Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Edisi kangen Bagas dan Alesha


__ADS_3

Yuhuu... Author balik lagi nih, semoga gak bosen ya 🤗😁


Karena author lagi kangen sama Bagas dan Alesha, jadi author mau bikin satu part ini tentang pernikahan Bagas dan Alesha. Ini jadi rangkaian penutup di cerita Adinda untuk Kapten Zaid. Semoga suka ya 😉


Happy reading all !!


3,5 tahun sudah berlalu sejak pernikahan Evan dan Reksa. Kini Bagas sudah menjadi perwira pertama berpangkat Letnan dua.


Bagas kini menjalani cuti karena beberapa hari ke depan ia akan melangsungkan pernikahan dengan wanita yang sangat ia cintai, Alesha.


Sejumlah persiapan dilakukan oleh Adinda dan keluarga besarnya. Begitu pula dengan keluarga Gea dan Adrian di kota kembang.


" Bang... Bang Bagas ! " panggil Indira sambil mengetuk pintu kamar Bagas.


Bagas membuka pintu kamarnya, hingga nampaklah sang adik yang kini sudah beranjak remaja.


" Abang, dipanggil Bunda tuh. Ditungguin dari tadi. Pengajiannya udah mau dimulai... " seru Indira.


" Iya... Iya... Ini abang juga dah siap. Baru aja mau keluar eh alarm datang duluan " canda Bagas.


" Alarm... Alarm... Emangnya Dira ini weker ? " sahut Indira mengerucutkan bibirnya


" Ayo bang cepetan ! " ucap Indira sambil berjalan mendahului Bagas menuruni tangga.


" Iya... Iya... Adik abang yang cantik dan bawel " sahut Bagas mengikuti langkah kaki sang adik.


Bagas yang sudah rapi mengenakan peci, baju koko dan celana panjang kini telah duduk berkumpul bersama keluarganya dan ibu-ibu Majelis Ta'lim untuk melaksanakan pengajian.


Pengajian telah selesai dilaksanakan, seluruh keluarga nampak berkumpul di ruang tengah. Bagas terlihat asyik memperhatikan dua keponakannya yang lucu. Bocah laki-laki berumur 3,5 tahun itu tengah bermain bersama Kyra, sang ibu yang kini sedang hamil kembali anak keduanya.


Sedangkan keponakannya yang lain sedang belajar berjalan dengan dipegangi oleh Evan, sang ayah.


" Merhatiin apaan sih Gas ? " tanya Adinda saat melihat Bagas tersenyum sendiri melihat anak Kyra dan anak Evan.


" Pasti seneng banget ya, Bun... Kalau punya anak gitu " jawab Bagas sambil menatap kedua keponakannya yang lucu.

__ADS_1


" Entar juga kamu punya, Gas... " jawab Adinda sambil tersenyum teduh.


" Nanti Bunda mau cucu laki-laki atau perempuan dari Bagas ? " tanya Bagas iseng.


" Mau laki-laki atau perempuan sama saja. Yang penting sehat " jawab sang ibu sambil menepuk pundak Bagas.


" Dua-duanya aja Bang... Biar kayak Kak Rayyan sama Kak Raya. Kembar gitu, pasti lucu deh ! " celetuk Indira ikut nimbrung bersama kakak dan ibunya.


" Idih... ini bocah ikut-ikutan aja ! " cibir Bagas.


" Biarin... We " sahut Indira sambil menjulurkan lidahnya, lalu berdiri di samping sang ibu.


Tak lama Bagas memeluk sang ibu dari belakang.


" Lho... Lho... Ada apa ini ? " tanya Adinda kaget karena Bagas tiba-tiba memeluknya erat.


" Terima kasih Bunda... Terima kasih sudah melahirkan Bagas, menyanyangi, merawat dan mendidik Bagas selama ini. Maaf kalau selama ini Bagas sering buat Bunda kesel... " jawab Bagas sambil meletakkan dagunya di bahu sang ibu.


Adinda tersenyum lalu mengelus kepala sang anak.


Bagas menghadap sang ibu, kemudian menghapus air mata yang lolos dari pelupuk matanya.


" Bagas janji, Bunda... Bagas akan menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab, mencintai keluarga. Bagas akan mendidik istri Bagas dan anak-anak Bagas nanti. Sama seperti Ayah Zaid yang selalu mencintai, mengayomi dan melindungi keluarganya. I love you, Bunda " ucap Bagas lalu memeluk dan mencium pipi Adinda.


" Hei... Bagas... Jangan curi kesempatan ya. Bunda kamu ini cuma punya Ayah tahu ! " ucap Zaid sambil meraih pinggang sang istri dengan posesif, membuat Bagas segera melepaskan pelukannya.


" Dih... Dasar posesif. Sama anak sendiri, cemburu ! Perasaan posesifnya gak ngurangin deh ! " oceh Bagas tak terima.


" Biarin, istri Ayah ini " sahut Zaid cuek.


" Entar kamu juga ngerasain sendiri, apalagi kamu bucin banget kan sama Alesha " tambah Zaid sedikit menyeringai.


" Kan ada turunan bucin dari ayah " sahut Bagas sambil terkekeh.


" Ish... Kamu ini... " tukas Zaid tak meneruskan ucapannya.

__ADS_1


Zaid lantas menghampiri Bagas, lantas memeluk anak keduanya itu.


" Ayah doakan kamu menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab. Menyayangi dan selalu melindungi keluargamu. Ayah doakan semoga kamu bisa membawa keluargamu menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah " doa Zaid.


" Aamiin... Terima kasih untuk semua yang sudah Ayah dan Bunda lakukan untuk Bagas. Sampai kapan pun Bagas tidak akan bisa membalasnya " ucap Bagas haru.


" Cukup jadi suami dan ayah yang baik untuk istri dan anakmu. Bahagiakan mereka selalu " sahut Zaid lalu menepuk pundak sang anak.


Rasa haru menyelimuti mereka. Akhirnya, mereka harus melepas seorang anak kembali untuk membangun hidupnya sendiri. Sebagai orang tua, inilah hal terberat yang harus dijalani.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seluruh keluarga besar Zaid dan Adinda telah berada di kota kembang. Mereka tinggal di vila yang mereka sewa untuk acara akad dan resepsi pernikahan Bagas dan Alesha.


Bagas sudah duduk di hadapan penghulu juga Adrian, papanya Alesha. Didampingi Arjuna juga atasan Bagas di kesatuannya sebagai saksi dari pihak keluarga Bagas.


" Saudara Bagas Daffin Prasetya... Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Alesha Chayra Winantara binti Adrian Bimantara dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas dibayar Tunai "


" Saya terima nikah dan kawinnya Alesha Chayra Winantara binti Adrian Bimantara dengan Mas Kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas dibayar Tunai "


Seiring ijab kabul yang dilakukan oleh Bagas dan para saksi menyatakan Sah, maka sejak saat itu status Bagas dan Alesha resmi sebagai suami istri.


Alesha kemudian masuk ke tempat dilangsungkannya akad nikah. Ia duduk berdampingan dengan Bagas, laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya. Alesha yang nampak cantik dengan balutan kebaya berwarna putih itu lalu meraih tangan Bagas dan menciumnya dengan ta'zim. Bagas pun membalas dengan mencium kening Alesha penuh cinta.


Akhirnya, usai sudah perjuangan mereka dalam meraih cinta. Kini mereka telah menjadi satu dalam ikatan pernikahan di hadapan Tuhan dan keluarga besar mereka. Mereka berjanji akan menjalani biduk pernikahan mereka atas dasar cinta dan keimanan. Menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah.


Satu tahun kemudian, Alesha melahirkan anak kembar yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan melengkapi kebahagiaan dalam rumah tangga mereka. Dan mereka pun bahagia selamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai semua, udah pada mampir ke cerita Kyra dan Om Doteng belum ?


Yuk, merapat yang belum mampir ! Author tungguin lho !! 🤗😁


__ADS_1


__ADS_2