Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 10


__ADS_3

Karena penasaran, Bagas mencari tahu info mengenai Freya dengan bertanya kepada Kyra.


Beruntung Kyra mau memberi tahu kepada Bagas tentang Evan yang memang mencintai Freya meskipun Freya tak pernah menganggapnya lebih.


Kyra bahkan meminta Bagas untuk menyadarkan Evan bahwa Alesha jauh lebih baik daripada Freya.


Bagas meraup kasar wajahnya saat mengingat betapa terlukanya Alesha jika mengetahui hal ini. Lalu mengapa Evan tidak berterus terang saja. Bukankah ini justru akan membuat banyak yang tersakiti ? Evan, Alesha, kedua orang tua mereka bahkan juga Bagas.


" Alesha ? Aku harus apa ? Aku tak ingin kamu terluka. Membiarkanmu bersama Bang Evan atau membuatmu meninggalkannya, sama-sama akan menyakitimu " gumam Evan berperang dengan nalurinya.


Sudah beberapa hari ini Bagas mengikuti dan mengawasi Evan. Tidak ada yang salah, semua biasa-biasa saja. Bahkan Bagas belum bisa menemukan wanita bernama Freya yang dicintai oleh Evan.


Bagas baru saja mendudukkan diri di swbuah cafe yang berada tak jauh dari kampus Evan dan Kyra. Bagas hanya memesan minuman sambil membuka galeri di ponselnya. Melihat wajah Alesha yang diambilnya diam-diam. Bagas tersenyum sambil menyentuh wajah Alesha dalam ponselnya.


" Kamu kenapa sih Cel ? Aku ini salah apa ? " ucap seorang wanita yang duduk tak jauh dari Bagas.


Bagas melirik dari tempatnya duduk, nampak seorang pria dan seorang wanita yang sedang beradu mulut. Bagas tak peduli dengan mereka, ia asyik menikmati minuman yang ada di depannya.


" Aku kan udah bilang kalau aku gak suka kamu deket-deket sama si Evan itu. Kamu kok gak ngerti sih. Jangan-jangan kamu ada rasa lagi sama dia ! " tuduh sang pria.


" Evan itu cuma temen, aku gak ada perasaan apapun sama dia. Kenapa sih kamu gak percaya ? Aku tuh sayang sama kamu ! " tegas sang wanita.


" Kamu bilang sayang sama aku tapi kamu jalan sama dia di belakang aku. Itu yang kamu bilang gak ada apa-apa ? Freya, aku tuh gak bodoh. Aku bisa lihat dia tuh suka sama kamu " tuduh pria itu.


Freya ? Evan ? Jangan-jangan perempuan ini yang dimaksud Kak Kyra


Bagas menebak-nebak lalu memperhatikan dua insan yang tengah ribut itu.

__ADS_1


" Aku sayang sama kamu, Marcel. Aku beneran gak ada hubungan apapun sama Evan. Aku berani sumpah " ucapnya meyakinkan pria tersebut.


" Heh, kamu pikir aku gak tahu kalian kemarin jalan bareng ke toko buku ? " tanya sang pria.


" Iya, oke... Aku akui itu. Kemarin aku emang pergi sama dia, cuma anterin aku nyari buku aja. Thats all. Waktu itu, cuma ngabisin waktu saat nungguin kamu bimbingan skripsi aja. Gak ngapa-ngapain... Kamu kan tahu kalau hobi aku sama Evan sama. Kita sama-sama suka baca buku " jelas sang wanita.


" Aku harus apa supaya kamu percaya sama aku ? " tanya perempuan itu lagi.


" Jauhi Evan kalau kamu masih ingin hubungan kita lanjut. Atau kita putus aja ? " ancam sang pria.


" Tapi Evan itu temen deket aku... Mana bisa aku jauhin dia. Dia udah banyak bantuin aku " sanggah sang wanita.


" Semua terserah kamu. Aku kasih kamu waktu untuk berpikir sampai kamu bisa memutuskan pilihan melanjutkan hubungan kita atau mengakhirinya " ucap sang pria lalu meninggalkan wanita itu.


Wanita itu terlihat begitu sedih, hingga tak lama ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


" Aku ada di cafe depan kampus. Ok, aku tungguin ya ! " sambungnya lagi kemudian menutup panggilannya.


Mendengar hal itu, membuat Bagas swmakin penasaran jika Evan yang dimaksud adalah kakaknya. Beruntung Bagas membawa buku, sehingga ia bisa menutupi wajahnya dengan buku.


Tak berapa lama, Bagas melihat Evan yang berjalan tergesa masuk ke dalam cafe dari kaca jendela cafe tersebut.


Ternyata, beneran itu kamu Bang ! Tega ya, Abang nyakitin hati Lesha... Kenapa Bang ?


Dari balik buku, Bagas memperhatikan Evan yang kini terlihat memeluk wanita yang sedang menangis itu. Sebagai laki-laki, Bagas bisa melihat perhatian yang diberikan oleh Evan lebih dari sekedar perhatian antara teman biasa. Tangan Bagas mengepal, ia tak bisa terima jika sang kakak menyakiti hati gadis yang dicintainya. Gadis yang begitu memuja dan mendamba sang kakak.


Evan dan Freya beranjak dari Cafe tersebut. Evan membawa Freya masuk ke dalam mobilnya. Ia menyodorkan tisu kepada Freya.

__ADS_1


" Udah, Frey... Jangan nangis lagi. Entar aku jelasin sama Marcel yang sebenarnya " ucap Evan sembari menatap gadis cantik berwajah indo itu.


" Tapi Marcel gak percaya kalau kita tuh temenan doang. Dia cemburu sama kamu, dia pikir kamu suka sama aku... Padahal kan kita cuma temenan aja. Kalau aku masih deket sama kamu, dia mau putusin aku. Aku gak mau putus sama Marcel... Aku cinta sama dia... " ucap Freya sambil mengeluarkan air matanya.


Tinggalin Marcel ! Aku selalu ada buat kamu... Kapan kamu sadar kalau aku tuh suka sama kamu, aku cinta sama kamu Freya ! Buka hati kamu, bukalah sedikit untukku ! ucap Evan namun hanya di dalam hati saja.


Evan menghapus sisa air mata di wajah cantik Freya.


" Terus kamu maunya gimana ? " tanya Evan menatap Freya dengan lembut.


" Bantu aku jelasin sama Marcel. Sekalian kamu bawa juga calon istri kamu itu biar Marcel tahu kalau kita memang cuma temenan aja dan dia juga tahu kalau kamu sudah punya pasangan. Jadi dia gak akan curiga dan cemburu lagi " pinta Freya.


Evan menghela nafasnya, lalu mengiyakan permintaan Freya.


" Oke, kalau itu bisa membuat kamu bahagia. Aku turutin maunya kamu... " ucap Evan.


Freya langsung memeluk Evan.


" Makasih ya, Van... Kamu emang temen aku yang paling baik " ucap Freya tanpa merasa bersalah dan peka dengan perasaan Evan.


Evan mendaratkan tangannya di punggung Freya lalu mengelus punggung Freya dengan jutaan rasa yang tak terkira di dalam hatinya.


Bagas yang sejak tadi mengamati Evan, hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia merasa marah dan kesal melihat sikap Evan yang seolah tidak memberikan jarak kepada Freya padahal ia sudah memiliki pasangan.


Kenapa Abang gak bisa menghormati dan menghargai perjodohan Abang dengan Alesha ? Kenapa Bang ? Jangan salahkan Alesha jika nanti dia berpaling dan ninggalin Abang !


Bagas meninggalkan Cafe dengan perasaan tak karuan. Rasanya ingin sekali, ia menarik sang kakak kemudian meninjunya. Meluapkan kekesalan serta amarahnya mewakili Alesha. Bagas melesatkan kuda besinya dengan kecepatan tinggi. Dalam benaknya selalu terbayang wajah Alesha yang begitu bahagia bisa menjadi calon istri Evan.

__ADS_1


Hah ! Lesha... Apa aku harus mengatakan hal ini ? Tuhan... tolonglah, kumohon biarkan Alesha melupakan perasaannya pada Bang Evan !


__ADS_2