
Semenjak balik dari kampus tadi, Fitri merasa badannya lemes dan juga perutnya sakit bangat. Dan dia pikir karena kecapekan aja, oleh karena itu dia beristirahat di kamarnya dan mencoba untuk tidur. Tapi semakin lama sakit perut semakin menjadi-jadi rasanya, tapi Fitri udah tidak ada tenaga lagi untuk berteriak minta tolong.
Eli pun yang dari tadi juga tidak melihat batang hidungnya Fitri, oleh karena itu dia mengecek ke kamarnya apakah Fitri baik-baik saja. Dan dia juga tidak melihat Fitri makan siang.
"Fitri...fit...., kamu kenapa sayang?", 'Tanya Eli dari balik pintu kamar Fitri'.
"Ngak apa-apa kok Tante", 'Jawab Fitri dengan lemas'.
"Fit... buka dulu pintu nya nak, kamu kenapa?", 'Tanya Eli lagi dengan khawatir takut terjadi apa-apa dengan Fitri di dalam'.
Diam pun hanya diam tidak ada tenaga untuk bersuara dan juga dia tidak ada tenaga untuk berjalan menuju pintu kamarnya. Eli pun tambah khawatir, karena tidak ada sahutan lagi dari dalam kamar Fitri, dia takut terjadi apa-apa dengan keponakan nya itu. Oleh karena itu Fitri buru-buru memanggil satpam keamanan yang jaga di rumahnya, untuk bantu membukakan pintu kamar Fitri.
"Pak Asep.... pak....", 'Teriak Eli dari lantai atas rumahnya'.
"Iya buk ada apa?", 'Tanya Asep yang menyadari dia di panggil oleh majikannya itu'.
"Bapak sini dulu, bantu saya", 'Teriak Eli lagi sambil memainkan tangan bahwa dia menyuruh Asep untuk ke lantai atas tempat dia berada sekarang.
Asep yang paham maksud dari majikannya itu pun, berlarian masuk kedalam rumah dan menuju lantai atas tempat majikannya itu berada sekarang.
"Pak Asep, bantu saya buka pintu kamarnya Fitri. Dari tadi dia ngak keluar kamar, saya takut terjadi apa-apa sama dia", 'Ucap Eli dengan kondisi panik'.
"Iya Bu saya coba dulu", 'Jawab Asep'.
Asep pun mencoba membuka pintu dengan pelan-pelan agar tidak merusak pintu, dan dia juga mencoba untuk memanggil-manggil nama Fitri begitupun dengan Eli. Tapi tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar.
"Ibu ada kunci cadangannya ngak Bu?", 'Tanya Asep'.
"Ada pak, tapi saya ngak tahu di mana. Sekarang bapak dobrak aja pintu kamar nya Fitri ngak apa-apa. Yang penting keponakan saya tidak apa-apa. Masalah pintu mah ntar gampang bisa di benerin", 'Jawab Eli'.
"Yasudah bu, kalau begitu", 'Ucap Asep'.
__ADS_1
Asep pun mengambil ancang-ancang, dan mendobrak pintu kamar milik Fitri.
"Astaghfirullah Fitri..... Kamu kenapa sayang?", 'Teriak Eli yang melihat Fitri tergeletak di Lantai sambil memegang perutnya dan meringis kesakitan'.
"Perut Fitri sakit Tan", 'Jawab Fitri Pelan'.
"Pak Asep, bantu saya bawa Fitri ke rumah sakit ya", 'Ucap Eli yang menginstruksi kan Asep untuk membantunya'.
"Baik Bu", 'Jawab Asep'.
Asep dan Eli pun membantu Fitri dan memapahkan menuju mobil.
"Pak Asep, semua pintu di kunci dulu saja dan gerbang juga. Bapak antar saya dan Fitri terlebih dahulu ke rumah sakit", 'Ucap Eli yang sekarang sudah berada di dalam mobil bersama dengan Fitri'.
"Baik Bu", 'Jawab Asep dan buru-buru mengunci pintu rumah'.
Biasanya satpam keamanan di rumah Eli ada dua orang, tetapi hari ini yang satunya lagi Sunandar ngak masuk karena dia izin istrinya mau melahirkan. Jadi hanya ada Asep doang sendiri yang jaga.
"Sabar ya sayang, bentar lagi kita sampai kok di rumah sakit", 'Ucap Eli yang terus mendengar Fitri meringis kesakitan'.
"Iya sayang, bentar lagi kita sampai kok", 'Jawab Eli'.
"Pak Asep, lebih cepetan lagi ya pak. Kasian Fitrinya pak, dari tadi meringis kesakitan terus", 'Ucap Eli'.
"Baik Bu", 'Jawab Asep yang fokus menyetir mobil'.
Akhirnya mobil yang di kendarai Asep pun sampai di rumah sakit terdekat dari rumah Eli. Dan Fitri saat ini sedang di tangani oleh dokter.
"Pak Asep balik duluan aja, nanti saya minta jemput bapak aja kesini. Soalnya ngak ada orang di rumah", 'Ucap Eli'.
"Baik Bu, kalau begitu saya pamit pulang dulu. Nanti kalau ada apa-apa ibu kabari saya aja", 'Jawab Asep'.
__ADS_1
"Iya pak Asep, hati-hati ya pak", 'Ucap Eli'.
Sekarang tinggallah Eli sendirian di rumah sakit, dan menunggu Fitri yang lagi di tangani oleh dokter. Karena Eli sudah meminta Asep untuk pulang, karena tidak ada siapapun di rumahnya. Takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, biasalah di kota besar seperti ini rumah besar ngak ada orang yang jaga. Meskipun sekarang siang bolong begini, tapi yang namanya kesempatan bagi mereka mah ngak kenal siang, pagi, malamnya tetap saja di embat.
"Dokter.... Gimana kondisi keponakan saya dok?", 'Tanya Eli dan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan di mana Fitri di periksa'.
"Kami harus melakukan foto Rontgen atau CT scan terlebih dahulu Bu, untuk mengetahui lebih jelas penyakit apa yang sedang di isap oleh pasien. Dan juga kita bisa struktur usus secara lebih spesifik", 'Jawab Dokter'.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan keponakan saya dok?", 'Tanya Eli lagi dengan sangat khawatir'.
"Gangguan pencernaan dari keponakan ibu yang lagi bermasalah,oleh karena itu kita harus melakukan Foto Rontgen atau CT scan terlebih dahulu, untuk melihat lebih detailnya. Ibu janga terlalu khawatir yang berlebihan, lebih baik ibu berdoa agar tidak terjadi hal yang berakibat fatal terhadap keponakan ibu", 'Jawab dokter lagi'.
"Baik lah dok, kalau begitu. lakukan yang terbaik untuk keponakan saya dok, saya mohon", 'Ucap Eli lagi yang saat ini di iringi air mata'.
"Pasti Bu, semua dokter juga pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien nya. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu ibu", 'Ucap Dokter itu lagi dan lekas pergi meninggalkan Eli'.
Eli pun terduduk lemas, dan berharap tidak terjadi apa-apa dengan keponakan nya itu. Eli pun menghubungi suaminya terlebih dahulu, untuk memberitahu kondisi Fitri sekarang ini. Dan saat ini juga Eli belum memberitahu kondisi Fitri kepada keluarga di kampung, karena Eli tidak mau membuat keluarga di kampung panik dan khawatir juga seperti dirinya sekarang ini.
"Halo.... pa.... Fitri pa", 'Ucap Eli di balik sambungan telepon tersebut'.
"Iya ma, Fitri kenapa ma?", 'Tanya Bram yang kaget atas ucapan istrinya itu, karena tadi pagi saat dia berangkat bekerja Fitri baik-baik saja'.
"Fitri sakit perut pa, dan sekarang mama sudah bawa dia kerumah sakit", 'Jawab Eli'.
"Terus kondisinya gimana sekarang ma?", 'Tanya Bram lagi'.
"Kata dokter harus CT scan terlebih dahulu pa, untuk diagnosis lebih lanjut", 'Jawab Eli'.
"Yasudah kalau begitu, mama jangan panik ya. papa yakin Fitri ngak Kenapa-kenapa kok, papa ke sana sekarang", 'Ucap Bram'.
"Iya pa, buruan ya pa papa kesini. Mama takut Fitri kenapa-kenapa pa", 'Jawab Eli'.
__ADS_1
"Iya ma, kita hanya bisa berdoa semoga Fitri baik-baik saja", 'Jawab Bram dan bergegas mengemasi berkas-berkas nya dan langsung pulang'.
Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa dengan keponakan hamba ya Allah, 'Ucap Eli bermohon kepada sang kuasa'.