Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 41


__ADS_3

Adinda menghambur ke luar rumah saat mendengar suara mobil berhenti di halaman. Ya, sejak tadi ia menunggu kedatangan Arjuna dengan duduk di dekat jendela.


Namun langkahnya terhenti manakala ia hanya melihat sang kakak melenggang keluar dari dalam mobil seorang diri. Padahal ia sangat mengharapkan jika sang suami kini berada di hadapannya.


" Abang pulang sendiri ? Mas Zaid belum ketemu ? " tanya Adinda memendam rasa kecewa dalam dadanya.


Arjuna menghela nafas panjang, lalu berjalan mendekati Adinda. Ia meraih bahu sang adik


" Sabar, Dinda... Abang yakin Zaid pasti segera ditemukan " ucap Arjuna menguatkan sang adik.


Air mata kembali meleleh di pipi Adinda. Adinda meremas jemarinya. Melihat betapa kecewanya sang adik, Arjuna segera merangkul Adinda.


Maaf... Maafin abang, Dinda... Ini semua kami lakukan untuk keselamatanmu. Abang yakin semua akan indah pada waktunya. Cukup kamu bersabar ya !


Selang berapa lama, iring-iringan kendaraan dinas memasuki pekarangan rumah. Arjuna menyambut sang komandan beserta jajarannya. Mereka datang mengunjungi keluarga Zaid untuk menguatkan dan memberi dukungan.


" Mba Dinda dan ibu semoga sabar dalam menghadapi ujian ini. Kami serta personel di lapangan akan berusaha keras untuk menemukan Kapten Zaid dan akan menyelidiki hal ini serta menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas insiden ini " ucap sang Komandan kepada Adinda dan Bu Sandra.


Adinda dan Bu Sandra mengangguk serta mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada mereka.


Setelah itu, rombongan bertolak kembali menuju kantor. Sedangkan Arjuna meminta cuti selama satu minggu untuk membantu pencarian Zaid.


" Abang... Dinda mau lihat tempat kejadian " ucap Adinda membuat Arjuna dan yang lainnya terkejut.


" Kamu yakin kamu kuat ? Abang khawatir kamu gak kuat " sahut Arjuna.


" Dinda pasti kuat... harus kuat ! " ucap Adinda menyemangati diri.


Adinda ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri tempat sang suami mengalami kecelakaan dan dinyatakan hilang.


" Sekarang, Bang... Ayo ! " ajak Adinda sambil beranjak dari sofa.


" Ibu mau ikut ? " tanya Adinda pada Bu Sandra.


Bu Sandra, menggelengkan kepalanya. Ia hanya menghela nafas sambil tak hentinya menggerakkan biji tasbih di tangannya untuk berdzikir.


" Ibu, disini saja... Kamu hati-hati ya nak ! " pesan Bu Sandra pada Adinda.

__ADS_1


" Juna, tolong jaga Adinda. Ibu gak mau ada sesuatu yang terjadi pada cucu dan menantu ibu. Cukuplah hanya Zaid... Semoga kalian menemukan titik terang disana " ingat Bu Sandra menitipkan Adinda pada Arjuna.


" Ya, bu... " jawab Arjuna kemudian pamit bersama sang adik.


Waktu yang ditempuh dari rumah untuk menuju lokasi sekitar 2 jam perjalanan. Adinda nampak gelisah selama dalam perjalanan. Berbeda dengan Arjuna yang lebih tenang. Mungkin disebabkan Arjuna telah mengetahui keadaan Zaid saat ini.


Akhirnya mereka sampai di lokasi kejadian. Bangkai mobil yang terbakar habis telah diangkat dari dasar jurang. Adinda begitu kaget melihat kondisi mobil yang hanya tinggal kerangkanya saja serta memiliki penyok parah di bagian depan.


" Abang... Mas Zaid gak ada di dalam mobil itu kan ? " tanya Adinda panik sambil memegang lengan Arjuna. Adinda merasa sangat khawatir dengan keselamatan Zaid. Tak terbayangkan jika Zaid berada di dalam mobil yang hancur itu.


Arjuna mengelus tangan sang adik, berusaha menenangkan Adinda yang begitu panik.


" Kamu tenang aja, saat ditemukan tidak ada siapapun di dalam mobil " jawab Arjuna pasti.


" Alhamdulillah... Syukurlah... " ucap Adinda tenang.


Adinda melihat sekeliling, berharap menemukan suatu petunjuk mengenai keberadaan sang suami.


Kamu dimana, Mas ? Dinda yakin Mas Zaid masih hidup


Arjuna menepuk pundak sang adik membuat Adinda tersadar dari lamunan.


Adinda menurut, ia segera meninggalkan lokasi mengikuti Arjuna yang kini bergerak menuju mobil mereka, kemudian masuk ke dalamnya.


" Bang... Anter dulu Dinda ke vila keluarganya Mas Zaid ya ! " pinta Adinda sebelum Arjuna melajukan mobilnya.


Deg... Bisa ketahuan sama Dinda kalau Zaid ada disana.


" Mau ngapain kesana sih, dek ? Mendingan kita pulang aja. Emangnya kamu gak capek apa ? " tanya Arjuna mencoba menggagalkan keinginan Adinda.


" Dinda gak capek kok, Bang. Gak tahu nih tiba-tiba aja pengen ke sana. Kangen sama Mas Zaid. Mungkin aja kan sekarang Mas Zaid ada disana juga " jawab Adinda penuh harap.


Arjuna menatap sang adik yang nampak sangat merindukan sang suami.


Gila... Ikatan batinnya kuat banget. Bisa gawat kalau sampai Dinda nemuin Zaid disana. Aku harus suruh Farhan pindahin Zaid.


" Bang... Bang Juna... " ucap Adinda sambil menepuk lengan sang kakak.

__ADS_1


" Eh, iya... Kenapa dek ? " tanya Arjuna.


" Ayo jalan ! Kita mampir ke vila dulu sebentar " seru Adinda.


" Iya, tapi sebentar aja ya ! " sahut Arjuna mengiyakan keinginan Adinda sambil melajukan mobilnya.


Sambil melaju, Arjuna mengirimkan pesan pada Farhan untuk segera memindahkan Zaid dari vila karena ia dan Adinda dalam perjalanan menuju vila saat ini. Farhan pun cepat bergerak dengan menghubungi body guardnya yang menjaga Zaid agar membawa Zaid ke apartemennya saat itu juga.


Mobil Arjuna telah memasuki kawasan vila, sebelum masuk ke vila milik keluarga Zaid mereka berpapasan dengan mobil yang membawa Zaid pergi. Bahkan Zaid sempat melihat sang istri yang duduk di samping Arjuna.


Maafin Mas, Dinda... Kita harus berpisah sementara waktu. Mas janji akan segera kembali untuk berkumpul bersamamu dan anak kita !


Adinda melihat ke arah mobil yang berpapasan dengan mereka. Merasa ada yang memerhatikannya.


" Kenapa dek ? " tanya Arjuna heran saat melihat Adinda melihat mobil yang membawa Zaid hingga menoleh ke belakang.


" Enggak apa-apa kok, Bang... Cuma ngerasa ada yang merhatiin aja " jawab Adinda polos tak bisa mengartikan perasaannya sendiri.


Arjuna hanya melirik mobil yang telah berlalu itu melalui kaca spion. Lalu Arjuna melirik sang adik yang menatapi jalan dari jendela.


Maafin abang gak berterus terang... Abang janji kalian akan segera bersama lagi.


Mobil yang dikendarai Arjuna kini telah memasuki halaman vila. Adinda bergerak keluar dari mobil kemudian menuju pintu masuk vila. Tak lama, pintu terbuka dan penjaga vila menyambut Adinda.


" Lho, neng Dinda datang sama siapa ? " tanya pria paruh baya itu.


" Sama Bang Juna, mang. Tadi kebetulan lewat deket sini jadi sekalian mampir " jawab Adinda menutupi kesedihannya.


Adinda berjalan menuju tangga menuju kamar milik Zaid. Entah mengapa Adinda merasa jika sang suami ada disana. Adinda membuka pintu kamar, namun ia tak menemukan Zaid disana.


Kecewa... Tentu saja Adinda merasa sangat kecewa. Ia duduk di tepi ranjang, namun ia bisa menghirup wangi sang suami disana.


" Kamu dimana, Mas ? Dinda kangen... " ucap Adinda, air mata kembali menghiasi pipinya.


Adinda meraih bantal lalu memeluknya, menghirup aroma sang suami yang tertinggal disana.


" Kenapa Mas ? Bahkan bantal ini memiliki aroma yang sama dengan kamu... " Adinda membenamkan wajahnya pada bantal lalu menumpahkan air matanya disana.

__ADS_1


Sementara itu, Arjuna hanya mengamati sang adik dari balik pintu. Membiarkan sang adik menumpahkan kerinduan pada sang suami yang baru saja meninggalkan kamar.


__ADS_2