
Pria itu menahan tubuh Adinda dengan memegang pinggangnya.
" Adinda... " ucapnya tak percaya saat melihat wajah wanita yang ditahannya.
Adinda segera berdiri dan melepaskan pegangan pria yang telah menolongnya itu.
" Edo ? " tanya Adinda tercengang melihat penampilan pria di hadapannya itu.
" Kamu apa kabar ? " tanya Edo ramah sambil mengulurkan tangannya
Belum sempat Adinda membalas uluran tangan Edo, sebuah tangan merengkuh pinggang Adinda.
" Kabar istri saya baik " jawabnya sambil menyambut uluran tangan Edo.
Edo mengernyitkan keningnya melihat pria yang merengkuh tubuh Adinda begitu posesif dan menjabat tangannya. Hingga akhirnya, ia teringat satu hal dan membuatnya tersenyum kecut.
" Ah, rupanya kalian benar-benar menikah. Aku pikir dulu karena kamu bikin alesan aja buat nolak aku " cetus Edo tak percaya.
Adinda hanya tersenyum sambil berusaha melepaskan tangan Zaid dari pinggangnya.
" Sayang... Lho kamu kenal sama Kak Zaid " ucap wanita yang tadi berbicara dengan Zaid memeluk Edo sambil melihat ke arah Zaid dan Adinda.
" Iya... Adinda ini dulu temen sekolah aku " jelas Edo pada wanita itu.
" Oh, jadi ini istrinya Kak Zaid. Halo... Aku Evelyn, sepupunya Kak Zaid. Maaf ya, gak bisa datang waktu pernikahan kalian. Waktu itu, aku lagi ada tur ke luar kota " ucapnya ramah sambil mengulurkan tangannya.
Adinda membalas uluran tangannya,
" Adinda... " ucap Adinda berusaha bersikap senormal mungkin meskipun hatinya begitu kesal pada sang suami.
" Wah, istrinya Kak Zaid cantik banget masih muda lagi. Pantesan aja dulu betah ngejomblo, nolakin cewek-cewek, ternyata udah ada tambatan hati. Eh, Dinda kok mau sih sama Kak Zaid ? Padahal kan Kak Zaid sudah tua " canda Evelyn sambil tertawa.
" Ehem... " Zaid berdehem menatap Evelyn dengan tajam.
Seketika Evelyn menutup mulutnya,
" Eh, ayo Do... Kita kan harus siap-siap tampil sebentar lagi " Evelyn mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Edo pergi.
" Dinda... Kak Zaid... Kita pergi dulu ya ! Salam buat Tante Sandra ya " tambah Evelyn pamit lalu segera menjauh dari Zaid dan Adinda.
Adinda memperhatikan Edo dan Evelyn hingga menghilang dari pandangan. Zaid yang sedari tadi memperhatikan sang istri kini merengkuh kembali pinggang sang istri dengat kuat.
" Lepas, Mas ! Sakit " protes Adinda berusaha melepaskan tangan Zaid dari pinggangnya.
Zaid melepaskan rangkulannya namun kemudian menarik paksa tangan sang istri keluar dari area restoran menuju ke taman.
" Mas, lepas ! Apa-apaan sih ? " hardik Adinda saat Zaid kini menghentikan langkahnya.
" Seneng kamu ketemu lagi sama Edo, pake peluk-peluk lagi " gertak Zaid balik.
__ADS_1
" Apaan sih Mas ? Siapa yang peluk-peluk ? Tadi tuh Edo nolongin Dinda karena mau jatuh. Lagian mana Dinda tahu kalau dia itu Edo " sahut Dinda kesal.
" Lagian Mas juga malah anteng ngobrol sama cewek tadi. Seneng banget kayaknya deketan sama yang seksi " tambah Adinda keki.
" Astaga, Dinda... Dia itu sepupu aku. Aku gak ada rasa sama dia " jelas Zaid meraup kasar wajahnya.
" Emang Dinda tahu kalau dia itu sepupu Mas Zaid ? Enggak Mas ! Mungkin orang lain juga berpikiran sama kayak Dinda karena gak tahu kalau dia itu sepupu kamu ! " Dinda semakin kesal, lalu menjauhi Zaid.
Zaid mencekal lengan Adinda,
" Mau kemana ? " tanya Zaid.
" Pulang, Dinda udah kenyang " jawab Adinda sambil menepiskan tangan Zaid dan berjalan menjauh.
Zaid mengejar Adinda lalu melingkarkan tangannya ke pundak Adinda dan menopangkan dagunya di bahu sang istri yang tengah kesal.
" Maaf... Mas hanya cemburu " bisik Zaid di telinga Adinda.
Adinda menghirup nafas dalam lalu perlahan mengembuskannya.
" Mas pikir cuma Mas yang cemburu ? Dinda juga cemburu Mas. Lihat Mas ngobrol tadi, hati Dinda sakit Mas " terang Adinda tanpa membalik badannya.
" Maaf... " Zaid memutar tubuh Adinda hingga ia bisa melihat wajah sang istri yang menahan tangis. Zaid segera membawa sang istri ke dalam
pelukan hangatnya.
" Maaf... Mas salah. Kamu mau kan maafin Mas, Mas cuma takut kehilangan kamu ! "ucap Zaid mengecupi pucuk kepala sang istri.
" Bukan cuma Mas Zaid yang takut kehilangan. Dinda juga takut kehilangan Mas Zaid " ucap Adinda mengeratkan pelukannya di tubuh Zaid.
Zaid membelai surai sang istri dengan lembut. Sebuah senyuman penuh arti terbit di bibirnya.
" Mas bahagia kalau kamu cemburu gini, berarti kamu juga cinta banget sama Mas " ucap Zaid membuat Adinda mengangkat wajahnya menatapi wajah tampan sang suami
" Ya iyalah, Mas ! Dinda cinta, sayang banget sama Mas Zaid. Jangan tinggalin Dinda ya Mas, apa pun yang terjadi " pinta Adinda penuh harap.
" Mas gak akan pernah tinggalin kamu, sayang. Karena Mas tercipta untuk kamu dan kamu hanya tercipta untuk Mas " Zaid meyakinkan Adinda.
" Iya Mas..., karena Adinda memang tercipta untuk Kapten Zaid !! "
Adinda menatap wajah sang suami kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Zaid. Begitu pula dengan Zaid yang melakukan hal yang sama menatapi sang istri dengan lembut sambil memeluk pinggang Adinda.
Dari atas balkon restoran, Adrian dan Gea yang tengah menggendong Evan menonton drama percintaan antara Zaid dan Adinda.
" Tuh lihat Evan, ayah sama bunda romantis banget ya " ucap Gea pada bayi lucu yang selalu tersenyum itu.
" Ah... Seneng banget ya lihat mereka berdua, saling mencintai. So sweet deh... " ucap Gea dengan senyuman di bibirnya.
Adrian mengalihkan pandangan dari Zaid dan Adinda menuju Gea.
__ADS_1
" Kita juga pasti bisa kayak gitu ! Gea... Kamu jangan punya pikiran kalau aku masih mencintai Adinda. Rasa itu perlahan hilang sejak aku bertemu kamu " ucap Adrian bergerak mendekati Gea.
Gea menatap Adrian yang juga tengah menatapinya.
" Kamu serius ? " tanya Gea.
Adrian merapikan helaian rambut Gea yang tertiup angin lalu menyelipkannya ke telinga.
" Gak pernah seserius ini. Gak sabar deh buat nikahin kamu ! " ucap Adrian membuat Gea tersipu.
" I Love you, Gea Winata " ucap Adrian lembut.
" I love you to, Adrian Bimantara " balas Gea dengan senyum merekah.
Sayup-sayup terdengar alunan musik band pengiring di panggung menyanyikan lagu dari Bagas RAN - Cinta Terakhir
...Seakan tiada lagi Manusia yang ada di bumi...
...Kamulah cinta sejati Kamulah yang ada di hati...
...Saat ku terjatuh dalam sendu...
...Pelukmu menenangkanku...
...Kau tunjukkan semua rasa Mewarnai duniaku...
...Takkan pernah ku keliru tuk melukaimu...
...Percaya aku Ku kan menjagamu...
...Kaulah jawaban doaku...
...Kau diutus Tuhan tuk temani hidupku...
...Di kala hati ini rapuh...
...Hadirmu sembuhkan lukaku...
...Kau hapus lelahku dengan senyummu...
...Ku percaya kamu Kaulah cinta terakhirku...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu part lagi season 1 end ya bestie 😊
Terima kasih untuk dukungannya selama ini 🙏🙏
Next part, author bakalan bagi-bagi hadiah pulsa buat yang beruntung. Jadi tungguin author up ya 😁
__ADS_1