Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 8


__ADS_3

Alesha tengah bersiap untuk pergi bersama Bagas dan Indira. Saat ia keluar dari kamar ia bertemu dengan Evan yang baru saja pulang dan akan menuju ke kamarnya.


Melihat Alesha yang sudah rapi dan hari yang sudah gelap membuat Evan mengernyitkan keningnya.


" Kamu mau kemana ? " tanya Evan saat melihat Alesha menutup pintu kamar.


" Ya , ampun... ! Kak Evan ngagetin aja " cetus Alesha kaget sambil memegangi dadanya.


" Mau kemana ? " tanya Evan lagi, kali ini ia berjalan mendekati Alesha.


Melihat Evan menghampirinya, detak jantung Alesha berpacu dengan cepat. Walaupun ia terluka melihat kebersamaan Evan dengan gadis lain siang tadi. Tapi tetap saja ia tak bisa menepiskan perasaannya pada Evan.


" Ng... Lesha mau pergi sama Indira dan Bagas " jawab Alesha jujur.


" Kemana ? " tanya Evan lagi. Kali ini ia sudah ada di samping Alesha.


" Ke pasar malam Kak. Kak Evan mau ikut ? " ajak Alesha berbasa basi.


Dalam pikiran Alesha, Evan pasti akan menolak ajakannya karena baru saja pulang.


Evan terlihat berpikir, kemudian ia menganggukan kepalanya.


" Ok, aku ikut deh. Kebetulan udah lama gak ke pasar malam " ucap Evan membuat Alesha terlonjak kaget.


" Hah Kak Evan mau ikut ? " tanya Alesha tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


" Kok kaget gitu sih ? Kenapa ? Gak suka ya kalau aku ikut ? " selidik Evan menatap Alesha.


" E... Enggak kok... Kak Evan kan baru pulang nanti cape lagi " tukas Alesha gugup.


" Gak apa-apa. Aku seneng kok nemenin kamu. Lagian kan perginya rame-rame. Kamu tunggu di bawah deh, bilang sama Bagas dan Dira kalau aku ikut juga. Aku simpen tas dulu ke kamar " ucap Evan lalu melangkah menuju kamarnya.


Alesha hanya menatap punggung Evan yang kini berjalan menuju kamarnya.


Kenapa kak ? Kenapa kakak lakuin ini semua ? Jangan bersikap baik padaku, Kak. Kalau hanya akan membuat luka.


Alesha segera menuruni tangga menuju lantai bawah. Di sofa Bagas dan Indira sudah siap menunggunya.


" Ayo kak... Kita berangkat sekarang ! " seru Indira sambil menarik tangan Alesha dengan semangat.


" Ayo...! Eh tapi tadi Kak Evan bilang mau ikut juga, disuruh nunggu dia siap-siap dulu " ucap Alesha memberi tahu.


" Oh gitu... Ya udah, gak apa-apa. Lebih rame kan lebih seru " sahut Bagas dengan santainya.

__ADS_1


" Tumben-tumbenan Bang Evan mau ikut, biasanya juga males " timpal Indira.


" Orang kan bisa berubah Dira... Ambil hikmahnya aja, berarti Bang Evan mau berubah demi calon istrinya ini. Wah, bakalan otw nikah gak lama lagi nih " goda Bagas membuat wajah Alesha sedikit bersemu merah.


" Apaan sih Bagas " cebik Alesha.


" Dih... Suka kan ? " Bagas semakin intens menggoda Alesha.


Hah Lesha... Setidaknya Bang Evan sudah mau membuka hatinya menerima kamu. Aku rela, asal kamu bahagia.


" Hei... Bagas ! " panggil Alesha sambil melambaikan tangannya di depan wajah Bagas.


" Ya ? Apa ? " tanya Bagas kembali ke alam nyata setelah larut dalam pikirannya sendiri.


" Kok ngelamun sih ? Ngelamunin apa ? " tanya Alesha heran.


" Palingan ngelamunin ceweknya tuh " celetuk Indira sok tahu.


" Idih...Anak bawang sotoy ! " cibir Bagas sambil mencubit hidung mancung Indira dengan gemas.


" Iih... Abang, sakit tahu ! " kesal Indira namun Bagas hanya terkekeh melihat sang adik merengut.


" Emangnya siapa pacar kamu, Gas ? " tanya Alesha ingin tahu.


" Pacar sih gak punya tapi kalau gebetan pasti banyak " tuduh Alesha dengan penekanan menjurus sangkaan.


Bagas tersenyum simpul.


" Adalah tapi... " Bagas tak meneruskan ucapannya, ia hanya melirik Alesha yang nampak begitu ingin tahu.


" Tapi apa ? " tanya Alesha penasaran.


" Tapi Bagas gak bisa sama dia " jawab Bagas sambil menghela nafas.


" Kenapa bisa gitu ? " tanya Alesha lagi.


" Ya bisa lah " jawab Bagas santai.


" Cewek itu pasti nyesel deh kalau nolak kamu " ucap Alesha spontan.


" Kenapa dia harus nyesel ? " tanya Bagas heran.


" Kamu kan orangnya baik, perhatian, ganteng lagi... Kamu selalu bisa bikin orang merasa bahagia " jawab Alesha.

__ADS_1


" Oh jadi, menurut kamu gitu. Bukannya Bagas tuh nyebelin juga ngeselin ya ! " goda Bagas sambil tersenyum smirk.


" Iya... Nyebelin ! Apalagi kalau lagi kayak gitu. Ih, engga banget ! " cibir Alesha sambil menggidikkan bahunya lalu melenggang menuju ke luar rumah.


" Biar nyebelin tapi ngangenin kan ! " ucap Bagas setengah berteriak karena Alesha sudah sampai di depan pintu.


Alesha memutar badannya lalu menjulurkan lidahnya pada Bagas kemudian menggandeng tangan Indira yang berjalan di sampingnya menuju ke luar.


Kalau aja kamu tahu, Lesha... Kalau perempuan itu kamu ! Sekeras apapun aku berusaha, aku tak bisa mendapatkanmu karena kamu bukan untukku.


Bagas tersenyum getir, meratapi kisah cintanya yang tak mungkin berakhir indah. Hah, kalau saja Evan bukanlah kakaknya. Mungkin ia akan berusaha mati-matian mendapatkan cinta Alesha. Mengharapkan Alesha tak berjodoh dengan Evan walaupun Bagas tahu itu akan menyakiti Alesha. Hal bodoh yang Bagas bisa lakukan adalah mendoakan Alesha meninggalkan Evan. Tapi apakah ia cukup punya hati melihat gadis yang ia cintai terluka ?


Sampai kapanpun Bagas tak rela jika Alesha terluka. Cukup ia saja yang terluka dan mengorbankan perasaannya. Yang terpenting hanyalah melihat Aleshanya bahagia.


" Bagas ? Kamu jadi ajakin Alesha pergi ? " tanya Adinda yang tiba-tiba telah berada di dekatnya.


" Jadi, Bun... Lesha udah keluar sama Dira " jawab Bagas sambil menunjuk ke arah luar.


" Bunda mau ikut juga ? " tanya Bagas kemudian.


" Mau sih, tapi ayah udah larang Bunda. Ya udah Bunda di rumah aja " jelas Adinda menjawab pertanyaan Bagas dengan sedikit kecewa.


" Ya udahlah, Bun... Mendingan Bunda di rumah aja kalau ayah larang. Istri itu harus patuh sama suami. Iya kan Bundaku yang paling cantik ? Kalau gitu, Bagas susulin Lesha sama Dira dulu ya ke mobil sambil nunggu Bang Evan turun " pamit Bagas.


" Evan mau ikut juga ? Memangnya kakak kamu itu udah pulang ? " tanya Adinda.


Bagas mengangguk,


" Tadi Lesha sih yang bilang kalo Bang Evan mau ikut padahal baru aja pulang " jelas Bagas.


" Oh... Ya udah kalau gitu. Bagas... Bunda minta tolong hibur Alesha ya ! Bunda percaya sama kamu " seru Adinda terasa aneh untuk Bagas.


" Kan ada Bang Evan, Bun... Kok malah nyuruh Bagas sih ? " Bagas merasa aneh dengan ucapan ambigu sang ibu.


Adinda hanya tersenyum sambil menatap Bagas.


" Iya, bunda tahu... Bunda cuma titip Alesha aja. Bunda tahu kamu pasti akan selalu menjaganya " ucap Adinda sambil menepuk bahu putra keduanya itu.


Hal itu justru membuat Bagas semakin heran.


Bunda kenapa sih ? Kenapa tiba-tiba bicara begitu ? Kayaknya ada masalah sama Bang Evan. Aku harus mencari tahu ! Tekad Bagas dalam hati.


Bagas akhirnya berpamitan pada Adinda kemudian menyusul Alesha dan Indira.

__ADS_1


Ketiganya sudah menunggu di dalam mobil saat Evan datang. Tanpa menunggu lama, Evan segera masuk ke dalam mobil. Setelahnya, Bagas pun segera melajukan mobil menuju pasar malam.


__ADS_2