
Zaid dan Adinda tak henti menatap foto hitam putih hasil usg Adinda. Perasaan haru dan bahagia menyelimuti dua insan yang akan segera menjadi orang tua.
Zaid menyentuh perut rata Adinda, lalu mengusapnya dengan lembut. Ia tak henti mengucap syukur atas kehamilan sang istri yang baru berusia 3 minggu itu.
" Sayang... Ayah akan selalu menjagamu juga ibumu dengan seluruh jiwa raga ini. Ayah akan mencintai kalian sampai nafas ini terhenti. Ayah akan selalu melindungi kalian sekuat tenaga, semampu ayah. Ayah akan sangat menantikan saat berjumpa denganmu " ucap Zaid lalu mencium perut Adinda dengan penuh kasih sayang.
" Aku menyintaimu, Dinda... Dan semakin menyintaimu... " ucap Zaid lalu mengecup kening dan bibir sang istri dengan lembut.
" Dinda juga cinta sama Mas Zaid. Terima kasih sudah mau menyintai Dinda dan menerima Dinda. Terima kasih sudah mau bersabar menghadapi Dinda selama ini " ucap Adinda mengusap lembut tangan Zaid yang berada di atas perutnya.
" Debay... Sehat-sehat ya. Kita akan segera bertemu " ucap Adinda sembari tersenyum lalu mengelus lembut perutnya
" Ibu dan bunda pasti bahagia mendengar kabar ini " Zaid tersenyum menatap sang istri tercinta.
Zaid segera melajukan mobilnya menuju rumah. Dengan perasaan yang membuncah, ia merasa bahagia karena dilimpahi karunia yang amat berharga. Seorang anak yang akan segera hadir menambah kebahagiaan keluarga kecilnya.
Di perjalanan, sang bunda menelpon menanyakan kebenaran kabar yang diterimanya dari Pertiwi. Adinda mengatakan bahwa berita yang diberikan sang kakak adalah benar dan sang bunda akan segera diberikan tambahan cucu.
...****************...
Farhan merengkuh pinggang sang istri dengan bergitu posesif. Semua orang yang mengenal mereka berdua merasa aneh dengan interaksi mereka yang begitu intim.
What ever... Terserah mereka berkata apa, toh aku tidak melakukan hal yang salah. Apa salahnya melakukannya dengan istriku sendiri, pasangan halal. Bukan dengan sembarang wanita .
Farhan tak peduli dengan tatapan orang serta pembicaraan mereka terhadapnya juga Pertiwi. Sebagaimana dirinya, Pertiwi pun tak mengindahkan reaksi orang kepada mereka. Mereka terlihat berjalan santai dengan bergandengan tangan.
Hingga akhirnya mereka sampai di tempat parkir. Mereka sempat berpapasan dengan dokter Tika.
" Ohh, jadi kamu banting stir pacaran sama security... Baguslah, jadi aku bisa bebas berhubungan sama Mario " ucap Tika dengan tak tahu diri.
" Kamu salah duga, kami tidak berpacaran. Kami sudah menikah " jawab Pertiwi dengan tegas.
__ADS_1
" Menikah ? Sejak kapan kalian menikah ? Hah...Ternyata kamu bukan wanita setia, pantas saja Mario lebih suka bermain dengan yang lain " cibir Tika.
Pertiwi mengepalkan tangannya, namun ia tetap berusaha bersikap santai.
" Setia ? Jangan pernah menyamakan aku dengan dirimu. Aku tahu betul apa arti setia dan arti pengkhianatan " ucap Pertiwi dengan penekanan di akhir kalimatnya.
"Wah... wah... Jangan sok suci kamu. Mana mungkin Mario tahan berhubungan selama itu denganmu tanpa menyentuhmu sekali pun. Padahal kami sering melakukannya kendati belum lama mengenal " sahut Tika dengan bangga.
Farhan memandang dokter yang berpakaian seksi itu dengan tatapan jijik.
" Ayo, kita tidak perlu meladeni perempuan murahan seperti dia ! " ajak Farhan.
" Apa kamu bilang ? Perempuan murahan ? Sebaiknya kau jaga mulutmu itu ! Dasar security tak tahu diri " geram Tika.
Farhan menyeringai.
" Sepertinya kalimat tak tahu diri itu ditujukan untuk anda sendiri. Anda memang wanita murahan. Jika bukan murahan lalu apa saya harus menyebut anda j***ng ? " tanya Farhan merendahkan Tika.
" Aku akan meminta Mario untuk memecat kamu ! " ucap Tika dengan berapi-api.
" Tidak perlu repot-repot memecat saya karena saya dengan senang hati mengundurkan diri " sahut Farhan dengan senyum mengejek.
" Rupanya, kalian berdua memang cocok. Yang satu munafik dan sok suci dan yang satunya sombong dan tak tahu diri ! " ucap Tika dengan angkuh.
" Ya, kami berdua memang cocok dan aku bersyukur menemukan pria seperti Farhan. Sama halnya seperti kau dan Mario, sama-sama cocok bermain di ranjang ! " sindir Pertiwi lalu berjalan menjauh sambil menggandeng Farhan.
Pertiwi membalik badannya, lalu menyeringai sambil menatap pada Tika, rekan kerja sekaligus pengkhianat dalam hubungannya bersama Mario.
" Oh iya, aku hampir lupa... Coba tanyakan pada pria yang berstatus mantan tunanganku itu, sudah berapa banyak wanita yang memuaskannya di ranjang ? Aku yakin bukan hanya dirimu. Dan aku juga yakin, Mario bukan satu-satunya lelaki yang kau layani "
tambah Pertiwi dengan memberikan tatapan remeh padaTika.
__ADS_1
" Kurang ajar, kau... " Tika bergerak mendekat lalu melayangkan tangannya untuk menampar Pertiwi namun Farhan segera mencengkram lengannya dan mendorongnya hingga terjatuh.
" Jangan pernah menyentuh istriku dengan tangan kotormu itu, atau aku akan memberitahukan aib hubungan antara dirimu, dokter Mario dan juga ayahnya. Kau pikir aku tidak tahu jika yang kau layani di ranjang bukan hanya anaknya, tetapi ayahnya juga ? Jangan macam-macam atau kau akan merasakan balasannya ! " ancam Farhan sambil berjongkok di hadapan dokter Tika.
Farhan lalu berdiri dan segera menghampiri sang istri kemudian menuju mobil yang terparkir rapi.
Si*lan... Tunggu saja pembalasanku ! batin Tika.
Farhan melajukan mobil milik Pertiwi keluar dari area rumah sakit menuju apartemen miliknya.
" Bagaimana kamu tahu hubungan dokter Tika, Mario juga dokter Harun ? " selidik Pertiwi.
" Aku sering melihat dokter Tika masuk ke ruangan dokter Harun cukup lama kemudian keluar dari ruangan dokter Harun dengan pakaian yang berantakan selain itu terdengar juga ******* dari dalam ruangan. Yah walau tidak secara live seperti yang kita lihat di apartemen dokter Mario... " Farhan menghentikan ucapannya kemudian melirik sang istri.
Pertiwi tersenyum kecut, merasa miris dengan kehidupan cintanya. Hubungan yang ia junjung tinggi nyatanya berakhir dengan ekspektasi di luar rencana.
" Maaf... Aku tidak bermaksud membuka luka hatimu " ucap Farhan kemudian menepikan mobil yang dikendarainya.
" Hem... Tidak apa. Lagi pula aku bersyukur, karena akhirnya aku tahu siapa Mario sebenarnya sebelum kami menikah " jawab Pertiwi, masih ada rasa kecewa yang dalam dari ucapan Pertiwi.
" Bagaimana jika aku tidak seperti yang kau lihat selama ini ? Apa kamu juga akan kecewa ? Apa kamu akan menerimaku apa adanya ? " tanya Farhan tiba-tiba.
Pertiwi menatap Farhan curiga.
" Selama kamu tidak mengkhianatiku, apa pun kesalahanmu sebisa mungkin aku menerimanya. Hei... Memangnya apa yang kamu sembunyikan dariku ? " selidik Pertiwi.
Farhan tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepala perlahan.
" Tidak ada... Itu hanya... Kalau wi... Kalau... " seloroh Farhan kemudian kembali melajukan mobil.
Seandainya kamu mengetahui siapa aku sebenarnya, apakah situasinya akan sama ? Apakah kamu akan membenciku karena tidak jujur padamu atau kamu akan meminta perpisahan ?
__ADS_1
Tidak... Tidak akan ada perpisahan. Sebisa mungkin aku akan mempertahankanmu, selagi aku mampu aku akan selalu bersamamu. Aku tidak akan membiarkan seorang pun melukaimu. Akulah pangeran yang menyelamatkanmu dan terpilih untuk mendampingimu. Aku akan memenangkan hatimu tak peduli seberapa dalam luka itu, aku akan menutupnya dan aku akan selalu membahagiakanmu. Itu janjiku.