Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Bonchap Part 10


__ADS_3

Adinda pergi menemui Reksa di Rumah Sakit setelah 2 hari Reksa tidak pulang. Meskipun Adinda tahu jika Reksa baik-baik saja tetapi ia ingin memastikan langsung keadaan Reksa. Selain itu, Adinda juga ingin tahu hasil tes DNA Reksa yang rencananya akan keluar hari ini.


Kret... Pintu Ruangan Kyra terbuka, sesosok wanita cantik kini berdiri di depan pintu. Reksa menatapnya kemudian melonjak girang karena mendapati sosok wanita yang selama ini membantunya.


" Tante Dinda... " pekik Reksa lantas segera memeluk Adinda yang tersenyum lebar.


Adinda membalas pelukan Reksa dengan penuh kasih sayang ia mengelus punggung Reksa.


" Kamu baik-baik aja kan sayang ? " tanya Adinda.


Reksa mengangguk, kemudian membawa Adinda duduk bersamanya di sofa.


" Syukurlah... Maaf Tante baru bisa datang sekarang. Tante denger dari Evan kalau kamu sudah bertemu ayah kandungmu ? " tanya Adinda sambil merapikan helaian rambut Reksa yang sempat berantakan karena tadi memeluknya.


" Iya, Tante... Hasil Tes DNAnya keluar hari ini " jawab Reksa lirih, wajahnya perlahan menunduk.


Adinda mengangkat wajah reksa perlahan.


" Kenapa sayang ? Kamu kok kelihatan sedih gitu. Seharusnya kamu bahagia " ucap Adinda menatap gadis itu dengan tatapan teduh.


" Reksa cuma takut Tante, kalau ternyata hasil Tes DNA itu salah. Impian Reksa bersama orang tua kandung Reksa harus pupus " ungkap Reksa.


Adinda kembali memeluk Reksa...


" Walaupun hasil Tes itu salah, kamu tetap jadi anak Tante. Tante sudah menganggap Reksa sebagai anak Tante karena Evan... "


Adinda tak meneruskan ucapannya karena Evan masuk ke dalam ruangan Reksa bersama 3 orang lainnya.


Reksa menoleh ke arah mereka kemudian bangkit dari duduknya. Begitu pula dengan Adinda yang turut berdiri menyambut mereka.


Evan mendekati sang ibu, lalu mengenalkannya pada 3 orang yang datang bersamanya.


" Bunda... Ini Dokter Anan, dokter pembimbing Evan disini. Yang di sebelahnya adalah Tuan Roy, beliau asisten dari Tuan Lukman " ucap Evan mengenalkan mereka kepada sang ibu.

__ADS_1


Adinda mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan mereka. Kemudian Evan beralih kepada seorang pria yang berdiri tak jauh dari Reksa.


" Dan ini, Tuan Lukman... Beliau adalah ayah kandung Reksa "


Adinda kembali berjabat tangan.


" Terima kasih karena anda sudah bersedia membantu dan melindungi putri saya selama ini " ucapnya tulus.


" Sama-sama Tuan... Bukankah kita hidup harus saling tolong-menolong. Lagipula saya menyayangi Reksa dengan tulus. Reksa anak yang baik " balas Adinda.


" Jadi, bagaimana hasilnya ? " tanya Adinda kemudian.


Evan melihat ke arah Dokter Anan yang sudah membawa berkas hasil Tes DNA, kemudian Dokter Anan membuka berkas yang ada di tangannya disaksikan oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut. Dokter Anan membacakan hasilnya dan hasilnya positif bahwa Reksa adalah anak kandung Tuan Lukman.


Tuan Lukman memeluk Reksa dengan erat. Keyakinannya akhirnya terbukti jika Reksa adalah Aurelia yang hilang. Reksa balas memeluk sang ayah tak kalah erat. Air mata kebahagiaan membasahi pipi mereka.


Adinda pun meneteskan air matanya, terharu menyaksikan pertemuan ayah dan putri kandungnya yang sudah terpisah sangat lama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Maaf Tuan... " ucap Evan menginterupsi kebahagiaan yang menyelimuti Tuan Lukman dan juga Reksa.


Tuan Lukman dan Reksa, keduanya melepaskan pelukan mereka kemudian menatap Evan.


" Saya kan sudah bilang, cukup panggil saya Om saja, dokter Evan " seru Tuan Lukman pada Evan.


" Maaf Om... Sebenarnya saya... Saya mau minta ijin sama Om " tutur Evan.


Tuan Lukman mengernyit, ia menebak-nebak apa yang akan dikatakan oleh Evan.


" Saya... Saya meminta ijin anda sebagai ayah dari wanita yang saya cintai. Saya meminta ijin anda untuk mempersunting Reksa menjadi istri saya " jelas Evan.


Reksa seketika meletakkan kedua tangannya di depan mulutnya. Ia tak menyangka jika Evan akan melamarnya secepat ini.

__ADS_1


Reksa menatap tak percaya kepada Evan, begitu pula dengan Tuan Lukman. Meskipun ia bisa menebak jika Evan akan meminta ijin untuk mendekati Reksa namun ia pun tak menyangka jika Evan berani meminta sang anak saat ini.


" Saya tahu, mungkin waktunya tidak tepat. Tapi saya sungguh-sungguh mencintai putri anda. Dan saya berjanji akan selalu membahagiakannya " tegas Evan.


" Saya tidak tahu harus menjawab apa... Saya serahkan semua keputusan kepada putri saya " balas Tuan Lukman, ia melirik sekilas kepada Reksa yang seolah masih tak percaya jika Evan tengah melamarnya.


Evan berjalan mendekati Reksa, kemudian meraih tangan Reksa dan menggenggamnya.


" Reksa... Aku tidak mau kehilangan kamu. Butuh waktu tidak sebentar untuk memastikan perasaanku. Kini aku tahu, kamulah yang aku mau. Jadi bersediakah kamu menjadi istriku ? Menjadi pendamping hidupku, setia berada di sisiku untuk selamanya ? Menjadi ibu dari anak-anak kita nanti ? " tanya Evan penuh harap.


Reksa tak segera menjawabnya. Semua begitu tiba-tiba, walaupun di lubuk hatinya yang terdalam, sudah memekik bahagia. Kali ini ia mendapatkan dobel kebahagiaan dalam hidupnya. Bertemu kembali dengan sang ayah juga ungkapan cinta dari pria yang ia cintai.


" Reksa... Apa kamu bersedia menerimaku ? " tanya Evan kembali.


Reksa menatap ke dalam mata Evan. Ia bisa melihat kesungguhan dan kasih sayang yang begitu besar kepadanya.


" Iya, Mas... Reksa terima... Reksa bersedia jadi istri Mas Evan " jawab Reksa mantap.


Evan segera memeluk Reksa.


" Terima kasih....Terima kasih sudah menerimaku. Aku berjanji akan membahagiakanmu selalu " tegas Evan.


" Eit, sudah jangan lama-lama peluknya. Kamu halalin dulu, baru bebas peluk-peluk ! " seru Adinda membuat baik Evan maupun Reksa merona dan segera mengurai pelukan.


Akhirnya, Evan dan Reksa direstui oleh kedua orang tua mereka. Bahkan Adinda dan Zaid kembali melamar Reksa secara resmi.


Pernikahan Evan dan Reksa segera dilangsungkan, mengingat kesehatan Tuan Lukman yang tidak stabil. Tuan Lukman akan segera dioperasi di luar negri. Ia tidak ingin sang anak mendonorkan ginjal untuknya. Beruntung, akhirnya ada orang yang bersedia menjadi donornya. Oleh karena itu, pernikahan Evan dan Reksa segera dilakukan sebelum Tuan Lukman berangkat ke luar negri.


Pernikahan direncanakan dilangsungkan 1 bulan ke depan. Semua persiapan terbaik dilakukan oleh Tuan Lukman. Ia menginginkan resepsi pernikahan terbaik untuk putri semata wayangnya itu.


Ayah tiri Reksa dijebloskan ke dalam penjara karena terlibat kasus perjualan organ tubuh dan judi online.


Adinda dan Zaid merasa bahagia, karena akhirnya bisa melihat Evan bersanding dengan seorang wanita. Pernikahan Evan ini menjadi ajang berkumpul keluarga besar Adinda.

__ADS_1


Keluarga Arjuna, Keluarga Pertiwi, Keluarga Adrian bahkan Kyra serta Om Dotengnya ikut berkumpul di rumah Adinda untuk menyaksikan pernikahan Evan.


Well, readers ku yang baik... Ini udah hampir sampai di penghujung cerita ya😥 Buat yang kangen Bang Bagas sama Alesha tungguin aja, nanti di part terakhir Author ceritain kisah mereka di pernikahannya Evan dan Reksa. Jadi... tungguin ya, 1 part lagi Bang Bagas bakalan ngobatin kangennya kalian. Sekarang Bang Bagas lagi fokus dulu pendidikan biar cepet lulus & cepet nikahin Alesha🤭 🤭🤗


__ADS_2