
"Hai Fit.... boleh aku bantu?", 'Sapa Andra yang melihat Fitri sedikit ke susahan menggunakan tongkatnya'.
"Ngak perlu kak, aku bisa sendiri kok", 'Jawab Fitri'.
Andra pun mengikuti apa kata fitri tetapi dia tetap dengan kondisi yang siaga takut nantinya Fitri jatuh atau gimananya atau dia butuh bantuan dari nya.
Setelah Fitri berhasil duduk di sofa ruang tamu, mereka berdua pun tampak canggung dan hanya diam-diam saja.
"Kamu kok bisa seperti ini fit?", 'Tanya Andra yang memulai pembicaraan'.
"Jatuh kak", 'Jawab Fitri singkat'.
"Jatuh di mana?, di kampus?", 'Tanya Andra lagi'.
"Di kamar", 'Jawab Fitri'.
"Terus kaki kamu?", 'Tanya Andra lagi'.
"oh ini, tulangnya retak", 'Jawab Fitri yang melihat kakinya yang masih di perban'.
Fitri tidak terlalu banyak bicara dengan Andra, dia hanya bersuara ketika Andra bertanya saja, tidak intens seperti biasanya.
Dan juga Andra pun sepertinya merasakan perubahan sikap Fitri terhadapnya, dan juga Fitri tampak dingin sekali terhadap dia.
Di mana keberadaan Eli?
Eli lebih memilih menjauh dari ruang tamu tersebut, dia membiarkan Fitri dan Andra berdua mungkin ada sesuatu yang serius yang mau mereka bicarakan. Karena Eli juga merasa antara Fitri dan Andra sedang tidak baik-baik saja, soalnya ketika Eli bertanya tentang Andra pasti Fitri akan marah atau tidak menjawab dengan sangat jutek. Oleh karena itu, dia lebih memilih untuk di dapur dan sesekali juga menguping pembicaraan mereka, hehehe.
Setelah banyak basa-basi, akhirnya Andra pun lebih memilih untuk pulang. Menurut dia Fitri butuh istirahat yang cukup juga, dan juga dia mengurungkan niatnya untuk bertanya apa yang terjadi sebenarnya kepada Fitri, dan juga menurut Andra ini bukanlah waktu yang tepat juga.
"Yasudah kalau begitu aku pamit pulang dulu ya fit, kamu istirahat yang cukup. Jangan terlalu di paksain buat jalan", 'Ucap Andra'.
"Iya kak, terimakasih ya udah jengukin aku", 'Jawab Fitri'.
"Iya fit, semoga kaki kamu cepat sembuh ya", 'Ucap Andra'.
"Iya Kak", 'Jawab Fitri'.
Andra pun keluar rumah dan menuju motor, Fitri pun juga ikut mengantar Andra pulang walaupun dia sedikit kesusahan dengan tongkatnya itu.
"Aku pulang dulu ya Fit", 'Ucap Andra yang udah di atas motor'.
"Iya kak, hati-hati", 'Jawab Fitri'.
__ADS_1
"Iya kamu juga hati-hati masuk, dan juga istirahat yang cukup ya", 'Ucap Andra lagi'.
"Iya kak", 'Jawab Fitri'.
"Bye-bye", 'Jawab Andra melambaikan tangannya sebelum melajukan motornya itu'.
Fitri pun juga membalas Lambaian tangan Andra tersebut, setelah Andra sudah tidak terlihat lagi Fitri pun berangsur masuk ke dalam rumah.
"Hayo.... Ada yang lagi berbunga-bunga nih kayaknya", 'Goda Eli yang baru datang dari arah dapur'.
"Ih berbunga-bunga apaan, Tante itu sok tahu. Udah lah aku mau ke kamar dulu, mau lanjutin kerjaan aku. Soalnya besok pagi harus udah kelar, mau di bawa meeting oleh pak Tio", 'Jawab Fitri dan beranjak ke kamarnya'.
Semakin hari kerjaan fitri semakin di sibukkan dengan kerjaan yang lumayan banyak juga. Meskipun dia hanya mengerjakan dari rumah, tapi Fitri tidak leha-leha dengan kerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya sekarang. Pihak perusahaan Tio sangat suka dengan kinerja Fitri yang sejauh ini sangat memuaskan mereka dan terutama klien-klien mereka. Dan juga Fitri selalu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan deadline yang telah di tetapkan dan kadang bahkan lebih cepat.
*
"Fitri.... Kamu bisa datang ke kantor besok untuk ikut meeting?", 'Tanya Tiara dengan mengirim pesan kepada Fitri'.
"Iya mbak, jam berapa?", 'Balas Fitri'.
"Pagi sekitar jam 10, soalnya perusahaan kita terpilih menjadi designer untuk acara Fashion show internasional nantinya yang di adakan di Kanada", 'Balas Tiara lagi'.
"Baik Mbak, saya usahakan", 'Balas Fitri lagi'.
"Iya fit, soalnya pihak dari sana juga ingin bertemu dengan designer perusahaan kita", 'Jawab Tiara lagi'.
Fitri pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang hampir selesai. Terkadang Fitri juga merasa jenuh dengan aktivitas nya yang itu-itu aja, apalagi semenjak dia di rumah saja. Dia terus-terusan hanya berkutat dengan handphone, Laptop, i-pad dan alat tempur kerjaannya lagi.
"Huft..... Bosan bangat, sampai kapan ya aku seperti ini terus. Cepat sembuh ya kaki, biar kita bisa kuliah lagi dan juga jalan-jalan. Ngak bosan apa di rumah terus", 'Ucap Fitri yang menutup laptopnya karena kerjaannya udah kelar'.
"Baru juga sehari di rumah, udah bosan aja fit", 'Jawab Eli yang tiba-tiba datang ke kamarnya, Eli sering ke kamar Fitri karena dia tidak ingin Keponakan nya itu merasa kesepian dan juga bosan karena ngak bisa ngapa-ngapain'.
"Iya Tan, aku pengen ke kampus", 'Ucap Fitri'.
"Mau nemui siapa sih di kampus, kayaknya ngak betah amat sehari ngak ke kampus", 'Tanya Eli'.
"Teman-teman Fitri lah Tan", 'Jawab Fitri'.
"Teman apa deman?", 'Goda Eli lagi'.
"Teman tanteku tersayang", 'Jawab Fitri'.
"Kamu bosan ya?", 'Tanya Eli lagi'.
__ADS_1
"Ehem..", 'Jawab Fitri menganggukkan kepalanya'.
"Yasudah kita jalan-jalan yuk, Tapi kita di mobil aja ya, ngak turun. Ntar kalau ada yang mau di beli kita bungkus aja, kalau makan di mobil", 'Usul Eli untuk mengusir kejenuhan Fitri'.
"Beneran Tan?, hayuk", 'Tanya Fitri memastikan'.
"Iya beneran, tapi kerjaan kamu udah kelar?", 'Tanya Eli balik'.
"Udah kok Tan, udah Fitri kirim juga ke mbak Tiara", 'Jawab Fitri'.
"Yasudah ayuk, Tante suruh pak Asep siapin mobil dulu ya", 'Ucap Eli dan Berlalu keluar kamar'.
Fitri pun sedikit memoles wajah dengan bedak dan juga mengoles lipstik di bibirnya agar tidak terlihat pucat.
*
"Kak Angga...", 'Panggil Rara'.
"Ada apa Ra?", 'Tanya Angga'.
"Kak temani aku keluar yuk, cari makan. Aku lapar", 'Jawab Rara'.
"Emangnya bik Sumi ngak masak?", 'Tanya Angga lagi'.
"Masak kak, tapi aku ngak selera makan di rumah. Pengen makan di luar", 'Jawab Rara'.
"Yasudah Ayuk, kakak ambil jaket dulu bentar ya", 'Ucap Angga'.
"Asyik.... oke kak", 'Jawab Rara yang kegirangan'.
Angga selalu mengikuti apa kata Rara, selagi itu adalah hal yang positif. Apalagi nemani dia membeli makanan di luar, pasti Angga selalu sempatin temani. Angga sudah menganggap Rara seperti adik kandungnya sendiri, ya meskipun mereka juga sepupuan. Angga sangat sayang Rara dan dia akan melakukan apapun demi Rara selagi itu adalah hal yang positif.
"Kak kita makan mie ayam yang di ujung jalan itu yuk, enak tahu kak mie ayamnya. Dan juga dekat-dekat sana banyak jajanan", 'Ajak Rara menunjuk gerobak mie ayam yang sudah keliatan'.
"Kamu tahu dari mana mie ayam itu?", 'Tanya Angga yang fokus mengendarai motor nya'.
"Teman aku kak, kadang pulang sekolah kita ke sini dulu makan mie ayam", 'Jawab Rara'.
"Oh jadi ini yang buat kamu sering pulang telat", 'Tanya Angga'.
"Hehehe", 'Jawab Rara tersenyum'.
Angga pun memberhentikan motornya tepat di depan gerobak mie ayam tersebut, di sini parkirnya sembarangan karena yang jualan tepat di pinggir jalanan tersebut di atas trotoar.
__ADS_1
"Ini adalah mie ayam ke sukaan Fitri, dan juga kita sering bangat jajan di sini, dan duduknya juga selalu milih di bagian sini. Fitri lagi apa ya?, kok aku tiba-tiba kangen sama dia", 'Gumam Angga dalam hati'.
Angga teringat kenangan-kenangan dia sama Fitri disini, ini adalah tempat jajan paling favorit mereka.