Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Akhir cerita kita


__ADS_3

Klek


Pintu kamar rawat Riri terbuka dan muncul Riyanti yang datang dengan dibelakangnya terdapat sosok Anton yang mengikuti, terlihat jelas dimata Riri ada sesuatu yang terjadi antara ibu dan anak ini.


Sebelumnya Riri, Bu Ratna dan juga Fahri telah sepakat agar Reza ditempatkan sementara di pesantren yang di kelola oleh ibu Ratna,


Reza sendiri juga sudah mau karena merasa ia sudah memiliki teman yang cocok untuknya ditempat itu saat bundanya mengajaknya.


"gimana kondisi kamu nak" tanya Riyanti pada Riri.


"aku sudah lebih baik, tinggal penanganan lebih lanjut" sahut Riri sambil melirik anton


"oh ya mumpung kumpul aku ada yang ingin disampaikan" Riri sudah bertekad akan segera menyelesaikan urusannya dengan Anton.


"apa mama tinggal dulu ya, kalian mau bicara" tanya Riyanti.


"ga usah ma...." Riri segera menjawab sebelum Riyanti akan beranjak dari tempatnya.


"aku boleh minta tolong untuk siapkan baju dan peralatan sekolah Reza kah mah, malam ini biar Reza ikut pulang saja dulu untuk bantu menyiapkan barang-barangnya" jelas Riri pada dua orang yang berdiri dihadapannya dengan pandangan heran.


"siapkan baju, untuk apa nak?" tanya Riyanti, Anton masih diam tidak mengeluarkan sepatah katapun, hanya pandangan Anton lekat melihat ke arah Riri.


"selama penanganan aku dirumah sakit, Reza akan tinggal di pesantren sekalian ia akan belajar lebih banyak untuk bisa menjadi pemimpin dan lelaki yang bertanggung jawab nantinya mah setelah ia dewasa"


deg..


kata-kata Riri yang begitu menohok membuat tamparan keras pada hati Anton dan juga kata-kata Riri membuat hati Riyanti terusik ada rasa tidak terima menantunya Berbicara seperti itu, seolah menyindir putranya yang memang ia aku bersalah, namun setelah penjelasan Anton tadi pada Riyanti, ia berniat membantu Anton untuk menjelaskan pada Riri walaupun sebenarnya keputusan mutlak ada di tangan Anton, tapi belum tentu juga Riri akan mau melakukan itu.


"Maksud kamu apa!!" kali ini Anton yang berbicara, walaupun ia tau sindiran tadi diperuntukan bagi dirinya namun ia tetap tidak terima jika Riri menyindirnya di depan orang tuanya.


"aku ga punya maksud apapun, semua ini untuk kebaikan bersama, kalau Reza berada di sini pun, aku ga mau dia menyusahkan kamu dan mama untuk menyiapkan makan dll nya, dan lagi dia butuh belajar, siapa yang akan bolak balik antar jemput dan sebagainya, sedangkan kamu sendiri juga sibuk bekerja, aku ga mungkin menyusahkan mama kan??" tegas Riri menjelaskan maksud nya untuk menempatkan Reza di pesantren.


"tapi tidak memutuskan sepihak kayak gitu, kamu ga ijin dulu sama aku" kesal Anton karena Riri kebiasaan memutuskan sesuatu sendiri.

__ADS_1


"apa perlu meminta ijin jika memang itu kemauan anaknya?" tanya Riri kembali.


"aku yang minta sama bunda pindah disana"lirih Reza yang masih bisa di dengar oleh semua


Riyanti dan anton membalik badan kearah Reza yang sudah berdiri dibelakang mereka.


"yakin kamu za, disana nanti semua kerjain sendiri ga da yang bantu" tanya Anton pada anaknya.


"yakin.., biar bunda bisa sembuh dan ga kepikiran, aku mau disana aja, banyak teman main" jawab Reza mantap.


Riyanti sadar ternyata pengaruh Riri lebih besar dari pada putranya, Reza seperti tidak ingin dekat dengan ayahnya.


"ya sudah nanti Reza ikut pulang sama nenek ya.." akhirnya Riyanti menengahi sebelum terjadi perdebatan lebih lanjut, ia akan mencoba bicara pada Reza nanti malam.


"kamu fokus sama kesembuhan kamu aja dulu nak.." Riyanti menambahkan.


"iya mah...justru karena ingin fokus sama pengobatan dan penyembuhan sakit ini Riri mau satu-satu selesaikan ganjalan yang bisa menghambat penyembuhan Riri" jelas Riri pada Riyanti.


"maksudnya nak Riri gimana" tanya Riyanti yang tidak terlalu mengerti arah pembicaraan Riri tadi.


"apa?" tanya Anton yang malah terlihat bingung dengan pertanyaan ambigu Riri.


"mah...boleh bawa Reza keluar sebentar, aku mau bicara sama Anton" pinta Riri pada Riyanti.


"ya mama akan ajak ke kantin dulu, sekalian mau belikan makan untuk Anton nanti dia akan jagain kamu disini biar mama puang sama Reza" jelas Riyanti dan diangguki oleh Riri.


seperti biasa hal yang paling Riri tidak sukai dari Anton adalah kediamannya bila ada masalah tidak ada inisiatif untuk mulai bicara meskipun jelas sekali ia tahu kalau ia yang bersalah saat ini.


"jadi....selama ini kamu masih ada hubungan dengan perempuan itu?" tanya Riri membuka percakapan.


Anton duduk di kursi tepat di samping ranjang Riri


"ya..., tapi itu semua kecelakaan" Anton berusaha membela diri.

__ADS_1


"kalau bukan kecelakaan ya ga akan ada anak diantara kalian, semua atas dasar suka sama suka" sinis Riri


"tapi aku ga yakin itu anakku" jelas Anton lagi kali ini.


Riri mengernyitkan dahinya


"bagaimana bisa bukan anak kamu, memangnya dia istri orang!!" ketus Riri pada Anton.


"aku ga pernah lakuin itu tanpa pengaman" ucap Anton sambil menunduk


sakit..ya sakit rasanya Riri menerima fakta bahwa suaminya telah berganti pasangan dengan wanita lain dan juga dirinya, Riri merasa amat kotor saat ini, mungkin sakit yang ia alami adalah buah dari perbuatan suaminya namun Riri tetap berpikiran positif bahwa apa yang ia alami adalah ujian agar ia bisa menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan sabar.


"baiklah sepertinya memang ini akhirnya cerita kita" ucap Riri kemudian sambil menghela nafas panjang.


klek


pintu kamar rawat Riri terbuka dan muncul lah Riyanti dan Reza membawa jinjingan tas berisi makanan


Riri menghentikan ucapannya, mungkin lebih baik kalau besok saja ia mengucapkan kata cerai itu setelah Reza dibawa Bu Ratna.


"mama masuk ga apa kan?" tanya Riyanti pada Anton dan Riri.


"ya mah..." gumam Riri yang masih bisa di dengar oleh Anton.


"kamu antar mama sama Reza dulu ya, nanti kamu balik lagi kesini" pinta Riyanti pada Anton.


"tidak perlu mah, bisa tolong tinggalin Riri sendiri aja malam ini?" pinta Riri pada ibu mertuanya, ia sudah tidak ingin melihat Anton lagi saat ini, sepertinya ia pun harus pindah dari rumah sakit ini agar tidak perlu bertemu lagi dengan Anton.


"loh kenapa nak, biarkan Anton jaga kamu disini, nanti kalau kamu butuh apa-apa jadi gampang" tanya Riyanti pada Riri, namun ia melihat jelas bahwa menantunya ini sepertinya sedang dalam emosi yang tertahan, mungkin mereka sedang membahas kembali mengenai perempuan tadi.


"tapi aku mau disini, kita belum selesai ngomong" kali ini Anton angkat bicara.


"tidak perlu, aku tidak mau menyusahkan kamu lagi, tolong pulanglah aku mau sendiri" jawab Riri tanpa memandang ke arah Anton sama sekali

__ADS_1


"Reza sini nak" Riri memanggil anaknya, Reza pun menghampiri Riri dan melihat Riri dengan sendu.


"nanti sampai rumah bawa semua baju ya, ingat jangan sampai ketinggalan" pesan Riri pada Reza yang dijawab dengan anggukan kepala dari buah hatinya ini.


__ADS_2