Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Kedatangan ibu mertua


__ADS_3

'malam tahun baru harusnya jadi malam panjang yang bisa dihabiskan bersama keluarga....tapi coba lihat aku terjebak dengan pekerjaan yang menguras pikiran dan tenaga' batin Riri sambil melihat ke arah anak buahnya yang sedang memasang beberapa alat sensor pada gate masuk sebuah mall


pekerjaan Riri dalam bilang management pengelolaan mall membuat hari-hari yang dilaluinya penuh dengan berbagai warna, tapi sayangnya warna warni yang di lalui dalam kesehariannya tidak terjadi pada kehidupan rumah tangganya.


"minum Bu..., gw liat kayaknya belakangan sering banget ngelamun" Andra menyodorkan minuman bersoda berwarna merah pada Riri


Andra adalah technical support yang di kirim dari pusat setiap ada pembongkaran atau pun pemasangan site baru untuk cabang-cabang yang berada di bawah naungan perusahaan tempat Riri bekerja.


"thanks ndra, no...gw ga apa" sahur Riri berbohong.


"Bu...lw tuh ga pintar bohong, keliatan tuh muka kalo lagi ada masalah" sahut Andra sambil menenggak air mineralnya hingga habis.


Andra dan Riri bertemu saat pertama kali Riri bergabung di perusahaan ini, dan Andra adalah satu dari beberapa orang yang mengira bahwa Riri masih single dan free untuk diajak kencan, perawakan Riri yang masih terlihat ABG saat itu membuat ia tidak terlihat seperti seorang wanita yang telah menikah, bahkan tidak sedikit pula teman sekantornya yang menunjukan ketertarikan terhadap Riri, hanya saja Riri adalah karakter yang memiliki prinsip yang cukup kuat bahwa sekali menikah dan memilih pasangan maka ia akan selalu setia pada pasangannya.


"keliatan banget ya ndra? " tanya Riri sambil nyengir.


"iyalah bu, apa karena kita setup ini lokasi jadi lw sedih ga bisa ngumpul sama anak dan suami?" tanya Andra yang ditanggapi Riri dengan senyum miris.


"udah Bu, lw balik gih, santai aja deh biar disini gw yang tanggung jawab" saran Andra


jujur Riri ingin sekali mengikut saran Andra bukan karena ia ingin berkumpul dan melewati malam tahun baru dengan suami dan anaknya karena bisa dipastikan Anton dan Reza pun saat ini pasti sudah tertidur lelap, karena sudah lewat satu jam dari malam tahun baru berlaku, namun untuk melepas penat Riri ingin bisa tidur panjang dan lama sekedar merenggangkan otot dan otaknya yang panas.


"ga lah ndra, biar ini selesai dulu nanti subuh kalo belum kelar juga, baru aku balik buat mandi and ganti baju, yok kita cek keliling" seru Riri sambil menepuk bahu Andra dan mengajaknya berkeliling untuk mengecek pekerjaan tim nya


sebenarnya Riri kepikiran dengan informasi yang Anton berikan mengenai kedatangan ibu mertuanya dalam beberapa hari lagi, menurut Anton ibunya akan menginap disini karena ayahnya anton ada pekerjaan di tempat ini, hanya saja yang akan menginap di rumah mereka hanya si ibu mertua saja.

__ADS_1


***********


"nanti kita jemput mama di tempat ayah aja, karena hari pertama nginep bareng ayah dulu, kamu siapin kamar" Anton memberitahukan pada Riri mengenai kedatangan ibunya yang saat ini sudah berada di kota yang sama.


"jam berapa? kayaknya aku ga bisa ikut jemput ya, meeting hari ini kebetulan seharian karena dibarengi dengan training untuk tim baru" sahut Riri yang sedang bersiap untuk berangkat kerja.


Reza sudah diantar oleh Riri tadi pagi-pagi karena ada acara sekolah.


"ya sudah nanti jemput Reza aku berangkat jemput mama" sahut Anton.


"ok, kalo gitu aku berangkat" jawab Riri dan segera berlalu untuk mengejar meeting yang memang sudah di jadwalkan sejak sebulan yang lalu


____


"ya mah...dia bilang ada rapat sampe malem, karna ada training juga" jawab Anton.


"kamu gimana jadinya sama anak itu" tanya Riyanti.


Anton melirik dari spionnya melihat ke arah Reza


"mah...nanti aja bicaranya" sahut Anton sambil memberikan kode ke mamanya agar berhenti karena ada Reza diantaran mereka.


"ya, kayaknya mama perlu ngomong sama istri kamu itu, selama ini mama diam aja saking kesal" rungut Riyanti pada Anton yang hanya ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Anton


mereka pun kembali terdiam selama perjalanan menuju rumah.

__ADS_1


dilain tempat, Riri saat ini menjadi tidak fokus dengan meeting nya, untungnya bukan dia yang memimpin rapat, kalau tidak bisa berantakan jalannya rapat karena si pembicara pikirannya entah kemana.


'aku harus bicara semua besok, untungnya besok weekend jadi aku bebas bicara dan juga ada Anton disana jadi dia juga bisa dengar apa yang akan aku omongin ke ibunya' batin Riri.


benar Riri bertekad akan menyudahi semua ini, segala hal terkait hubungan Anton dan Riri juga hubungan Riri dengan sang ibu mertua.


terlepas dari diterima atau tidaknya dan Hasil dari semua yang akan Riri ungkapkan itu berujung seperti apa akan Riri terima, karena setelah nya Riri bertekad bila memang kedua orang itu dapat menerima dan mau sama-sama berubah maka Riri akan mengikuti apapun keinginan Anton, Riri pun lelah menjadi seperti kepala rumah tangga padahal dia memiliki kepala rumah tangga yaitu Anton yang seharusnya memikirkan dan menjalankan kapal rumah tangga mereka dengan benar, kali ini Riri akan berserah pada takdir, Riri yakin bila memang Tuhan menentukan Riri akan terus bersama maka pasti akan lanjut tapi bila tidak maka Riri berharap dan yakin bahwa akan diberikan jodoh yang lebih baik lagi oleh sang khalik.


"Bu....pak Bram tanya soal, laporan keuangan yang kita kasih" Lila yang memang sengaja Riri ajak untuk ikut dalam meeting dengan klien ini menyenggol lengan Riri membuat Riri sadar dari lamunannya, untung saja Riri termasuk orang yang memahami pekerjaannya dengan baik, hingga dia bisa langsung menjelaskan tanpa perlu bersusah payah untuk mengembalikan fokusnya pada pekerjaan.


Lila hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan bos kecilnya itu, ya..Riri dianggap bos kecil karena memang usia Lila dan Riri terpaut cukup jauh, Lila lebih tua 5 th dari Riri, namun kemampuan Riri memimpin tidak diragukan lagi, karena itu juga maka Riri bisa berada di posisi nya saat ini.


"aaahh.....akhirnya kelar juga kerjaan kita hari ini...." Riri menghembuskan nafas seraya duduk di kursi kantornya.


"iya, tapi tadi saya sempet grogi waktu mba hilang fokus tadi karena melamun .., ada apa toh mba" lila juga duduk di kursinya sambil tangannya merapihkan berkas-berkas yang masih berserak di meja kerjanya, dan selagi mereka berdua Lila biasa memanggil Riri dengan sebutan "mba", jika diluar baru dia memanggil Riri dengan sebutan "Bu".


"yahh....kepikiran emak mertua dateng mba lila, heheheh" sambil memasukan laptopnya.


"ah...pasti ga seneng ya didatengin mertua,. biasa itu dilema menantu dan ibu mertua mba hehehe" Lila menimpali yang hanya di sambut Riri dengan senyum miris.


"ya udah mba..ayok balik, udah malem banget ini, ntr aku dipecat jadi mantu" celoteh Riri sambil melihat jam yg ada di pergelangan tangannya menunjukan pukul 21.00


yang artinya memang ini sudah malam, Riri tidak membayangkan apa yang ada dipikiran ibu mertuanya melihat anak mantunya baru pulang kerja jam segini sedangkan anaknya mengurus cucu nya dirumah....aaaakkh...


semakin banyak lah rasanya tumpukan perilaku minus Riri dihadapan ibu mertuanya.

__ADS_1


__ADS_2