
"fit, bangun dulu yuk", 'Ucap Rina membangunkan Fitri tengah malam'.
"Iya Bu ada apa?", 'Tanya Fitri mengucek-ngucek matanya'.
"Bangun dulu yuk, lihat nenek dulu", 'Jawab Rina dengan nada datar'.
"Emangnya nenek kenapa Bu?", 'Tanya Fitri yang langsung bangkit dari tidurnya'.
"Kita lihat aja yuk", 'Jawab Rina menuntun Fitri untuk keluar kamar dan menuju kamar sang nenek'.
"Nenek kenapa Bu?", 'Tanya Fitri lagi'.
"Itu makanya kita liat dulu ke kamarnya", 'Jawab Rina yang masih menuntun Fitri menuju kamar neneknya'.
Di dalam kamar sang nenek semua anggota keluarga lainnya sudah berkumpul untuk mempersiapkan kejutan untuk Fitri, dan itu termasuk juga Bela.
"Selamat ulang tahun", 'Teriak semuanya saat Fitri membuka pintu kamar sang nenek'.
"Terimakasih semuanya", 'Ucap Fitri terharu dan sekarang berlinang air mata karena dia tidak menyangka bahwa akan mendapat kejutan seperti ini'.
"Iya sama-sama nduk, ayo sini nak", 'Ucap Sang nenek dan meminta Fitri untuk bergabung dengan mereka'.
"Sekarang kita tiup lilinnya dan potong kuenya ya", 'Ucap Sang nenek'.
Fitri pun mengangguk atas apa ucapan sang nenek.
"Tiup lilinnya.... tiup lilinnya.......tiup lilinnya sekarang juga.... Sekarang juga.... Sekarang juga....", 'semua anggota keluarga Fitri bernyanyi'.
"Sebelum tiup lilinnya berdoa dulu sayang", 'Bisik Rina kepada Fitri'.
Fitri pun melakukan apa yang di ucapkan oleh ibunya yaitu berdoa terlebih dahulu dan kemudian meniup lilin yang sudah menyala di atas kuenya.
Setelah Fitri meniup lilin pun di sambut tepuk tangan oleh semuanya.
__ADS_1
Sekarang tibalah saatnya potong kue, potongan kue pertama Fitri berikan kepada sang ibu, potongan kue kedua kepada sang ayah, potongan kue ketiga kepada sang nenek, potong kue keempat kepada sang kakek, dan potongan kue terakhir untuk sang adik Bela.
"Kamu kenapa nangis nduk?", 'Tanya ISNA sang nenek'.
"Aku ngak apa-apa kok nek, cuman terharu", 'Jawab Fitri dan mengusap air matanya dengan kedua tangannya'.
"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga apa yang cucu nenek inginkan terwujud", 'Ucap ISNA kemudian memeluk dan mencium sang cucu'.
"Terimakasih ya nek", 'jawab Fitri membalas pelukan dan ciuman dari sang nenek'
"Selamat ulang tahun putri ibu", 'Ucap Rina'.
"Terimakasih Ibu", 'Ucap Fitri yang beralih memeluk sang ibu'.
"Maaf ya tadi ibu buat kaget", 'Ucap Rina yang membalas peluk sang anak'.
"Iya ibu nih, buat aku kaget aja. Ayuk liat nenek dulu, sambil nuntun gitu", 'Ucap Fitri'.
"Ya namanya kan mau di beri kejutan ngak mungkinkan ibu bilang", 'Jawab Rina'.
"Ya kan ibu ngak bilang nenek kenapa-kenapa, ibu cuman bilang lihat nenek dulu", 'Ucap Rina'.
"Iya sih Bu......", 'Jawab Fitri'.
"Selamat ulang tahun ya kak", 'Ucap Bela sekarang yang memberikan ucapan kepada sang kakak'.
"Terimakasih ya dek", 'Ucap Fitri dan beralih memeluk sang adik'.
"Iya kak sama-sama, kadonya nyusul ya kak", 'Ucap Bela yang membalas pelukan sang kakak'.
"Iya dek tidak apa-apa", 'Jawab Fitri'.
"Sekarang kamu bisa berbahagia dan tertawa dulu kakak ku tersayang, tapi besok siang adalah kamu mungkin akan menangis. karena besok akan menjadi hari paling menyakitkan dalam hidup kamu kakak ku tersayang", 'Ucap Bela dalam hati dan tersenyum tipis dalam pelukan sang kakak'.
__ADS_1
Memberi kejutan di hari adalah salah satu tradisi di keluarga Fitri, dan mereka juga sering memberi kejutan yaitu tepat di jam 00.00 di tanggal kelahiran mereka masing-masing.
Perayaan ulang tahun baik di rayakan secara besar-besaran atau kecil adalah untuk mensyukuri usia yang telah diberikan Tuhan/Allah kepada kita.
Pernahkan kita bertanya-tanya siapa yang pertamakali menciptakan tradisi ulang tahun?. Kenapa pakai lilin?. Kenapa pakai kue?.
Dalam kitab Ibrani, satu-satunya isi yang menyebutkan perayaan untuk memperingati hari kelahiran seseorang dalam mengenai perayaan ulang tahun Firaun Mesir yang terekam dalam kejadian 40:20. Rabbi Moshe Feinstein adalah salah satu yang memahami adanya nilai positif dalam perayaan ulang tahun tersebut.
The Lubavitcher Rebbe mendorong banyak orang untuk merayakan ulang tahun mereka dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat, membuat resolusi positif, dan melalui berbagai macam kegiatan keagamaan.
Menurut Rabbi Yissocher Frand, orang merupakan hari khusus karena doa dari seseorang tersebut dapat terkabulkan pada hari itu.
Bangsa Mesir memulai tradisi perayaan ulang tahun jauh ribuan tahun lalu, saat Firaun memakai mahkota untuk bangsa Mesir kuno masyarakat menganggapnya sebagai wujud dewa. Sehingga hari tersebut dianggap lebih penting daripada hari kelahiran masyarakat biasanya ke dunia. Tanggal kelahiran Firaun sebagai 'dewa' tersebut terus dirayakan berulang tiap tahunnya.
Sedangkan bangsa Yunani memperkenalkan lilin dalam perayaan ulang tahun. Warga Yunani akan mempersembahkan kue berbentuk bulan untuk Artemis beberapa lilin di atas kue. Mereka memakai lilin sebagai refleksi cahaya bulan dan kecantikan. Akhirnya tradisi ini di pakai oleh banyak orang untuk merefleksikan ulang tahun sebagai awal kehidupan baru yang lebih bersinar.
Bangsa Romawi Kuno mulai melakukan perayaan ulang tahun untuk orang biasa. Karena awalnya perayaan ulang tahun hanya dilakukan untuk kalangan bangsawan seperti Raja dan Dewa.
Orang biasa dapat merayakan ulang tahun dengan teman, keluarga dan juga kerabat. Setelah itu mereka juga mulai mengenal tradisi pemberian kado. Kado yang sangat berharga saat itu adalah minyak zaitun, madu, tepung terigu, dan keju parut. Dengan catatan hanya pria yang boleh merayakan ulangtahun. Wanita baru di perbolehkan merayakan ulangtahun pada abad ke 12.
Pada abad ke 18, perayaan ulangtahun mulai tersebar di seluruh dunia, bahkan di china. Di German perayaan ulangtahun anak-anak haruslah dengan ramah dan menyenangkan. Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, dibuatlah kue ulang tahun yang awalnya seperti Roti. Lalu di atas roti di beri lilin-lilin, bila tiup (mitosnya) dapat mengabulkan permohonan. Kue ulang tahun yang cantik dan manis hanya untuk orang kaya.
Kue ulang tahun pertama kali di ciptakan oleh tukang roti di German.
Pada masa Revolusi industri, kue ulang tahun di buat lebih mewah dan manis, sebagai simbol manisnya pertambahan usia. Pada masa itu roti dianggap sebagai makanan kelas biasa yang dapat di nikmati oleh semua kalangan. Maka di ciptakan kue-kue manis yang bentuknya cantik untuk perayaan ulang tahun keluarga-keluarga kaya. Tapi pada akhirnya, saat semua orang sudah bisa membeli bahan kue dan bisa membuat kue ulang tahun, tradisi ini menyebar keseluruh dunia.
Lagu "happy birthday to you", awalnya adalah lagu selamat pagi.
Pada tahun 1893, Patty Hill dan Mildred J menulis lagu yang berjudul "Good morning to All", untuk di nyanyi oleh siswa-siswa di seluruh dunia.
Pada tahun 1924, Robert Coleman mengeluarkan buku lagu yang mengganti lirik lagu itu dan di ulang-ulang menjadi lagu yang sekarang kita tahu, "Happy birthday to you".
Sumber asal usul tradisi ulangtahun :
__ADS_1
http://www.gurusiana.id