
Evan tak bisa melawan titah ibunda ratu. Ketika sang ibu sudah mengatakan jika ia akan menampung Reksa untuk sementara maka Evan tak bisa menolak.
Evan tak habis pikir mengapa sang ibu begitu mudahnya percaya kepada orang asing hanya karena cerita yang menyedihkan.
Tak bisa Evan pungkiri jika ia pun sebenarnya iba dengan keadaan Reksa, hanya saja ia tak ingin langsung percaya. Ia berniat mencari informasi kebenaran cerita Reksa di Rumah Sakit.
Dan saat ini, Evan memilih untuk memejamkan matanya, beristirahat di kamarnya melepas lelah.
Adinda masih bersama Reksa di ruang tamu. Kini ia memberikan pakaian milik Alesha yang tertinggal di rumahnya setelah meminta ijin pada Alesha terlebih dahulu dengan menghubungi calon menantunya itu.
" Maaf, saya jadi merepotkan Tante " ucap Reksa kembali. Bagaimana pun ia merasa tertolong oleh Adinda dan Evan.
" Tidak perlu berterima kasih, nak. Sudah seharusnya sebagai manusia kita saling menolong. Saat ini kan kamu sedang dalam kesulitan dan butuh pertolongan. Mungkin ini sudah jalan Tuhan mempertemukan kita " jelas Adinda.
" Kamu bisa tinggal disini untuk sementara sampai keadaan kamu betul-betul aman dari ayah tiri kamu itu " tambah Adinda kemudian.
" Biarkan saya bantu-bantu Tante disini. Sebagai rasa terima kasih karena Tante sudah membantu saya. Saya mohon, Tante " pinta Reksa.
" Sebetulnya disini, kami sudah punya asisten rumah tangga... "
" Tolong, Tante... Saya tidak ingin berhutang budi kepada siapapun. Jadi saya mohon biarkan saya bekerja disini ! " mohon Reksa.
Adinda menghembus nafasnya,
" Ya sudah... Kalau itu maunya kamu. Tante akan menerima kamu bekerja disini " balas Adinda menyetujui permohonan Reksa.
" Terima kasih, Tante ! Terima kasih ! " ucap Reksa dengan penuh haru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mata Evan melirik sinis pada Reksa yang sedang menyiapkan makanan di meja makan. Sebelum berangkat ke Rumah Sakit, Evan memang selalu makan malam di rumah terlebih dahulu sebelum tugas malam di Rumah Sakit. Evan sudah duduk bersama dengan Indira. Mereka tinggal menunggu kehadiran Adinda dan juga Zaid.
Tak lama berselang, Adinda dan Zaid bergabung bersama kedua anaknya. Setelah memastikan semuanya siap, Reksa pun undur diri dari ruang makan.
" Reksa, kamu ikut makan saja disini ! " seru Adinda saat Reksa mulai beranjak.
" Tidak perlu, Tante. Biar saya makan sama Bik Asih aja di belakang " tolak Reksa halus.
" Disini aja Mba Reksa, bareng sama Dira " ajak Indira melambaikan tangannya ke arah Reksa.
__ADS_1
" Biar aja sih Bun... Orangnya gak mau, gak usah dipaksa ! " ucap Evan sambil melirik Reksa yang kini menundukkan kepalanya.
" Ih, Bang Evan nih galak amat. Jangan galak-galak nanti jadi suka lho ! " cibir Indira.
" Siapa juga yang suka sama dia " sahut Evan.
" Iya deh, iya... Bang Evan kan masih suka sama Kak Freya yang udah nikah itu kan ? Move on dong, Bang ! Jangan malah stuck gara-gara cewek yang gak pantes diperjuangin ! " ceroscos Indira cuek.
" Dira... Sudah cukup sayang ! " titah Zaid pada si bungsu dengan menatap sang anak.
" Kamu Reksa kan ? Sekarang kamu duduk di samping Indira, dan kita akan makan bersama-sama " ucap Zaid yang langsung memerintah Reksa.
Reksa menatap Adinda terlebih dahulu. Ia melihat wanita itu mengangguk sambil tersenyum. Reksa pun dengan berat hati memilih untuk tetap tinggal dan makan bersama.
Evan telah bersiap di depan mobilnya, namun ia kembali menuju ke rumah karena melupakan jas dokternya. Ia bergegas masuk ke dalam rumah kembali.
" Abang kenapa balik lagi ? " tanya Indira.
" Adik abang yang cantik, abang boleh minta tolong ga ? " ucap Evan saat melihat Indira yang tengah menonton tv.
" Tolong apa ? " tanya Indira sambil menatap sang kakak.
" Tolong ambilin jas abang ya, cantik. Ada di atas kasur abang. Please... ! " pinta Evan.
" Thank you, cantik ! " ucap Evan saat Indira beranjak.
Evan menunggu Indira kembali di halaman depan sambil bersedekap tangan. Ia membelakangi pintu, sampai akhirnya ia meraih jas dokter yang disodorkan kepadanya tanpa melihat siapa yang memberinya.
" Terima kasih ya, cantik ... " ucap Evan meraih jas sambil membalik badannya.
Deg...
Sungguh betapa terkejutnya Evan saat melihat Reksa yang menyodorkan jas itu. Sesaat mata mereka bertemu namun Evan segera memutus tatapan matanya.
" Kok bisa kamu sih yang bawain jas ? " tanya Evan ketus.
" Ma...Maaf Mas Evan, tadi Dira yang suruh saya soalnya Dira mau ke toilet " jawab Reksa menundukkan wajahnya.
" Ya sudah. Terima kasih " ucap Evan datar kemudian meninggalkan Reksa.
__ADS_1
" Sama-sama, Mas " sahut Reksa pelan.
Evan bergegas masuk menuju mobil kemudian melajukan mobilnya.
Reksa mengangkat wajahnya saat mendapati mobil Evan telah berlalu. Reksa menghembus nafasnya sambil memandangi kepergian pria tampan itu.
" Bang Evan memang gitu Mba... Kalau belum kenal banget dia bakalan ketus. Tapi kalau udah kenal, orangnya baik banget kok " ucap Indira yang tiba-tiba berada di samping Reksa.
Reksa hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Indira.
" Mba Reksa suka gak sama Bang Evan ? " tanya Indira yang langsung mengena ke hati Reksa.
" Hah... ? " ucap Reksa bingung.
" Iya, Mba Reksa suka gak sama Bang Evan ? " tanya Indira lagi.
" Ng... Mba Reksa gak tahu " jawab Reksa sambil menggaruk-garuk kepala.
" Ck... Masa sih Mba Reksa gak suka sama Bang Evan, padahal banyak lho yang suka sama Bang Evan. Dulu Kak Lesha aja suka sama Bang Evan, tapi ternyata jadinya sama Bang Bagas " oceh Indira.
Reksa hanya tersenyum sambil mendengarkan ocehan gadis kecil yang cantik itu.
" Kak Lesha sama Bang Bagas itu siapa, Dira ? " tanya Reksa yang membuat Indira menepuk keningnya.
" Oh iya ya... Mba Reksa kan gak tahu. Ayo sini, Dira tunjukkin " ucap Indira lalu menarik tangan Indira menuju ruang tamu. Disana terpajang foto keluarga mereka.
" Ini Bang Bagas. Bang Bagas ini, kakaknya Dira. Sekarang lagi pendidikan di Akmil " tunjuk Indira pada foto Bagas.
" Nah ini, Kak Alesha... Tunangannya Bang Bagas. Dulu Kak Lesha ini sempet dijodohin sama Bang Evan. Tapi ternyata jodohnya Kak Lesha itu Bang Bagas bukan Bang Evan " jelas Indira.
Reksa hanya manggut-manggut sambil melihat foto Bagas dan Alesha. Walaupun ia sedikit bingung dengan ucapan Indira tetapi ia mendengarkan ocehan gadis cantik itu.
" Kalau Mas Evan, mana pacarnya ? " tanya Reksa spontan.
Tentu saja pertanyaan Reksa itu membuat Indira tertawa kecil.
" Kok ketawa sih, Dira ? Emangnya ada yang lucu ya ? " tanya Reksa bingung.
" Mba Reksa nih lucu. Tadi katanya gak suka sama Bang Evan tapi kok nanya-nanya pacarnya Bang Evan " jawab Indira masih tertawa.
__ADS_1
Mendengar ucapan Indira membuat wajah Reksa merona merah.
Reksa... Reksa... Kalau suka mah terus terang aja. Nanti pasti dibantuin sama author 🤭