ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA

ADIKKU SELALU MEREBUT APA YANG AKU PUNYA
Ep. 53


__ADS_3

"Kenapa Fitri akhir-akhir ini susah di hubungi ya yah?", 'Tanya Rina kepada suaminya'.


"Mungkin Fitri lagi sibuk mengurus keperluan kuliah nya Bu, kan bentar lagi dia akan kuliah", 'Jawab Ben'.


"Sesibuk apapun Fitri pasti dia akan sempatkan untuk ngasih kabar yah, ngak biasanya Fitri seperti ini", 'Ucap Rina lagi'.


"Nanti juga kalau Fitri ngak sibuk, dia pasti akan ngabarin kita Bu", 'Jawab Ben'.


"Tapi ini udah tiga hari yah Fitri ngak ngabari kita, biasanya juga hampir setiap hari Fitri ngasih kabar. Ibu takut terjadi apa-apa sama dia yah", 'Ucap Rina lagi'.


"Ibu ngak boleh bicara seperti itu Bu, ngak baik. Di kota kan ada Eli Sam Bram yang jaga Fitri juga, pasti kalau ada apa-apa mereka akan ngasih kabar kepada kita. Yang penting kita itu, harus mendoakan Fitri Bu agar tidak terjadi apa-apa sama dia. Bukannya berpikiran yang tidak-tidak", 'Jawab Ben'.


"Mendingan besok Ibu telpon Eli, daripada ibu selalu berpikiran yang tidak-tidak seperti itu. Kalau sekarang udah malam, takut ganggu waktu istirahat mereka", 'Ucap Ben lagi'.


"Iya yah, besok ibu coba hubungi Eli", 'Jawab Rina'.


"Yasudah mendingan sekarang sekarang ibu tidur ya, daripada ibu mikirin yang tidak-tidak tentang Fitri. Inshaallah dia tidak apa-apa kok Bu, Eli dan Bram juga ngak akan membiarkan Fitri kalau dia terjadi apa-apa", 'Ucap Ben lagi'.


Rina pun membenarkan posisi tidurnya, membelakangi suaminya itu. Rina hanya berpura-pura tidur, tapi sebenarnya matanya tidak bisa terpejamkan dia terus menerus hanya kepikiran Fitri.


*


"Ayo sayang makanan nya di habiskan ya, terus kita minum Obat. Supaya kamu cepat sembuh ya sayang, dan kita bisa pulang dari sini", 'Ucap Eli yang lagi menyuapi Fitri makan'.


"Iya Tan, maaf ya tan Fitri selalu merepotkan om dan Tante", 'Ucap Fitri'.


"Kamu ngak boleh ngomong seperti itu nak, om dan Tante ngak merasa direpotkan oleh kamu kok", 'Jawab Bram yang baru datang dari luar sambil membawa buah-buahan'.


"Iya sayang, apa yang di bilang om kamu itu benar sayang. Tante sama om itu tidak pernah merasa direpotkan oleh kamu, jadi jangan bicara seperti itu lagi ya", 'Ucap Eli juga'.


"Iya Tan....om", 'Jawab Fitri'.

__ADS_1


Fitri pun melanjutkan makannya di suapkan oleh Eli, dan juga Bram sedang membukakan buah untuk Fitri.


Eli dan Bram sangat menyayangi Fitri, dan mereka sudah menganggap Fitri seperti putri mereka sendiri. Jadi mereka tidak mereka terrepotkan oleh Fitri, dan juga Bram rela tidak masuk kerja dan hanya mengerjakan pekerjaannya dari rumah, demi menjaga Fitri di rumah sakit.


"Permisi....", 'Ucap Dokter Riza yang datang dengan seorang suster untuk mengecek kondisi Fitri'.


"Iya dok", 'Jawab Bram, Eli, dan juga Fitri secara bersamaan'.


"Gimana Fitri, perut kamu masih terasa sakit atau kamu merasakan kembung gitu?", 'Tanya Dokter Riza sambil memeriksa kondisi fitri'.


"Ngak dok, saya sudah tidak merasakan itu semua sekarang", 'Jawab Fitri'.


"Syukurlah kalau begitu, kondisi kamu semakin membaik. Kalau seperti ini terus, besok kamu sudah boleh pulang. Tetapi harus tetap menjaga pola hidup sehat ya, dan juga harus minum obat yang teratur", 'Ucap Dokter Riza lagi'.


"Baik dok", 'Jawab Fitri'.


"Alhamdulillah, terimakasih ya dok", 'Ucap Eli'.


"Iya dok", 'Jawab Eli, Bram, dan Fitri secara bersamaan'.


Dokter Riza pun pergi dari kamar rawat Fitri, dan mengecek kondisi pasiennya yang lain. Eli, Bram, dan Fitri berucap syukur atas apa yang diucapkan oleh dokter barusan, bahwa kondisi Fitri sudah sangat membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang.


*


"Hallo assalamualaikum El", 'Ucap Rina yang akhirnya menghubungi Eli'.


"Waalaikumusalam mbak", 'Jawab Eli'.


"El, maaf yah mbak mengganggu kamu", 'Ucap Rina'.


"Iya mbak ngak apa-apa kok mbak, aku merasa ngak ke ganggu kok mbak", 'Jawab Eli'.

__ADS_1


"Gini El, mbak mau nanya Fitri. Fitri ada sama kamu ngak El, soalnya udah beberapa hari ini dia sulit di hubungi", 'Ucap Rina'.


"Iya mbak ini Fitri ada sama saya kok mba, ini handphone nya saya kasih Fitri ya mbak", 'Jawab Eli lagi dan memberikan handphone tersebut kepada Fitri'.


"Hallo bu.....", 'Ucap Fitri'.


"Hallo nak, Kamu baik-baik saja kan?", 'Tanya Rina kepada putri sulungnya itu'.


"Alhamdulillah Bu Fitri baik-baik saja, maaf ya Bu beberapa hari ini Fitri ngak ngabari ibu. Fitri sibuk mengurus persiapan masuk kuliah Bu, Minggu depan Fitri udah mulai kuliah", 'Jawab Fitri berbohong karena tidak ingin orangtua dan keluarga nya khawatir terhadap dirinya, dan lagi pula kondisi kesehatan Fitri sudah semakin membaik jadi dia rasa orangtuanya tidak perlu tahu penyakit yang di idapnya saat ini'.


"Iya sayang, ngak apa-apa kok, ibu mengerti. Ibu hanya takut terjadi apa-apa sama kamu", 'Ucap Rina lagi'.


"Iya Bu, Fitri tahu ibu khawatir. Tapi ibu tenang saja, di sini ada om Bram dan Tante Eli yang jaga dan rawat aku dengan baik kok Bu", 'Jawab Fitri'.


"Ya sudah nak, kalau begitu. Ibu bisa tenang sekarang karena ibu sudah bisa mendengar suara kamu", 'Ucap Rina'.


"Iya Bu, Fitri ngak apa-apa kok Bu. Ibu tenang aja ya. Fitri istirahat dulu ya Bu, soalnya Fitri baru pulang dari luar", 'Jawab Fitri'.


"Yasudah nak, kamu istirahat ya. Jaga kesehatan ya, ngak suka ngerepotin Tante dan om kamu", 'Ucap Rina'.


"Iya Bu, ibu tenang saja. Fitri tutup ya Bu salam sama ayah dan yang lainnya", 'Jawab Fitri'.


"Iya nak", 'Jawab Rina pun menutup sambungan telepon tersebut'.


Akhirnya Rina pun merasa tenang karena dia sudah mendengar suara putri sulungnya itu. Dan dia juga sudah tidak terlalu cemas karena Fitri memang beberapa hari kemarin itu sibuk mengurus keperluan kuliahnya. Lagian menurut Rina tadi Fitri memang tidak kenapa-kenapa, suaranya saja terdengar seperti biasanya.


"Bu maafin Fitri ya Bu, Fitri udah berbohong sama Ibu. Fitri tidak ingin ibu dan yang lainnya khawatir sama Fitri. Fitri juga tidak ingin kalian nantinya juga datang jauh-jauh kesini, dan nantinya buru-buru kesini takut terjadi apa-apa juga di jalan", 'Ucap Fitri dalam hati'.


"Fit.... ayo sayang kita pulang, om kamu sudah nungguin di mobil soalnya tadi dia Nebus obat dulu", 'Ucap Eli yang menyadarkan Fitri dari lamunannya'.


"Iya Tan", 'Jawab Fitri'.

__ADS_1


Eli, Bram, dan Fitri pun pulang kerumahnya, karena hari ini Fitri sudah di izinkan pulang oleh dokter dan kondisinya pun sudah sangat membaik. Dokter masih menyarankan untuk Fitri jangan terlalu banyak gerak terlebih dahulu takutnya kelelahan, harus menjaga pola hidup sehat dan juga jangan terlalu banyak pemikiran takutnya penyakitnya kambuh lagi.


__ADS_2