
"Itu bukannya cewek yang ngak sengaja aku tabrak waktu di tempat bimbel ya?", 'Ucap Andra dalam hati'.
"Oooo... ternyata dia itu kuliah di sini juga", 'Ucap Andra lagi yang memperhatikan Fitri dari jauh'.
"Woi ndra.... liatin apaan sih lu itu, ada yang kepincut lu itu sama anak baru atau ada yang lagi lu incer juga", 'Tanya Beni yang mengajarkan Andra dari belakang'.
"Lu itu kenapa sih Ben bisa ngak sih Lo itu ngak ngagetin gua aja sehari. kerjaan lu itu cuman ngagetin gua terus-terusan tahu ngak", 'Jawab Andra marah'.
"Ya malah marah ni orang, ya salah lu sendiri lah bengong Mulu. Kayak bapak-bapak anak lima lu itu tahu ngak", 'Ucap Beni yang ngak terima di salahkan oleh Andra'.
"Apa hubungannya sama bapak-bapak anak lima Ben?", 'Tanya Candra dengan polosnya'.
"Banyak yang di pikirin can, kayak mikirin anak istrinya belum makan gitu. Lu liat aja tu Kerut di keningnya banyak bangat", 'Jawab Beni'.
"Ngomong apaan sih Lo", 'Ucap Andra lagi'.
Andra adalah kakak tingkatnya Fitri, dan dia sudah menginjakkan kaki di semester akhir. Andra juga dulunya juga pernah menjabat sebagai ketua BEM di universitas ini.
Andra juga tergolong anak yang aktif di kamusnya ini.
Dari kejauhan Andra selalu memperhatikan Fitri dan memantau gerak gerik Fitri.
"
"Ya Allah ini kenapa kepala aku pusing ya, dan perut aku juga sakit mana panas juga lagi", 'Gumam Fitri dalam hati'.
"Ngak apa-apa aku harus kuat, sebentar lagi juga selesai", 'Ucap Fitri lagi'.
"Itu cewek kenapa ya, kok wajahnya pucat bangat", 'Ucap Andra yang melihat Fitri dari jauh'.
Tak lama kemudian Fitri pun oleng, karena tidak ada yang menahannya dia pun jatuh ke lantai lapangan tempat mereka berkumpul saat ini.
"Woi.... ada yang pingsan....ada yang pingsan", 'Teriak yang lain yang melihat Fitri tumbang dan berhamburan menuju mengerumuni Fitri begitupun dengan Andra'.
"misi-misi....", 'Ucap Andra menerobos orang-orang yang mengerumuni Fitri'.
__ADS_1
"Ben bantu gua angkat dia dan bawa ke ruang kesehatan", 'Ucap Andra kepada Beni yang berada di dekatnya'.
Andra dan yang lainnya pun mengangkat Fitri dan membawanya ke ruang kesehatan untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
"Ndra emangnya lu kenal sama tu cewek, kok tadi lu kayaknya cemas gitu", 'Tanya Beni saat keluar dari ruangan kesehatan itu'.
"Ya ngak apa-apa, kalau dia kenapa-kenapa juga tanggung jawab kita ntarnya", 'Jawab Andra'.
"Iya juga sih", 'Ucap Beni'.
Tapi Beni merasa seperti ada yang aneh gitu dengan Andra. Tapi dia tidak mau menanyakan lebih banyak kepada sahabatnya itu, lebih baik dia sendiri nantinya mencari tahu sendiri.
Fitri pun harus di rujuk kerumah sakit terdekat, di karenakan alat medis di ruangan kesehatan di kampus tersebut tidak terlalu memadai dan juga tenaga medis yang biasanya berjaga di sana juga berhalangan hadir hari ini.
Andra pun ikut mendampingi Fitri ke rumah sakit dan juga beberapa panitia pelaksana Ospek dan juga beberapa rektor. Dan beberapa panitia lain kembali kelapangan melanjutkan ospek yang sempat terhenti.
*
"Hallo pak Bram", 'Ucap Pak Teguh salah satu rektor yang kenal dengan Bram, sebelumnya juga Bram sudah menghubungi Teguh untuk minta tolong pantau Fitri dari kejauhan karena dia baru saja keluar dari rumah sakit, oleh karena itu teguh langsung menghubungi Bram untuk memberitahu kondisi Fitri'.
"Gini pak, keponakan bapak yang bernama Fitri yang bapak titipankan kepada saya kemarin ini tadi dia pingsan di sekolah dan sekarang di rujuk ke rumah sakit B, setelah sadar dia mengeluhkan sakit perut", 'Jawab Teguh'.
"Baik pak saya segera kesana sekarang, terimakasih ya pak atas informasinya", 'Ucap Bram memutuskan sambungan telepon tersebut'.
Bram dan Eli pun bergegas menuju rumah sakit tempat Fitri di rawat saat ini, dan kebetulan saat menerima telepon Bram sedang berada di rumah.
*
"Ya Allah nak, kamu kenapa jadi begini lagi fit?", 'Ucap Eli yang berurai air mata tepat di samping ranjang Fitri terbaring lemas'.
"Udah ma, Fitri ngak apa-apa kok", 'Jawab Bram yang menenangkan sang istri'.
Menurut informasi dari dokter, Fitri hanya mengalami kelelahan saja. Perutnya sakit itu hanya sakit perut biasa, bukan penyakitnya yang kemarin ini kambuh. Jadi dokter meminta Fitri untuk istirahat terlebih dahulu, jangan melakukan aktivitas yang berat terlebih dahulu sampai kondisinya membaik.
"Tante...om... maafin Fitri ya, karena Fitri sudah merepotkan om dan Tante terus menerus", 'Ucap Fitri dengan lemasnya'
__ADS_1
Fitri juga merasa bersalah karena dia keras kepala dan ngotot ingin ikut ospek, jadilah dia seperti ini sekarang.
"Iya sayang, ngak apa-apa kok. Om dan Tante ngak merasa di repotkan oleh kamu, iya kan pa?", 'Ucap Eli beralih kepada sang suami'.
"Iya sayang, kamu jangan bicara seperti itu lagi ya. Sekarang kamu istirahat saja, ada om dan Tante kok di sini yang jaga kamu jadi kamu ngak perlu khawatir lagi", 'Ucap Bram'.
Fitri pun kembali memejamkan matanya dan beristirahat seperti yang hilang oleh om dan tantenya barusan itu.
Bram pun menemui rektor dan juga panitia pelaksana Ospek di universitas ini, untuk meminta izin agar Fitri tidak ikut ospek lagi karena kondisi dia yang tidak mengizinkan dan juga Bram melampirkan surat keterangan dokter mengenai kondisi Fitri. Dan juga mungkin nantinya Fitri ada tugas tersendiri mengenai dari pelaksanaan ospek yang sedang berlangsung.
"Kamu Andra, Anaknya jeng Hesti kan?", 'Tanya Eli yang matanya tertuju kepada Angga'.
"Iya tante, Tante kenal dengan mama saya", 'Tanya Andra balik'.
"Iya saya kenal dengan mama kamu, dia itu salah satu teman arisan saya", 'Jawab Eli'.
"Kamu temannya Fitri?", 'Tanya Eli lagi'.
"Ooo.... jadi namanya Fitri", 'Ucap Angga dalam hati'.
"Saya senior nya Tante, dan juga salah satu panitia pelaksana Ospek kali ini. Jadi kami juga bertanggung jawab penuh terhadap segala sesuatu yang terjadi dengan mahasiswa baru", 'Jawab Andra'.
"Terimakasih ya nak Angga, sudah membantu membawa keponakan saya ke sini", 'Ucap Eli'.
"Iya sama-sama Tante, ini sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kami", 'Jawab Andra'.
"Jadi ini keponakan Tante?", 'Tanya Beni yang penasaran kemana orang tua Fitri'.
"Iya dia keponakan saya, orang tuanya ada di kampung. Fitri ingin kuliah di sini, jadi tinggal sama saya", 'Jawab Eli'.
"Eh lu jangan nanya kayak gitu Ben, kan ngak enak jadi nya", 'bisik Andra sambil menyenggol lengan Beni'.
"Ya kan gua penasaran ndra", 'Bisik Beni lagi'.
"Ngak apa-apa kok nak Andra", 'Ucap Eli yang mendengar bisikan-bisikan antara Andra dan Beni'.
__ADS_1
Eli dan yang lainnya pun menanti Fitri untuk bangun dari tidurnya, dan memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa dengannya. Dan juga mereka menunggu keputusan dari rektor dan juga ketua panitia pelaksanaan ospek ini, bagaimana dengan kelanjutan Fitri melaksanakan ospek kali ini.