
Seperti biasa hari ini Riri bangun dan menyiapkan barang-barang yang akan dibawa oleh mereka ke rumah mertua nya
Semalam mereka sudah sepakat akan membawa keponakannya itu untuk jalan-jalan hari ini.
Reza sudah cukup kuat saat ini untuk dibawa jauh-jauh naik motor, karena sudah menginjak usia hampir 2 taun.
Riri menyiapkan segala keperluan Reza agar tidak di cela lagi oleh mertuanya, selama melakukan apapun Riri selalu salah di mata mertuanya tersebut. kadang hanya masalah lupa membawa kaos kaki karena Reza langsung dipakaikan sepatu kain itu juga di salah kan, padahal menurut Riri fungsionalnya sama dengan kaos kaki.
Anton bangun dari tidurnya karena Reza menepuk-nepuk perut ayahnya agar bangun dari tidurnya.
Anton pun terlihat sudah membuka matanya, dan entah setan apa yang ada di dalamnya tiba-tiba sangat baik sekali pada Eza dan menggendong Eza di atas kakinya sambil diturun naikkan.
Eza senang diperlakukan demikian oleh ayahnya, sesekali terdengar suara gelak tawanya dari dalam kamar, Riri sengaja keluar untuk bersih-bersih rumah dan menyiapkan minum dan roti bakar untuk Anton.
Anton keluar dari kamar dan langsung memeluk Riri dari belakang, sontak saja Riri terkaget, ada angin apa orang ini.
"yang..hari ini kita mau jalan-jalan sama ayu dan semua, pinjam mobil kantor ya, kasian mama kalau naik motor jauh-jauh"
Riri yang awalnya merasa senang sampai jantungnya berdegup kencang karena sudah lama ia tidak merasakan kehangatan dan sentuhan Anton, walaupun mereka tinggal bersama, Anton bersikap lembut dan manis seperti itu kepada Riri hanya saat ingin sesuatu atau saat nafsu birahinya sedang naik, setelahnya sikap Anton biasa saja
Riri hanya bisa menerima semua itu dengan lapang dada, walaupun terkadang Riri juga merasa lelah seharian diluar, mengurus Reza lalu Anton meminta haknya atas tubuh Riri membuat Riri terkadang malas dan melakukannya tanpa adanya nafsu birahi kepada Anton.
"pinjam mobil yaa...?" Anton mengulang lagi kata-katanya di kuping Riri.
Riri yang awalnya sudah senang namun kecewa akhirnya menjawab sekenanya saja atas pertanyaan Anton.
"ya nanti aku telp Dimas untuk pinjam mobil, sudah sana mandi" perintah Riri pada Anton.
"halo dim..., aku mau pakai mobil lagi ya, nanti siangan aku ambil....oke...jam 11 ya.., thanks dim" Riri menutup telp, satu masalah selesai.
Anton sudah selesai mandi, dia sudah melihat Riri telah siap berangkat karena barang-barang Reza sudah rapi dan mereka sudah bermain di teras.
------
__ADS_1
ayu sedang duduk di teras depan bersama ibu mertua Riri, mereka menunggu kedatangan Riri dan Anton yang berjanji akan membawa mobil untuk mengajak mereka keliling, selagi asik ngobrol terdengar bunyi klakson mobil, ya itu Anton dan Riri.
"tunggu sini dulu ya nak...bunda mau kedalam ajak nenek ikut kita" Riri
Reza mengangguk tanda mengerti, Anton sudah turun dari mobil sejak mobil diparkirkan.
"lama sekali nak, kita mau jalan kemana ini" sambil terkekeh-kekeh mama Rianti beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah mobil.
"mama duduk depan saja" Riri segera membuka pintu depan karena dia tau kalau mama Rianti tidak terbiasa duduk di belakang.
"iya nak..makasih...boko dah makan??tanya mama rianti pada cucunya
"sudah mah tadi" Riri menjawab.
Anton, ayu dan suaminya sudah naik di dalam mobil dan mereka pun melanjutkan perjalanan keliling kota tersebut dan mampir ke beberapa tempat wisata.
Sepanjang perjalanan Riri tidak menikmati kebersamaan dengan mereka, karena Anton dan mama Rianti sibuk bercengkrama dengan ayu dan suaminya, bahkan untuk menggendong Reza pun Riri harus melakukannya sendiri.
-------
"lek..besok kita jalan pakai motor aja lek, tadi kan sudah jalan daerah "xx", besok lanjut daerah lain lek...mumpung kita seminggu di sini, biar dapat semua tempat...heheheh"
"gampang.." Anton menjawab dan semua duduk di teras depan, karena lelah mereka masih duduk-duduk dulu di teras.
"capek nek?? sini ayu pijat" sambil duduk dibawah kaki nenek nya yang tak lain mama Rianti.
"tau aja kamu yu, neneknya cape" sambil melirik Riri.
Riri yang sadar akan hal itu pura-pura tidak lihat dan sibuk menyuapi Reza yang memang sudah jamnya makan sore.
Cih...kenapa lirik-lirik memang aku ga pernah pengertian, kamu aja yang ga pernah bisa terima aku jadi mantu, batin Riri berkata.
ibu mertua itu seperti ibu tiri, aku sudah banyak mengalah, Riri semakin tenggelam dalam lamunannya.
__ADS_1
"eh Bu Rianti...habis jalan-jalan nih.." suara seorang ibu-ibu yang melengking terdengar dari luar pagar yang tidak jauh dari teras rumah.
"iya Bu Yuli...ini ada cucu datang dari Jakarta, cucu kesayangan ini Bu" ucap mama RIanti dengan bangganya
CIH... kesayangan, lalu anakku cucu apamu??Riri geram dalam hatinya, ingin sekali ia protes, kenapa wanita satu ini tidak pernah mau mengerti perasaan Riri.
"wah senangnya, cucunya kirain cuma si kecil itu saja"tunjuk Bu Yuli ke Reza yang sedang main bunga dan Riri ada disampingnya.
"iya Bu..cucunya banyak, ini yang paling sayang sama saya" sambil menunjuk pada ayu" sedangkan ayu hanya tersenyum saja mendengar celoteh neneknya yang memujinya terus.
"ya sudah Bu Rianti, permisi dulu, main-main kerumah kalau ada waktu"Bu Yuli pamit
"iya Bu kapan-kapan mampir"sahut mama Rianti.
Anton yang sedari tadi sudah di dalam sedang ngobrol dibelakang dengan suami ayu, karena serius tidak mendengar obrolan para ibu-ibu di depan.
setelah selesai dengan penatnya berjalan jauh akhirnya mereka secara bergantian mandi. Riri dan Anton berpamitan pulang ke rumah dan berjanji besok akan mengajak ayu untuk jalan-jalan lagi naik motor.
"kita antar mobil dulu kembali ke kantor sekalian ambil motor baru pulang ya" ucap Riri setelah menaiki mobil.
"oke" jawab Anton cepat
"nanti langsung bayar atau besok aku bayar di kantor". Riri menanyakan mengenai pembayaran mobil kantor yang di sewa tersebut.
"lah bayar?"tanya Anton pura-pura bingung.
"iyalah memangnya mobil nenek moyangku bisa gratis" sahut Riri kesal, karena Anton pura-pura tidak tahu padahal biasanya kalau meminjam mobil dikantor Riri memang di hitung sewa, karena Riri bekerja di bidang transportasi.
"kamulah yang bayar ya?" kata Anton memelas, uangku habis nih, besok masih ajak mereka jalan lagi"seru Anton memohon pada Riri.
"kalau sudah tau keuangan kita ga bagus tadi tidak perlu gaya-gayaan bayarin semuanya".
Riri kesal karena sudah tau tidak ada uang tadi berlagak seperti bos.
__ADS_1
"ya kan ga tiap hari dia disini, kalau ga mau bayarin ga apa, ambil uang dulu lah buat bayar".sahut Anton merasa kesal.
setelah dari sana mereka berdua pulang dalam kondisi saling diam, karena sibuk dengan pikiran masing-masing.