
Mohon maaf ya readers, author telat up. Soalnya author lagi gak enak badan nih. Kalau udah enakan, author usahain buat crazy up ya 😊
Happy reading all,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya Zaid memilih menuruti keìnginan Adinda untuk tinggal di rumah Adrian selama Zaid mengikuti penataran yang diadakan di kantor tempat Adrian dinas.
Dengan alasan agar ia tidak kesepian di hotel serta ia memiliki teman ngobrol bersama Gea di rumah Adrian sehingga Zaid mengabulkan permintaan sang istri tercinta. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh Zaid, yaitu selalu mengajak sang istri perang di ranjang.
Sudah hampir satu minggu, Adinda dan Zaid tinggal di rumah Adrian. Tentu saja hal itu membuat Gea merasa senang karena ia memiliki teman yang menemaninya di rumah. Ditambah dengan adanya bayi tampan nan lucu dan menggemaskan itu, membuat Gea selalu betah mengajaknya bermain.
" Seneng banget kayaknya main sama Evan " ucap Adinda saat melihat Gea bermain dengan Evan yang membuat Evan tertawa.
" Abis Evan lucu banget. Kok bisa sih kamu ngegemesin kayak gini " ucap Gea sambil menciumi perut Evan membuat Evan tertawa renyah.
Adinda hanya tersenyum melihat sikap Gea yang tak ingin berpisah dari Evan.
" Kakak buat dong satu yang kayak gini biar Evan ada temennya main " seru Adinda sambil tersenyum.
" Kakak tuh udah cocok kalau punya anak. Nikah gih sama Kak Adrian biar jodohnya Evan OTW " ucap Adinda sambil menyuapkan makanan pada Evan.
" Kamu nih ngomong apa sih ? " sahut Gea tersipu.
" Oh iya, kenapa kalian bisa jodohin Evan sama anak Adrian. Padahal kan Adrian belum punya anak, nikah juga belum " tanya Gea penasaran.
" Oh itu karena Kak Adrian yang minta sama Mas Zaid. Kak Gea tahu kan kalau Kak Adrian pernah selamatin aku dari pamannya sampai ketembak. Nah sebagai ucapan terima kasih, Mas Zaid janji buat jodohin anak kita nanti " jelas Adinda.
" Oh, jadi gitu ceritanya. Kalau Adrian gak punya anak perempuan ? " tanya Gea lagi.
" Mungkin dijodohin sama adiknya Evan, kali aja perempuan " Adinda terkekeh sendiri.
__ADS_1
" Lagian ini kan baru rencana Kak. Kita gak tahu ke depannya gimana. Kalau memang jodoh syukur kalau bukan... ya diusahakan aja dulu " tambah Adinda lagi santai sambil menyuapi Evan yang makan dengan lahap.
Gea tertawa kecil melihat Evan yang begitu semangat melahap makanan yang Adinda berikan.
" Duh, Evan... Laper apa doyan sih " ucap Gea gemas sendiri.
" Dua-duanya tante mertua " jawab Adinda mewakili Evan. Keduanya pun tertawa bersama.
...****************...
Adrian menapaki lift di sebuah perkantoran besar bersama dua orang pria yang tadi menghadang jalannya saat perjalanan menuju ke kantor. Mereka bergerak menuju ruangan orang nomor satu di perusahaan tersebut.
Dan disinilah akhirnya Adrian berada, di sebuah ruangan besar dan megah. Adrian duduk di sofa berhadapan dengan si empunya ruangan yang tak lain adalah ayah dari Gea, Tuan Alex Winaya seorang pemilik perusahaan properti terbesar di kota ini.
Tuan Alex menatap Adrian dengan seksama. Laki-laki tampan yang nampak gagah dengan seragam dinas yang melekat di tubuhnya. Laki-laki ini pula yang dengan sukarela menampung putri kesayangannya di rumahnya.
" Maaf nak jika saya sudah mengganggu waktu bekerja anda dan membuatmu tidak nyaman " ungkap pria paruh baya yang terlihat pucat itu sesekali ia terbatuk dan menutup mulutnya dengan sapu tangan.
" Ah, iya. Baiklah nak Adrian... Saya tidak akan berbicara banyak. Perkenalkan saya Alex Winaya. Mungkin nak Adrian sudah tahu jika saya adalah ayah dari Gea " ucapnya.
Adrian mengangguk membenarkan ucapan pria tua itu.
" Gea mungkin sudah menceritakan penyebab ia memilih pergi dari rumah... " tambahnya lagi.
Adrian kembali mengangguk, ia tidak ingin menyela ucapan pria yang nampak lemah itu.
Pria tua itu menghela nafas sembari menyenderkan punggungnya di sofa.
" Saya sangat menyayangi Gea, putri saya satu-satunya. Bahkan kerja keras saya selama ini hanyalah untuk Gea... " Tuan Alex kembali menghela nafasnya.
" Saya hanya menginginkan yang terbaik untuk putri saya itu. Karenanya saya menjodohkannya dengan laki-laki yang menurut saya pantas mendampinginya. Tapi ternyata itu justru membuatnya pergi. Padahal saya hanya ingin menyiapkan yang terbaik untuknya sehingga saya tenang jika tak lagi di sisinya " jelas pria itu kembali menghela nafasnya.
__ADS_1
Adrian hanya mendengar dan menyimak. Walaupun ia ingin bertanya mengenai ucapan pria itu yang terdengar ambigu.
" Maksud anda ? " Adrian akhirnya mengajukan pertanyaan.
" Sebenarnya ada hal yang saya rahasiakan dari Gea. Mengenai penyakit dan sisa umur saya yang tidak akan lama lagi. Saya menderita kanker paru stadium 4 dan kemungkinan usia saya tidak sampai satu tahun lagi.Karena itu, sebagai orang tua saya ingin anak saya bahagia dengan orang yang menurut saya pantas. Tapi ternyata saya salah. Justru di sisa hidup saya, Gea malah menjauhi saya " jawabnya.
" Lalu mengapa anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Gea ? " tanya Adrian lagi.
" Itu karena saya tidak ingin dia menjalani dengan terpaksa. Saya sangat tahu, jika Gea mengetahui apa yang menimpa saya, ia akan menerima begitu saja. Padahal saya ingin Gea saling mengenal dengan calon suami yang saya pilihkan sehingga tidak ada rasa terpaksa menerima karena keadaan saya. Saya hanya ingin yang terbaik untuk Gea dan bisa membuatnya bahagia. Itu saja ! " jelas Tuan Alex.
" Lalu, untuk apa anda meminta saya datang ? Untuk membujuk Gea agar kembali ke rumah ? Atau untuk meminta saya membujuk Gea agar mau menikah dengan laki-laki pilihan anda ? " tanya Adrian.
" Saya ingin nak Adrian bersedia menikahi Gea. Saya tahu, nak Adrianlah orang yang tepat untuk mendampingi Gea " jawabnya terus terang.
Adrian begitu tercengang dengan permintaan Tuan Alex. Ia tak menyangka jika Tuan Alex akan memintanya untuk menikahi Gea. Gadis yang sudah menemaninya selama ini, seorang gadis yang membuatnya nyaman dan bisa melupakan rasa cintanya kepada Adinda.
" Tapi... "
" Tolong, nak... Saya tahu Gea nyaman bersama anda, saya bisa melihat dari sinar matanya. Saya juga yakin nak Adrian bisa membahagiakan Gea. Bahkan saya tahu Gea sudah banyak berubah karena nak Adrian " ucapnya memotong ucapan Adrian.
" Bagaimana anda tahu Gea sudah berubah ? Anda memata-matai kami ? " tanya Adrian curiga.
Tuan Alex tertawa kecil.
" Apa lagi yang bisa dilakukan seorang ayah untuk menjaga putrinya. Jika tak bisa menjaganya dari dekat, setidaknya saya hanya bisa menjaganya dengan cara saya sendiri " ucapnya sarat arti.
Adrian bangkit dari duduknya membuat Tuan Alex terkejut.
" Jadi nak Adrian menolak permintaan saya ? " tanya Tuan Alex yang kini ikut berdiri.
" Anda tidak perlu repot meminta saya untuk menikahi Gea, karena saya sendiri yang akan membawa Gea ke hadapan anda untuk meminta restu. Tapi sebelumnya, biarkan saya meyakinkan diri saya sendiri tentang perasaan saya kepada Gea. Dan biarkan Gea juga meyakinkan perasaan dirinya " ucap Adrian tegas kemudian pamit undur diri daro hadapan Tuan Alex.
__ADS_1