Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 50


__ADS_3

Adrian memasuki rumah mewah milik adik sang ibu, satu-satunya keluarga yang tersisa dalam hidupnya. Ia segera memasuki ruang kerja milik om nya itu. Di dalam ruang kerja yang luas, nampak dua orang pria. Omnya juga asisten kepercayaannya. Mengetahui kedatangan Adrian, asisten kepercayaan omnya itu segera keluar dari ruangan.


" Adrian... Akhirnya kamu datang juga ! Apakah kamu khawatir terhadap pamanmu satu-satunya ini " ucap lelaki paruh baya itu setengah menyindir keponakannya yang hampir tidak pernah mau menemuinya.


" Apa yang sudah Om lakukan ? " tanya Adrian langsung pada intinya.


" Memangnya Om melakukan apa ? " ia balik bertanya dengan seringai di bibirnya.


" Om pikir, aku tidak tahu apa yang sudah Om lakukan selama ini ? " ucap Adrian dengan nada mulai tinggi.


" Oh... Rupanya keponakanku satu-satunya ini memperhatikanku sekarang. Haruskah aku senang ? " ia balik bertanya dengan menyunggingkan senyuman. Senyuman penuh kepalsuan.


" Cukup Om...! " bentak Adrian.


" Yang Om lakukan sudah melewati batas. Om dengan teganya melenyapkan nyawa orang hanya karena dendam Om yang tak jelas itu ! " tuding Adrian.


" Melewati batas kau bilang ? Seharusnya kamu mendukungku membalaskan dendam saudari kembarmu " sahut pria tua itu tak mau kalah.


" Lagipula dia belum mati, sampai saat ini dia masih bisa bernafas dan menikmati hidupnya. Sementara Adriana... Adriana sudah tinggal tulang belulang tanpa mendapatkan kebahagiaannya ! " tambah pria tua itu lagi menahan amarahnya.


" Yang terjadi pada Adriana bukan salah Zaid, Om. Sampai kapan Om menyalahkan orang lain padahal Om tahu betul apa yang sebenarnya terjadi " sahut Adrian.


" Yang terjadi Adriana bunuh diri karena laki-laki itu. Karena cintanya ditolak laki-laki itu, hingga ia nekat bunuh diri " tegas pria tua itu.

__ADS_1


Adrian meraup wajahnya kasar, tidak mengerti dengan jalan pikiran lelaki tua di hadapannya ini.


Ia mengingat lagi saat sang adik kembar meregang nyawa karena over dosis narkotika yang diproduksi oleh sang paman. Saat itu, ia mengalami depresi karena Zaid menolak perjodohan yang diminta oleh Paman dari Adrian.


Dulu sang paman bermaksud menjodohkan Adriana dengan Zaid. Namun, rencana itu ditentang oleh Zaid. Adrian tahu jika Zaid selalu menolak wanita mana pun yang dijodohkan kepadanya serta senantiasa bersikap dingin. Satu-satunya wanita yang berhasil menaklukan hati Zaid hanyalah Adinda, istri Zaid saat ini. Gadis cantik yang dijodohkan dengan Zaid dan tidak pernah ditolaknya. Seorang gadis cantik yang tidak hanya telah mencuri hati Zaid saja tetapi juga mencuri hatinya.


" Kenapa kamu tidak membantu Om saja ? Kita singkirkan si Zaid sialan itu dan kamu bisa mendekati istrinya itu. Om tahu kalau kamu mencintai istrinya Zaid kan " tebak Omnya Adrian.


Adrian begitu tercengang dengan penuturan Omnya itu. Bisa-bisanya Om nya itu memintanya untuk menyingkirkan orang lain agar ia mendapatkan keinginannya.


" Om sudah gila ! Cukup Om... Adrian mohon hentikan kegilaan Om. Dendam hanya akan menghancurkan diri Om sendiri " Adrian memeringati Omnya yang begitu keras kepala.


" Jadi kau tidak bersedia membantu Om ? Kamu harus ingat bahwa Om adalah satu-satunya keluarga kamu di dunia ini "


" Jadi kau tidak ingin membantu, Om ? " tanya pria itu lagi.


" Tidak, jika Om berniat mencelakakan Zaid dan keluarganya. Jika itu terjadi, Om tidak hanya akan kehilangan Adriana tapi juga akan kehilangan Adrian ! " tegas Adrian tanpa kompromi.


" Jadi Adrian mohon, pikirkan lagi tujuan Om membalaskan dendam pada Zaid. Apa yang Om dapatkan dengan membuat Zaid celaka ? Toh Adriana tidak akan hidup kembali. Bahkan meskipun Adriana masih hidup, belum tentu Zaid akan menerima Adriana " tambah Adrian begitu lugas.


" Kalau begitu kamu tidak perlu mencampuri urusan Om lagi. Apa yang akan Om lakukan nanti tidak ada hubungannya denganmu " tegas sang Paman mengepalkan kedua tangannya.


Adrian menggelengkan kepalanya, tak mengerti dengan jalan pikiran pria tua di hadapannya. Dulu Adrian sangat mengagumi sang Paman karena ia perkerja keras dan sangat melindungi keluarga. Namun semua berubah saat Adrian tahu ternyata sang Paman adalah penyelundup narkotika juga penyelundup senjata rakitan.

__ADS_1


Sejak mengetahui hal itu, Adrian meninggalkan sang Paman dan memilih untuk menjadi seorang tentara. Adrian menutup mata dengan kejahatan sang Paman. Ia tak mau ikut campur dan terlibat dengan apapun yang pamannya itu lakukan. Termasuk saat sang paman berencana menjodohkan Adriana, saudara kembarnya dengan Zaid. Adrian sudah memberi tahu Adriana jika Zaid tidak bersedia dijodohkan dengan siapa pun. Namun Adriana yang keras kepala tetap meminta sang Paman menjodohkannya.


Hasilnya, seperti yang telah Adrian prediksi Zaid menolak mentah-mentah. Adriana yang terlanjur jatuh cinta pada Zaid tidak bisa menerima kenyataan sehingga ia mulai mengonsumsi obat-obatan terlarang yang diproduksi sendiri oleh sang paman. Dan akhirnya, Adriana mengalami over dosis dan dinyatakan meninggal dunia saat Zaid melakukan tugas di luar negeri. Sejak kematian Adriana, sang paman selalu menuduh Zaid sebagai penyebab kematian Adriana. Kemarahannya semakin bertambah setelah Zaid membasmi usahanya hingga mengalami kerugian besar.


Adrian keluar dari kediaman sang paman dengan perasaan tak tentu. Ia tahu betul jika sang paman tidak akan dengan mudah melepaskan Zaid begitu saja. Sang paman tentunya akan berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan Zaid. Dan satu hal yang paling Adrian takutkan, yaitu Adinda yang akan menjadi taget sang paman dalam memuluskan rencananya untuk menghancurkan Zaid.


Adrian menempelkan wajahnya di atas kemudi mobil. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyadarkan sang paman. Selain itu, ia juga tak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Zaid.


Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan ? Bagaimana ini ?


Adrian mengangkat wajahnya, kemudian segera keluar kembali dari dalam mobil. Ia memasuki kembali rumah sang paman dan berjalan menuju ruang kerja sang paman kembali.


Belum sempat Adrian masuk, Adrian mendengar percakapan sang paman dan asistennya. Mereka berencana menculik Adinda dan menjadikannya umpan untuk memancing Zaid. Adrian yang semula akan menemui sang paman kembali, kini mengurungkan niatnya dan segera meninggalkan kediaman sang paman.


Aku akan melindungimu Adinda...


Aku tidak akan membiarkanmu terluka


Walaupun aku tahu kalau kau bukan untukku, setidaknya melindungimu adalah hal yang bisa kulakukan.


Seandainya aku harus menghadapi keluargaku sendiri, aku rela asal kau selamat. Setidaknya aku bisa melihatmu bahagia walaupun bukan denganku.


Aku yakin dia akan selalu membuatmu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2