Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 1


__ADS_3

Halo bestie... Ketemu lagi sama author ya. Semoga gak bosen ya kalau author minta dukungannya terus 🤭🙏


Di season 2 ini, author mau ceritain hubungan anaknya Adinda dan Zaid yang dijodohin sama anaknya Gea dan Adrian. Hem... kira-kira bakalan jadi jodoh betulan seperti yang orang tuanya harap atau justru malah berjodoh sama orang lain ya ?🤔🤔


Biar gak penasaran, cus lanjut ikutin cerita mereka ya ! Jangan lupa like, gift sama votenya ya 🤗 Thank you all 😘😘


Happy reading !!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Evano Faiden Prasetya, anak sulung dari Adinda dan Zaid. Usianya saat ini sudah menginjak 19 tahun dan sudah menjadi mahasiswa kedokteran satu kelas dengan Kyra Maheswari Adijaya yang tak lain adalah sepupunya. Anak dari Pertiwi dan Farhan. Keduanya memang sudah bersekolah bersama sejak masih duduk di Taman Kanak-kanak meskipun usia mereka terpaut 6 bulan.


Evano memiliki wajah tampan, perpaduan rupa dari sang ibu dan ayah. Dengan tinggi 172 cm serta badan atletis membuat Evan begitulah biasanya Evano dipanggil, menjadi pria yang paling diminati di kampus. Apalagi dengan kecerdasan yang dimiliki serta anak seorang jendral bintang satu membuatnya sangat layak diperjuangkan oleh wanita-wanita yang begitu mendambanya di luar sana.


Sifat Evan mirip dengan Adinda, ramah kepada siapa pun. Namun terkadang ia sangat tertutup dan keras kepala sehingga tidak ada yang bisa menebak isi hatinya.


Sejak kecil, bahkan sejak lahir Evan sudah dijodohkan dengan anak dari teman ayah dan ibunya. Wanita yang begitu beruntung bisa dijodohkan dengan Evan adalah Alesha Chayra Wirantara, anak dari Adrian Bimantara dan Gea Winata.


Usia Evan dan Alesha terpaut 3 tahun. Alesha seusia dengan anak kedua Adinda, yaitu Bagas Daffin Prasetya. Jadi tidak heran jika Alesha lebih dekat dengan Bagas dibandingkan Evan.


Alesha memiliki perasaan yang halus, sedikit berbicara namun sangat penyayang. Sejak kecil sudah didoktrin sebagai calon istri dari Evan, membuatnya begitu mencintai Evan. Baginya Evan adalah cinta pertamanya dan perasaannya tak mungkin teralihkan.


Bagas Daffin Prasetya, anak kedua Adinda dan Zaid. Pria yang memiliki tinggi badan 178 cm sama halnya seperti Evan kakaknya, memiliki paras tampan rupawan dan berbadan tegap atletis. Sikapnya humble, humoris, ramah dan begitu hangat. Berada di dekat Bagas selalu membuat siapapun merasa nyaman dan senang. Karena itulah, adik bungsunya yang berusia 8 tahun, Indira Azzura Prasetya begitu dekat dengannya.


Gadis kecil yang cantik itu begitu dekat dengan Bagas. Sikap Indira lebih menyerupai Zaid, yang dingin dan kaku, namun sangat hangat jika sudah mengenalnya lebih dekat.


" Bunda... Alesha hari ini datang ? " tanya Bagas saat melihat sang ibu yang merapikan sarapan di meja makan.


" Iya, kata Tante Gea nanti malam mereka datang. Kenapa emang ? " tanya Adinda pada Bagas yang kini sedang asyik mengolesi roti dengan selai.


" Gak apa-apa... Pantesan tadi Dira seneng banget. Katanya Alesha mau datang sama Raya dan Rayana " jawab Bagas.


Tak lama, Zaid dan Indira datang dan duduk di ruang makan. Zaid mencium pipi sang istri yang sibuk mengatur makanan di meja makan.


" Sarapan apa, sayang ? " tanya Zaid mesra pada sang istri sambil memeluk pinggang Adinda.


" Tuh, ada nasi goreng sama roti. Mas mau sarapan apa ? " tanya Adinda tanpa menoleh ke arah Zaid yang masih melingkarkan tangannya di pinggang serta meletakkan dagunya di atas pundak sang istri.


" Kalau sarapan kamu, boleh ? " bisik Zaid di telinga Adinda.


Mendengar itu, spontan Adinda menyikut perut Zaid membuat Zaid sedikit meringis.

__ADS_1


" Aww... "


" Ayah kenapa ? " refleks gadis kecil cantik itu menatap sang ayah yang tengah memegangi perutnya dengan khawatir.


" Ayah cuma laper sayang, gak usah khawatir " jawab Adinda dengan senyum terpaksa.


" Iya, ayah gak apa-apa kok. Ayah cuma gak sabar aja pengen sarapan sama bunda " tambah Zaid lalu duduk di samping gadis kecilnya sambil melirik sang istri yang menatapnya dengan tajam.


" Sabar ya, ayah... Bunda kan lagi siapin dulu. Sebentar lagi kita bisa sarapan " ucap Indira polos.


Sementara Zaid hanya tersenyum mendengar putri kesayangannya itu bicara. Lain halnya dengan Bagas yang senyam-senyum sendiri dengan jawaban dari kedua orang tuanya yang selalu mesra dan menjurus.


" Abang Bagas kenapa senyum terus ? " tanya Indira memperhatikan raut wajah sang kakak.


" Pengen... Emang gak boleh ! " sela Bagas asal sambil meminum air yang ada di gelas.


" Ih, aneh... Mikirin Kak Lesha pasti nih, makanya senyam senyum sendiri " ucap Indira datar.


" Uhuk... uhuk... " seketika Bagas terbatuk mendengar ucapan adik kecilnya.


" Dasar bocah, kalo ngomong suka sekata-kata " ucap Bagas tak terima.


Adinda yang baru saja duduk di kursi makan, langsung menatap Bagas. Merasa diperhatikan oleh sang ibu, Bagas menatap Adinda.


" Kamu suka sama Alesha ? " tanya Adinda langsung mengena ke hati Bagas.


" Ya sukalah bun. Lesha itu kan baik terus cantik lagi. Bunda, ayah sama Dira juga suka kan sama Lesha " ucap Bagas santai.


Adinda mengangguk setuju.


" Kamu gak ada perasaan lain kan ? Inget, dia itu calon kakak ipar kamu lho " ucap Zaid dengan penekanan di akhir kalimatnya.


" Iya, yah... Bagas tahu kok. Lagian Bagas sama Alesha mah best friend gak mungkin lebih dari itu. Bagas tahu kok kalau Alesha tuh udah dijodohin sama Bang Evan " sahut Bagas sambil memasukkan roti ke dalam mulutnya.


Bolehkah aku berharap kamu itu jodohku, bukan jodohnya Bang Evan...


" Evan kapan pulang, bun ? " tanya Zaid saat mereka selesai sarapan.


" Katanya sih nanti sore juga pulang. Bunda udah kasih tahu dia kalau nanti sore Adrian sama keluarganya datang " jawab Adinda sambil merapikan piring kotor ke dapur dibantu si cantik, Indira dan Bik Marni.


Zaid dan Bagas tengah bersantai di taman belakang rumah. Keduanya nampak serius bermain catur bersama. Sementara itu Adinda dan Indira menonton tv bersama setelah merapikan tanaman milik Adinda di depan rumah.

__ADS_1


" Bunda... Kenapa sih kak Alesha harus jadi istrinya Bang Evan ? " tanya gadis kecil itu.


" Memangnya kenapa ? " tanya Adinda menatap putri bungsunya itu.


Indira hanya mengangkat bahunya.


" Dira gak suka sama Kak Lesha ? " tanya Adinda.


" Suka... Dira sayang sama Kak Lesha " jawab gadis kecil itu.


" Terus kenapa ? " selidik Adinda.


" Kayaknya Kak Lesha lebih cocok sama Bang Bagas. Kalau Bang Evan banyakan diem... Kasian Kak Lesha nya... " jelas Indira polos.


" Masa sih ? Emang Bang Evan suka diemin Kak Lesha ? " tanya Adinda lagi.


" Engga sih... Tapi kalau sama Bang Bagas, Kak Lesha lebih banyak ketawa " jawab Indira.


" Tapi, Kak Leshanya suka sama Bang Evan... " gadis kecil itu kembali bercerita.


" Oh gitu... Terus Bang Evan sukanya sama siapa ? " tanya Adinda terus menggali informasi dari si anak bungsu.


" Gak tahu... " jawab Indira polos sambil memainkan boneka barbie miliknya.


Adinda hanya tersenyum sambil merapikan rambut terurai milik Indira.


" Kalau Bang Bagas sukanya sama siapa ? Dira tahu gak siapa pacarnya Bang Bagas ? " tanya Adinda mencari tahu.


" Bang Bagas mah banyak pacarnya. Ada Kak Tiara, Kak shahnaz, Kak Wendy, terus... banyak deh " jawab Indira sambil berpikir.


" Hem... Pasti lagi gibahin Abang nih " tebak Bagas yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Adinda.


" Idih... Kepo !! " jawab Adinda dan Indira kompak lalu tertawa bersama.


" Kompak bener... Gak bagi-bagi info. Nanti abang gak ajakin beli es krim lho ! " celetuk Bagas asal bunyi.


" Biarin, nanti Dira minta Kak Lesha aja yang anterin beli " sahut Indira.


" Oh, jadi gitu ya... Mentang-mentang ada Kak Lesha jadi gak butuh Abang lagi nih ? " tanya Bagas menggoda Indira.


" Enggak... Palingan Abang yang butuh Dira buat ajakin Kak Lesha. Ups... " ucap Indira sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


Bagas membulatkan matanya, begitu juga dengan Adinda yang melakukan hal yang sama.


" Ayo, kalian berdua... Jelasin sama Bunda ! " ucap Adinda sambil menatap tajam Bagas dan Indira.


__ADS_2