Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 12


__ADS_3

Mata Alesha membelalak saat melihat sosok yang berdiri di hadapannya.


" Bagas... " ucapnya dengan mulut terbuka.


Bagas bergegas meraih tangan Alesha.


" Ayo, kamu ikut aku ! " seru Bagas sambil menarik Alesha untuk segera pergi.


" Gak bisa, Gas... Lesha ada urusan sama Kak Evan " tolak Alesha menahan tangan Bagas.


Penolakan Alesha sontak membuat Bagas segera melepaskan genggamannya di tangan Alesha.


" Ternyata kamu memang cinta banget ya sama Bang Evan ! " ucap Bagas sembari menyeringai.


" Padahal kamu tahu kalau... " Bagas tak meneruskan ucapannya.


" Kalau apa, Gas ? " tanya Alesha menatap Bagas.


" Ah, udahlah... Lagipula aku sudah tahu akhirnya seperti apa. Aku cuma khawatir sama kamu " jawab Bagas menyudahi ucapannya.


" Aku ditungguin Kak Evan dan Kak Freya " ucap Alesha sambil melihat ke arah restoran.


" Apa ? Bang Evan sama Freya ? " tanya Bagas tak percaya.


" Iya... Kita disini mau jelasin sama pacarnya Kak Freya kalau Kak Evan sama Kak Freya gak ada hubungan apapun " jelas Alesha. Entah mengapa ia tak ingin Bagas salah paham.


" Hah ? Jelasin sama pacarnya Freya ? Terus kamu mau aja gitu ? Emang luar biasa ya Bang Evan ! " gerutu Bagas tak terima.


" Ya udah, gak apa-apa Gas... Kasihan Kak Freya " ucap Alesha.


Kasihan ? Harusnya kamu kasihan sama diri kamu sendiri Les... Bang Evan tuh suka, cinta sama Freya... batin Bagas menatapi Alesha dengan tatapan sendu.


" Hei... Kok ngelihatin Lesha kayak gitu sih ? "


" Udahlah... Kamu memang seharusnya sama Bang Evan. Percuma juga aku disini ! " ucap Bagas lantas membalik badannya bersiap meninggalkan Alesha.


" Tunggu, Gas ! Tungguin aku sebentar aja. Setelah semuanya selesai, aku jelasin sama kamu " Alesha berujar sambil berupaya menahan langkah Bagas.


" Buat apa Les ? Kalau hanya untuk menyakiti sebaiknya tidak perlu membuat menunggu ! " ucap Bagas kemudian melepaskan tangan Alesha yang menahannya.


" Bagas... Bagas... " panggil Alesha namun Bagas seolah tak mendengarnya. Bagas terus menjauh darinya.

__ADS_1


Maafin aku, Gas... Aku hanya mencoba meyakinkan hati. Memantapkan rasa kepada siapa sebenarnya pemilik hati ini.


Alesha tidak mencoba mengejar Bagas. Baginya ada hal penting yang harus dilakukannya. Memastikan perasaan Evan juga perasaannya sendiri. Hingga akhirnya, Alesha yakin siapa yang sebenarnya ada dalam hatinya.


Alesha menghembus kasar nafasnya, sambil melihat Bagas yang hanya terlihat punggungnya saja.


" Lesha... Kamu darimana aja ? Kok lama banget ? " tanya Evan yang tiba-tiba berada di dekat Alesha.


" Eh, iya Kak... Antri di toiletnya " jawab Alesha menyembunyikan fakta yang terjadi sebelumnya.


" Ya udah, yuk ! Marcel udah datang " ucap Evan lalu menggenggam tangan Alesha dan membawanya masuk ke dalam restoran.


Alesha ikut masuk bersama Evan, satu hal yang Alesha tahu rasanya berbeda saat Bagas dan Evan memegang tangannya. Jantungnya berdetak tak karuan jika bersama dengan Bagas tapi bersama Evan rasanya biasa saja.


Evan membawa Alesha duduk bersamanya di hadapan Marcel dan Freya. Freya menjelaskan siapa Alesha yang dibawa oleh Evan. Meskipun awalnya tak percaya, namun akhirnya Marcel bisa menerima. Hubungan Marcel dan Freya kembali berjalan seperti sebelumnya tetapi tidak dengan hubungan Evan dan Alesha.


Kini, Alesha tahu kepada siapa hatinya bermuara. Alesha kini menyadari jika rasa yang ada selama ini kepada Evan hanyalah rasa kagum bukan rasa cinta.


Alesha dan Evan kini tinggal berdua di restoran. Freya dan Marcel sudah lebih dulu pergi setelah mendengar penjelasan mereka.


Evan menatap kepergian Freya dan Marcel dengan tatapan tak terartikan. Setelah semua yang ia lakukan untuk Freya, ternyata inilah yang ia dapatkan. Rasa sakit saat ia harus menerima kenyataan bahwa tidak ada yang tersisa untuknya selain kata persahabatan.


Sungguh miris memang tapi ia harus menerima semuanya. Disaat ia mencintai seseorang disaat yang bersamaan ia pun melukai yang lainnya. Oleh karena itu, Evan dengan segenap hati meminta maaf pada gadis cantik di hadapannya saat ini karena sudah membawanya ke dalam masalahnya bahkan tak tertutup kemungkinan jika ia sudah melukainya.


" Gak apa, Kak... Lesha seneng kok bisa bantuin Kak Evan " ucap Alesha santai.


" Lesha... Sebenarnya... " Evan tidak meneruskan ucapannya. Ia hanya menatap gadis cantik di depannya itu.


Alesha tersenyum dengan manis,


" Kak... Jangan bohongi hati Kakak, sebaiknya Kakak jujur dengan perasaan Kakak sendiri... Karena sesuatu yang dimulai dengan kebohongan hanya akan menyakiti yang lain " ucap Alesha sengaja menyindir Evan.


" Maksudnya ? " tanya Evan dengan kening yang berkerut.


" Kak... Lesha tahu kalau selama ini, Kakak berat menjalani hubungan kita tapi Kak Evan tak bisa menolaknya. Lesha tahu kalau Kak Evan sangat menghormati kedua orang tua kita. Tapi jangan jadikan itu alasan karena hanya akan menyakiti perasaan kita, orang tua kita, bahkan juga menyakiti ... " Alesha menghentikan ucapannya.


" Sudahlah, Kak... Lesha sudah ikhlas jika perjodohan kita batal. Mungkin itu jalan yang terbaik " sambung Alesha kemudian.


" Maafkan aku, Lesha ! Kamu memang gadis yang baik. Kalau saja aku bisa mengenalmu lebih dekat, mungkin hatiku bisa berpaling " sahut Evan dengan nada penyesalan.


" Tidak perlu meminta maaf Kak... Lesha justru bersyukur dengan keadaan ini, Lesha bisa tahu perasaan Lesha yang sebenarnya " tukas Alesha bijak.

__ADS_1


" Lalu... Siapa laki-laki yang beruntung itu ? " tanya Evan.


Alesha tersenyum saat Evan menanyakan hal itu. Ya, kini Alesha yakin jika ternyata Bagaslah yang telah memenangkan hatinya.


" Apakah Bagas ? " tebak Evan.


" Mungkin Kak... " ucap Alesha dengan senyuman tersemat di wajah cantiknya.


" Kalau gitu, Lesha pulang ya Kak ! " tambah Alesha kemudian beranjak dari kursi.


" Lesha tunggu ! Kita pulang bareng aja, lagi pula aku gak ada kegiatan lain lagi " seru Evan yang ikut beranjak juga.


" Oh, gitu... Ya udah, ayo Kak ! " ajak Alesha.


Mereka berdua pun akhirnya meninggalkan restoran bersama-sama.


Bagas memperhatikan Alesha dan Evan yang berjalan berdampingan. Setelah tadi menjauh, Bagas tak sepenuhnya pergi. Ia melihat dan mengamati gerak-gerik Alesha dari jauh. Mengharapkan hal manis yang akan didapatnya justru kenyataan yang ditemuinya begitu pahit. Hingga akhirnya Bagas memutuskan untuk mundur teratur. Belajar mengikhlaskan wanita yang selama ini mengisi hatinya.


...Awal pertemuan kau sangat peka padaku...


...Dan itu dulu Rasa yang terlalu dalam...


...Kau buatku smakin bodoh......


...Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya...


...Terluka tapi tak berdarah...


...Ajarkan aku... Cara tuk melupakanmu...


...Bila membencimu tak pernah cukup...


...Tuk hilangkan kamu...


...Ajarkan aku... Sebelum merusak ke dalam-dalamnya...


...Sebelum aku trauma...


...Mencintai sosok yang baru lagi...


^^^( Ajarkan Aku- Arvian Dwi )^^^

__ADS_1


Setelah Alesha dan Evan meninggalkan restoran, Bagas pun ikut meninggalkan tempat itu. Bagas berlalu dengan perasaan pilu.


Alesha ? Apa aku salah jika menginginkanmu ? Tak adakah tempat untukku dihatimu ? Sebesar itukah rasa cintamu padanya hingga kamu dengan tangan terbuka menerimanya walau ia telah menyakitimu ?


__ADS_2