Adinda Untuk Kapten Zaid

Adinda Untuk Kapten Zaid
Season 2 Part 7


__ADS_3

Adinda memeriksa bahan makanan yang ada di lemari es.


" Kenapa Bunda ? " tanya Alesha yang sejak tadi memperhatikan Adinda.


" Wah sepertinya kita harus belanja bahan makanan lagi. Lesha mau kan temenin Bunda belanja ke Supermarket ? " tanya Adinda.


" Mau Bunda... Lesha juga kesel diem di rumah terus " jawab Lesha semangat.


" Ya udah, ayo kamu siap-siap dulu. Bunda mau minta Pak Dito siapin mobil " ucap Adinda lalu mencari keberadaan Pak Dito agar menyiapkan mobil.


Adinda dan Alesha telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan. Mereka berjalan menuju Supermarket.


" Lesha mau jalan-jalan dulu ? " tanya Adinda saat melihat Alesha.


" Memang boleh keliling dulu, Bunda ? " tanya Alesha penuh harap.


" Boleh dong ! Ayo kita keliling dulu, mumpung ada disini gak ada salahnya kan " jawab Adinda sambil merangkul pundak Alesha.


Kedua wanita cantik beda generasi itu terlihat sangat akrab. Mungkin orang yang melihat akan menyangka jika mereka adalah ibu dan anak.


Alesha menyapu matanya melihat setiap counter yang dilewatinya, hingga tak sengaja ia melihat sosok yang dikenalnya sedang berada di dalam sebuah toko buku bersama dengan seorang gadis cantik. Mereka terlihat begitu akrab, bahkan Alesha bisa melihat betapa Evan memperlakukan gadis itu dengan istimewa. Dari tatapannya terlihat begitu berbeda dengan tatapan yang diberikan Evan kepadanya.


Entah bagaimana perasaannya saat ini, bahkan kini matanya mulai mengembun hanya dengan menyaksikan hal itu.


" Sayang, kamu kenapa ? " tanya Adinda saat melihat Alesha terpaku.


Alesha segera sadar, lalu mengusap matanya mencegah buliran air mata itu turun.


" Gak apa-apa kok Bun. Lesha cuma kelilipan aja. Ayo kita ke Supermarket aja, Bunda. Lesha udah puas kelilingnya " ucap Alesha sambil menggandeng tangan Adinda, mencegah Adinda melihat Evan di dalam toko buku.


" Ya sudah kalau kamu sudah puas keliling. Ayo kita ke Supermarket ! " ajak Adinda.


Keduanya kini beranjak menuju Supermarket yang ada di lantai bawah.


" Eh, tunggu sebentar ya sayang. Bunda mau ke toilet dulu ! Kamu tunggu di depan Supermarket duluan ya ! " seru Adinda.


Tanpa curiga, Alesha segera menuju Supermarket dan menunggu Adinda disana. Setelah Alesha berlalu, Adinda segera keluar dari arah toilet.

__ADS_1


Adinda sengaja meminta Alesha untuk menunggu di Supermarket sementara ia ingin melihat Evan yang sedang bersama seorang gadis cantik.


Ternyata bukan hanya Alesha yang melihat Evan. Adinda pun melihat putranya itu. Ia sengaja berpura-pura tidak tahu di depan Alesha untuk menjaga perasaan calon menantunya itu. Selain itu, Adinda ingin tahu reaksi Alesha. Tapi rupanya Alesha memilih menyembunyikannya dari Adinda.


Adinda berjalan memasuki toko buku, kemudian mencari keberadaan Evan. Setelah menemukan Evan dan gadis itu, Adinda kemudian mengambil foto mereka lalu segera meninggalkan toko buku dan bergegas menuju Supermarket.


Apakah dia wanita yang kamu cintai Evan ? Lalu bagaimana perasaan kamu pada Alesha ?


Pikiran Adinda berkecamuk.


" Bunda... Bunda... " panggil Alesha membuat Adinda tersadar.


" Bunda kenapa ? " tanya Alesha khawatir karena melihat Adinda yang nampak pucat.


" Gak apa-apa kok sayang. Bunda cuma pusing sedikit " jawab Adinda.


" Beneran gak apa-apa ? " tanya Alesha khawatir.


" Iya, gak apa-apa. Kamu gak usah khawatir gitu. Sekarang kita masuk terus belanja kebutuhan kita biar cepet pulang ! " ucap Adinda lalu mengambil troley belanja dan masuk ke dalam super market bersama Alesha.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah membereskan bahan makanan ke dalam lemari es. Adinda segera memasak untuk makan malam. Sementara itu, Alesha memilih untuk masuk ke kamar setelah membantu Adinda.


" Siapa perempuan itu ? Apa Kak Evan mencintainya ? Ya sepertinya Kak Evan memang mencintainya " gumam Alesha merasa miris dengan kehidupan cintanya.


Alesha tahu, jika selama ini ia hanya dirinya yang begitu antusias dalam perjodohan ini selain kedua orang tuanya dan orang tua Evan. Evan cenderung tak acuh. Evan baru berubah lebih welcome sejak beberapa bulan yang lalu. Lalu mengapa ? Mengapa Evan menerimanya jika ada orang lain yang menempati hati Evan. Kalau hanya untuk menyenangkan hati orang tua untuk apa... Bukankah sesuatu hal yang dipaksakan tidak akan berakhir baik. Lalu untuk apa perjodohan ini diteruskan.


" Les... Lesha... " panggil Bagas sambil mengetuk pintu kamar yang ditempati Alesha.


Alesha segera bangkit dari ranjangnya kemudian bergerak membuka pintu.


" Kamu udah pulang ? " tanya Alesha pada Bagas.


" Iya, baru aja pulang. Bagas cariin di bawah gak ada. Biasanya kamu kan main sama Dira " jawab Bagas.


" Iya, Lesha capek tadi habis jalan ke Supermarket sama Bunda " jelas Alesha.

__ADS_1


Apa aku harus menceritakannya padamu, Bagas ? batin Alesha sambil menatap Bagas dengan tatapan sendu.


" Hei, kamu kenapa ? Kok melow gitu sih ? " tanya Bagas yang langsung bisa menebak ada yang tidak beres dengan Alesha.


" Eh, emangnya kenapa ? " Alesha balik bertanya.


" Kamu tuh lucu, ditanya malah balik nanya " ucap Bagas gemas lalu mengacak rambut Alesha.


" Ih... Bagas !! " pekik Alesha tak suka.


Alesha mengerucutkan bibirnya sambil merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah Bagas. Bagas membantu Alesha merapikan helaian rambut Alesha dan menyematkan ke telinganya.


Deg... deg...


Dada Alesha langsung berdebar, jantungnya berdetak tak karuan dengan sikap Bagas kepadanya.


" Tadinya, Bagas mau ajakin Lesha ke pasar malam. Tapi berhubung kamu bilang capek, ya udah deh gak jadi aja ! " ucap Bagas.


" Ih, kok gitu sih ! Bagas mah ingkar janji ah " rajuk Alesha.


" Lah, siapa yang ingkar janji sih. Bagas cuma gak mau kamu kecapean aja. Kan tadi kamu ssndiri yang bilang capek " sela Bagas tak ingin disalahkan.


" Kalau ke pasar malam, pasti hilang capeknya. Ayo, Gas... Kita ke pasar malam ya ! " rengek Alesha sambil menggenggam tangan Bagas.


Ya ampun, Alesha...Apa aku bisa lupain perasaan ini... Tolong ajarin aku cara lupain kamu. Aku tak ingin semakin jatuh dalam rasa ini...


" Iya... iya.... nona cantik. Tapi gak sekarang ya ! " ucap Bagas membuat Alesha merengut namun juga membuatnya semakin imut di mata Bagas.


" Kenapa gak sekarang aja sih ? " protes Alesha.


" Ya ampun, Lesha... Namanya juga pasar malam ya adanya nanti malam. Kalau sekarang mah namanya pasar sore " jawab Bagas sambil terkekeh geli.


" Eh iya ya... Nanti malam berarti jadi ya ! Bagas janji lho ! " ucap Alesha manja.


" Iya, nona cantik. Bagas janji deh ! " sahut Bagas membuat senyuman tergambar jelas di wajah Alesha.


" Thank you, Bagas... Kamu selalu bisa nyenengin Lesha " ucap Alesha tulus sambil menggenggam jemari tangan Bagas.

__ADS_1


Bagas hanya tersenyum melihat Alesha yang begitu bahagia.


Seandainya saja kamu tahu, Lesha... Aku akan selalu melakukan apapun untuk membuatmu tersenyum. Apapun yang membuatmu sedih, aku yang akan menghilangkannya dan menggantinya dengan berlipat kebahagiaan. Aku rela, Lesha asal kau bahagia...


__ADS_2