
Sudah beberapa hari ini Fitri tidak menghubungi keluarganya di kampung, karena dia lagi banyak aktivitas dan tugas di kampus. Hari ini adalah hari libur, jadi Fitri ada waktu senggang untuk berleha-leha dan juga menghubungi keluarganya di kampung, dan dia juga begitu merindukan mereka semua.
"Assalamualaikum Ibu....", 'Ucap Fitri saat dia melihat wajah ibunya setelah beberapa hari meskipun di hanya di balik layar handphone'.
"Waalaikumusalam nak", 'Jawab Rina yang juga sangat merindukan putri sulungnya itu'.
"Ibu apa kabar?", 'Tanya Fitri dari balik handphone tersebut'.
"Alhamdulillah ibu baik nak, kamu sendiri gimana?", 'Tanya Rina balik'.
"Alhamdulillah baik juga Bu, keluarga yang lain sehatkan Bu?", 'Tanya Fitri balik juga'.
"Alhamdulillah sehat juga nak", 'Jawab Rina'.
"Gimana kuliah kamu?", 'Tanya Rina'.
"Alhamdulillah lancar Bu, ibu maaf ya Fitri akhir-akhir ini jarang menghubungi ibu soalnya Fitri banyak tugas Bu", 'Jawab Fitri'.
"Iya nak, ngak apa-apa kok. Ibu juga ngerti, olehkarena itu ibu ngak mau menghubungi kamu duluan, takutnya kamu sibuk", 'Ucap Rina'.
"Kalau ada apa-apa ibu hubungi Fitri aja ya, pasti Fitri angkat kok Bu", 'Ucap Fitri lagi'.
"Iya sayang", 'Jawab Rina'.
"Ayah mana Bu?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Ayah kamu lagi ke perkebunan karet kita nak", 'Jawab Rina'.
"Om sama Tante kamu mana?", 'Tanya Rina'.
"Ada kok Bu, di bawah kayaknya", 'Jawab Fitri'.
"Ibu Fitri punya berita bagus buat ibu", 'Ucap Fitri'.
"Apa nak?", 'Tanya Rina penasaran'.
"Ibu.... hasil gaun yang Fitri design di lirik sama perusahaan besar Bu, temannya om Bram", 'Jawab Fitri'.
"Bagus dong sayang, itu kan impian kamu dari dulu", 'Ucap Rina'.
"Iya Bu, Fitri senang bangat Bu dengarnya. Jadi tambah semangat buat belajar lebih giat lagi", 'Jawab Fitri'.
"Terus kuliah kamu gimana nak?", 'Tanya Rina yang khawatir nantinya sang putri akan menterbelakangkan kuliahnya'.
__ADS_1
"Kuliah Fitri tetap lanjut kok, ibu tenang aja ya. Om Bram sudah bicara sama orangnya, dan lagian ini kerjaan Fitri bisa kerjakan dari rumah dan juga bisa di kirim lewat online. Jadi Fitri hanya sesekali saja datang ke kantor, hanya apabila ada perlu saja", 'Jawab Fitri yang mengerti akan ke khawatiran sang ibu'.
"Alhamdulillah bagus lah nak, ibu ngak mau kuliah kamu jadi terbengkalai gara-gara ini. Tanpa kamu kerja pun, ibu sama ayah masih sanggup nak membiayai kebutuhan kamu termasuk biaya kuliah kamu", 'Ucap Rina yang lega mendengar ucapan sang anak'.
"Iya Bu, Fitri juga janji sama ibu kalau Fitri tidak akan meninggalkan kuliah Fitri demi kerjaan ini. Dan Fitri juga janji akan lulus tepat waktu juga", 'Ucap Fitri lagi'.
"Ibu senang nak dengarnya, kamu harus istirahat yang cukup juga ya. Jangan ntar demi kejar deadline semuanya, kamu jadi sakit juga nantinya", 'Ucap Rina memperingati sang putri'.
"Iya Bu, Fitri akan jaga kesehatan juga kok", 'Jawab Fitri'.
"Oh iya Bu, nenek mana?. Fitri kangen juga nih sama nenek", 'Ucap Fitri lagi'.
"Ada di kamar, ibu antar dulunya handphone nya", 'Jawab Rina dan berjalan menuju kamar ibunya itu'.
"Assalamualaikum nenek", 'Ucap Fitri setelah melihat wajah ibu dari ibunya itu'.
"Waalaikumusalam nduk", 'Jawab Yanti yang bersandar di kepala Ranjangnya'.
"Nenek apa kabar?", 'Tanya Fitri'.
"Alhamdulillah nduk, nenek baik. Kamu gimana sehat?", 'Tanya Yanti balik'.
"Alhamdulillah nek, Fitri sehat", 'Jawab Fitri'.
"Di rumah nek, Fitri di kamar", 'Jawab Fitri'.
"Nenek kok kayaknya kurusan", 'Ucap Fitri yang memperhatikan wajah ibu dari ibunya itu'.
"Ngak kok nduk, nenek merasa ngak kurusan kok", 'Jawab Yanti'.
"Nenek abis sakit lagi?", 'Tanya Fitri'.
"Ngak sayang, nenek ngak apa-apa. Mungkin ini perasaan kamu aja kali, kan kamu udah satu Minggu lebih ngak ngeliat wajah nenek. Dan ini juga kan lewat handphone, bukan aslinya kamu liat wajah nenek", 'Jawab Yanti yang mengelabui cucunya itu, jangan sampai cucunya itu tidak fokus kuliah karena mengkhawatirkan nya'.
"Hhhmm iya kali ya nek", 'Ucap Fitri mengiyakan apa kata neneknya barusan'.
"Nenek sudah makan?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Sudah nduk", 'Jawab Yanti'.
"Nenek jaga kesehatan ya, jangan sampai lagi. Fitri ngak mau nenek sakit terus, dan nenek juga harus janji ya sama Fitri jangan sampai nenek sakit lagi", 'Ucap Fitri lagi'.
"Iya nduk, nenek janji. Tapi kalau sakit itu sudah datang itu semua kan di luar kendali nenek, itu semua kehendak yang diatas", 'Jawab Yanti'.
__ADS_1
"Iya nek, Fitri tahu. Tapi nenek harus tetap jaga pola makan dan hidup sehat juga", 'Ucap Fitri'.
"Iya nduk, kamu hati-hati ya disana. Jaga kesehatan juga, dan sering telat makan. Kamu itu ada riwayat sakit magh, dan jangan sampai ke capekan juga ya", 'Jawab Yanti yang juga memperingati sang cucu'.
"Iya nek...", 'Jawab Fitri'.
"Fitri..... Udah siap-siap belum?", 'Tanya Eli dari balik pintu kamarnya'.
"Iya Tan, bentar", 'Jawab Fitri'.
"Nek, Fitri tutup dulu ya nek telepon. Ntar Fitri telepon lagi, soalnya Fitri mau pergi sama Tante Eli dan Om Bram", 'Ucap Fitri kepada sang nenek'.
"Iya nduk, kamu hati-hati. Jangan sering-sering merepotkan om dan Tante mu itu ya nduk", 'Jawab Yanti'.
"Iya nek, bye-bye nek", 'Ucap Fitri melambaikan tangannya dan memutuskan sambungan telepon tersebut'.
Setelah menutup sambungan telepon dengan neneknya itu, Fitri pun kembali bersiap-siap karena dia akan ikut om dan tantenya menemui rekan kerja Bram, yang tertarik dengan design milik Fitri.
Fitri memilih baju yang pas untuk dia kenakan di acara malam ini dan juga malam ini akan menjadi malam bersejarah baginya, dan juga akan menjadi awal karirnya sebagai seorang desainer. Dan tak lupa pula Fitri memoles sedikit wajahnya dengan makeup tetapi masih kelihatan natural.
"Fitri..... Udah siap sayang", 'Tanya Eli dari balik pintu kamar Fitri'.
"Udah Tan", 'Jawab Fitri menyambar tas miliknya yang tergeletak di atas meja riasnya itu'.
"Aduh, cantik sekali keponakan Tante satu ini", 'Ucap Eli saat Fitri membuka pintu kamarnya'.
"Tante bisa aja, Fitri jadi malu tahu Tan", 'Jawab Fitri dan pipihnya tambah merah merona karena malu abis di puji oleh adik dari ayahnya itu'.
"Yasudah yuk, kita berangkat. Om kamu udah nunggu di mobil", 'Ucap Eli menggandeng tangan Fitri'.
Mereka berdua pun menuruni anak tangga dan menuju garasi mobil di mana Bram Berada.
"Pa lihat nih, keponakan kita cantikan", 'Ucap Eli kepada sang suami'.
"Iya ma, ngak kerasa udah gede ya ma keponakan kita yang satu ini. Padahal baru kemarin rasanya dia main kesini masih kecil-kecil", 'Jawab Bram yang menoleh sekilas kepada Fitri'.
Akhirnya Bram pun melajukan mobilnya ketempat dia janjian dengan rekan bisnisnya itu.
"Itu kan Fitri?", 'Ucap Andra yang melihat Fitri dari kejauhan'.
Andra dan Fitri berada di satu restoran yang sama, apakah mereka ada janji atau ini hanya kebetulan?.
"
__ADS_1