Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 56


__ADS_3

Evano kini telah berusia 6 bulan, bayi tampan itu semakin lucu. Dengan pipi yang membulat seperti bapau ditambah adanya lesung pipi membuatnya terlihat semakin menggemaskan.


Zaid pun kini tidak terlibat dalam pasukan khusus, ia tidak ingin berada jauh dari keluarganya.


Adrian sudah diberikan kenaikan pangkat menjadi Letnan dua, ia sendiri memilih pindah tugas ke luar kota. Ia ingin membuka lembaran yang baru. Meniti karir serta menata kehidupan cintanya.


Saat ini, Adrian baru keluar dari cafe. Ia baru saja menghadiri resepsi pernikahan salah satu rekannya yang diadakan di salah satu cafe dengan tema outdoor dan diselenggarakan malam hari. Adrian yang kala itu mengenakan kemeja motif batik langsung menuju tempat motornya terparkir.


Adrian lebih meyukai bepergian dengan menggunakan motor. Membuatnya lebih cepat sampai tujuan. Adrian melesatkan kuda besinya membelah jalanan kota. Hingga ia menghentikan laju motornya di sebuah taman kota yang sudah sepi. Adrian sesaat menepi, kemudian ia memakai jaket yang tersimpan di dalam bagasi motor.


Adrian yang telah bersiap kembali untuk melajukan kendaraannya mendengar suara keributan di sekitar taman. Adrian kemudian mencari asal suara gaduh itu berasal dengan mengitari taman. Ia begitu terkesiap saat melihat seorang wanita tengah melawan 4 orang pria yang mengelilinginya. Tanpa banyak bertanya, ia membantu wanita tersebut melawan pria-pria tersebut. Alhasil mereka pun akhirnya memenangkan pertarungan.


" Anda baik-baik saja ? " tanya Adrian kepada wanita yang mengenakan jaket serta masker tersebut.


" Tidak perlu ikut campur, saya bisa mengalahkan mereka sendiri " ucapnya ketus lalu meninggalkan Adrian tanpa mengucapkan terima kasih.


Adrian hanya bisa membatin lalu menggelengkan kepalanya.


Ya ampun... Udah dibantuin, bukannya bilang terima kasih. Nyesel gue bantuin dia !


Adrian kemudian kembali menuju tempat motornya terparkir. Ia menyalakan mesin motornya, lalu bersiap-siap untuk melaju.


Saat ia akan melaju tiba-tiba seorang gadis datang dan naik ke atas motornya.


" Cepetan jalan bang ! " serunya sambil menepuk bahu Adrian.


" Saya bukan ojek, mba " jawab Adrian cuek.


" Aish... ! Ya udah deh bang. Jalan aja cepetan ! " serunya lagi sambil melihat ke arah belakang.


" Emangnya mba siapanya saya, pake nyuruh-nyuruh segala ! " timpal Adrian ketus.


" Duh cepetan deh, bang. Ntar saya bayar dua kali lipat atau 3 atau 10 kali deh gak apa-apa. Buruan Bang ! " ucapnya lagi. Kali ini ia mulai was was saat melihat orang-orang yang mengejarnya semakin mendekat.


" Aduh bang. Buruan dong ! Tolongin saya, saya mohon " ucapnya memohon.


Adrian menengok ke belakang, melihat ada beberapa pria yang mengejar di belakang mereka, Adrian segera melajukan motornya menjauh. Adrian terus memacu dengan kecepatan tinggi saat menyadari ada sebuah mobil yang mengikuti mereka. Adrian mengambil jalan tikus untuk menghindari kejaran mobil tersebut. Hingga keadaan dirasa aman, Adrian menghentikan laju motornya.


" Udah aman, sekarang kamu bisa turun ! " usir Adrian.


" Ck... " Gadis itu berdecak sambil turun dari motor Adrian.

__ADS_1


" Jadi cowok, tega banget sih. Pake nurunin di tempat begini lagi " cebik gadis itu sambil menggendong tas ransel miliknya.


Adrian hanya melirik gadis yang kini telah berada di sampingnya.


" Dasar gak tahu terima kasih masih mending gue tolongin " gumam Adrian.


" Heh, ngomong apa lo barusan ? " hardik gadis itu menatap tak suka pada Adrian.


" Gak ada... Ya udah, saya permisi, mba " ucap Adrian lalu menancap gas.


" Hei... Tunggu ! " seru gadis itu berlari mengejar laju motor Adrian.


" Hei... " teriaknya saat motor Adrian melaju menjauhinya.


Gadis itu menghentikan langkahnya, lalu meninju udara. Rasa kesal bercampur takut menghinggapinya saat ini. Ia pun akhirnya memilih menepi lalu duduk di tepi jalan sambil memeluk tas ranselnya.


Adrian tak menghiraukan teriakan gadis itu, ia terus memacu laju motornya. Rasanya sudah cukup ia membantu, dan ia tak ingin terlibat lebih jauh. Akan tetapi, mengingat hari sudah semakin malam serta keadaan di sekitar yang cukup sepi membuat Adrian tak tega dan akhirnya memutar kembali laju motornya menuju tempat gadis tadi ia turunkan.


Gadis itu duduk di tepian jalan, ia tertunduk sambil memeluk tas ranselnya. Adrian memperhatikan dari kejauhan kemudian menghampiri gadis itu.


" Kamu mau kemana ? Ayo aku antar ! " ucap Adrian sopan.


Gadis itu mengangkat wajahnya, melihat dengan seksama pada Adrian. Binar matanya berubah cerah namun sedetik kemudian ia menekuk wajahnya.


Adrian menghembus nafas kasar. Ia tahu betul jika gadis itu hanya menyembunyikan rasa takutnya.


" Gak usah sok sokan kuat deh. Saya tahu perasaan kamu sekarang. Sebenarnya sih, saya gak mau ikut campur, saya cuma niat nolong aja. Tapi, kayaknya kamu juga gak butuh pertolongan. Jadi ya udah deh... " ucap Adrian sambil menyalakan kembali mesin motornya.


" Tu... Tunggu dulu ! " gadis itu menahan Adrian sambil berdiri dari duduknya.


Adrian menarik sebelah sudut bibirnya tanpa dilihat gadis itu.


" Kenapa lagi, mba ? Mau usir saya ? Gak perlu, gak usah repot-repot. Saya bisa pergi sendiri " ucap Adrian bersikap pura-pura tak peduli.


" Tolong, jangan tinggalkan saya sendiri... " ucapnya sambil menahan lengan Adrian.


" Oh... Jadi mba ketus ini, bisa minta tolong juga ya " sindir Adrian dengan senyum samar.


" Ish... " cebik gadis itu sambil menghentak kaki.


Tentu saja tingkahnya itu membuat Adrian semakin ingin menggoda gadis itu.

__ADS_1


Gadis itu membuka maskernya, kemudian mengerucutkan bibirnya, matanya mendelik menatap Adrian dengan tajam


" Kalau tulus mau nolongin, gak usah ba bi bu deh " ucapnya sinis.


Adrian kini tertawa lepas melihat gadis di hadapannya yang tengah mendelik kepadanya.


Harus Adrian akui, gadis itu memiliki paras cantik tak kalah cantik dari wanita yang selama ini ada di hatinya.


" Malah ketawa lagi... Mau nolongin gak sih ? " sambungnya kini membuang wajahnya.


" Iya.. iya... maaf... ! Ayo, aku anterin kamu ke tempat yang kamu mau ! " ajak Adrian kemudian.


Gadis itu kemudian naik ke atas motor, dan sejurus kemudian mereka pun berlalu.


" Orang-orang yang tadi ngejar kamu siapa ? Kamu ada masalah apa sama mereka ? " tanya Adrian membuka pembicaraan.


" Kepo ih ! " seloroh gadis itu.


" Wajar kan kepo ? Aku gak mau kebawa-bawa urusan kamu... Mending kalau kamu orang baik " sahut Adrian santai.


" Heh, kamu pikir aku ini perempuan gak baik ? " sanggahnya dengan suara kencang.


" Lho ? Aku gak bilang gitu lho ? Itu perasaan kamu aja kali " timpal Adrian santai.


Gadis itu meremat kedua telapak tangannya, lalu memberikan tinju di belakang Adrian.


" Ish... Kalau tadi gak dikejar-kejar anak buah papi. Ogah minta tolong orang nyebelin kayak kamu " gerutu gadis itu.


Adrian hanya menyunggingkan senyuman di wajah tampannya. Akhirnya untuk pertama kalinya ia merasa nyaman bersama dengan seorang gadis selain Adinda.


...****************...


Halo kakak-kakak readers yang baik


Kali ini, saya mau kasih ceritanya Adrian menemukan cintanya. Sebelum nanti cerita Adinda dan Kapten Zaid ini selesai.


Eits, tapi selesai di season 1 aja 🤗


Nanti akan ada sambungannya tentang kisah cinta anak-anak mereka di season 2.


Jadi jangan lupa ikutin terus cerita ini ya ! Dukungan dari kalian semua merupakan booster paling penting lho buat author biar tetap semangat buat up. ( Jadi dukung terus ya 😁 )

__ADS_1


Love you all 😘😘


__ADS_2