Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
AKZ part 61


__ADS_3

Adrian memilih kembali ke rumah ketimbang menuju kantor. Ia meminta ijin tidak masuk bekerja. Adrian memasuki rumah dan mendapatkan Adinda beserta Gea juga Evan di halaman belakang sedang asyik berbincang.


Adrian hanya menatap keduanya dari tempatnya berdiri dengan senyum samar. Dua orang wanita yang amat berarti untuknya. Yang satu wanita masa lalunya dan yang satu wanita masa depannya.


Adinda dan Gea tak menyadari kehadiran Adrian sampai akhirnya Adinda melihat sosok Adrian sedang memerhatikan mereka dari balik jendela.


Adinda melambaikan tangannya saat melihat Adrian memerhatikan mereka. Adrian pun melangkahkan kaki untuk mendekat.


" Kak Adrian kok udah pulang ? " tanya Adinda heran karena Adrian sudah berada di rumah padahal hari baru saja beranjak siang.


" Iya, tadi ada urusan mendadak jadi sekalian aja cuti " alasan Adrian.


" Oh gitu... Eh, Dinda mau tidurin Evan dulu ya kak, kayaknya Evan ngantuk deh " ucap Adinda lalu membawa Evan yang ada dalam gendongan Gea.


" Kak Adrian sama Kak Gea, ngobrol dulu aja berdua... " tambah Adinda kemudian melipir menjauhi mereka.


" Din, nanti kalau Evan udah tidur kamu turun ya ! Kita ngobrol bareng " titah Gea.


" Iya kak, kalau gak ikutan tidur sama Evan. Lagian kalian berdua butuh quality time bareng " sahut Adinda sambil terkekeh.


Gea menggeleng-gelengkan kepala sementara Adrian hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Suasana berubah menjadi canggung diantara keduanya.


" Ng... Kamu mau kopi gak ? Aku bikinin ya ! " ucap Gea menetralkan suasana.


" Boleh, tapi jangan terlalu banyak gula " seru Adrian.


" Tumben gak mau banyak gula " heran Gea.


" Iya, soalnya yang mau bikinin udah manis entar takut kemanisan " sahut Adrian menatap Gea.


" Ih... Gombalnya gak nempat tahu ! " sela Gea dengan perasaan berbunga-bunga.


" Aku buatin yang biasa aja ya ! " ucap Gea beranjak dari duduknya.


" Terserah kamu aja, Ge... Apapun yang kamu buat, aku minum kok " sahut Adrian santai.


" Termasuk kalau aku campurin racun, mau diminum juga ? " ucap Gea terkekeh sendiri.


" Kalau itu bikin kamu bahagia, aku lakuin " timpal Adrian membuat Gea seketika bungkam.


" Iih... Ngomong apaan sih kamu. Mana ada aku mau racunin kamu " balas Gea kemudian sambil berjalan menjauhi Adrian menuju ke dapur.


" Gak dikasih racun juga kayaknya aku udah kena racun kamu, Ge... " gumam Adrian menarik sudut bibirnya.


Tak lama berselang, Gea kembali membawakan secangkir kopi untuk Adrian.


" Terima kasih calon istriku " ucap Adrian dengan senyum manis.


" Hah...? Kamu ngomong apa barusan ? " tanya Gea tak fokus dengan ucapan yang baru saja dilontarkan Adrian.

__ADS_1


" Terima kasih... " jawab Adrian kembali.


" Iya, sama-sama " sahut Gea dengan senyum manis yang memperlihatkan lesung pipinya.


" Gea... "


" Iya, kenapa ? Kopinya kurang manis ? " tanya Gea merasa tak enak.


" Belum diminum, masih panas " jawab Adrian sambil menunjuk kopi yang ada di meja.


" Oh iya, he...he... "


" Ada yang mau aku bicarakan, penting ! " ucap Adrian serius.


" Mau ngomongin apa ? " tanya Gea, kedua alisnya saling bertaut.


" Em... Ah gak jadi " jawab Adrian ragu-ragu.


" Ck... Ya ampun tinggal ngomong aja, apa susahnya sih " gerutu Gea memutar bola matanya.


" Memangnya kamu mau denger ? " tanya Adrian lagi.


Gea mengangguk mengiyakan.


" Mau aja atau mau banget ? " goda Adrian sambil melirik Gea.


" Yakin mau denger ? " tanya Adrian lagi.


" Iya, Adrian... Ada apa sih ? " tanya Gea penasaran.


" Tapi ada syaratnya ! " ucap Adrian enteng.


" Hih... Iya, iya... " jawab Gea tak sabar.


" Kalau aku udah ngomong, kamu harus jawab iya ! Gimana ? Masih mau denger ? " tanya Adrian kembali.


" Ah, kayaknya gak usah ngomonglah. Ribet ! " sahut Gea kesal.


" Beneran nih ? Nanti nyesel lho " ungkap Adrian lagi masih menggoda gadis cantik di depannya yang kini melipat tangan di dada serta memasang raut wajah tak bersahabat.


" Tau ah... " Gea memalingkan wajahnya dari Adrian.


" Kalo cemberut gitu tambah cantik deh " ucap Adrian lagi belum berhenti menggoda Gea.


" Adrian, ih ... " pekik Gea kesal sambil berusaha mencubit lengan Adrian.


Adrian menghindar dan dengan cepat menangkap tangan Gea lalu menggenggam jemarinya.


" Kalau aku bilang, suka sama kamu. Kamu percaya ? Dan kalau aku minta kamu jadi istri aku, apa kamu bersedia ? " tanya Adrian sambil menatap ke dalam bola mata Gea yang berwarna coklat gelap itu.

__ADS_1


Tak ada kata yang terucap dari bibir Gea. Gea hanya terpaku mendengar apa yang baru saja Adrian ucapkan. Matanya beradu pandang dengan mata Adrian.


Gea menarik tangannya dari genggaman tangan Adrian namun Adrian menahannya. Membuat Gea menjadi salah tingkah.


" Ini gak lucu Adrian... " elak Gea.


" Siapa yang ngelucu ? Aku serius ! " tegas Adrian.


Gea melepaskan tangannya dari genggaman Adrian sambil menggelengkan kepala dan menghela nafasnya.


" Kalau kamu hanya mencari pelarian cinta kamu. Maaf aku gak bisa terima... " tolak Gea lirih.


" Coba kamu pikir, kita baru aja kenal dan kamu masih berusaha lepas dari bayang-bayang Adinda, cinta pertama kamu. Apa kamu percaya kalau cinta bisa datang tiba-tiba ? Lalu apa namanya jika itu bukan pelarian " sanggah Gea lagi.


" Aku gak pernah mencari pelarian. Waktu perkenalan kita memang singkat dan tak diduga sama sekali. Tapi aku merasa nyaman bersamamu. Dan aku yakin menjalani hidupku bersamamu. Adinda memang cinta pertamaku. Tapi kamu, aku sangat ingin kamulah yang jadi cinta terakhirku... " jelas Adrian.


Adrian meraih tubuh Gea yang berdiri membelakanginya kemudian memeluknya.


" Apa kamu gak bisa rasain detak jantung aku yang selalu berdetak tak karuan saat di dekatmu. Bibir bisa bicara bohong, tapi hati tidak. Aku mencintaimu Gea " sebuah pengakuan manis dari Adrian membuat mata Gea mengembun seketika.


Adrian memutar tubuh Gea, membuat gadis cantik itu menghadap ke arahnya.


" Hei... Kenapa nangis ? Ucapanku salah ? " tanya Adrian bingung melihat air mata sudah mengaliri pipi Gea.


" Hiks... Aku takut... Kalau ini cuma mimpi ! Aku takut, saat aku bangun nanti semua ini berakhir " ucap Gea membenamkan wajahnya ke dada Adrian.


Adrian tersenyum, ia mengelus punggung gadis cantik yang masih terisak di pelukannya.


Cup...


Adrian mencium pipi Gea, membuat Gea reflek mengangkat wajah serta membulatkan matanya.


" Bukan mimpi kan ? Masih gak percaya ? " tanya Adrian kemudian mencium pipi Gea kembali.


" Ih... Adrian ! " Gea mendorong tubuh tegap Adrian.


Adrian menyeka air mata di pipi Gea lalu menangkup kedua pipi Gea dengan telapak tangannya.


" Jadi sekarang jawab pertanyaanku. Apa kamu siap dan bersedia menjadi istriku ? " tanya Adrian menatap wajah Gea dengan teduh.


Gea menganggukkan kepalanya.


" Ya, aku mau Adrian... Aku mau jadi istrimu yang selalu setia menemanimu hingga akhir hidup kita nanti " jawab Gea pasti lalu memeluk Adrian dengan erat.


" Terima kasih sudah menerimaku. Aku akan selalu membahagiakanmu " ucap Adrian mengecup pucuk kepala Gea.


Dari balkon kamar, Adinda tersenyum haru melihat Adrian dan Gea.


" Kamu berhak bahagia, Kak... Dan aku yakin kalian pasti bahagia ! "

__ADS_1


__ADS_2