Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 part 6


__ADS_3

Evan dan Kyra sedang menikmati makan siang mereka di kantin kampus. Seorang gadis cantik berwajah indo menghampiri mereka berdua.


" Hai, Van... Ra... " sapanya sambil duduk di samping Evan.


Kyra sudah bisa menebak siapa yang duduk di samping Evan. Kyra memutar bola matanya sambil menyeruput jus strawbery miliknya.


" Tumben, lo disini. Biasanya berduaan sama si Marcel " ucap Kyra ketus.


" Gue lagi pengen barengan sama kalian. Emang gak boleh ? " tanya Freya manja.


" Pasti ada maunya nih ! " gerutu Kyra yang hanya bisa didengar oleh Evan.


Evan berdehem membuat Kyra mencebikkan bibirnya.


" Van, anterin gue ke toko buku bisa ya ? Soalnya Marcel lagi ada bimbingan skripsi... Kamu mau kan " pinta Freya lagi.


" Boleh, kapan ? " tanya Evan tak peduli jika Kyra saat ini menginjak kakinya.


" Sekarang kamu ada kelas lagi gak ? " tanya Freya.


" Ada " jawab Kyra langsung.


" Gak ada kok... " ralat Evan membuat Kyra membulatkan matanya.


" Ada atau engga sih ? " tanya Freya bingung.


" Enggak ada kelas, tapi si Evan ada janji sama calon istrinya " ucap Kyra dengan penekanan yang membuat Evan langsung menatapnya tajam.


" Oh, jadi calon istri kamu itu ada disini. Ya udah deh, kalau gitu aku tungguin Marcel aja " ucap Freya.


" Kyra becanda kok. Iya memang dia ada disini, tapi aku sekarang gak ada janji sama dia kok " sela Evan. Sementara Kyra menatap Evan dengan tatapan kesal.


" Gila lo, Van... Ketahuan Alesha sama Bunda, habis kamu ! " bisik Kyra.


" Gak akan tahu, kalo mulut lo gak lèmès " balas Evan sambil berbisik.


" Serah lo dah, gue gak mau kebawa-bawa ya kalo ada apa-apa. Gue udah ingetin lo ya ! " ucap Kyra lalu meninggalkan Evan dan Freya.


" Lho... Kyra mau kemana ? " tanya Freya heran karena Kyra meninggalkan mereka tanpa pamit.


" Dia ada janji, biarin aja. Kita pergi sekarang ? " tanya Evan.


" Ayo ! " seru Freya lalu keduanya melenggang pergi.

__ADS_1


Kyra melangkahkan kaki dengan kesal, sesekali ia membalik badannya melihat Evan dan Freya yang kini berjalan menuju parkiran mobil.


" Dasar Evan bego ! Udah dibilangin kalo cuma dimanfaatin si Freya aja masih diladenin. Heran gue... Apa gue kasih tahu aja Bunda ya ? Tapi nanti Bunda kepikiran, mana ada Lesha lagi di rumah Bunda. Kasihan kalau dia tahu... " gumam Kyra sambil terus berjalan tanpa melihat ke depan.


Bruk...


Kyra menabrak seseorang hingga buku yang ada dalam genggamannya terjatuh.


" Maaf... Biar saya bantu ! " ucap seseorang yang kini berjongkok mengambil buku Kyra yang tercecer di lantai kemudian memberikannya pada Kyra.


" Om doteng ! " gumam Kyra saat melihat wajah seseorang yang mengambilkan bukunya.


Pria dewasa yang mengenakan celana formal dan kemeja putih dengan tangan yang dilipat hingga ke siku serta berkaca mata itu menatap Kyra.


" Maaf sudah membuat bukumu terjatuh " ucapnya ramah sambil menyodorkan buku pada Kyra.


" Eh, iya... Saya yang harusnya minta maaf tadi gak lihat jalan " jawab Kyra sambil tak lepas menatap pria tampan di hadapannya.


Pria itu tersenyum, kemudian segera melangkahkan kakinya menjauh dari Kyra.


Kyra yang masih larut dalam pesona pria tadi segera sadar saat pria itu menjauh.


" Haish... Itu kan Om doteng " ucap Kyra mengembalikan kesadarannya.


" Om... Tunggu ! " ucap Kyra dengan nafas terengah saat ia berhasil menyusul pria tadi.


Pria itu membalikkan badannya lalu menatap Kyra yang kini sudah berada di hadapannya.


Kyra masih mengatur nafasnya saat pria itu menatap Kyra dengan heran.


" Kamu ada perlu sama saya ? " tanyanya dengan mengangkat sebelah alisnya. Satu tangannya masuk ke dalam saku celana sementara tangan lainnya menggenggam kunci mobil.


" Tunggu Om doteng. Akhirnya kita bisa ketemu lagi " ujar Kyra begitu antusias.


" Om doteng ? Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? " tanyanya sembari menautkan kedua alisnya.


Kyra sedikit kecewa karena pria itu tak mengingatnya. Tapi Kyra tak patah arang ia menceritakan apa yang terjadi.


" Iya, Om lupa ya ? Dulu, Om yang nolongin Kyra waktu jatuh di tebing. Waktu itu, Om lagi cari tanaman herbal untuk obat terus nemuin Kyra yang jatuh. Om obatin sama jahit luka di tangan Kyra. Lihat nih ! " jelas Kyra sambil memperlihatkan bekas luka di tangannya.


Pria itu mengernyit, ia mencoba berpikir hingga akhirnya ia tersenyum.


" Oh jadi itu kamu... Kamu terlihat berbeda sekarang " ucapnya memperhatikan Kyra membuat Kyra salah tingkah.

__ADS_1


" Kamu kuliah disini ? " tanyanya lagi.


Kyra mengangguk semangat.


" Iya, jurusan kedokteran semester 5 " jawab Kyra.


" Oh ya ? Kebetulan adik saya juga di jurusan yang sama. Semester 5 juga. Mungkin kamu kenal " ucapnya dengan senyum yang begitu manis.


" Siapa Om ? " tanya Kyra penasaran.


" Andara, apa kamu kenal ? " tanya pria itu.


What ? Andara ? Bisa-bisanya Dara punya kakak ganteng gini, gak ngasih tahu gue ! gerutu Kyra yang hanya bisa didengar olehnya sendiri.


" Kamu kenal ? " tanya pria itu lagi.


" Iya, kenal banget malah. Dara itu temen deket Kyra, Om. Tapi kok dia gak pernah cerita kalau punya kakak sih " ucap Kyra heran.


" Hmm... Mungkin dia malu punya kakak sudah tua seperti saya " ucapnya tersenyum tipis.


" Tapi kan Om ganteng. Kyra suka sama Om ! " ucap Kyra blak blakan.


Pria itu terkekeh mendengar pengakuan Kyra.


" Ih... Kok malah ketawa sih Om ? " Kyra merasa kecewa karena pujaan hatinya itu hanya menertawakannya.


" Kamu itu lucu ! Saya ini lebih pantas jadi om kamu. Malahan mungkin saya seumuran dengan orang tua kamu " ucapnya sambil geleng-geleng kepala kemudian melenggang masuk ke dalam mobilnya.


" Tapi, Kyra beneran suka sama Om. Sejak pertama ketemu sama Om " ucap Kyra setengah berteriak karena pria itu sudah menutup mobilnya.


Pria itu menyalakan mobil kemudian menjalankannya. Ketika ia lewat di hadapan Kyra, ia membuka kaca jendela mobilnya.


" Adik cantik, sebaiknya kamu mencari laki-laki yang sebaya dengan kamu. Saya yakin ada banyak laki-laki baik yang menyukai kamu " ucapnya sambil tersenyum lalu menutup kaca jendela mobilnya dan segera melajukan mobilnya.


" Tapi Kyra maunya Om doteng ! " gumam Kyra.


" Kenapa sih Om gak percaya kalau Kyra beneran jatuh cinta sama Om... " ucap Kyra lagi sambil melihat mobil sedan mewah yang dikendarai pria itu hilang dari pandangannya.


Sementara pria di dalam mobil itu menarik sudut bibirnya menjadi sebuah lengkungan yang semakin mempertegas ketampanannya. Ia tak menyangka di usianya yang tak lagi muda, ada seorang gadis muda yang dengan berani menyatakan perasaannya secara terang-terangan kepadanya.


" Dasar gadis aneh, tapi cantik ! " gumam pria itu sambil terus tersenyum mengingat gadis cantik yang tadi ditemuinya.


Sepertinya Kyra telah membangkitkan kembali perasaannya yang telah lama mati dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2