Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 59


__ADS_3

Gea begitu terkesiap melihat gadis cantik yang kini berdiri di hadapannya.


" Halo, Kak... Kak Adriannya ada ? " tanya gadis itu ramah.


" Oh... Adrian udah pergi ke kantor. Adek ini siapa ya ? " tanya Gea sopan.


" Ah iya, saya Adinda Kak " ucap Adinda sopan sambil mengulurkan tangannya.


Deg...


Jadi dia ini perempuan yang selalu Adrian ceritakan...


Belum sempat Gea menjabat tangan Adinda, seorang pria tampan berjalan menuju ke arah mereka dengan menggendong seorang bayi yang tampan dan lucu.


" Sayang... Kok kamu tinggalin kita sih... ! " protesnya.


" Ah iya, maaf Mas. Tadinya Dinda mau tanya dulu Kak Adrian ada atau engga. Eh, Mas Zaid udah main nyusul aja " kilah Adinda.


Adinda kemudian mengambil Evan dari tangan Zaid. Bayi lucu itu tertawa saat sang ibu menggendongnya.


Gea hanya memperhatikan gadis muda yang tengah menggendong bayi tampan itu.


" Maaf ya Kak, kita jadi gangguin kakak ya " ucap Adinda merasa tak enak.


" Gak apa-apa kok, dek... Eh mba... "


" Panggil aja Dinda, Kak. Lagian umur Dinda kayaknya lebih muda dari kakak cantik " potong Adinda sambil tersenyum.


Gea membalas Adinda dengan senyuman canggung.


" Adriannya ada ? " tanya Zaid pada sang istri.


" Gak ada Mas, ke kantor " jawab Adinda.


" Tuh kan Mas bilang juga apa. Bunda nih gak bisa dibilangin sama suami. Padahal kan kita bisa langsung ke hotel tadi " omel Zaid.


" Ya ampun, Mas... Sekarang juga bisa kalau mau ke hotel " timpal Adinda merasa kesal dengan tingkah sang suami.


" Eh, kalau gitu nunggu Adriannya di dalam aja, Dinda " ajak Gea berjalan menuju ke dalam rumah.


Adinda dan Zaid mengikuti Gea masuk. Mereka kemudian duduk di sofa, sementara Gea membawakan mereka minuman.

__ADS_1


" Maaf ya kak, jadi ngerepotin " ucap Adinda merasa tak enak.


" Gak apa-apa kok, Dinda " sahut Gea dengan senyuman terukir di wajahnya.


" Oh iya, nama kakak siapa ? " tanya Adinda sesaat setelah meminum minuman yang dibuat Gea.


" Gea " jawab Gea singkat.


" Kak Gea ini calon istrinya Kak Adrian ya ? " tanya Adinda kepo.


" Bu... Bukan. Saya cuma teman Adrian saja " jawab Gea salah tingkah.


" Wah, padahal kakak ini cocok sama Kak Adrian. Dinda kira, Evan bakalan cepet ketemu sama ibu mertuanya "


Adinda tersenyum sementara Zaid hanya memerhatikan tingkah istrinya itu sambil sesekali menggelengkan kepala. Dan Gea hanya berusaha tidak menunjukkan wajah dengan semburat merah di pipinya.


Tak lama Adrian muncul dengan tergesa. Melihat Zaid disana, ia segera memberi hormat. Zaid membalas dengan memberikan hormat pula lalu bangkit dari duduknya dan memeluk Adrian.


" Apa kabar Adrian ? " tanya Zaid.


" Baik, Kapten... " jawab Adrian membalas pelukan Zaid.


Zaid melepaskan pelukannya, Adrian menatap Adinda dan bayi yang berada dalam pelukan Adinda.


" Evan baik-baik Om mertua " jawab Adinda mewakili Evan.


Adrian bergerak mendekati Adinda, bermaksud menggendong bayi tampan itu namun segera dihalangi oleh Zaid.


" Cuci tangan dulu, baru pegang Evan ! " seru Zaid begitu posesif dengan anaknya.


Adrian yang menyadari jika ia memang belum mencuci tangan, segera melangkahkan kaki menuju wastafel yang ada di dapur untuk mencuci tangannya. Dan setelahnya, ia bisa menggendong Evan dengan leluasa.


Adrian menggendong Evan penuh rasa sayang. Ia memang menyayangi bayi yang lucu itu sejak masih ada dalam kandungan Adinda. Bahkan ia berencana menjadi ayah sambungnya jika Zaid tidak selamat dulu. Tapi kenyataan berkata lain, sehingga ia menobatkan diri untuk menjadi mertua dari Evan kendati belum memiliki anak.


" Makanya cepetan nikah Kak, biar bisa gendong anak sendiri " sindir Adinda sambil bergelayut manja pada sang suami.


" Maunya gitu... Tapi calonnya belum ada " sahut Adrian.


" Ini calonnya di depan mata masih bilang belum ada " timpal Adinda melirik pada Gea.


" Kalo yang itu, belum dapet ijin " jawab Adrian asal sembari melirik Gea yang semakin memerah wajahnya.

__ADS_1


...****************...


Adinda dan Gea sudah nampak akrab meskipun baru saja bertemu. Mereka berdua kini asyik di dapur menyiapkan masakan untuk makan malam. Sementara para lelaki tengah sibuk berbicara di halaman depan sambil mengajak si bayi lucu.


Adinda sudah tahu apa yang terjadi pada Gea karena Gea sudah menceritakan ihwal keberadaannya berada di rumah Adrian.


Gea kini mengagumi Adinda karena di usianya yang masih muda, Adinda bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik.


Gea merasa malu sendiri, dulu di usianya saat seumur Adinda ia bahkan tidak pernah tahu cara merawat rumah atau pun memasak sebab semua sudah ada yang mengerjakan dan ia pun tak ingin kesusahan. Semuanya bisa ia dapatkan hanya dengan meminta kepada sang ayah.


" Kenapa Kak ? " tanya Adinda saat melihat Gea melamun.


" Kakak malu sama diri sendiri. Di usia kamu yang masih muda, kamu sudah bisa melakukan banyak hal. Mengurus suami, anak bahkan mengurus rumah. Tapi aku, aku baru belajar mengurus rumah saat sudah berada disini. Itu pun masih dibantu Adrian " jawab Gea berterus terang.


Adinda menepuk pundak Gea.


" Setidaknya kakak sudah mau berubah. Kakak sadar gak sih kalau Kak Adrian mungkin dikirim Tuhan untuk memperbaiki diri kakak. Dan mungkin juga Kak Gea dikirim Tuhan untuk melengkapi hidup Kak Adrian " ucap Adinda.


" Mana bisa begitu " sanggah Gea.


" Apa sih yang gak mungkin Kak... Kakak tahu, dulu Dinda sama Mas Zaid dijodohkan. Awalnya Dinda menolak keras. Gimana gak nolak kalau orang yang dijodohkan sama kita itu sahabat kakak Dinda sendiri dan sudah Dinda anggap sebagai kakak sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, kami bisa belajar saling menerima dan mencintai satu sama lain. Bahkan berhasil melewati kesulitan yang menimpa kami " kenang Adinda.


Gea yang sedikit tahu cerita tentang Adinda dari Adrian hanya memerhatikan gadis cantik itu.


" Kak Gea suka gak sama Kak Adrian ? " tanya Adinda to the point


Gea yang merasa ditodong dengan pertanyaan Adinda seketika menjadi salah tingkah. Tentu saja hal ini membuat Adinda yakin jika Gea memang menyukai Adrian.


" Kak... Dinda tahu kok kalau kakak suka sama Kak Adrian. Kak Adrian juga suka kok sama Kak Gea " ucap Adinda.


" Mana mungkin, Adrian suka sama kakak Dinda. Di hati Adrian cuma ada kamu " seloroh Gea tak sadar namun Gea segera menutup mulutnya begitu menyadari ucapannya.


" Maaf, Dinda... Aku hanya menyimpulkan dari cerita-cerita Adrian "


Adinda menatap Gea dengan teliti, lalu tersenyum penuh arti.


" Mungkin begitu Kak, tapi itu dulu. Kak Adrian bahkan mau menceritakan kisah hidupnya sama kakak itu berarti Kak Adrian merasa nyaman sama kakak " ucap Adinda bijak.


" Dinda sempat khawatir dengan keadaan Kak Adrian setelah apa yang dialaminya. Tapi ternyata semuanya berubah, dan Dinda yakin itu karena Kak Gea. Jadi Dinda mohon, tolong selalu ada di samping Kak Adrian ya ! " tambah Adinda.


Andai semua yang kamu katakan itu benar, Dinda

__ADS_1


Aku akan sangat bahagia berada di sisi Adrian untuk selamanya !


__ADS_2