Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 16


__ADS_3

Alesha memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil. Setiap saat ia melirik ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Tangan kanannya memegangi paper bag yang akan ia berikan kepada Bagas.


Adinda dan Zaid kemudian datang menghampiri Alesha diikuti oleh si cantik Indira dan juga Evan. Zaid segera masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi.


" Alesha, ayo nak ! Ini sudah siang lho ! Nanti macet " seru Adinda sambil membuka pintu mobil.


" Tapi Lesha belum ketemu sama Bagas, Bunda " tukas Alesha.


Adinda menghela nafasnya, lalu meraih ponselnya. Mencoba menelpon Bagas, namun ternyata tidak tersambung.


" Kemana sih anak itu ? " gerutu Adinda.


" Lesha udah telpon berkali-kali tapi gak nyambung, Bunda. Pesan yang Lesha kirim dari malam aja belum dibaca sama Bagas " jelas Alesha khawatir.


Adinda menghampiri Alesha yang nampak gelisah.


" Ya sudah, sayang. Kamu simpen aja di kamar Bagas. Nanti udah sampai disana kan bisa video call sama Bagas ! " seru Adinda.


" Iya, Kak... Nanti kan Kak Lesha bisa telpon Bang Bagas " tambah Indira sambil naik ke dalam mobil.


" Nanti Bang Evan bilangin ke Bagas kalau dia pulang ! " ucap Evan sambil melihat Alesha.


Alesha menghela nafasnya, lalu ia menuruti permintaan mereka dengan menyimpan paper bag di kamar Bagas.


Alesha memasuki kamar Bagas yang kini tak ditempati oleh Bagas. Alesha sejenak terdiam memandangi foto Bagas yang terbingkai rapi disamping fotonya yang juga tersimpan dengan bingkai yang sama di atas meja belajar Bagas.


" Kamu kemana ? Kamu kenapa berubah ? Lesha kangen sama Bagas yang dulu ! " ucap Alesha lirih sambil mengambil foto bagas lalu memeluknya.


...Aku salah apa ? Ku tak paham cinta...


...Bolehkah kau jelaskan dulu...


...Mengapa kurasa Kau jauh berbeda...


...Tak sperti saat pertama...


...Bila salah beri maaf untukku...


...Jangan lantas pergi tinggalkanku...


...Ku masih ingin cintamu...


...Ajari aku apapun kau mau...


...Asal jangan tentang bagaimana...


...Ku harus hidup tanpa kamu...

__ADS_1


Air mata mulai menggenangi pelupuk mata Alesha. Alesha menyeka air matanya kemudian menyimpan kembali foto Bagas dan meletakkan paper bag beserta kartu ucapannya di atas ranjang milik Bagas.


" Selamat tinggal Bagas ! Semoga kamu bahagia ! " ucap Alesha sesaat sebelum akhirnya ia menutup pintu kamar Bagas dan bergegas menaiki mobil untuk pulang ke rumahnya kembali.


Alesha tak banyak bicara selama dalam perjalanan. Adinda menyadari jika Alesha tengah memikirkan Bagas, karena itu sebisa mungkin Adinda tidak banyak membicarakan Bagas. Begitu pula dengan Indira, seolah tahu perasaan Alesha, gadis kecil itu tak sedikit pun membahas Bagas. Gadis kecil yang cantik itu hanya membahas Raya dan Rayyan, kedua adik kembar Alesha.


Hari beranjak siang saat Bagas sampai di rumah. Ketika turun dari motornya, Bagas menyadari jika Alesha dan kedua orang tuanya telah berangkat.


Bagas menghela nafasnya sebelum memasuki rumah.


" Jam segini baru pulang ? Kamu tahu gak sih kalau hari ini Alesha tuh pulang ! Ditelponin gak aktif, di chat malah gak dibaca " gerutu Evan saat Bagas baru saja membuka pintu.


Sesaat Bagas terkejut karena melihat Evan ada di rumah, tidak ikut bersama kedua orang tuanya mengantar Alesha.


" Abang kok gak ikut pergi sih ? Bukannya mau resmiin hubungan Abang sama Lesha ? " tanya Bagas heran.


Evan menautkan kedua alisnya.


" Siapa yang mau resmiin hubungan ? " Evan balik bertanya membuat Bagas semakin heran.


" Lho bukannya ayah bilang mau memperjelas hubungan kalian ? " tanya Bagas lagi.


" Kalau gitu kamu salah paham. Maksud ayah sama Bunda tuh justru mengakhiri perjodohan kami. Kami sadar jika perasaan tak bisa dipaksakan. Aku hanya menganggap Alesha sebagai adik saja, tidak bisa lebih dari itu. Dan Alesha juga sadar kalau ternyata selama ini ia keliru mengartikan perasaannya. Ada orang lain di hatinya " jelas Evan yang tentu saja membuat Bagas tertegun.


" Eh iya, Gas... Tadi Lesha nyimpen hadiah buat kamu di kamar. Tadinya dia pengen kasih langsung, tapi kamu gak balik-balik. Udah gitu dihubungi susah. Makanya dia simpen di kamar kamu " tambah Evan memberi tahu Bagas.


Bagas segera berlari menaiki tangga menuju ke kamarnya. Bagas membuka pintu kamar, seketika matanya tertuju pada paper bag yang berada di atas tempat tidurnya.


Kartu ucapan yang tersimpan di dalam paper bag tak luput dari perhatian Bagas. Bagas meraihnya kemudian membaca rangkaian kata yang tertulis di dalamnya.


Bagas meremas kartu ucapan itu, rupanya selama ini dia sudah salah sangka dan salah mengambil langkah.


" Lesha... Maafin aku ! " lirih Bagas.


" Semua masih bisa diperbaiki selama kamu mau memperjuangkannya ! " suara Evan dari balik pintu membuat Bagas terperangah.


" Maksud Abang ? " tanya Bagas.


" Kamu bisa mengatakan yang sebenarnya. Kamu kan bisa susulin Alesha ke rumahnya. Tidak ada kata terlambat jika kita mau berusaha. Lagi pula, orang tua kita pasti sangat bahagia karena bisa menunaikan janji mereka dulu " jelas Evan sambil menepuk pundak sang adik yang tengah duduk di atas kasur.


Bagas seketika berdiri dan mengambil tas ranselnya kembali.


" Lho kamu mau kemana lagi ? " tanya Evan heran saat melihat Bagas bersiap kembali untuk pergi.


" Mau susulin Ayah sama Bunda lah. Bagas mau perjuangin Alesha ! " jawab Bagas tegas.


" Ya udah, Alesha memang layak kamu perjuangkan ! Hati-hati di jalan ! " seru Evan sambil memberikan kunci mobil miliknya.

__ADS_1


" Makasih ya, Bang ! " ucap Bagas sambil menyambar kunci mobil yang ada di tangan Evan.


Bagas melajukan mobil, ia ingin segera sampai di rumah Alesha dan meminta orang tuanya agar tidak membatalkan perjodohan, akan tetapi menggantikan Evan dengan dirinya agar bisa bersanding dengan Alesha.


Dan akhirnya setelah 3 jam waktu yang ditempuh oleh Bagas, ia sampai juga di rumah Alesha.


Mobil orang tuanya masih terparkir di depan rumah orang tua Alesha.


Bagas bergegas keluar dari mobil dan segera menuju ke dalam rumah. Namun baru saja, Bagas sampai di depan pintu ia bertabrakan dengan Alesha yang juga berjalan menuju ke luar rumah.


" Bagas ! " pekik Alesha tak percaya jika lelaki yang sejak pagi dicarinya kini berdiri di hadapannya.


Bagas seketika memeluk Alesha.


" Maafin aku, Lesha ! Aku pikir kamu menerima Bang Evan... Maaf aku salah menyimpulkan. Aku terlalu mencintai kamu, Alesha dan aku tak kuasa melihatmu bersama orang lain " ucap Bagas mengutarakan isi hatinya.


Alesha tersenyum mendengar pengakuan yang terucap dari mulut Bagas sendiri.


" Lesha juga minta maaf... Lesha terlambat menyadari jika perasaan Lesha ternyata untuk Bagas ! " sahut Lesha malu-malu.


" Ekhem... " terdengar suara deheman dari arah dalam ruangan.


Rupanya kedua orang tua mereka sedang memperhatikan mereka. Bagas dan Alesha melepaskan pelukan mereka.


" Wah, Dinda... Kayaknya kita tetep besanan ya ! " ucap Gea bahagia.


" Iya, Kak... Akhirnya janji kita bisa terwujud ! " sahut Adinda dengan senyum terukir di wajahnya.


" Iya, tapi pernikahan kalian baru bisa dilaksanakan 5 tahun lagi. Sekarang kalian fokus saja pada pendidikan kalian masing-masing ! " titah Zaid.


" Betul, kalian tenang saja. Jodoh tak akan pernah tertukar, walaupun terpisah tetapi selalu akan dipertemukan kembali " tambah Adrian.


Dan inilah akhirnya. Bagas dan Alesha bisa bernafas lega karena ternyata perasaan mereka berdua sama. Begitu pula dengan kedua orang tua mereka yang akhirnya bisa tetap menepati janji yang telah mereka buat. Seperti yang Adrian katakan bahwa jodoh tak akan pernah tertukar. Sebagaimana Adinda dengan Zaid, Adrian dengan Gea dan sekarang Alesha dengan Bagas.


...THE END...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alhamdulillah...


Finally, cerita ini bisa selesai juga 😊


Terima kasih author ucapkan untuk semua yang sudah mendukung selama ini. Yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk mampir dan membaca cerita ini. Semoga terhibur ya 🥰


Apalah artinya penulis tanpa pembaca, rasanya hampa... 😁 Ketika stuck dan kehabisan ide, lihat komentar reader buat author lebih semangat lagi. Sekali lagi author ucapin terima kasih untuk kalian para mood boosterkuh 😘😘


Buat yang masih ingin tahu & penasaran sama cerita Kyra, boleh mampir ya ke karya baru Author dengan judul Kyra dan Om Doteng. Jangan lupa, mampir ya !

__ADS_1


Author tungguin lho 😉🤗


Thank you, Love you all bestie 😘😘


__ADS_2