
Hidup adalah suatu proses pembelajaran dimana saat kita belajar tentu saja ada hal baik dan buruk yang kita alami, sama halnya ketika kita duduk di bangku sekolah, ada masa ketika pelajaran selesai maka guru akan memberikan soal sebagai bahan ujian, maka seperti itu pula kehidupan berjalan.
Saat ini Riri telah merasakan apa arti hidup sebenarnya dan karena itu juga Riri memutuskan untuk merubah diri menjadi lebih baik lagi.
"bund...maaf sekali ya uang yang kemarin saya pinjam belum bisa saya kembalikan, ternyata acara lomba yang saya adakan uangnya tidak cukup untuk mengembalikan uang kami pakai" Bu sri kepala sekolah tempat dimana Reza dititipkan menjelaskan tentang bantuan pinjaman yang diberikan Riri beberapa waktu lalu untuk kegiatan sekolah Reza.
"oh begitu Bu, ga apa-apa, tapi kapan kira-kira bisa dikembalikan karena sudah lumayan lama ya Bu?" Riri menanggapi dengan tetap menjaga kesopanan.
"ya secepatnya Bu, sebenarnya malu saya, tapi mau bagaimana lagi ternyata semua kegiatan harus saya yang menangani, tanpa di support oleh yayasan dan juga beberapa teman guru lain" Bu Sri menunduk merasa menyesal dengan kondisi yang harus dialaminya..
"hmm...saya dengar dari beberapa wali murid kalau acara yang lalu menghabiskan dana jutaan dan ada juga beberapa hutang pembayaran ya Bu ke beberapa tenant?" sebenarnya Riri malas untuk mencampuri urusan orang tapi dia jadi penasaran karena uang pribadinya juga ikut tertaut disana.
"iya bund...itu lah kenapa saya belum bisa kembalikan uang bunda....." Bu Sri akhirnya menjelaskan kondisi yang ada.
"baiklah Bu coba nanti kita pikirkan bersama ya bagaimana cara atau solusi untuk bisa mengatasi ini, saya pamit dulu"jawab Riri dan segera beranjak dari sana karena ia masih harus mengantarkan dagangannya.
Selepas Riri berhenti dari bekerja ia mencoba beberapa hal yang memang ia sukai namun tidak bisa ia lakukan saat dirinya masih sibuk bekerja, karena tuntutan pekerjaannya dulu yang membuat Riri kerap kali keluar masuk cafetaria maupun coffee shop membuat minatnya pada berbagai macam minuman semakin tinggi, hingga akhirnya Riri mulai mencoba hobinya untuk meracik minuman yang bisa diperjual belikan untuk mengisi rutinitas hari-harinya yang saat ini hanya terpaku pada rumah-sekolah-rumah.
Ide untuk memulai bisnis sendiri pun muncul sejalan dengan kondisi finansial Anton yang ternyata setelah dijalani tidak mampu untuk menutupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, terlebih terkadang Riri hanya mendapati gaji yang diberikan Anton tidak utuh, setiap ditanya ada saja alasan yang dia berikan.
Riri sudah maklum dengan hal ini, hingga dia juga sudah tidak ingin memperpanjang lagi karena sudah pasti ujungnya hanyalah keributan, sikap Anton secara perilaku memang jauh lebih baik, namun kejujurannya masih tetap dipertanyakan, terlebih masalah finansial, hal ini lah akhirnya yang juga menjadi dasar Riri akhirnya mencoba peruntungan untuk menjalani usaha sendiri dan terkadang takdir memang tidak bisa di prediksi, dengan berbekal pertemanan dengan relasi yang memiliki pengetahuan dalam bidang kopi dan juga minat Riri yang tinggi mengenai cara menjadi barista akhirnya Riri memiliki usaha coffee shop sendiri.
__ADS_1
"hebat kau kak, sudah bisa punya usaha begini" Vina dan Riky saudara jauh dari Anton yang berkunjung ke kota tempat Riri tinggal dalam tugas perusahaan.
"Alhamdulillah masih dikasih rejeki" jelas Riri tetap merendah.
"kau tau kak, dulu itu kami kira apa yang di jelaskan tante Riyanti itu semua benar, nyatanya kami melihat sendiri setelah kami menumpang di rumah kakak" Vina memberitahu Riri bahwa ada suatu penjelasan dari ibu mertuanya yang sepertinya dilebih-lebihkan.
"loh memangnya seperti apa??" tanya Riri penasaran.
Ricky suami dari Vina menggelengkan kepala ketika Vina hendak menjelaskan apa yang sudah Riyanti ceritakan pada keluarga besarnya dikampung.
"biar lah...biarkan kak Riri tau, dia berhak tau, aku ga suka liat orang di fitnah terus" sahut Vina menghempaskan tangan suaminya itu.
"jadi kak...dulu saat kalian baru-baru menikah dan juga saat Tante Riyanti menetap dikampung, kakak itu ga pernah dipandang baik sama dia, selalu hal buruk yang di ceritakan soal kakak, dari yang kakak ga bisa masak lah, kakak ga bisa ngurus anak, ngurus suami, belum lagi cerita soal keluarga Kakak yang katanya selalu meminta-minta bantuan uang, bikin bang Anton stress, katanya anaknya cari uang jungkir balik yang habisin Kakak sama keluarga kakak" jelas Vina panjang lebar.
Riri tetap menyimak dengan seksama apa yang disampaikan oleh Vina, ada rasa terdalam yang menggelitik ego Riri untuk membantah, namun entah mengapa hatinya merasa tidak tergetar sedikit pun untuk mengalahkan ibu mertua maupun suaminya lagi.
Kekuatan Jiwa dan Mental menjadi landasan kuat seseorang bertahan atau menyerah dalam kerasnya hidup, setelah mendapatkan pencerahan dan hijrah menjadi manusia yang lebih baik dengan seringnya Riri mendatangai kajian, pertemuan, kegiatan parenting baik itu mengenai agama, psikis dan lainnya akhirnya Riri saat ini telah bermetamorfosis menjadi wanita dewasa yang tidak mengedepankan ego dan emosi.
"dan lagi ya kak, kapan hari itu waktu Abang pulang kampung yang agak lama, sempat lah Kami dengar cerita katanya Abang mau pisah sama kakak, untungnya ada om Martin dan Tante Rima yang memberikan nasihat agar Abang bisa introspeksi diri, tapi kakak tau kah, apa pendapat Tante Riyanti, si Tante Malahan nyuruh si Abang bawa perempuan lain yang bisa nurut, pinter kerjaan rumah tangga dan ga banyak bantah model kakak, ya kali suruh bang Anton bawa pembantu aja kerumah....kan ciri-ciri yang disebutin itu kayak pakai pembantu aja nurut, bisa kerjaan rumah, ga banyak bantah, lah ya mereka digaji lah kakak, pekerja gitu" Vina tetap menjelaskan dengan nada berapi-api merasa kalau dia juga kesal dengan sikap dan perilaku ibu mertua Riri itu.
"sabar Vin...., insya Allah aku sudah mengikhlaskan semuanya, itu sudah jadi masa lalu, jika memang takdir ku tidak berjodoh dengan Anton sampai akhir hayat maka aku bersedia melepaskan, tapi jika memang takdirku harus bersama Anton dengan segala kelebihan maupun kekurangannya aku juga harus terima dengan ikhlas, terlepas dia pernah melakukan kesalahan atau tidak" Riri menjelaskan kepada kedua pasangan dari keluarga suaminya.
__ADS_1
"ish...serius kak!!!?" tanya Vina yang di tanggapi Riri dengan anggukan kepala.
"sudahlah vin, ga baik menceritakan keburukan orang lain, nanti kita dosa" Tegur Ricky suami Vina.
"tapi kak satu yang aku penasaran sih, terlepas dari perilaku Tante Riyanti sebelumnya terhadap kakak, saat ini aku lihat, sudah banyak perubahan dari Tante Riyanti, begitu juga dengan kakak yang sekarang sudah berhijab" tanya Riky akhirnya karena memang sungguh ia sangat penasaran dengan perubahan sikap tantenya itu, karena diapun status nya adalah ipar dari Riri hingga memiliki status Sama dengan Riri yaitu orang luar yang dulunya bukan bagian dari keluarga besar Anton maupun Vina istrinya.
Riri menghela nafas panjang dan mulai bercerita
"Jadi beberapa waktu lalu saat mama Riyanti datang kemari, kami sempat mengungkapkan apa isi hati kami dan perasaan kami masing-masing dan saat itu aku sudah siap bila harus berpisah dari Anton, namun ternyata tuhan masih menginginkan aku bersama Anton, karena setelah kami terbuka satu sama lain mana Riyanti malah mendukung semua keputusan dan apapun yang aku lakukan saat rumah tanggaku berada diujung tanduk" jelas Riri pada kedua pasangan tersebut
"jadi mungkin keterbukaan itu juga menjadikan mama riyanti mulai mau menerima aku menjadi menantu sesungguhnya" Riyanti tersenyum melihat kedua saudara Anton itu melongo mendengar apa yang dijelaskan Riri
"Bunda......aku sudah selesai main nya, ruangan bunda sepi banget" suara Reza membuyarkan obrolan Riri dan kedua pasangan tadi
"hai nak.. sudah mainnya??" tanya Riri dan memberikan isyarat agar Reza duduk di bangku sebelah Riri.
"sudah dong ..yuk bunda pulang kan ga nunggu cafenya tutup" ajakan Reza membuat semua yang duduk disana melihat jam masing-masing
"aih...matilah aku, sudah jam 19.39 sebentar lagi Anton pulang, ayok kita pulang sekarang" riri mengajak Vina, Riky dan juga Reza.
mereka berempat pun segera berangkat menuju tempat tinggal Riri.
__ADS_1