Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 11


__ADS_3

Bagas tiba di rumah, selepas turun dari motor yang dituju oleh Bagas adalah Alesha. Bagas bergegas menuju tangga, namun baru menapaki anak tangga pertama Alesha terlihat menuruni tangga. Bagas menghentikan langkahnya dan menunggu Alesha turun.


Alesha terkejut melihat Bagas yang ada di ujung tangga. Laki-laki yang beberapa hari ini jarang ditemuinya di rumah. Laki-laki yang beberapa waktu ini mengganggu pikirannya. Mungkin benar yang diucapkan Bagas tempo hari, Bagas yang menyebalkan namun juga membuat rindu. Ah, sepertinya Alesha termakan tuah ucapan Bagas.


" Kamu mau kemana, Les ? " tanya Bagas saat Alesha kini berada di hadapannya.


Debaran rasa di dada Alesha berdetak kuat dan ia tak mau terlalu larut dalam perasaannya kepada Bagas.


" Mau jalan sama Bang Evan " jawab Alesha menetralkan rasa di hatinya saat menatap Bagas.


Bagas sedikit terkejut, namun segera menormalkan dirinya.


" Oh, mau jalan sama calon suami... Pantesan rapi banget ! " jawab Bagas menyembunyikan keterkejutannya dengan memasang senyuman tipis di wajahnya.


" Ya iyalah... Kan mau ngedate jadi harus rapi dong ! " sahut Alesha seolah-olah begitu bahagia.


" Ya udah kalo gitu. Have fun, hati-hati ya ! " seru Bagas sambil menepuk bahu Alesha kemudian menaiki tangga.


Alesha hanya menatap Bagas yang berlalu dengan senyuman kecut.


Ternyata... Cuma perasaanku aja. Aku pikir kamu punya perasaan padaku. Hah, dasar kamu bodoh Lesha ! Mana mungkin Bagas suka sama kamu ? Dia perhatian selama ini karena kamu ini calon kakak iparnya ! Lupain perasaan kamu belakangan ini !!


Alesha berbicara dengan dirinya sendiri, melihat sikap Bagas yang biasa saja membuat Alesha sedikit kecewa. Seolah Bagas tak menghiraukannya. Alesha pun segera berjalan menuju ke luar rumah.


Bagas menatap nanar kepergian Alesha dari atas tangga.


Harusnya aku tahu kalau aku tak mungkin ada dalam hati kamu. Hati kamu hanya untuk Bang Evan... Aku yang terlalu berharap banyak


Bagas menghela nafasnya, lalu menuju ke kamarnya. Bagas merebahkan diri di atas ranjangnya lalu memejamkan matanya.


Bayangan Alesha selalu berputar-putar di kepalanya. Alesha yang polos, ceria dan begitu berharap bisa bersama dengan Evan. Bagas teringat jika Evan sedang bersama dengan Freya tadi. Seketika Bagas bangkit dari ranjangnya lantas setengah berlari menuju lantai bawah.


" Ya, ampun Bagas... Hati-hati dong ! Memangnya mau kemana sih buru-buru gitu ? " tanya Adinda yang hampir saja tertabrak oleh Bagas yang menuruni tangga dengan tergesa.

__ADS_1


" Maaf, Bunda... " ucap Bagas sambil mengatut nafasnya yang terengah.


" Bunda lihat Lesha ga ? " tanya Bagas kemudian.


" Tadi udah pergi naik ojol. Katanya janjian sama kakak kamu " jelas Adinda.


" Ish... Gawat nih " celetuk Bagas spontan.


" Gawat kenapa ? " tanya Adinda heran.


" Eh, nanti deh Bagas jelasin sama Bunda. Bagas pergi dulu ya, Bun. Dah Bunda... Muah " pamit Bagas sambil mencium pipi sang ibu.


" Hati-hati ya, nak ! " seru Adinda pada Bagas yang kini telah berada di muara pintu.


" Siap, Bun " teriak Bagas kemudian menghilang di balik pintu.


Sebelum melajukan motornya, Bagas mencoba menghubungi Alesha namun tak dijawab. Akhirnya Bagas mengirim pesan pada Alesha menanyakan tempat yang dituju Alesha. Sementara Bagas mulai melajukan motornya ke arah cafe tempat ia tadi melihat Evan dan Freya.


Alesha telah sampai di depan sebuah mal, ia kemudian mencari restoran yang telah dishare oleh Evan. Saat ia membuka ponselnya, ia melihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Bagas selain itu ia juga melihat pesan yang dikirim oleh Bagas.


Evan melambaikan tangannya saat melihat Alesha. Dan Alesha pun segera menghampiri Evan.


" Maaf ya, Kak... Lesha terlambat soalnya macet banget " ucap Alesha berusaha setenang mungkin.


" Iya, gak apa-apa kok. Kita juga baru sampai " sahut Evan.


Jadi Kak Evan datang kesini bareng perempuan ini ?


" Ah iya, kenalin Les. Ini Freya, dia ini temen deket aku sejak masih di SMA " ucap Evan mengenalkan Freya.


Freya mengulurkan tangannya diikuti oleh Alesha yang menjabat tangan Freya.


" Freya " Freya mengenalkan dirinya.

__ADS_1


" Alesha " sahut Alesha.


" Jadi ternyata kamu ini ya yang udah dijodohin sama Evan. Kamu beruntung banget, Evan ini baik banget lho. Dia tuh sama aku aja perhatian apalagi sama kamu ya " ucap Freya menebak-nebak.


Alesha tersenyum tipis kemudian menatap Evan. Evan sendiri hanya tersenyum sedikit terpaksa. Freya menceritakan hubungannya dengan Evan yang terjalin sejak lama itu. Alesha hanya tersenyum simpul mendengarnya sementara Evan menatap Freya dengan tatapan memuja dan itu dapat ditangkap dengan jelas oleh Alesha.


" Mumpung kamu disini, jadi kalian bisa jelasin hubungan kalian berdua sama Marcel. So, dia gak akan cemburu lagi sama Evan " jelas Freya tanpa basa basi.


" Memangnya kenapa sampai pacar Kak Freya cemburu sama Kak Evan ? " tanya Alesha seolah tak tahu apa-apa.


Freya melirik Evan, lalu menatap Alesha.


" Marcel pikir aku ada hubungan sama Evan, padahal kami hanya bersahabat sejak SMA. Dia juga pikir kalau Evan itu suka sama aku padahal kan dia sudah dijodohkan sama kamu " jawab Freya sambil tertawa.


" Lalu jika Kak Evan tidak dijodohkan denganku, apa yang akan kakak lakukan ? " tanya Alesha lagi yang kemudian membuat Freya menghentikan tawanya. Begitu pun dengan Evan yang langsung menatap Alesha.


" Aku ? Tentu saja akan sama. Aku hanya menganggap Evan sahabat saja tidak ada perasaan lebih. Ku rasa Evan pun sependapat denganku. Benar kan Van ? " tanya Freya melihat ke arah Evan.


Evan yang sejak tadi menatap Alesha kini beralih menatap Freya.


" Hem... Tentu saja, tidak ada perasaan lebih " jawab Evan dengan senyuman palsu.


Alesha bisa melihat ada gurat kekecewaan di wajah Evan namun berusaha ia tutupi. Alesha kemudian bangkit dari duduknya.


" Lesha permisi ke toilet dulu Kak " pamit Alesha lalu segera menuju toilet.


Alesha meneteskan air matanya sesaat setelah berada di dalam toilet.


Bodoh... Dasar kamu bodoh Alesha !! Apa yang kamu harapkan ? Cintanya jelas bukan untuk kamu !


Alesha merutuki dirinya sendiri yang masih berharap dalam hubungannya dengan Evan. Hingga kemudian ia teringat Bagas. Seandainya saja ada Bagas, tentunya ia akan selalu ada di samping Alesha.


Bagas... Kamu dimana ? Aku butuh kamu !!

__ADS_1


Rasanya Alesha merasa diabaikan oleh Bagas dan itu lebih menyakitkan ketimbang diabaikan oleh Evan. Itulah yang saat ini Alesha rasakan. Bahkan ia bersikap tak acuh pada Bagas tadi untuk mengusir rasa yang mengusik hatinya. Rasa yang ia yakini tak seharusnya ada diantara mereka.


Alesha menghapus air matanya kemudian mencuci wajahnya agar terlihat segar. Ia keluar dari toilet, namun seseorang menghalangi jalannya. Ia mengangkat kepala dan terkejut melihat sosok yang ada di hadapannya.


__ADS_2