
Setahun sudah sejak Riri melahirkan Reza, banyak sekali kejadian yang menyakitkan hati Riri karena selalu ada saja kritikan dari ibu mertuanya, entah itu mengenai cara mengasuh Reza, mengenai cara memperlakukan suami menurut cara orang tua tempo dulu dimana istri itu harus melayani suami dalam segala aktivitas, bahkan hanya untuk mengambil nasi dari rice cooker saja harus dilayani.
karena kesibukan Riri di pekerjaan terkadang Riri pulang telat juga mempengaruhi jam kerja dari mba Wati yang mana sering mengadu kepada ibu mertuanya kalau Riri sering pulang terlambat.
padahal setiap pulang telat Riri selalu menyisihkan uang lebih, atau membawakan makanan untuk anak pembantunya. seharusnya hal seperti itu pun dibicarakan dengan Riri karna yang membayar gajinya itu Riri bukan mertuanya.
"nak, kamu kalau pulang jangan sering telat, mama kasian sama mba Wati, dia itu kan punya anak juga yang mesti diurus, mama juga tidak sanggup kalau harus nungguin Boko kalau mba watinya sudah pulang" ibu mertuanya mulai berkicau.
"iya mah, karena memang klien lagi banyak dan aku sekarang tidak di kantor terus seperti sebelum melahirkan" Riri masih sabar mencoba menjelaskan.
"ya memangnya kenapa kamu tidak di kantor terus, kenapa tidak seperti dulu saja, kan bisa cepat jemput anaknya".
__ADS_1
"iya mah"Riri menjawab cepat saja dan langsung mengajak Reza bermain.
tak lama Anton datang untuk menjemput mereka, sudah sejak seminggu lalu setiap berangkat kerja Riri membawa anaknya itu kerumah mertuanya agar mba Wati tidak terlalu jauh harus kerumah Riri untuk mengurus anaknya, dan lagi sejak mba Wati mulai komplain kepada ibu mertuanya itu, akhirnya ibu mertuanya menyuruh Riri dan Anton untuk membawa Reza ke rumahnya.
"laper mah, masak apa?" Anton nyelonong masuk cuci tangan dan menghampiri meja makan.
"itu makanlah, mama masak makanan kesukaanmu"mama rianti menghampiri Anton sambil menyiapkan piring untuk anaknya makan.
Riri yang sedari tadi saja disitu tidak ia tawari makan padahal Riri masih menyusui Reza dan masih perlu makanan yang bergizi. sekedar basa basi saja tidak, Riri pun sudah terbiasa dengan hal itu, sejak menikah perilaku yang selalu ikut campur dan meremehkan Riri dalam segala hal seolah anaknya yang sudah bersusah payah dalam rumah tangga ini sudah Riri lewati, dan itu juga yang akhirnya menimbulkan rasa tidak suka dan benci dalam hati Riri terhadap ibu mertua, ditambah lagi mertua Riri sering membicarakan mengenai keluarga Riri yang suka telpon ke Anton dan meminta uang pada Anton.
Riri pun kaget mengetahui bahwa Anton menceritakan hal tersebut kepada ibunya.
__ADS_1
seharusnya sebagai kepala keluarga dia membahas ini kepada Riri secara langsung dan menjelaskan kepada keluarga Riri kondisi mereka saat ini seperti apa.
"kamu mau makan nak Riri?sana ambil nasinya, biar aja Reza main sendiri dulu"ucap mama Rianti yang sedang makan berdua anaknya sambil bercerita sendiri.
"iya mah...nanti aja dirumah, belum laper"Riri yang malas makan pun menyahut sekenanya saja
"memangnya kamu masak?" Anton menanggapi ucapan Riri
"ya nanti kalau lapar masak lah dirumah"jawab Riri sedikit ketus.
"ya bawa aja lauk dari sini, nanti kalau suamimu lapar lagi masih bisa makan lagi, ini kan makanan kesukaannya"ujar mama rianti.
__ADS_1
"ya mah" jawab Riri malas sambil mengganti popok Reza bersiap untuk pulang.
dia harus bicara sama Anton nanti, ibunya terlalu banyak ikut campur, Riri tidak suka, seperti tidak mempunyai privasi saja hidupnya.