
Setelah makan malam selesai, kedua orang tua mereka memilih untuk berbincang di ruang keluarga. Sementara anak-anak sibuk dengan kegiatannya sendiri.
Raya dan Rayana memilih untuk menonton televisi. Kyra sudah masuk ke kamarnya karena kelelahan. Indira, Bagas dan Alesha tengah bermain ular tangga saat Evan menghampiri mereka.
" Bang Evan mau ikutan juga ? " tanya Indira saat Evan menghampiri mereka bertiga.
" Boleh... " ucap Evan kemudian duduk di samping Indira.
Wajah Alesha memerah saat Evan duduk di hadapannya, ia tak berani melihat Evan yang terlihat begitu tenang.
" Gak usah nervous duduk deket calon suami gitu Les. Entar juga biasa, bukan cuma duduk doang malah " celetuk Bagas membuat Alesha membulatkan matanya.
" Bagas... Apaan sih ? " hardik Alesha melirik Bagas dengan tatapan tajam.
" Iya, Bagas. Jangan suka godain Alesha kayak gitu " seru Evan.
" Cie... Cie... Ada yang belain nih " goda Bagas sambil terkekeh.
" Bagas... " ucap Alesha dan Evan serempak.
" Ya elah, kompak bener... Udah sehati aja nih ! " oceh Bagas lagi.
" Bagas ih... " ucap Alesha menghadiahi Bagas dengan cubitan di lengan pria tampan itu, bahkan kini Alesha memukul-mukulkan bantal sofa ke arah Bagas membuat Bagas menutupi wajahnya menghindari serangan bantal yang dilayangkan Alesha.
" Ampun, Les... Ampun...! Gue becanda " ucap Bagas melindungi diri dari serangan Alesha. Bagas bersembunyi di belakang badan Evan yang otomatis membuat Alesha menghentikan serangannya.
" Kak Evan, minggir dulu dong. Lesha mau pukul Bagas dulu ! " ucap Alesha masih memegang bantal di tangannya.
Bagas menampakkan wajahnya dari balik punggung Evan kemudian menjulurkan lidahnya pada Alesha. Melihat hal itu, membuat Alesha semakin kesal hingga melemparkan bantal yang ada di genggamannya ke arah Bagas. Nahas, bantal yang dilempar oleh Alesha justru mengenai wajah Evan karena Bagas segera menghindar.
Melihat hal itu, Indira dan Alesha segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Sementara Bagas justru tertawa terkekeh, hingga ia tak sempat waspada saat sebuah bantal sofa mencium paksa wajahnya karena dipukulkan oleh Evan.
" Aww... Sakit Bang ! " ucap Bagas sambil mengusap-usap wajahnya.
" Rasain ! " seru Alesha begitu puas melihat Bagas yang tengah kesakitan.
" Ih, kalian nih. Calon pasangan suami istri yang beneran kompak. Udah ah, mendingan pergi daripada di keroyok " ucap Bagas kemudian bangkit dari duduknya.
__ADS_1
" Lho.. lho... mau kemana Bang ? " tanya Indira saat melihat Bagas berdiri.
" Mau ke mini market depan. Kenapa ? Dira mau ikut ? " tanya Bagas melirik Indira.
" Mau... Dira ikut dong ! " ucap Indira lalu bangkit dan menyusul Bagas.
" Lho kok pada pergi sih. Ini maennya gimana ? " tanya Alesha bingung karena Bagas dan Indira sudah beranjak.
" Kamu maen aja berdua sama Bang Evan. Atau kalian ngobrol-ngobrol aja. Kalian berdua kan butuh waktu buat berdua " jawab Bagas kemudian berlalu bersama Indira
Alesha mencebikkan bibirnya, ia merasa kesal karena Bagas dan Indira meninggalkannya bersama Evan. Detak jantung Alesha berdetak hebat saat Evan mendekatinya.
" Kenapa ? Kamu gak suka deket sama aku ? " tanya Evan menatap wajah gadis cantik itu yang kini memerah.
Alesha menggeleng. Ia menengadah menatap wajah tampan Evan yang tengah menatapnya kemudian menundukkan kembali wajahnya.
Melihat sikap Alesha yang malu-malu membuat Evan tersenyum simpul.
" Kamu pasti merasa lebih nyaman bersama Bagas kan ? " tanya Evan membuat Alesha mengangkat wajahnya.
" Maksud Kak Evan ? " tanya Alesha heran dengan pertanyaan dari lelaki yang dinyatakan sebagai jodohnya itu.
Jantung Alesha berdegup kencang saat Evan menatapnya. Ia tak pernah berbicara begitu dekat dengan Evan sebelumnya. Sejak ia mengetahui jika Evan adalah calon suaminya, sejak saat itu ia selalu mengagumi Evan dan menjadikannya penghuni di hatinya. Tapi tak pernah ia sedekat ini sebelumnya, rasanya ada benteng yang dibangun antara dirinya dan Evan.
Apa Kak Evan sudah menerima sepenuhnya perjodohan ini ? batin Alesha bertanya-tanya.
Aku harus belajar membuka hati untuk Alesha... batin Evan dalam hati.
Evan tersenyum ke arah Alesha, begitu pun Alesha yang membalas dengan senyuman manisnya. Dan mereka pun akhirnya larut dalam obrolan yang kini mengalir setelah keduanya saling membuka hati.
Sementara di luar, Bagas berjalan bersama sang adik dari mini market menuju ke rumah.
" Abang, kenapa sih Kak Lesha ditinggal berdua sama Bang Evan ? " tanya Indira polos.
" Karena mereka perlu lebih banyak waktu berduaan " jawab Bagas enteng.
" Emangnya Bang Bagas gak cemburu ? " tanya Indira datar.
__ADS_1
" Ish... Anak kecil emang tahu apa itu cemburu ? " tanya Bagas sambil mengacak rambut Indira gemas.
" Iih... Abang ! " gerutu Indira sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
" Tenang aja rambutnya berantakan tetep cantik kok. Adik Bang Bagas ini kan memang yang paling cantik " ucap Bagas membuat Indira tersenyum.
" Kalau sama Kak Lesha, cantikan siapa ? " tanya Indira dengan melirik Bagas.
" Emm... Cantikkan Dira lah ! Sayang... " jawab Bagas menggantung kalimatnya membuat sang adik penasaran.
" Sayang kenapa ? " tanya Indira penasaran.
" Sayangnya kamu ini adiknya abang terus masih bocah " jawab Bagas sambil mencubit hidung Indira.
" Kalau Kak Lesha sama pacar-pacar Bang Bagas cantikan mana ? " selidik Indira.
" Hei... Pacar yang mana ? Bang Bagas gak punya pacar lho " sanggah Bagas.
" Itu lho, Kak Wendy, Kak Shahnaz, Kak Tiara terus... "
" Siapa bilang mereka pacar Bang Bagas ? Mereka tuh cuma fans fanatiknya Bang Bagas " jelas Bagas bangga.
" Ck... ck... ck... Fansnya banyak tapi gak ada satu pun yang jadi pacar. Kasihan..." ucap Indira meledek.
" Bukan gak ada, tapi abang belum mau... " ralat Bagas.
" Cih, alesan aja Abang mah " timpal Indira lalu segera masuk ke dalam rumah dengan membawa satu kantung makanan ringan.
Indira membuka plastik belanjaan bersama dengan Raya dan Rayyan. Sementara Bagas mencari keberadaan Alesha. Bagas berjalan menuju halaman belakang dan menemukan Alesha dan Evan sedang duduk berdua dengan asyiknya berbincang-bincang, sesekali keduanya tertawa.
Melihat kamu begitu bahagia, aku harus senang atau sedih, Lesha ?
Ya Tuhan... Inikah yang dinamakan terluka tapi tak berdarah ?
Bagas hanya menatap kedekatan Alesha dan Evan dengan nanar. Sesekali ia tersenyum saat melihat Alesha tertawa. Baginya melihat Alesha bahagia sudah membuatnya bahagia. Bagas sudah menyiapkan dan menguatkan hati karena ia tahu jika gadis yang ia cintai bukan untuknya.
Tetapi jauh di lubuk hatinya, ia masih saja berharap jika Alesha adalah jodohnya.
__ADS_1
Di sudut ruangan, Adinda tak sengaja melihat Bagas yang tengah menatap kebersamaan Alesha dan Evan. Adinda menghela nafas panjang.
Bunda harus apa nak ? Bunda tak ingin ada yang terluka diantara kalian...