Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
keinginan Fitri


__ADS_3

Fahri segera berangkat ke rumah sakit setelah mendapatkan telp dari Riri, nasib baik pun sepertinya berpihak padanya, lalu lintas yang biasa sangat macet kali ini begitu lengang dan tidak butuh waktu lama pun akhirnya Fahri tiba juga di rumah sakit.


"assalamualaikum..." Fahri masuk kedalam kamar rawat Riri sambil mengucapkan salam.


"wa'alaikumsalam.." Riri yang sedang beberapa chat dari teman komunitas yang sudah berlangganan di cafenya dan juga chat grup dengan Rian dan Sinta.


"saya masuk ya?" Fahri meminta ijin Riri terlebih dahulu sebelum melangkah kan kakinya lebih dalam ke dalam ruangan.


"ya mas..." Riri menjawab dengan sopan.


"bagaimana, apa sudah siap untuk berangkat?" tanya Fahri


"apa dokter sudah memberikan izin?" tanya Riri kembali.


"saya sudah hubungi dokter dan sekarang tinggal pengurusan administrasi saja, setelah itu kita bisa langsung keluar dari rumah sakit ini" kondisi Riri sebenarnya sudah membaik sejak pemeriksaan tadi malam, dan tinggal menunggu pengaturan jadwal operasi yang belum disepakati, namun karena dokter yang merawat Riri juga sudah tau akan rencana pengobatan riri di luar negeri maka ia juga sudah menyiapkan catatan rekam medis pada Fahri agar bisa dibawa sebagai data riwayat kesehatan Riri sebelumnya.


"ini mas...boleh saya minta tolong untuk bantu selesaikan administrasi nya?" Riri menyodorkan sebuah kartu debit kepada Fahri sebagai alat pembayaran untuk pengobatannya selama di rumah sakit.


"simpan saja, saya sudah menyelesaikan pembayaran tadi" Jawab Fahri santai, anak Bu Ratna yang satu ini memang telah mandiri sejak dulu, bahkan tanpa sepengetahuan orang tuanya Fahri memiliki beberapa bisnis restoran di beberapa kota selama ia menyelesaikan studinya di luar negeri. bu Ratna sendiri juga, meskipun sederhana dan terlihat bukan orang mampu namun ternyata kekayaannya bisa terbilang lumayan banyak, karena telah berhasil mencetak anak-anak yang sukses namun tidak sombong dan menampakkan apa yang mereka miliki


klek...


pintu kamar terbuka dan munculah sosok Bu Ratna dari balik pintu tersebut.


"assalamualaikum" Bu Ratna memberikan salam


"ibu..." jawab Riri sambil tersenyum.


"wa'alaikumsalam" Fahri yang kali ini menjawab salam uminya, dan segera mencium punggung tangan sang umi dengan khidmat.


Riri pun melakukan hal yang sama setelah Bu Ratna berdiri di sisi ranjangnya


"bagaimana Fahri, apa semua sudah siap?" Bu Ratna menoleh pada anaknya dan dijawab dengan anggukan dari Fahri.

__ADS_1


"baiklah, mari nak Riri, ibu bantu kamu berganti pakaian" kali ini Bu Ratna menoleh pada Riri


"Fahri tadi telepon ibu, katanya pihak rumah sakit dan juga kamu sudah siap untuk berangkat hari ini, dan lagi mumpung keluargamu tidak ada, akan lebih baik dan mudah membawa kamu keluar dari sini secepatnya" jelas Bu Ratna yang melihat Riri sedikit bingung.


"saya sengaja meminta umi untuk datang membantu kamu mempersiapkan diri ri, karena tidak mungkin saya yang membantumu berganti pakaian bukan?" jelas Fahri sekali lagi dan sontak wajah Riri pun memerah karena malu, kini ia paham kenapa Bu Ratna datang ke rumah sakit


"sudah jangan berlama-lama, nanti bisa saja Anton atau ibunya tiba-tiba datang, malah akan jadi masalah nanti, dan kamu Fahri..keluarlah dulu tunggu sampai umi panggi kamu masuk" potong Bu Ratna cepat agar mereka tidak membuang waktu..


_______


Riyanti dan Anton sepakat untuk meminta Fitri datang ke kediaman mereka, awalnya Riyanti ingin agar mereka yang menghampiri Fitri ke tempat tinggalnya, namun Anton melarang, dengan alasan takut terjadi keributan nanti di tempat umum, kalau dirumah mereka, Fitri mungkin masih bisa menahan diri agar tidak terjadi keributan.


"kamu yakin anak itu akan kesini ton?" tanya Riyanti pada Anton yang sedang memakan jajanan yang sengaja ia beli untuk camilan dirumah


"pasti datang, aku sudah suruh Andi antar"jawab Anton.


"Andi itu yang kemarin nganter dia kesini bukan ya?" tanya Riyanti lagi


"iya..dia kerja di tempatku juga, anaknya baik, nurut pula, enak dimintain tolong", Anton menjelaskan bagaimana karakter Andi Dimata Anton pada Riyanti.


"apalagi sekarang ada anak diantara kalian, bagaimana nanti orang tuanya, mama malu ton, apalagi kamu masih berstatus suami orang, lalu rencana kamu apa ton, bayi itu anak kamu beneran, kenapa mama ga pernah kamu kasih tau diawal supaya ga jadi seperti ini, kalau tau begini dulu mama minta aja kamu pilih salah satu antara mereka" Riyanti kembali memberondong Anton dengan unek-unek yang ada dalam hatinya.


"Taulah mah....Anton bingung, Anton juga ga nyangka dia hamil, Anton udah pernah minta dia gugurin, tapi dia ga mau" sesal Anton.


"gila kamu...sama aja kamu bunuh orang kayak gitu!!" Riyanti menekan pelipisnya dengan ibu jari dan telunjuknya.


"aku sekarang bingung mau bagaimana sama Riri, sekarang dia udah banyak berubah, lebih mengerti apa mau ku mah, eh...malah masalah baru aku buat lagi..bingung lah aku mah" Anton mengacak rambutnya frustasi.


"menurut mama ton, Riri sepertinya ga main-main kalau dia mau tinggalin kamu, apalagi Reza juga sama kamu udah mulai menjauh, mama ga ngerti bagaimana kalian mendidik Reza, sampai dia dekat sama kamu aja kayak nolak" Riyanti mengutarakan apa yang ada di pikirannya.


"ya tapi Anton ga mau pisah sama Riri mah, selama ini Riri ga pernah ngeluh minta ini dan itu, hanya dulu saat keluarga selalu merecoki kami dengan banyak sekali permintaan ini dan itu, tapi sejak Riri jalanin usaha kedai kopi itu, semuanya sudah ga pernah lagi ada telpon ataupun minta apapun, malah sekarang Anton yang pusing sama Fitri yang banyak sekali kebutuhan Sampai kadang Anton ga pernah punya uang untuk keinginan Anton sendiri, malah kadang Riri yang mencukupi itu" jelas Anton pada mamanya.


"ya itu salahmu nak...kalau kamu mau aja sabar dan ga macem-macem sama perempuan mungkin rumah tangga kamu ga akan serumit ini, kita coba bicara aja sama siapa tadi nama perempuan itu?"

__ADS_1


"Fitri mah.."


"yah..Fitri..coba kamu bilang baik-baik untuk lepasin kamu, nanti anak tetap akan dipenuhi kebutuhan nya atau kalau perlu anaknya biar mama aja yang urus, cuma kalau kamu ga yakin itu anak kamu atau ga kita bisa tes" jelas Riyanti yang tetap ingin agar Anton tidak bercerai dari Riri.


"ya coba aja, nanti kita denger aja gimana anaknya, aku aja baru tau kalau dia itu lebih keras kepala dari Riri" jawab Anton lirih.


suara motor berhenti menghentikan pembicaraan ibu dan anak itu, Riyanti melihat dari jendela, seorang perempuan turun dari motor dengan menggendong seorang bayi.


"Assalamualaikum,..." suara Fitri memberikan salam dari arah pintu depan rumah Anton.


"wa'alaikumsalam...masuk nak" jawab Riyanti.


Fitri yang agak kikuk dengan situasi dimana ada Anton dan juga ibunya terlihat lebih gugup jika dibandingkan saat ia bertemu dengan Riri istri sah Anton.


"duduklah.., bayinya tidur?" tanya Riyanti


"tidur Bu..?" sahut Riri setelah itu.


Anton bangkit berdiri dan keluar dari ruangan tersebut masih dalam diam, ia menyapa Andi yang memang menunggu diluar agar membiarkan saja Fitri disini biar nanti Anton yang mengantar.


"ibu sengaja menyuruh Anton untuk meminta kamu datang ke sini, karena ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan" jelas Riyanti pada Fitri


mendengar deru kendaraan motor yang mengantarnya pergi, Fitri terlihat kaget dan ketakutan, pasalnya ia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Anton dan ibunya


Anton masuk kembali dan duduk disebelah mamanya.


"kamu ga usah takut..., ibu hanya mau kalian cerita awal mula kejadian ini sampai kamu hamil"


kemudian mengalirlah cerita dari Fitri hingga berderai air mata, ia kecewa pada Anton karena setelah Fitri mengatakan bahwa dirinya hamil, Anton malah semakin menghindar, hingga akhirnya Fitri sering datang ke tempat kerja Anton bila Anton sedang berada disana, dan meminta agar Anton bertanggung jawab.


Riyanti merasa tak tega dengan kejadian yang menimpa Fitri, terlebih mengetahui anaknya lari dari tanggung jawab seperti ini, tapi ia juga menyayangkan bahwa Fitri sudah tahu bahwa Anton memiliki istri masih juga mau untuk berhubungan seperti itu.


"Lalu sekarang setelah ini, yang kamu mau apa?" tanya Riyanti pada Fitri.

__ADS_1


Fitri melirik sekilas pada Anton lalu ia mengatakan apa yang dirinya mau


" saya mau anton tanggung jawab dengan nikahin saya, saya ga masalah jadi istri kedua asal anak ini statusnya jelas" Fitri dengan tegas mengutarakan keinginannnya.


__ADS_2