Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 2


__ADS_3

" Ra... Sampai kapan nih kita disini ? Lo gak bosen tiap bulan datang kesini ? " tanya Evan sambil duduk di atas tanah meluruskan kakinya.


" Ih, Evan... Kali aja, aku bisa ketemu Om doteng itu lagi " jawab Kyra sambil meneguk air dari wadah minumnya.


" Om doteng ? " tanya Evan heran.


" Iya... Om doteng. Om dokter ganteng ! " jawab Kyra kemudian terkekeh sambil membayangkan wajah dokter yang telah mencuri hatinya selama ini.


" Kacau...! Dah sengklek emang lo... Suka sama om om gak jelas. Sadar woy...Dia tuh pantesnya jadi bokap lo ! " tegur Evan sambil menyentil jidat Kyra dengan jarinya.


Tak lama Evan mengeluarkan botol minum dari dalam tasnya, kemudian meminum air yang ada di dalamnya.


Sejak beberapa bulan terakhir, Kyra selalu meminta Evan untuk menemaninya hiking ke gunung. Berawal setahun yang lalu, saat mereka menghabiskan liburan semester. Kyra yang saat itu terjatuh di bukit, ditolong oleh seorang pria dewasa yang ternyata adalah seorang dokter dan sedang mencari tanaman herbal untuk obat.


Sejak saat itu, Kyra langsung jatuh cinta pada pria yang tak dikenalnya itu. Dan yang lebih parahnya Kyra selalu meminta Evan menemaninya berharap dapat kembali bertemu dengan sang pujaan namun itu hanyalah sebuah harapan.


" Udah ya... Ini terakhir kalinya, gue temenin lo ke sini. Lagian lo ini kayak orang oon aja deh. Di kota aja, belum tentu kita bisa nemuin orang yang kita cari. Nah apalagi disini... Yakin lo kalo dia itu orang beneran ? " gerutu Evan memasukkan kembali botol minumnya ke dalam tas ransel.


" Lo pikir dia hantu gitu ? Mana ada hantu siang-siang terus bisa ngejahit luka kayak gini " semprot Kyra sambil menunjukkan luka bekas jahitan di lengannya.


" Udahlah, Ra... Kita balik aja, bunda tadi bilang kalo entar malam Om Adrian sekeluarga mau datang. Gue gak mau ngecewain mereka " ucap Evan lantas bangkit dari duduknya.


" Jadi mau siap-siap ketemu calon istri nih ceritanya " goda Kyra.


" Apaan sih, Ra ? " sanggah Evan tak suka.

__ADS_1


" Lah emang bener kan, si Lesha itu calon istri lo. Kan bunda Dinda sama ayah Zaid udah jodohin kalian berdua " ucap Kyra tanpa tedeng aling-aling.


" Iya gue tahu. Bisa diem gak sih lo ? Gue tinggalin sendiri, tahu rasa " ancam Evan lalu berjalan meninggalkan Kyra.


" Ish, Evan... Tungguin dong ! " pinta Kyra sambil mengejar Evan.


" Gue tuh heran sama lo ? Udah tahu udah dijodohin dari lahir masih aja deket sama si Freya. Lo gak kasihan sama si Lesha ? " tanya Kyra sambil berjalan mengekori Evan.


" Kenapa kasihan ? Gue sama Freya kan gak ada hubungan apa-apa " jawab Evan santai.


Kyra tertawa geli mendengar jawaban dari sepupunya itu.


" Van... Van... Emang gak ada hubungan apa-apa sih. Tapi lo ngarep kan sama si Freya " celoteh Kyra.


Evan segera menghentikan langkahnya, membuat Kyra menabrak tas ransel miliknya.


" Sakit tahu ! " rajuk Kyra sambil terus mengusap keningnya.


" Gak usah ngomong gitu. Gue deket terus bantuin Freya karena kita kan temenan dari jaman SMA dulu " ucap Evan.


" Hah ? Yakin lo gegara temenan doang ? Evan... Evan... Sadar dong woy ! Si Freya cuma anggap lo temen kalau dia ada masalah doang. Kalau lagi senang mah dia gak inget sama kamu... Please deh Van, pinteran sedikit kenapa sih " omel Freya sambil berjalan mendahului Evan setelah sebelumnya sengaja menabrakkan bahunya ke lengan Evan.


" Lagian ya, gue kasih tahu sama lo nih. Lo gak ngerasa apa cuma jadi 'rumah singgah' dia doang. Giliran ada masalah sama cowoknya, minta tolong lo nemenin dia. Dah balik lagi sama cowoknya, ucapin makasih aja enggak... " ceroscos Freya kesal.


" Mendingan si Lesha meskipun dia lebih muda dari lo. Anaknya cantik, baik, gak cuma datang pas butuh doang. Sedangkan si Freya apa coba ? Cantik sih cantik tapi buat apa kalau gak bisa ngehargai kita. Datang pas butuh doang " imbuh Kyra lagi.

__ADS_1


Evan yang semenjak tadi hanya mendengarkan ucapan Kyra sama sekali tak menyahut. Ia tak menyalahkan semua ucapan dari sepupunya yang bawel itu.


Yup... ! Kyra memang benar. Evan memang menyukai Freya. Bagi Evan, cinta pertamanya adalah Freya. Gadis cantik keturunan Solo-Belanda. Ia pertama kali bertemu dengan Freya di perpustakaan sekolah saat kelas X SMA. Saat itu, mereka berebut buku yang sama. Melihat wajah Freya yang cantik tentu saja membuat Evan terpesona, selain itu Freya juga memiliki hobi membaca yang sama dengannya. Sejak itulah mereka menjadi dekat satu sama lain. Evan tak pernah menyatakan perasaannya, bahkan ia harus menahan diri saat Freya tanpa perasaan bersalah menceritakan hubungannya dengan sang kekasih pada Evan.


Ya, semua perkataan Kyra memang benar adanya.


Bagi Freya, Evan hanyalah rumah singgahnya. Tempat ia berkeluh kesah, meminta pendapat bahkan menangis saat ia dan sang kekasih memiliki masalah dan Evanlah yang selalu menghibur Freya, menghapus air matanya menjadi pelipur lara Freya.


Lalu bagaimana perasaannya sendiri pada Alesha ? Evan sendiri belum bisa menjabarkan perasaannya. Evan memang tahu jika ia dan Alesha telah terikat perjodohan oleh kedua orang tua mereka. Alesha gadis yang cantik tak hanya wajahnya saja, bahkan kepribadiannya pun secantik wajahnya. Tak salah rasanya jika orang tuanya menjodohkan ia dengan Alesha. Seluruh keluarganya jatuh hati dengan Alesha, bahkan adik bungsunya yang selalu pemilih saat berdekatan dengan orang lain, begitu mudahnya akrab dengan Alesha dan adik kembarnya. Begitu juga dengan Bagas yang terlihat sangat dekat dengan Alesha.


" Hei, Evan... Malah ngelamun sih ? " ucap Kyra sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Evan.


" Apaan ? " Evan mendengus saat menyadari Kyra memperhatikannya.


" Dih... Malah nyolot sih ! Kenapa ? Omongan gue tadi bener kan ? " tebak Kyra.


" Iya bener. Bener-bener asal ! " sembur Evan lalu kembali berjalan mendahului Kyra.


" Ih, dasar... ! Tuan keras kepala, untung aja lo saudara gue. Kalo bukan... " Kyra mengepalkan tangan dan mengarahkan ke arah Evan.


" Gak usah ngedumel gitu. Cepetan kita balik ! " ucap Evan terus berjalan tanpa menoleh ke arah Kyra.


" Ya ampun... Tuhan apa salah gue, sampe harus punya saudara modelan begitu " gumam Kyra mencebikkan bibirnya.


" Salah lo ? Ngajakin gue melulu ! " sahut Evan cuek sambil melirik ke belakang melihat wajah Kyra yang kini begitu masam.

__ADS_1


" Ck... Ga solider banget sih. Ya, secara kan Bunda Dinda udah titipin gue sama lo. Jadi lo harus jagain gue baik-baik. Lo ngerti kan ! " timpal Kyra.


" Terserah lo dah, Ra... Serah... Suka-suka lo aja lah ! " sahut Evan memutar bola matanya dengan malas.


__ADS_2