ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 39


__ADS_3

"Fit kamu lagi sibuk ngak?", 'Tanya Jeni mengirimkan pesan kepada Fitri'.


"Ngak ko Jen, ada apa emangnya Jen?", 'Balas Fitri dengan cepat'.


"Ada yang mau aku omongin fit penting", 'Balas Jeni lagi'.


"penting?", 'Balas Fitri lagi dengan tanda tanya'.


Jeni tidak lagi membalas pesan dari Fitri, melainkan di menelpon Fitri.


"Hallo Jen", 'Ucap Fitri mengangkat panggilan dari Jeni'.


"Hallo fit, kamu lagi di mana?", 'Tanya Jeni basa-basi terlebih dahulu'.


"Aku di kamar Jen, ada apa emangnya?", 'Tanya Fitri balik'.


"Ada yang mau aku omongin Fit, ini menurut aku penting", 'Jawab Jeni'.


"Apaan Jen?", 'Tanya Fitri kembali yang penasaran dengan apa yang akan di ucapkan oleh Jeni'.


"Tapi kamu harus janji ya jangan marah atau kamu jangan tutup telpon ini terlebih dahulu sampai aku selesai bicara", 'Jawab Jeni'.


"Iya aku janji, apa yang mau kamu bicarakan itu?" 'Tanya Fitri lagi yang semakin penasaran'.


"Ini tentang Angga Fit", 'Jawab Jeni'.


Fitri pun terdiam seketika Jeni menyebut nama Angga. Ingin rasanya ia menutup panggilan telepon itu, tapi tadi dia sudah berjanji dengan Jen. Mendengar nama Angga itu, Fitri langsung kebayang apa yang terjadi beberapa hari yang lalu di air terjun dan di mana hari itu adalah hari ulangtahunnya.


"Fit......", 'Sapa Jeni dari balik telepon tersebut'.


"Iya Jen", 'Jawab Fitri yang tersadar dari pemikiran nya sendiri'.

__ADS_1


"Kamu ngak apa-apa kan?", 'Tanya Jeni yang merasa Fitri sedang tidak baik-baik saja'.


"Iya Jen, aku tidak apa-apa kok", 'Jawab Fitri yang sudah siap mendengar apa yang akan di sampaikan oleh Jeni nantinya'.


"Angga sekarang ini emosional lagi terganggu fit, semenjak kamu ngak ada kabarnya. Dia terus menerus mengamuk, jika apa yang dia cari tahu tentang itu tidak di dapatnya", 'Ucap Jeni yang mulai menjelaskan bagaimana kondisi Angga kepada Fitri'.


Fitri pun hanya diam dan mendengarkan ucapan Jeni itu dengan seksama tanpa membantah sedikit pun.


"Kamu ingat Rara kan?, yang adik sepupunya Angga itu?", 'Tanya Jeni lagi'.


"Iya ingat", 'Jawab Fitri'.


"kemarin dia nemui aku, dan menceritakan semua tentang bagaimana kondisi Angga saat ini. Dia merasa sangat terpukul kehilangan kamu fit, dan juga Rara sudah merasa kewalahan untuk menenangkan kakaknya itu. Dan juga Rara bilang waktu itu sampai Angga ingin melakukan percobaan bunuh diri", 'Jelas Jeni lagi'.


Mendengar Angga ingin melakukan percobaan bunuh diri itu pun Fitri terkejut mendengarnya. Apa separah itu kondisi Angga saat ini?, itu lah yang ada di benaknya saat ini. Nanti seandainya Angga melakukan itu, pasti ujung-ujungnya Fitri juga yang di salahkan oleh orang tua Angga.


"Dan juga Rara minta tolong sama aku Fit, agar kamu mengangkat telpon dan juga membalas pesan dari Angga, agar Angga bisa kembali seperti dulu lagi. Karena dia tidak ingin Angga nantinya nekat melakukan hal yang di luar batas wajar fit", 'Ucap Jeni kembali melanjutkan penjelasannya tadi'.


"minimal kamu nuntun Angga kembali lagi seperti dulu fit, itulah yang di minta Rara. dia ngak tega liat Angga terus terusan menyakiti dirinya. Terlebih sekarang badan Angga tambah kurus karena dia ngak ada nafsu makan dan juga matanya merah karena kelelahan dan kurang tidur", 'Ucap Jeni kembali'.


"Yasudah fit, nanti aku akan coba bicara sama Angga", 'Jawab Fitri pelan tapi masih terdengar oleh Jeni'.


"Syukurlah fit, kalau kamu mau fit. Aku tidak mau nantinya kamu yang di salahkan oleh orang tua dan keluarga Angga, seandainya terjadi apa-apa dengan dia", 'Ucap Jeni'.


"Iya Jen, aku juga ngak mau nama aku di bawa-bawa juga nantinya", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah kalau gitu, aku tutup dulu ya Jen", 'Ucap Fitri'.


"Iya fit, maaf ya aku ganggu kamu", 'Jawab Jeni'.


"Ngak apa-apa kok Jen, santai aja. Aku juga lagi ngak sibuk kok", 'Ucap Fitri'.

__ADS_1


"hehehe, bye-bye fit. kapan-kapan kita sambung lagi ya", 'Ucap Jeni'.


"Oke", 'Jawab Fitri dan memutuskan sambungan telepon tersebut'.


Fitri pun masih kalut dengan pemikirannya sendiri.


"Kenapa Angga bisa seperti ini ya?, Apa aku terlalu berlebihan kepada dia?, Lagian aku dan Angga juga tidak ada hubungan apa-apa juga, jadi tidak seharusnya aku marah sampai segininya sama dia", 'Ucap Fitri yang merasa bersalah karena dialah Angga seperti sekarang ini'.


"Apa yang harus aku lakukan ya Allah?, berilah Hamba mu ini petunjuk", 'Gumam Fitri sambil menengadah kan tangannya'.


*


"Bel buat apa sih foto-foto kamu dan Angga ini?", 'Tanya Hani yang mengirimkan foto-foto yang di ambil oleh Hani atas perintah Bela sebelum mereka membawa Angga kerumah sakit'.


"Ada deh, kepo amat loh jadi orang", 'Jawab Bela'.


"Yaelah bel, gua nanya doang kali mah. lagian ini juga ngak menguntungkan bagi gua, jadi bagi gua ini tu ngak penting-penting amat", 'Jawab Hani dengan tatapan sinis'.


"ya kalau ngak penting bagi lu sini buruan kirim dan abis itu hapus ya jangan lu simpan", 'Ucap Bela'.


"Iya iya nih gua kirim nih", 'Ucap Hani dengan tatapan tidak suka'.


Kalau ngak ada duitnya mah, Hani ngak bakalan mau juga melakukan apa yang di suruh Bela.


Hani adalah cewek yang putus sekolah karena masalah ekonomi keluarga, dan dia terpengaruh pergaulan bebas. Bagi dia yang penting dirinya mendapatkan uang untuk membantu ekonomi keluarga nya dan bisa menyekolahkan adik-adik nya agar tidak seperti dirinya. Sebenarnya Hani juga tidak ingin bekerja seperti ini, tapi dia terpaksa melakukan nya agar dia bisa membantu ekonomi keluarga nya. Hanya pekerjaan ini lah yang bisa ia lakukan, karena dia hanya lah tamatan SD. oleh karena itu lah dia mengandalkan wajahnya yang cantik untuk mencari uang. Pekerjaan Hani bukan lah sebagai P**a**r, tapi hanya bekerja menjadi pelayan bar yang luaran nya seperti cafe agar orang-orang kampung sana tidak curiga bahwa itu adalah tempat mabuk-mabukan. Walaupun Hani bekerja di sana sebagai pelayan dan kadang menemani tamunya minum, tapi Hani masih menjaga kehormatan nya sebagai perempuan.


"Udah Belum Han?", 'Tanya Bela'.


"Udah nih, semuanya ada di sini. Kalau kamu ngak percaya liat aja sendiri", 'Jawab Hani'.


Bela pun mengecek semua foto yang di kirim Hani dalam memori card itu, dan juga Bela mengirim foto yang dia ambil saat Angga memeluknya di rumah sakit waktu itu yang anggap menganggapnya adalah Fitri.

__ADS_1


"Akhirnya aku mendapatkan apa yang aku mau, tinggal nunggu harinya saja, ahhahaa", 'Ucap Bela dan tertawa dalam hatinya'.


Foto apa yang di maksud oleh Hani?, dan untuk apa foto itu oleh Bela?.


__ADS_2