Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 65


__ADS_3

Adinda dan Zaid bersiap untuk kembali pulang. Namun sebelum mereka pergi, Adrian meminta Zaid dan Adinda untuk menemaninya mengantarkan Gea kembali pulang ke rumahnya dan berencana untuk melamar Gea kepada orang tuanya.


Gea sudah mengetahui yang sebenarnya menimpa ayahnya. Adrian sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Awalnya Gea tak percaya dan hanya mengira itu adalah akal-akalan papinya. Namun Adrian memberikan pengertian sehingga Gea kini bisa menerima semuanya. Bahkan Gea kini merasa sangat bersalah telah berburuk sangka kepada sang ayah.


Gea diantarkan pulang oleh Adrian beserta Adinda dan Zaid. Betapa bahagianya sang ayah melihat Gea mau kembali lagi ke rumah. Gea segera memeluk papinya itu dan juga meminta maaf atas kesalahannya yang memilih pergi dari rumah tanpa peduli pada sang ayah yang ternyata mengidap penyakit berbahaya.


Begitu pula sang ayah pun meminta maaf pada Gea karena sudah memaksakan kehendaknya.


Akhirnya, Adrian melamar Gea di hadapan ayahnya Gea. Ia meminta restu untuk meminang Gea dan tentu saja Tuan Alex menerima dengan senang hati pinangan dari Adrian.


Bagi Tuan Alex, kebahagiaan Gea adalah yang paling penting. Dan ia tahu jika Gea akan berbahagia di sisi Adrian. Akhirnya rencana pernikahan Adrian dan Gea akan dilangsungkan 6 bulan mendatang. Hal ini dikarenakan, Gea ingin fokus merawat sang ayah. Gea sudah berencana membawa sang ayah untuk berobat ke luar negeri. Ia akan berupaya agar sang ayah dapat mendapatkan pengobatan terbaik dan dinyatakan sembuh dari penyakitnya.


Adinda juga Zaid begitu bahagia melihat kebahagiaan yang ada dalam diri Adrian dan Gea. Mereka berjanji akan membawa seluruh keluarga mereka untuk menghadiri pernikahan Adrian dan Gea.


Setelah menemani Adrian, Adinda dan Zaid bertolak untuk kembali pulang mengingat masa penataran Zaid telah selesai dan harus kembali dinas di kesatuannya.


...****************...


Sementara itu, Pertiwi kini telah berada di ruang bersalin di rumah sakit. Ia tengah bersiap untuk melahirkan buah hatinya ditemani suami tercinta.


Sebelumnya, Pertiwi merasakan sakit luar biasa pada perutnya. Menyadari bahwa itu adalah kontraksi akan melahirkan, Pertiwi membangunkan sang suami yang telah tertidur. Sebagai suami siaga, Farhan segera membawa sang istri ke rumah sakit. Dan disinilah mereka berada, di ruang bersalin setelah 8 jam lamanya menunggu pembukaan komplit.


Melihat sang istri menahan sakit yang luar biasa, Farhan sempat meminta Pertiwi untuk melahirkan dengan cara operasi. Tetapi Pertiwi menolak. Ia ingin melahirkan secara normal dan ia yakin bisa melakukannya. Farhan dengan setia menemani sang istri, ia bahkan rela terkena cakaran serta jambakan dari sang istri.


" Ayo, sayang ! Kamu bisa, demi anak kita " ucap Farhan menyemangati sang istri yang sudah nampak lelah setelah 2 kali mengejan namun sang bayi belum berhasil keluar.


" Ayo, Wi... Siap ya ! Tuh kepalanya sudah kelihatan " ucap Nila, dokter kandungan yang menangani Pertiwi.


" Tarik nafas... Yuk, udah ngajakin tuh debaynya. Dorong yang kuat, Wi ! " titah Nila.


Dengan sekuat tenaga Pertiwi mengejan dan akhirnya bayi mereka lahir. Bayi merah itu menangis kencang saat merasakan suasana berbeda. Ya, susana yang menyambutnya, selamat datang di dunia.

__ADS_1


" Selamat ya, Wi... Selamat Tuan Farhan, bayi kalian perempuan, lengkap sempurna dan sangat cantik... " ucap dokter Nila memberikan selamat kepada Farhan dan Pertiwi sebagai orang tua baru.


" Terima kasih, dok " ucap Farhan sambil melihat bayi merah yang mungil dan cantik dalam gendongan dokter Nila.


Kini dokter Nila meletakkan bayi cantik itu di dada Pertiwi sementara ia menjahit bagian sensitif milik Pertiwi.


Rasa sakit yang dirasakan Pertiwi kini sirna setelah melihat bayi merah yang cantik itu di atas tubuhnya. Farhan mencium kening Pertiwi dengan lembut.


" Terima kasih, sudah memberikan kebahagiaan terbesar dan tak terganti. I love you ! " ucap Farhan kemudian menggendong putri cantiknya dan segera mengadzaninya.


Pertiwi kini telah berada di ruang rawat VVIP. Sebagai direktur juga menantu dari pemilik rumah sakit, perawatan terbaik tentu saja didapatkan oleh Pertiwi.


Seluruh keluarga Pertiwi telah berkumpul di ruang rawat Pertiwi. Begitu pula dengan Tuan Esa Adijaya, setelah mendengar kabar bahwa menantunya itu masuk ke rumah sakit karena akan melahirkan, ia segera bertolak ke Indonesia untuk melihat kelahiran cucu pertamanya. Penerus dari keluarga Adijaya.


Kyra Maheswari Adijaya nama yang diberikan oleh Farhan dan Pertiwi pada bayi cantik itu.


Mendengar kabar bahwa sang kakak telah melahirkan, membuat Adinda dan Zaid segera datang ke rumah sakit padahal mereka baru saja tiba di rumah.


Adinda memasuki ruang perawatan Pertiwi dengan menggendong Evan, sementara Zaid berjalan di sisinya.


Zaid yang berjalan mengekori Adinda, kini mengambil alih Evan dari gendongan sang istri. Ia tahu betul jika sang istri ingin menggendong bayi yang baru saja datang ke dunia itu. Dan dugaannya benar, Adinda langsung membawa bayi Kyra ke dalam gendongannya.


" Hai, ponakan Tante yang cantik... Jadi anak yang sholehah ya... Nanti kamu sekolah barengan Evan. Kalian harus akur, saling perhatian dan pengertian sampai kalian dewasa. Bareng-bareng sama abang Adam, Kak Laras, Evan dan adik-adik kalian nanti yang akan segera coming soon " ucap Adinda sambil terkekeh membayangkan kelucuan anak-anak mereka nanti.


" Aamiin... " ucap anggota keluarga yang serempak.


" Wah... Udah kayak paduan suara ya kita ! " celetuk Arjuna santai sambil menampakkan barisan giginya yang rapi.


" Abang nih kebiasaan deh, selalu aja ngerusak suasana lagi khusyuk " dumel Adinda.


" Biar hidup kita lebih berwarna, dek ! " sahut Arjuna sambil terkekeh.


Ya, begitulah kisah hidup keluarga Adinda dan Zaid. Keluarga yang selalu saling membantu dan saling menguatkan di saat salah satu dari mereka terluka. Saling pengertian, mengingatkan juga saling melengkapi. Itulah hakikat sebuah keluarga. Dan mereka semua hidup dalam kebahagiaan bersama keluarga mereka masing-masing.

__ADS_1


...TAMAT...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo, semua readers ku yang baik😍


Author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H.


Alhamdulillah... Akhirnya setelah 3 bulan berlalu , novel Adinda untuk Kapten Zaid ini selesai juga (season 1 ya 😁)


Terima kasih banyak untuk para reader yang sudah mampir dan memberikan dukungannya. Penulis tanpa pembaca, bukan apa-apa ( Iya gak sih😅 )


Terima kasih juga author ucapkan untuk pihak noveltoon & mangatoon yang sudah memberikan kesempatan untuk author agar berkembang lebih baik, juga terima kasih banyak untuk promosi yang sudah diberikan sehingga bisa sampai di tahap ini. Senang rasanya bisa ikut serta berkarya disini.


Semoga ke depannya author bisa lebih baik lagi dalam berkarya 😇


Oh iya, sesuai janji author sebelumnya, author mau bagi-bagi hadiah nih buat yang beruntung.


Yang mendapat pulsa sebesar @ 30 ribu :


ranking umum 1-3 : iamaman, liz, my queen


Selamat ya untuk para pemenang 👏👏👏


Bisa kirim pesan ke author ya atau kirim email ke opa784rismaya@gmail.com buat kasih no ponselnya.


Terima kasih untuk dukungannya selama ini. Untuk yang belum beruntung, di lain kesempatan author bagi-bagi give away lagi. Jadi tungguin aja ya 😉


Nah, satu hal lagi. Author rencananya mau buat lanjutan cerita ini di season 2. Ceritanya tentang kisah cinta anak-anaknya mereka. Kira-kira mendingan di lanjut disini atau buat cerita baru ya ?


Boleh dong minta pendapatnya di tulis di komentar ya bestie 😁🤗


Sekali lagi terima kasih untuk semuanya. Kalau kata Zaid ke Adinda mah You are my everything, readers 🤭

__ADS_1


Thank you all... Love you my bestie 😘😘


__ADS_2