
Angga pun kembali mengamuk dan memberantaki semua isi kamarnya. semenjak kejadian yang terjadi di air terjun beberapa waktu yang lalu itu dan dia tidak bisa menghubungi Fitri, semenjak itu lah Angga sangat emosional dan sangat susah di kontrol. Yang dia mau saat ini hanya Fitri, Fitri, dan Fitri, minimal kabar Fitri lah yang di mau saat ini. Jika dia tidak mendapatkan itu maka ia akan mengamuk dan menghancurkan semua yang ada di depannya, terutama kamarnya yang selalu berantakan atas ulahnya, dan Rara lah yang selalu membantu membereskan nya.
Kemana orang tua Angga?, dan kemana hanya dia dan Rara lah yang ada di rumah itu?.
Orang tua Angga sangat jarang dia rumah, mereka kadang ke kota untuk mengurus bisnis mereka. Dan kalau di rumah pun mereka akan sangat jarang keliatan, karena mereka sibuk di perkebunan miliknya.
Angga bukan hanya tinggal dengan Rara di rumah itu sebenarnya juga ada pembantu rumah tangga dua orang, dan satpam keamanan 2 orang juga. Tetapi mereka tidak mau ikut atau mendekati Angga, jika tidak Angga sendiri yang memintanya.
"Kak Angga, kak Angga kenapa lagi sih?", 'Tanya Rara yang mendengar Angga mengamuk lagi'.
"Kenapa semua orang menyembunyikan kabar Fitri dari aku Ra, kenapa?", 'Tanya Angga dengan nada tinggi'.
"Tidak ada yang menyembunyikan kabar kak Fitri dari kakak. Hanya saja kak Fitri itu sendiri lah yang saat ini sulit untuk di hubungi kak. kakak yang sabar dulu, mungkin kakak Fitri perlu untuk menenangkan dirinya sendiri'', 'Jawab Rara'.
"Sampai kapan aku harus sabar Ra, sampai kapan?. sudah seminggu lebih Fitri tanpa kabar dan semua orang tidak tahu tentang kabar dia", 'Tanya Angga lagi'.
"Sampai kak Fitrinya mau membuka diri lagi kak. Dan sampai kapan juga kakak emosional seperti ini terus. Kalau kakak seperti ini terus, kakak Fitri bakalan tambah tidak suka dengan kakak. Kakak itu harus menunjukkan perubahan yang positif kak", 'Jawab Rara yang memberi sedikit wejangan kepada Sang kakak'.
Angga pun tertegun dengan apa yang di ucapkan oleh Rara barusan. Mungkin apa yang di bilang oleh Rara ada benarnya juga.
"Kamu beneran Ra?, kalau aku berubah Fitri bakalan kembali seperti semula?", 'Tanya Angga lagi dengan Lembut'.
"Kakak coba dulu saja, siapa tahu kak Fitri kembali seperti dulu lagi. ngak salah kan kalau kakak berubah menjadi lebih positif juga, nanti aku bakalan usahain buat nyari kabar dan menghubungi kak Fitri", 'Jawab Rara'.
"Kamu janji Ra?", 'Tanya Angga lagi'.
"Iya kak, Rara janji", 'Jawab Rara dengan terpaksa'.
Dia pun binggung bagaimana caranya agar dia bisa menghubungi Fitri, dan menceritakan apa yang terjadi dengan Angga saat ini juga.
Setelah mendengar omongan Rara tadi, Angga pun terlihat melamun dan entah apa yang dia pikirkan saat itu juga. Yang Jelas sekarang ini Rara bisa mengontrol emosi Angga terlebih dahulu, untuk menghubungi Fitri ntar dia cari cara lain.
*
"Hai.... Jeng", 'Sapa Eli kepada teman-teman yang sudah berkumpul'.
"Hai jeng Li, tumben ngak sendirian nih", 'Tanya Eva salah satu teman arisannya Eli'.
"Iya jeng Eva", 'Jawab Eli'.
__ADS_1
"Siapa tu jeng Eli, kenalin dong sama kita. Cantik bangat lagi", 'Tanya Devi'.
"Oh ini jeng, ini itu keponakan saya dari kampung namanya Fitri", 'Jawab Eli'.
"Hai Tante.... salam kenal semuanya", 'Ucap Fitri'.
"Hai cantik....", 'Ucap Devi'.
"Keponakan jeng Eli cantik ya", 'Ucap Eva dan di sertai anggukan yang lain'.
"Oh jelas dong, tantenya juga kan cantik", 'Ucap Eli menyombongkan diri'.
"Iya in aja lah ya, hahaha", 'Ucap Eva di sambut tawa yang lain'.
"Fitri kamu masih sekolah?", 'Tanya Eva'.
"Aku lulus tahun ini Tante, dan rencan tahun ini juga mau masuk kuliah", 'Jawab Fitri'.
"Sama loh sama anak Tante, anak Tante juga lulus tahun ini", 'Ucap Eva'.
"Kamu sekolahnya dimana?", 'Tanya Eva lagi'.
"Kalau sekolah dulu di kampung Tante, kalau kuliah rencana di sini", 'Jawab Fitri'.
"Di salah satu universitas negeri lah Tante di sini", 'Jawab Fitri'.
"Kamu mau ngak Tante jodohin sama anak Tante?", 'Tanya Eva lagi'.
Fitri pun terdiam mendengar ucapan tersebut, baru geh juga ketemu udah main jodoh-jodohin aja tante-tante satu ini. Masa ngak tahu lagi anaknya kayak apa, hehehe.
"Yuk mulai yuk arisan nya", 'Ucap Eli yang mencairkan suasana agar Fitri tidak merasa terpojokkan atas pertanyaan dari Eva barusan'.
"Ayuk mulai yuk, siapa nih yang keluar namanya hari ini", 'Ucap Devi yang juga ikut mencairkan suasana'.
Mereka semua kaget mendengar ucapan Eva barusan, yang tiba-tiba mau menjodohkan anaknya dengan Fitri. Kenal aja barusan, dan itu pun baru tahu nama doang.
Fitri pun merasa canggung sekarang ini, dan dia pun pamit ke toilet kepada tantenya itu untuk menghilangkan sedikit rasa canggungnya itu.
"Jangan terlalu di pikirkan apa kata Eva barusan, iya emang begitu orangnya. liat anak muda yang bening dikit, mau di jodohin juga sama anaknya", 'Bisik Eli'.
__ADS_1
"Iya Tante, Fitri izin ke toilet bentar ya tan", 'Jawab Fitri'.
Fitri ikut Eli Arisan di salah satu mall besar di kota ini, dan sekarang mereka sedang berada di salah satu cafe yang cukup ramai pengunjung. Dan cafe ini juga termasuk salah satu langganan Eli dan teman-temannya untuk Arisan. Di cafe ini makanannya enak-enak dan juga nyaman.
*
Rara pun memikirkan cara bagaimana agar dia bisa mengubah Angga seperti sedia kala kembali dan juga mencari cara bagaimana caranya agar dia menghubungi Fitri.
"Kak Jeni", 'Ucap Rara saat dia sedang bermain sosial media yang tiba-tiba muncul akun media sosial Jeni di layar handphonenya'.
Rara pun mengirim kan pesan kepada Jeni melalui media sosial tersebut.
"Hai kak Jeni", 'Sapa Rara terlebih dahulu'.
"Hai juga, ini siapa?", 'Tanya Jeni'.
karena Aku media sosial Rara bukan nama aslinya melainkan namanya dalam bahasa Jepang, dan juga foto yang di akun media sosialnya itu bukan juga fotonya melainkan gambar anime kartun Jepang. Rara adalah salah satu pecinta anime tanah air.
"Ini Rara kak, adiknya Angga", 'Jawab Rara'.
"Iya Ra, ada apa?", 'Tanya Jeni'.
"Kak Jeni lagi ada di mana?", 'Tanya Rara lagi yang takut nya Jeni juga berada di luar kota untuk liburan menunggu hari kelulusan nya'.
"Aku di rumah Ra", 'Jawab Jeni'.
"Kak Jeni sibuk?", 'Tanya Rara lagi'.
"Ngak Ra, ada apa emangnya?", 'Tanya Jeni balik yang dari tadi penasaran dengan tujuan Rara mengirimkan pesan kepadanya'.
"Aku mau ngajak kakak ketemu, kakak mau ngak. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan", 'Jawab Rara'.
"Hal penting apa Ra?", 'Tanya Jeni Lagi'.
"Susah kak, kalau ngomong nya lewat handphone", 'Jawab Rara'.
"Besok kita ketemu pas aku pulang sekolah kakak bisa ngak?", 'Tanya Rara lagi'.
"Iya Ra aku bisa, kita ketemu di cafe yang waktu itu aja ya", 'Jawab Jeni'.
__ADS_1
"Oke kak", 'Ucap Rara'.
apa yang akan Rara sampaikan kepada Jeni, sampai mereka harus ketemuan untuk membicarakan semua ini?