
Karena teriakan Jeni itu lah semua teman dan sahabatnya berkumpul di tempat Jeni dan Fitri berada.
"Katanya ngak pulang, eh taunya udah di sini aja nih orang. Bener-bener ya kamu itu", 'Ucap Jeni'.
"Ya namanya juga kejutan Jen, kalau aku bilang mah ngak kejutan itu namanya", 'Jawab Fitri tersenyum'.
"Kamu itu ya....", 'Ucap Jeni menggelitiki Fitri'.
"Ya iya maaf Jen.....", 'Jawab Fitri yang minta Jeni untuk melepaskan nya'.
"Kamu kapan balik fit kesini?", 'Tanya Angga'.
"Aku sampai sini kemarin sore Ngga", 'Jawab Fitri'.
"Syukurlah kamu balik Fit, jadi kita bisa ngerayain hari kelulusan Ini sama-sama", 'Ucap Nani'.
"Iya nan, aku juga senang bangat bisa ngerayain hari kelulusan sama kalian semua", 'Jawab Fitri'.
Obrolan Fitri dan juga teman-teman nya terputus sementara, karena ada pengumuman yang meminta mereka semua untuk berkumpul di lapangan.
"Pengumuman bagi ananda semuanya, di harapkan untuk berkumpul di lapangan sekolah. Karena ada sepatah kata yang akan di sampaikan oleh kepala sekolah. Sekian pengumuman ini, saya ucapkan terimakasih", 'Ucap Salah seorang guru menggunakan pengeras suara'.
"ayok yuk, kita kumpul di lapangan. Ntar kita di omel Bu Yeti lagi", 'Ajak Fitri'.
"Hahaha, iya yuk", 'Ucap Jeni juga'.
Bu Yeti adalah satu satu guru paling galak dan kerjaannya suka ngomel ngak jelas aja.
Fitri dan teman-temannya yang lain pun ikut berkumpul di lapangan bersama dengan teman angkatan mereka lainnya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....", 'Ucap salam oleh kepala sekolah yang bernama pak rusdi'.
"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh", 'Jawab Salam oleh seluruh siswa-siswi kelas XII yang hadir dalam pengumuman kelulusan hari ini'.
"Ananda semua yang bapak cintai, Alhamdulillah berdasarkan hasil rapat para dewan guru dan kepala sekolah ananda semuanya di nyatakan lulus 100%. Semoga Ananda semua dapat di terima di universitas yang ananda tuju masing-masing, dan juga mendapat pekerjaan yang lebih layak kedepannya", 'Ucapan singkat pak Rusdi selaku kepala sekolah di SMA tersebut'.
"Alhamdulillah kita lulus 100%", 'Ucap Nani'.
"Iya benar nan, Alhamdulillah", 'Jawab Jeni dan lainnya juga bersyukur karena mereka di nyatakan lulus 100%'.
"Bapak harap setelah pengumuman ini, Ananda semua di harapkan pulang ke rumah masing-masing. Jangan ada yang melakukan konvoi dan juga kesana kemari merayakan hari kelulusan. Karena itu nantinya akan menganggu kenyamanan dan keamanan dalam berkendara di jalan raya. Dan jika ada yang kedapatan melakukan konvoi di jalanan oleh bagian petugas yang berwajib mungkin itu bagian kepolisian ataupun satpol PP, maka itu semua di luar tanggung jawab kami dari pihak sekolah. Dan kami juga akan menangguhkan ijazahnya. Demikian lah pengumuman ini bapak sampai, sekali selamat kepada Ananda semua. Bapak akhir assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh", 'Ucap Pak Rusdi lagi'.
__ADS_1
"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh", 'Jawab Seluruh siswa-siswi dan mereka pun di bubarkan, untuk kembali kerumah masing-masing'.
*
"Terimakasih ya Ngga, udah anter aku balik", 'Ucap Fitri'.
"Iya fit sama-sama, ntar malam abis Maghrib aku jemput ya", 'Ucap Angga'.
Fitri pun menaikan alisnya seolah-olah dia tidak paham maksud dari Angga.
"Kan ntar malam kita mau ngerayain hari kelulusan kita lagi Fit, masak sih kamu ngak ingat", ' Ucap Angga'.
"Oh iya aku lupa ngga, ntar aku bisa berangkat sendiri kok", 'Jawab Fitri'.
"Ngak apa-apa ntar kamu aku yang jemput aja, aku pamit pulang duluan ya fit", 'Ucap Angga'.
"Hhmm iya ngga, hati-hati ya", 'Jawab Fitri'.
Fitri pun masuk kedalam rumah saat Angga sudah tidak terlihat lagi dari pandangan nya.
"Cie... sama siapa tuh", 'Ucap Eli yang sudah berada di ambang pintu'.
"Astaghfirullah Tante bikin aku kaget aja tahu", 'Ucap Fitri yang mengelus dada karena kaget tiba-tiba adik dari ayahnya itu berdiri di ambang pintu rumahnya'.
"Teman Tan", 'Jawab Fitri'.
"Teman apa teman, apa jangan-jangan ini ya yang buat kamu pengen bangat pulang kampung kemarin", 'Tanya Eli lagi'.
"Apaan sih Tante, itu beneran teman aku. udah ah Tante, aku mau masuk. Mau makan, lapar", 'Jawab Fitri'.
"Emang kamu ngak di ajak makan tadi sama doi, duh kasian bangat", 'Goda Eli lagi'.
"Itu beneran teman aku Tante, kita ngak hubungan apa-apa kok", 'Jawab Fitri yang merasa malu di goda terus menerus oleh adik ayahnya itu'.
"Udah El, jangan di goda terus keponakan kamu. kasian ntar dia lagi makan keselek", 'Ucap Rina yang tersenyum melihat tingkah anak sulungnya itu saat di goda'.
"Iya juga yah mbak, yang ada ntar juga kita yang repot", 'Jawab Eli'.
"Liat tuh mbak, mukanya merah merona begitu", 'Ucap Eli lagi'.
"Di luar itu panas Tante, makanya muka aku jadi merah begini", 'Jawab Fitri spontan'.
__ADS_1
"Dih siapa yang ngomongin muka kamu, ih kepedean amat", 'Ucap Eli lagi becanda'.
"Ih Tante ini apaan sih", 'Jawab Fitri cemberut'.
Eli pun terus menerus menggoda Fitri, yang lagi makan.
*
"Berseri-seri nih muka kayaknya", 'Ucap Rara melihat Angga pulang dengan muka yang beda gitu menurut Rara'.
"Tentunya dong", 'Jawab Angga'.
"hhmmm gimana kak hasil kelulusan nya?", 'Tanya Rara lagi'.
"Alhamdulillah lulus Ra, semuanya dinyatakan lulus 100%", 'Jawab Angga'.
"Tapi kok pulangnya cepat amat, emang ngak ngerayain hari kelulusan terlebih dahulu kak?", 'Tanya Rara lagi yang melihat jam yang berada di tangannya dan masih menunjukkan pukul 2 siang'.
"Ngak boleh Ra, katanya menganggu kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Dan juga banyak polisi dan juga satpol PP yang patroli kakak liat di jalanan. Ntar kalau ada masalah pihak sekolah ngak tanggung jawab dan ijazah di tangguhkan katanya, jadi mendingan kita bubar aja", 'Jawab Angga'.
"Iya bener juga sih kak, kalau seperti itu jalanan jadi macet dan berisik juga di jalanan kalau ada yang konvoi begitu", 'Ucap Rara'.
"Ya begitu lah Ra, kita mah ngikutin aja. Daripada ntar ada masalah", 'Jawab Angga'.
"Ets.... tunggu dulu, ini dari tadi aku liat senang bangat nih, beda aja auranya gitu", 'Ucap Rara menahan tangan Angga yang ingin masuk ke dalam rumah'.
"Ngak kok, biasa aja", 'Jawab Angga berusaha mengelak'.
"Udah jangan bohong, ada apa sih. Apa jangan-jangan kak Fitri pulang dari kota?", 'Tanya Rara'.
Di sambut anggukan oleh Angga.
"Pantesan aja auranya beda gitu, dari biasanya", 'Ledek Rara'.
"Aura apaan kamu, aura kasih", 'Jawab Angga'.
Angga pun berlalu masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Rara sendirian di teras rumah.
*
"Oh jadi mereka sudah baikan lagi", 'Gumam Bela yang melihat Fitri di anter pulang oleh Angga tadi'.
__ADS_1
"Apalagi yang harus aku rencanakan untuk membuat mereka berdua itu bener-bener pisah untuk selama-lamanya", 'Ucap Bela yang memikirkan kembali ide untuk memisahkan Fitri dan Angga kembali'.
Rencana apa lagi nih yang akan di lakukan oleh Bela, nih anak ngak ada kapok-kapoknya apa ya. Dia itu mungkin senang melihat orang susah, dan susah melihat orang senang.