Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 58


__ADS_3

Satu bulan sudah Gea tinggal di rumah Adrian. Adrian sudah mengetahui masalah yang dialami Gea. Gea seorang anak tunggal dari pengusaha terkenal di kota ini. Gea kabur dari rumah karena tidak ingin dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Orang-orang yang waktu itu mengejar-ngejar Gea merupakan orang-orang suruhan sang ayah.


Entah ada masalah apa, sehingga sang ayah belakangan ini selalu memintanya untuk segera menikah bahkan senantiasa menjodohkannya dengan anak dari koleganya kendati Gea menolak keras.


Dan puncaknya Gea memilih pergi dari rumah setelah tanpa persetujuannya sang ayah menerima pinangan dari salah satu koleganya.


Adrian semula tidak mengijinkan Gea tinggal bersamanya. Namun Gea memohon dengan sangat agar Adrian mengijinkannya tinggal di sana. Bagi Gea, rumah Adrian merupakan tempat yang dirasa aman dari jangkaun sang ayah. Itu terbukti karena tidak ada orang suruhan sang ayah yang datang untuk membawanya pulang.


Sebagai balas jasa karena sudah diijinkan tinggal oleh Adrian, Gea bersedia membantu pekerjaan rumah Adrian meskipun sebagai nona besar ia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi ia rela melakukannya meskipun tak jarang justru Adrianlah yang banyak membantunya.


" Gea, aku mau ke super market. Ada yang mau kamu beli ? " tanya Adrian.


" Aku boleh ikut ya ? Aku bosan di rumah terus " pinta Gea dengan puppy eye membuat Adrian tak kuasa menolak. Dan akhirnya, keduanya pun berangkat menuju super market.


Sesampainya di super market, mereka langsung berbelanja barang-barang kebutuhan pokok. Disaat tengah asyik berbelanja, mereka dikejutkan oleh kedatangan ayah dari Gea yang menghampiri mereka.


" Gea... Papi kangen nak " ucap pria tua itu mencoba mendekati sang anak.


" Papi... " ucap Gea tercengang melihat keberadaan sang ayah di dekatnya.


Gea memegang erat lengan Adrian sambil menatap sang ayah. Ingin rasanya ia berlari memeluk sang ayah karena ia pun merasakan hal yang sama. Namun teringat apa yang telah ayahnya lakukan, ia menahan dirinya.


Adrian menatap ke arah Gea dan pria di hadapan mereka secara bergantian.


" Ayo, Adrian kita pergi dari sini ! " seru Gea membawa troli belanjaan mereka mundur.


" Tunggu, Gea... Kita perlu bicara. Maafkan papi nak " ucap pria itu menahan troli yang ditarik Gea.

__ADS_1


" Gak ada yang perlu dibicarakan lagi, Pi... " ucap Gea memilih berlalu untuk menghindari ayahnya.


Adrian menundukkan kepalanya kepada pria itu kemudian memilih mengikuti Gea yang sudah berlalu.


" Tunggu, nak ! " tahan pria itu membuat Adrian menghentikan langkahnya.


" Tolong, jaga Gea. Saya titipkan dia kepadamu ! " ucapnya lagi dengan tatapan memohon sesekali ia terbatuk dan menarik nafasnya dengan berat.


Adrian tak mengucapkan sepatah kata pun, ia hanya menatap pria tua yang begitu ringkih di hadapannya itu. Seorang ayah yang begitu merindukan sang anak. Adrian menganggukkan kepala, tak lama ia meninggalkan pria itu dengan berbagai pertanyaan terlintas di pikirannya.


Gea menyeka air mata yang luruh di pipinya. Mencoba mengatur nafasnya untuk menenangkan gemuruh rasa di hatinya.


" Maafin Gea, pi... Maaf... "


" Kalau sedih gak usah ditahan. Kalau kangen juga bilang aja. Mengakui lebih dulu gak berarti kalah dan lemah kok. Lagian masa kamu gak kasihan sama ayah kamu ? Udah tua gitu, pasti pengen ditemenin sama anaknya lah. Mending kalau umurnya panjang. Jangan sampai kamu nyesel nantinya " ucap Adrian yang kini telah berada di sampingnya.


" Aku emang gak tahu masalah kamu sama ayah kamu. Tapi aku yakin semua pasti ada alasannya... Mungkin yang kalian berdua butuhkan hanyalah keterbukaan satu sama lain " tambah Adrian lagi membuat Gea terhenyak.


Adrian menepuk bahu Gea.


" Woi, gak usah banyak mikir. Cukup tanya hati kecil kamu dan kamu ikuti apa yang hati kamu mau " ucap Adrian lagi, kemudian membawa troli yang telah terisi penuh dengan belanjaan menuju ke kasir.


...****************...


Adrian bersiap untuk pergi ke kantor. Kini Gea sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga bahkan sedikit-sedikit ia sudah bisa memasak. Walaupun hanya memasak mi instan, telur goreng dan nasi goreng.


" Gea... Nanti aku pulang agak malam. Kamu langsung kunci saja rumahnya, aku bawa kunci cadangan kok " ucap Adrian memberi tahu Gea.

__ADS_1


" Tumben pulang malam, ada masalah ? " tanya Gea penasaran.


" Gak ada masalah sih, cuma aku harus menyiapkan acara pembekalan para perwira untuk lusa nanti. Oh iya, aku lupa bilang. Besok ada tamu penting yang datang ke rumah, mungkin mau nginep disini. Jadi tolong kamu rapihin kamar yang di sebelah kamar kamu ya ! " seru Adrian.


" Tamu penting ? siapa ? " tanya Gea ingin tahu.


" Adinda sama suami dan anaknya mau datang besok. Memang gak bilang mau nginep disini sih tapi gak ada salahnya kan kalau disiapin dulu. Siapa tahu mereka mau nginep disini " jawab Adrian tanpa ada yang ditutupi.


Pikiran Gea berkelana saat mendengar Adrian mengucapkan nama Adinda. Rasanya begitu sakit, meskipun ia tak tahu mengapa.


" Hei, Gea ! Kamu gak apa-apa kan? " tanya Adrian saat melihat Gea yang malah melamun.


" Eh, iya... Aku gak apa-apa kok... " jawab Gea menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.


" Yakin gak apa-apa ? " tanya Adrian khawatir.


" Iya, aku gak apa-apa. Kamu cepetan pergi sana, nanti kesiangan lagi " seru Gea menutupi kegalauannya.


" Ya udah. Aku pergi dulu ya ! " pamit Adrian lalu bergegas masuk ke dalam mobil dan segera melajukannya.


Sepeninggal Adrian, Gea segera masuk dan mulai merapikan kamar yang memang disiapkan Adrian untuk Adinda.


Gea mengetahui cerita tentang Adinda dari Adrian sendiri. Adrian pernah bercerita jika ia pernah mencintai seorang wanita namun wanita itu tak diciptakan untuknya. Dan Gea bisa menebak jika wanita itu adalah Adinda.


" Hah... Kenapa aku jadi kepikiran perempuan itu sih ? Kayak apa sih perempuan yang namanya Adinda itu sampai Adrian rela mengorbankan dirinya sendiri " Gea berbicara dengan dirinya sendiri sambil membereskan kamar.


" Ya ampun, ngapain jadi mikirin dia sih ? Aih Gea... Wake up ! Kamu itu kenapa mikir macem-macem. Adrian mau ngapain juga itu urusannya sendiri, masa iya kamu cemburu sama perempuan bernama Adinda itu ? Emangnya kamu siapanya Adrian sih " Gea mengoceh sendiri sambil mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


Gea segera keluar dari kamar setelah merapikan kamar yang dikhususkan untuk Adinda dan keluarga kecilnya. Ia kemudian merapikan rumah dan setelahnya ia menyiram tanaman yang berada di halama rumah Adrian.


Saat sedang asyik menyiram tanaman, tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


__ADS_2