ngak apa-apa kok kak. Aku hanya senang saja, kakak sudah Kembali lagi seperti dulu. Dan ini adalah kak Angga yang aku kenal", 'Jawab Rara'.


"Jadi yang kemarin-kemarin itu bukan kak Angga yang kamu kenal?", 'Tanya Angga mengerjitkan Keningnya'.


"Bukan, kak Angga yang aku kenal itu ya yang ini. Bukan yang kemarin itu yang penuh dengan emosi dan amarah", 'Jawab Rara'.


"Kamu itu ya ada-ada saja, orang sama aja kok. Cuman ada bedanya dikit", 'Ucap Angga sambil mengacak-acak rambut sang adik sepupunya itu'.


"Terimakasih ya fit, kamu sudah kembali menyadarkan aku bahwa aku masih ada Rara yang sangat menyayangi aku", 'Ucap Angga dalam hati sambil tersenyum'.


"Terimakasih kak Fitri, sudah mengembalikan kak Angga seperti sedia kala", 'Ucap Rara dalam hati juga'.


"Berarti pawang hidupnya kak Angga, kak Fitri dong", 'Ucap Rara tertawa'.


Angga pun tertawa mendengar apa yang di ucapkan Oleh Rara tersebut. Bahwa pawang hidupnya adalah Fitri, dan walaupun Angga tidak bisa memilik Fitri seutuhnya tapi dia masih bisa seperti dulu lagi.

__ADS_1


__ADS_2