Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 21


__ADS_3

Pertiwi merawat luka yang didera Farhan. Memar di wajahnya kini bertambah setelah mendapat tambahan pukulan dari Arjuna.


" Maaf ya, Han... Kamu harus mendapatkan luka seperti ini " ucap Pertiwi sambil mengompres memar di wajah Farhan.


Farhan sedikit meringis saat Pertiwi menyentuh luka di wajahnya.


" Tidak apa dok... Anda tak perlu khawatir " ucap Farhan.


" Maaf karena kesalah pahaman ini, kamu jadi harus menikah denganku. Keluargaku memang sangat keras untuk urusan hubungan. Mereka hanya tidak ingin aku terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik. Karena itu, mereka langsung memaksa kamu untuk menikahiku, padahal aku sudah menjelaskan semua " jelas Pertiwi sambil mengatur nafas.


" Tapi kamu jangan khawatir, Han... Aku akan membuat surat kontrak pernikahan, supaya kita berdua tidak merasa dirugikan dalam pernikahan ini. Kita berdua hanya harus menjalani pernikahan sandiwara di depan keluarga kita " beber Pertiwi.


Pernikahan sandiwara ?


Farhan begitu terkesiap dengan penuturan Pertiwi. Awalnya ia merasa shock karena harus menikahi Pertiwi tetapi kemudian ia merasa beruntung karena bisa menikah dengan wanita cantik yang pintar dan baik hati.


Sejujurnya, Farhan memang tertarik pada Pertiwi sejak pertama kali melihatnya. Hanya saja, Farhan menahan rasa itu karena ia tahu Pertiwi merupakan tunangan dari Mario. Kendati Farhan tahu, bagaimana kelakuan Mario di belakang Pertiwi, ia tidak mau membuat Pertiwi membenci Mario dengan mengatakan yang sebenarnya. Ternyata nasib baik berpihak padanya. Pertiwi mengetahui dengan sendirinya kebusukan Mario dan kini ia justru didapuk untuk menikahi Pertiwi.


" Han... Kamu baik-baik aja ? " tanya Pertiwi yang mendapati Farhan tengah melamun.


" Iya, dok... Saya baik-baik saja " jawab Farhan sedikit gugup karena Pertiwi memperhatikannya.


" Mulai sekarang, kamu jangan panggil saya dokter. Kamu panggil saja saya Tiwi. Ok "


" Baik, dok... Eh maksud saya, wi... " jawab Farhan canggung. Pertiwi hanya tersenyum mendengar jawaban dari Farhan.


Sementara itu, Bunda Lia, Arjuna serta Kirana tengah berunding.


" Apa kamu yakin dengan keputusanmu menikahkan Tiwi dengan Farhan ? Bunda sedikit khawatir ada apa-apa nantinya dengan Mario " ucap sang bunda kepada Arjuna.


" Iya, mas... Pernikahan mereka karena keterpaksaan. Apa tidak akan jadi masalah ke depannya ? " tambah Kirana.


" Semoga ini keputusan yang terbaik. Dari penglihatanku sepertinya Farhan orang yang baik, walau sedikit misterius tapi rasanya berbeda dengan Mario... " jawab Arjuna.


" Sebenarnya, Juna sering melihat Mario berdua dengan wanita yang berbeda-beda tapi Juna pikir itu hanya rekan kerja saja. Karena itu Juna tidak menceritakannya pada Pertiwi. Ternyata, dia tak sebaik seperti yang terlihat " Arjuna mengepalkan tangannya.


" Mungkin ini sudah jalan dari Tuhan untuk menjauhkan Pertiwi dan Mario. Semoga Tiwi bisa bahagia bersama Farhan ya , Mas " tutur Kirana sambil meraih tangan suaminya yang terkepal.


" Ya, semoga mereka bisa bahagia seperti halnya Zaid dan Adinda " tambah sang bunda.


...****************...

__ADS_1


Akad nikah telah dilangsungkan dan akhirnya Pertiwi resmi menjadi istri dari Farhan. Meskipun sederhana namun acara berlangsung khidmat.


Tak banyak tamu yang hadir, hanya kerabat dekat saja yang diundang. Bahkan rekan sesama dokter di rumah sakit tak ada yang diundang seorang pun.


Itu tak menjadi halangan, yang terpenting pernikahan mereka sah dimata agama dan hukum negara.


Farhan sengaja tak meminta sang ayah untuk menghadiri pernikahannya. Ia tak mau rencana yang telah ia susun berantakan. Jika sang ayah tiba, maka semua akan tahu jati diri Farhan yang sebenarnya. Karena itu, Farhan merahasiakan pernikahannya kepada sang ayah. Ia hanya membawa asistennya Kevin sebagai saksi dari pihaknya.


" Selamat atas pernikahan anda Tuan ! " bisik Kevin saat menyalami Farhan.


" Ya, terima kasih Tuan Kevin karena anda berkenan hadir di pernikahan saya " ucap Farhan tidak ingin Pertiwi mencurigainya.


" Selamat dokter Tiwi " ucap Kevin sambil menyalami wanita yang baru saja dinikahi oleh bos nya itu.


" Terima kasih " jawab Pertiwi singkat sambil melihat ke arah Farhan.


" Ini Tuan Kevin, beliau ini wakil pimpinan perusahaan AJ corp. Beliau ini dulu pimpinan dimana saya bekerja " jelas Farhan.


Pertiwi mengangguk walaupun hati kecilnya bertanya-tanya mengapa Farhan bisa begitu dekat dengan orang yang memiliki jabatan tinggi.


" Sebentar ya, wi... Saya temani Tuan Kevin dulu " ucap Farhan kemudian beranjak menjauh dari pelaminan bersama Kevin.


Farhan menghela nafas.


" Bagaimana orang tua itu tahu ? " tanya Farhan sambil mengurut pelipisnya.


" Sepertinya Tuan besar memiliki mata-mata " tebak Kevin.


" Ckk... Bisa-bisanya dia memata-mataiku " gumam Farhan.


" Lalu apa yang kau katakan ? " tanya Farhan.


" Saya... Saya... " Kevin tidak meneruskan kalimatnya.


" Jangan bilang kau mengatakan jika aku menikah hari ini " tebak Farhan dengan nada tinggi.


" Maaf Tuan... Tuan besar mengancam kalau saya tidak mengatakannya, ia akan memecat saya " jawab Kevin sambil menundukkan kepala.


" Dasar bodoh...! Orang tua itu tidak mungkin bisa memecatmu. Karena kamu bekerja di perusahaanku bukan perusahaannya " umpat Farhan kesal.


Kevin menggaruk tengkuknya, menyadari kebodohannya karena telah terperdaya oleh mulut beracun Tuan besarnya itu.

__ADS_1


" Maaf Tuan... " ucap Kevin menunduk menyadari kebodohannya.


" Sudahlah, lupakan. Lalu apa kau mengatakan dengan siapa aku menikah ? " tanya Farhan lagi.


" Tidak Tuan... karena setelah mengetahui bahwa anda menikah hari ini, Tuan besar langsung menutup sambungan teleponnya " jawab Kevin.


" Hm... Saat ini, dia pasti sedang mencari tahu... " gumam Farhan.


" Ya, sudah... Biarkan saja ia menyelidikinya. Lagi pula ia pasti sangat senang karena akhirnya aku menikah sesuai dengan harapannya " tambah Farhan lagi.


" Lalu apakah sudah ada kemajuan hasil penyelidikanmu ? " tanya Farhan kemudian.


" Sudah Tuan, hanya membutuhkan beberapa bukti lagi dan kita bisa memperkarakan dokter Harun atas kasus korupsi dana rumah sakit " jawab Kevin.


" Hem... Aku sudah tak sabar untuk menjebloskan mereka dengan tanganku sendiri. Mereka terlalu rakus akan kekuasaan dan ayahku itu terlalu bodoh hingga percaya pada orang yang salah... " geram Farhan.


" Han... "


Suara Pertiwi membuat Farhan dan Kevin seketika menoleh. Mereka berdua saling berpandangan khawatir jika Pertiwi mendengar percakapan mereka.


" Iya, kenapa Wi ? " tanya Farhan bersikap sebiasa mungkin.


" Pak Kevin diajak makan dulu, kok malah asyik ngobrol sih " ingat Pertiwi.


" Ah iya, ini juga mau makan. Mari Pak Kevin, kita makan dulu " ucap Farhan sambil berjalan menuju area makanan diikuti oleh Kevin dan Pertiwi.


Setelah selesai makan, Kevin kemudian berpamitan pada Farhan dan Pertiwi.


" Kalian tadi membicarakan apa ? " tanya Pertiwi selepas Kevin pulang.


" Tadi Tuan Kevin menawarkan apartemennya untuk kita tempati " jawab Farhan berdusta.


" Hah, serius ? " tanya Pertiwi tak percaya.


" Ya, tanpa kita harus membayar sewa " jawab Farhan lagi.


" Tapi... "


" Bukankah kamu yang mengatakan jika kita harus bersandiwara di depan keluargamu ? Jika tetap berada disini, bagaimana kita harus bersandiwara ? " tanya Farhan.


" Ya, kamu benar. Baiklah aku setuju..." jawab Pertiwi.

__ADS_1


__ADS_2