
Adinda baru saja selesai membersihkan diri setelah 'beramah tamah' dengan sang suami yang kini malah tertidur pulas bersama sang anak.
" Mas... Bangun, bebersih dulu sana ! " ucap Adinda sambil menggoyang tubuh Zaid yang masih polos dan tertutup selimut.
" Hem... Bentar lagi ya sayang " jawab Zaid tanpa membuka matanya.
" Ish... Kebiasaan, mandi dulu Mas ! " seru Dinda lagi kali ini mengangkat tangan Zaid.
Namun justru Zaid lah yang menarik tubuh Adinda hingga menimpanya.
" Kamu wangi... Sekali lagi ya ! " bisik Zaid sambil menghirup aroma sabun yang menguar dari tubuh Adinda.
Adinda memukul dada Zaid membuatnya langsung membuka mata.
" Dah bangun kan ? Cepetan mandi sana ! Evan bentar lagi bangun lho " seru Adinda mencoba lepas dari pelukan Zaid.
" Iya, iya sayang ini udah bangun. Yang bawah juga udah bangun lagi " ucap Zaid dengan sedikit menarik ujung bibirnya.
" Ih, mesum terus pikirannya. Ayo Mas, katanya kalau tugas Mas udah selesai mau ajakin jalan-jalan " rengek Adinda.
" Iya, iya... Istriku yang cantik. Apa sih yang enggak buat kamu " ucap Zaid lalu ******* bibir Adinda.
" Hish... Udah ah Mas. Lama-lama minta double up ini " gerutu Adinda melepaskan tautan bibir mereka.
Zaid menggaruk kepalanya,
" Double up apa sayang ? " tanya Zaid penasaran.
" Double up jatah ramah tamah... " celetuk Adinda sambil memutar bola matanya malas membuat Zaid langsung terkekeh.
Tak menunggu lama ia pun mengecup sekilas bibir sang istri lalu beranjak menuju kamar mandi.
" I love you Nyonya Zaid... ! YOU ARE MY EVERYTHING !" ucap Zaid mendadak kembali menghampiri Adinda lalu mencium pipi Adinda dan bergegas masuk ke kamar mandi kembali.
Adinda tersenyum sambil menggelengkan kepala. Suaminya itu selalu bisa membuatnya merasa berharga dan dicintai. Walaupun sikapnya dingin diluar tapi selalu hangat dan memberikan kenyamanan baginya dan anaknya.
" I love you more, Mas " gumam Adinda dengan senyuman yang merekah.
...****************...
Hari menjelang sore. Akhirnya Zaid, Adinda dan Evan pergi menuju restoran yang berada di bagian utara kota kembang.
" Senang gak ? " tanya Zaid saat membawa Adinda masuk ke area restoran.
__ADS_1
" Seneng banget. Makasih ya Mas " jawab Adinda sambil menikmati pemandangan yang begitu indah.
" Evan juga seneng. Makasih ya Ayah " tambah Adinda lagi sambil tersenyum dan menggerakkan tangan mungil sang anak yang menengadah ke atas tertarik melihat lampu-lampu yang gemerlapan.
Zaid mengecup pucuk kepala Adinda, lalu berjalan sambil memeluk mesra pinggang Adinda.
" Din... Dinda ... " panggil seseorang membuat Adinda menolehkan wajah ke arah datangnya suara.
" Sini, Din ! " ucapnya melambaikan tangan.
" Mas, itu ada Kak Gea sama Kak Adrian " tunjuk Adinda, Zaid mengikuti arah jari sang istri lalu melihat Adrian dan Gea tersenyum.
" Terus kamu mau gabung ? Kayanya pengen quality time " tanya Zaid sedikit mendumel.
" Gak apa-apa lah Mas, jarang-jarang makan bareng mereka. Lagian sekalian Dinda mau tanya perasaan Kak Adrian yang sebenarnya sama Kak Gea. Dinda kan udah janji sama Kak Gea " jawab Adinda santai.
Zaid mencekal lengan Adinda,
" Sebaiknya kita gak terlalu jauh ikut campur urusan mereka. Mas gak mau nanti Gea salah paham sama kamu, sayang ! " seru Zaid setengah berbisik.
Adinda memegang tangan Zaid dengan lembut.
" Gak akan ada salah paham Mas... Percaya sama Dinda, Ok ! " ucap Adinda sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Kita gak ganggu kalian kan ? " tanya Adinda sambil duduk di depan Gea, dan Zaid duduk di depan Adrian.
" Engga kok, malahan seneng banget bisa rame-rame. Iya kan Evan ? Sini Tante Gea gendong " ucap Gea menjulurkan tangannya mengangkat Evan dari gendongan Adinda.
" Iya, tante mertua " jawab Adinda sambil memberikan Evan kepada Gea yang sudah mendekatinya.
" Dinda sekarang waktunya kamu tanya sama Adrian ya ! Aku bawa Evan jalan-jalan dulu " bisik Gea sambil membawa Evan.
" Aku bawa Evan keliling dulu, ya ! " ucap Gea yang langsung tancap gas berkeliling membawa Evan.
" Mas, tolong pesenin makanan dong ! " ucap Adinda memohon pada Zaid.
" Kamu mau apa sayang ? " tanya Zaid mesra.
" Apa aja yang Mas Zaid pilihin Dinda pasti suka " jawab Adinda manja.
" Ya udah, Mas pesenin dulu. Kalian sudah pesan ? " tanya Zaid pada Adrian.
" Sudah, Mas. Tinggal nunggu dianter " jawab Adrian.
" Aku ke depan dulu, ya " Zaid beranjak dari duduknya.
__ADS_1
" Jangan lama-lama ya, Mas ! " seru Adinda.
" Iya... Jangan nakal " sahut Zaid kembali mencium kepala sang istri di hadapan Adrian.
Adrian hanya tersenyum simpul melihat kemesraan yang dipertontonkan Zaid dan Adinda.
" Kenapa senyumnya kayak gitu sih Kak ? " tanya Adinda melihat senyuman Adrian.
" Gak nyangka aja, Kapten Zaid yang terkenal dingin itu bisa berubah begitu hangat saat bersama kamu " jawab Adrian.
" Emang kalian tuh udah jodoh ya. Kapten Zaid beruntung bisa dapetin kamu " ucap Adrian lagi.
" Sama kayak Kak Adrian sekarang dong. Beruntung banget kan dapetin Kak Gea " tebak Adinda membuat Adrian tersenyum kembali.
" Kak... Dinda harap Kak Adrian serius dengan niatan Kak Adrian menikahi Kak Gea. Kakak harus ingat, pernikahan itu bukan untuk main-main. Kalau kakak masih ragu, lebih baik jangan diteruskan daripada nanti kakak hanya menyakiti hati Kak Gea ! " pinta Adinda.
" Aku tahu itu Dinda... Walaupun mungkin awalnya aku tertarik pada Gea karena ingin melupakan kamu. Tapi, seiring berjalannya waktu kebersamaan kami. Aku yakin dengan pilihanku " tegas Adrian.
" Syukurlah, Dinda harap Kak Adrian bisa menjadi suami yang baik untuk Kak Gea " ucap Adinda menyelami mata Adrian.
" Kamu gak usah khawatir... Aku sudah membuka hatiku untuk Gea. Kita harus bahagia dengan jalan kita sendiri. Kebahagiaannya ada padamu dan kebahagiaanmu ada padanya. Adinda hanya untuk Kapten Zaid. Dan kebahagiaan Adrian bersama dengan Gea " sebut Adrian yakin.
Adinda bisa melihat kesungguhan dari sinar mata Adrian. Ia kini bisa bernafas lega karena sudah bisa melihat Adrian bangkit dan menemukan wanita yang tepat untuknya.
Tak lama Gea kembali bersama Evan. Kali ini Adrian yang mengambil alih Evan dari tangan Gea.
" Sekarang giliran sama papa mertua ya ! " ucap Adrian menggedong Evan dan mengangkatnya ke atas lalu menggelitiki perut Evan membuat bayi lucu itu tak henti tertawa.
" Mas Zaid mana ya ? Kok lama banget " ucap Adinda mengedarkan pandangannya. Seketika pandangannya terhenti saat melihat sang suami berbicara dengan seorang wanita berpakaian seksi dengan rambut berwarna blonde.
" Ck... Pantesan aja lama, malah asyik ngobrol. Bisa-bisanya nyuruh jangan nakal, sendirinya yang nakal " gerutu Adinda dalam hati menatap kesal ke arah sang suami.
Adinda menggeser kursi dengan kasar segera bangkit dari duduknya.
" Kak titip Evan sebentar ! " ucap Adinda tak ramah.
" Lho, mau kemana Din ? " tanya Adrian yang heran dengan sikap Adinda yang tiba-tiba berubah.
" Mau mempertahankan milik Dinda " jawab Adinda bersungut.
Adrian menatap Gea, mencari tahu yang sebenarnya terjadi. Gea hanya mengangkat bahu, ia juga bingung dengan sikap Adinda yang tiba-tiba berubah garang. Akhirnya keduanya hanya mengamati kemana Adinda melangkah.
Adinda berjalan mendekati sang suami yang masih belum beranjak bersama dengan wanita itu. Sungguh, Adinda benar-benar dibuat kesal melihatnya.
Saat Adinda mendekati Zaid, karena terburu-buru dan tak melihat situasi akhirnya ia tertabrak seseorang. Adinda hampir terjatuh, beruntung orang yang menabraknya segera menahan Adinda.
__ADS_1