Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Sikapnya berubah


__ADS_3

Riri meletakan Reza yang sudah tertidur pulas diatas kasur, ingin langsung mandi karena dari tadi dia sudah menahan kegerahan ditambah dengan omongan mertuanya yang mencampuri pekerjaannya juga.


Anton yang sedang menonton televisi dan hampir tertidur dibangunkan oleh Riri agar segera mandi.


"hadeh...masih ngantuk, baru aja mau tidur", Anton mengusap kasar wajahnya yang merasa kesal karena dibangunkan dari tidurnya.


"mandilah, aku sudah siapkan air panas"Riri pergi meninggalkan Anton yang sudah terduduk.


aku harus bicara tentang semuanya, kalau seperti ini terus bisa pecah kepalaku.


ya Allah andai waktu bisa diputar, niat ingin menyatukan keluarga malah seperti ini, dan aku terjebak didalamnya, batin Riri berbicara.


klek..


Anton masuk dengan rambut masih basah dan membawa handuk di usapkan di kepalanya.

__ADS_1


"sudah tidur dia?" tanya Anton sambil melihat ke arah Reza.


"apa kita bisa bicara sebentar" tanya Riri, setelah Anton duduk di tepi ranjang.


"bicara apa?"tanya Anton sambil lalu.


menghela nafas panjang dan Riri mulai membuka suara " yah.., aku mau jujur sama kamu, aku lelah sama sikap mama, berapa kali dia buat hatiku sakit, kamu lihat bagaimana dia banyak ngatur, contoh masalah mba Wati, aku yang bayar dia kenapa dia minta seenaknya suruh bawa Reza ke rumah mama tiap hari, kasian kan Reza masih kecil bolak balik naik motor, belum lagi masalah jam kerja aku yang ga boleh telat supaya Reza ada yang nungguin kalau mba Wati sudah pulang, belum lagi soal nama Reza kerap sekali mama sering nyindir aku kalo bicara sama mba Wati soal nama anak kita, yang tidak ngomong dulu sudah punya nama, makanya panggilan Reza jadi Boko..."


Anton masih datar tanpa ekspresi, tidak sedetik pun ia menoleh saat Riri berbicara.


"yah kamu dengar ga sih??!" Riri memanggil Anton.


"yang kamu omongin itu mamaku, sekarang kamu mikir donk, Wati juga ada jam kerjanya, kalau dia dirumah, kamu pulang malem otomatis Wati pun bingung ngurus anaknya, wajarlah kalo mama akhirnya suruh kita Anter kesana, lagi pula selama ini mama sendiri juga dirumah, kalau ada Reza kan jadi ga kesepian dia, soal nama biar aja mama mau panggil sesuka hatinya, toh itu juga cucunya, kamu aja yang terlalu mendramatisir"Anton bicara dengan nada tidak suka karena Riri berbicara buruk tentang ibunya.


"loh kok kamu malah belain, bukannya kasian sama kita, lagi pula, aku ingin pulang dari kantor ya pulang ke rumah sendiri, biar bisa istirahat" lanjut Riri yang sudah tersulut emosi.

__ADS_1


"memangnya dirumah mama ga bisa istirahat, lagian kalo memang mau duluan pulang ya sudah bawa aja Reza pulang langsung naik motor, ga usah tunggu aku pulang, sudah ga usah bahas lagi, mau istirahat jadi ga mood"keluar dengan menutup pintu agak keras hingga Reza kaget dan terbangun.


ya Allah, kenapa dia, bisa-bisanya dia seperti itu, aku kerja juga untuk bantu ekonomi keluarga yang harusnya ditanggung olehnya, kenapa dia sama sekali tidak merasa kasian sama kami, malah membela ibu nya terus, batin Riri sambil menitikkan air mata.


drreeemmm.....


suara motor ..., ah sudah jam segini pun dia pergi, ini yang kedua kali sejak Reza lahir, ada apa, mana wajah bahagia Anton dulu, Riri pun tertidur.


-------


Anton pulang dan mendapati Riri yang sudah terbaring pulas di samping anaknya.


ia terngiang akan perkataan ibunya mengenai Riri yang terlalu cuek, tidak seperti menantu yang diharapkan ibunya.


tapi Anton pun tidak mau terbuka kepada Riri karena ia juga tahu kalau istrinya sekarang tidak suka kepada ibunya.

__ADS_1


Anton benar-benar dibuat pusing dengan 2 wanita ini, keduanya sama-sama keras, ia ingin kehidupan bebasnya seperti dulu, rasa penat menjadi seorang kepala rumah tangga ditambah lagi saat ini ia juga tidak bisa menopang biaya hidup keluarga sendiri, semua masih dalam campur tangan istrinya, Anton tidak bisa mengingkari kalah Riri adalah osok perempuan yang pandai mengatur keuangan, walaupun dengan gaji yang kecil dan penghasilan Anton yang tidak seberapa Riri bisa mengatur kebutuhan anaknya, dirinya dan juga rumah tangga, untuk membayar perpanjangan kontrak pun Riri bisa mengatur tanpa ada hambatan sedikitpun, tapi ia juga merasa bersalah jika harus membela Riri didepan ibunya karena ibunya adalah orang yang sudah melahirkannya, mungkin orang yang tidak kenal watak ibunya banyak yang tidak suka tapi Anton tau ibunya adalah wanita yang berhati lembut. karena Anton dan ibunya memiliki kesamaan.


masih dengan berbagai pikiran di kepalanya tanpa sadar anton pun tertidur.


__ADS_2