
sejak malam itu Riri yang awalnya tidak pernah mau mencampuri bahkan mengecek ponsel milik Anton akhirnya mulai menelisik lebih jauh mengenai temuannya tersebut.
jujur saja Riri tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan dikhianati oleh Anton, mengingat awal mereka menikah Riri mengetahui bahwa Anton sempat dekat dan ada perempuan yang rela mencoba bunuh diri hanya untuk bisa tetap mempertahankan hubungannya dengan Anton tapi justru malah Anton memilih menikah dengan Riri seolah menjadi bukti bahwa Anton benar-benar mencintai Riri dan tidak akan pernah berpaling dari Riri walaupun kala itu Riri sudah berusaha melepaskan Anton Karena tidak ingin ada hati dari perempuan lain yang terluka jika ternyata hubungan mereka telah jauh melangkah.
peperangan batin antar logika dan hati membuat Riri membulatkan tekad untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, meskipun ragu apakah ia sanggup jika ternyata fakta yang akan dirinya temukan akan mencabik jiwa raganya, Riri gamang...
Lila resmi mengundurkan diri, orang yang bisa Riri percaya untuk bisa menghandle pekerjaan selama dirinya tidak fokus dalam bekerja sekarang sudah tidak ada, maka bebannya kali ini terasa aman berat, biasanya Riri tidak pernah membawa masalah pribadi ke ranah pekerjaan namun yang terjadi saat ini kinerja Riri mulai menurun.
Anton semakin sering pulang malam, terkadang setelah Riri tertidur pulas baru Anton pulang, dan paginya setelah Riri berangkat kerja baru Anton akan bangun, dunia Riri benar-benar kosong dan kacau
Anton seperti menghindar untuk bertemu dengan Riri, atau bisa jadi Anton tengah sibuk dengan selingkuhannya, hingga melupakan tanggung jawab sebagai suami.
malam ini Riri memutuskan agar bisa bicara dengan Anton, karena tidak lama lagi Riri harus pergi ke Jakarta untuk meeting gabungan dengan kepala cabang dari berbagai daerah di Indonesia.
sengaja Riri meminta Anton agar pulang lebih awal, dengan alasan bahwa Riri sedang tidak enak badan dan minta untuk diantar ke dokter, untungnya trik ini cukup mempan dan membawa Anton pulang lebih awal
"jadi kedokter?" tanya Anton ketika dia sampai di depan pintu rumah dan mendapati Riri sedang menyiapkan makan malam mereka.
"jadi, sebentar lagi ya.., makanlah dulu" jawab Riri sambil mengambil jaket Anton untuk digantung di belakang.
"aku sudah makan" Anton melangkah masuk ke kamar mandi
sabar ya ri...sabar....batin Riri
__ADS_1
mungkin memang keberuntungan memihak pada Riri, Reza tiba-tiba saya minta di temani tidur karena sudah mengantuk, biasanya anak ini hanya akan tidur kalau jarum jam menunjukan pukul 12 malam.
Anton yang keluar dari kamar mandi dan mendapati Riri akan mengajak tidur reza pun bertanya...
"mau tidur? bukannya mau kedokter, tidur aj dimobil" Anton mengingat kan Riri mengenai keinginan Riri untuk kedokter tadi sore.
"ya sudah tidak apa, biar dia tidur dikamar aja, aku batalin untuk kedokternya" Riri menjawab dengan pelan sambil menuntun Reza ke kamar.
setelah Riri menidurkan Reza dan beranjak keluar kamar, ternyata Anton sudah akan bersiap untuk pergi lagi, Riri menautkan alis di kening nya.
"mau pergi lagi" tanya Riri sambil menahan diri untuk tidak meluapkan kekesalannya
"ya kan kamu tau sekarang aku pegang kunci toko jadi aku yang harus tutup dan buka toko" Anton meninggikan suaranya seakan tidak suka ditanya oleh Riri.
"ga usah bawa-bawa orang, ini sudah tanggung jawab, aku lagi malas debat" jawab Anton yang mulai terlihat emosi.
"loh aku nanya bener kan, gaji kamu saja segitu-segitu aja, bensin pulang pergi dari toko kerumah ini juga perlu dihitung, kalau kompensasi jelas mungkin bisa diterima" Riri mulai kesal karena menurut Riri yang sudah terbiasa dalam dunia kerja tidak ada atasan yang modelnya seperti bos Anton, seperti memanfaatkan, Riri juga curiga kalau ini hanya akal-akalan Anton saja.
"kamu tuh ga bisa diem ya, aku yang jalanin aja santai malah kamu yang sewot, maunya apa sih!!!?" Anton yang sudah terpancing emosi sejak tadi pagi akhirnya tidak bisa menahan diri juga.
"aku masih butuh ngomong sama kamu" ujar Riri tak kalah sengit
"apalagi yang mau diomongin, ya sudah aku berangkat" Anton segera mengambil kunci motornya dan segera menyalakan mesin tersebut.
__ADS_1
Riri meringis melihat kelakuan Anton, gagal lagi usahanya untuk bisa bicara mengenai SMS itu, dalam hati Riri akan terus menerus mencoba mencari kebenaran tentang perselingkuhan Anton.
---------
Riri terbangun dini hari terasa ada yang mendesak ingin keluar dari bawah sana, sehingga ia harus segera membuangnya di kamar mandi.
setelah Riri selesai dengan hajatnya, saat melewati kamar yang di tempati Anton, ternyata suaminya itu kini sudah terlelap dengan dengkuran yang sangat keras.
Riri mengendap-endap mengambil ponsel Anton, dan untungnya Riri bisa menghapal pola kunci dari ponsel suaminya tersebut, Riri menyiapkan hatinya untuk sesuatu yang mungkin saja akan ia sesali jika mengetahuinya.
pertama kali Riri membuka aplikasi WA yang ada di ponsel Anton, ditelusuri lah pesan demi pesan, hingga sampai pada pesan grup WA yang isinya adalah, Anton, adiknya, ibunya dan juga ayah tirinya.
perlahan dibacanya isi pesan tersebut, betapa nafas Riri terasa tercekat saat membaca chat dari ibu mertuanya, yang isinya, "mama mau kalian itu jadi orang sukses, cari istri yang nurut, kalian itu laki-laki jangan mau sampai diatur sama istri, apalagi sampai semua uang ada sama istri, mama ini yang sudah besarin kalian, yang harusnya dapat lebih perhatian dari kalian bukan orang lain"
seakan dada Riri di pukul oleh Godam yang besar hingga terasa begitu sakit dan terhimpit, Riri sadar perkataan itu ditujukan untuk Anton dan juga untuk dirinya.
apakah hal ini juga yang membuat Anton berubah, karena beberapa hari lalu Anton sempat protes mengenai uang yang Riri berikan sehari-hari, karena memang selama ini Riri yang mengatur keuangan keluarga kecil mereka ditambah Riri harus memegang pembukuan usaha Anton yang mulai berbisnis menjual produk accessories.
Riri sengaja menjatah pengeluaran Anton hari-hari karena tidak ingin Anton boros,karena jujur saja Anton ini memiliki sifat yang begitu royal terhadap orang lain dibandingkan untuk istri dan anak sen dengan gaji yang minim ditambah pengeluaran modal jualan dan hutang barang serta persiapan untuk pembayaran rumah kontrakan yang di tempatim
tidak ingin Riri berlama lagi segera ia melanjutkan aksi mencari kembali kebenaran dalam benda pipih tersebut.
peperangan batin pun di mulai malam itu, Riri berharap ia dapat menemukan petunjuk lebih lanjut lagi.
__ADS_1