
Riri sudah pulang bersama Reza yang sudah ia jemput di penitipan anak, mungkin karena terlalu lelah, Riri mendapati Anton tertidur pulas dikamar, Riri yang melihat hal itu segera memberitahukan Reza agar tidak menggangu ayah yang sedang tidur, Riri merapikan bekas potongan dus yang membungkus bingkisan dari ibu mertuanya, ia melihat beberapa plastik yang sudah diberikan nama-nama,. beberapa nama ia yakini sebagai tetangga dari ibu mertuanya, selebihnya ia tidak kenal, dia melihat isinya ada beberapa makanan matang, agak ragu sebenarnya Riri membangunkan Anton, karena ia tahu perjalanan pulang dari ibu mertuanya itu bisa memakan waktu 5 jam, mungkin Anton sudah berada di bandara kota ibunya itu pagi - pagi buta, karena ia bisa sampai di kota ini siang hari.
Reza yang sepertinya juga lelah sudah berguling-guling di atas kasur, Riri mendekati 2 lelakinya tersebut, anak dan suaminya.
sejak dalam kandungan dan sampai dengan Reza lahir perasaan Riri berubah mencintai Anton sangat dalam, bahkan ia yakin bahwa Anton juga merasakan hal yang sama dan tidak akan berpaling dari Riri apalagi dengan apa yang sudah Riri lakukan sejak awal pernikahan sampai dengan hari ini.
"yah...ayo bangun..." mengguncangkan tubuh Anton, namun Anton tidak bergeming
"yah...ayolah bangun..., sudah malam, itu bingkisan yang ada diluar buat siapa??" Riri melirik jam yang ada di dinding kamarnya, masih sempat kalau mau diantar.
Anton membuka matanya sebelah sekaligus menguap dalam...."jam berapa?"
"jam 19.15, kamu mandi dulu sana, bajunya belum ganti juga kan??"Riri segera mengambil baju rumah untuk Anton
"ayah...."Reza memeluk ayahnya.
"iyaa..., sudah makan?" kata Anton sambil mengacak rambut anak lelaki nya itu dan menciumnya.
Reza terlihat begitu senang bisa bermain dengan ayahnya, walaupun tadi jelas sekali bahwa ia sudah mulai mengantuk, tapi begitu mendengar ayahnya mengeluarkan suara, mendadak matanya membuka lebar dan jadilah mereka saling berpelukan dan bercanda diatas kasur.
sejak Reza lahir Anton sangat dekat dengan anaknya itu, karena pekerjaan Anton yang freelance membuat Anton banyak menghabiskan waktu dirumah, terlebih saat ibunya belum pindah, kalau Anton sedang malas kerja sudah bisa dipastikan dia akan menghabiskan waktu bersama anaknya dirumah ibunya, ketimbang dirumahnya sendiri.
__ADS_1
"bagaimana, apa kantong-kantong plastik itu mau diantar?" tanya Riri lagi sudah mulai kesal karena waktu terus berjalan dan diapun juga mulai kelelahan ingin istirahat.
"iya antarlah, kan sudah aku beri namanya di plastik, beberapa juga kamu kenal kan, yang lainnya itu punya temanku, punya kita sudah aku simpan di lemari pendingin" sahut Anton sambil tetap main bersama Reza.
"huft...kenapa sih bawa bingkisannya untuk orang yang ada dirumah ini saja, jadi tidak merepotkan orang terus"gumam Riri.
sekembalinya Riri dari mengantar bingkisan mertuanya itu ke beberapa tetangga yang memang Riri kenal ternyata Reza sudah tertidur lelap dan Anton juga sudah mandi, kini Riri yang giliran membersihkan diri dengan mandi air hangat agar penat dan lelahnya terbayar, Riri sedikit kesal terhadap ibu mertuanya, sudah tidak disini pun masih saja menyusahkan, Riri jadi teringat perkataan beberapa teman ibu mertuanya itu yang masih teringat sampai Riri kembali kerumah.
flashback**
"ini titipan dari mama tante, baru tadi siang Anton pulang, maaf baru sempat mengantar" sambil menyodorkan bingkisan tersebut ke Tante Yuni.
" iya ri, terima kasih ya, oh iya..Tante itu kadang tidak habis pikir sama mertuamu itu, kenapa bisa dia tinggalin suaminya disini malah pulang kampung, harusnya kan istri itu selalu di samping suami, lagian juga anak, menantu sama cucu pertamanya juga ada disini" ujar Tante Yuni sambil menggelengkan kepala.
"tapi egois menurut Tante ri, eh maaf ya, Tante jadi ngomongin mama mertuamu" agak menyesal dengan ucapannya
Riri hanya tersenyum, tidak mau berlama-lama dengan obrolan yang paling ia tidak sukai akhirnya pamit "iya Tante tidak apa-apa, maaf Tante aku masih harus Anter yang lainnya"
"iya ri, kamu hati-hatilah, kayaknya kamu juga baru pulang kerja ya", jawab Tante Yuni yang disertai senyuman tulus.
ya...memang untuk sebagian orang pasti akan berpikir kalau mertuanya itu egois, karena lebih memilih tinggal dikampung halamannya bersama kakak-kakaknya dari pada dengan suami, anak, menantu dan cucunya.
__ADS_1
alasannya karena kontrak rumah di kota tersebut tiap tahunnya selalu naik dan kondisi keuangan mereka juga tidak terlalu baik, suaminya memang pulang kerumah bisa di hitung dengan jari 1 bulan paling hanya 3 atau 4 kali, karena suaminya mengurus hotel di kota x, ayah mertua Riri itu di fasilitasi satu kamar yang cukup luas di tempatnya bekerja, yang seharusnya bisa untuk menampung ibu mertuanya jika kontrakan rumahnya habis, tapi karena ibu mertuanya itu memiliki hubungan yang tidak baik dengan pemilik hotel tersebut yang tak lain masih kerabat dari suaminya, ia lebih memilih untuk pulang kampung, tidak mau juga kalau campur dengan anak menantunya.
tok..tok..tok...
lamunan Riri buyar seketika ketika sadar bahwa ia masih berada dikamar mandi
"kamu ngapain neng...lama banget" panggilan yang biasa Anton ucapkan kalau memanggil Riri.
"eeh...buang air b****r"sahut Riri cepat dan langsung menyelesaikan acara mandinya.
Riri keluar dari kamar mandi dan tidak melihat Anton lagi di depan kamar mandinya.
"huft...kirain masih nunggu" gumam Riri.
"neng..sini" Anton memanggil Riri dari arah kamar sebelah kamar mereka.
setelah Riri masuk untuk mencari Anton, ternyata ia ada dibalik pintu sudah tanpa mengenakan baju sehelai pun, Anton langsung mengunci pintu kamar mematikan lampu dan menjatuhkan tubuh Riri di ranjang, m*****t bibir Riri dengan serakah, dan tangannya bermain liar ditubuh Riri,
Riri yang masih kaget sudah pasrah dengan apa yang Anton lakukan, sebenarnya Riri tidak suka dengan gaya bercinta Anton yang serabutan, Riri sudah merasakan millik Anton telah masuk kedalam miliknya dan mulai bergerak cepat dan..."aghh.."
sesuatu yang hangat terasa dibawah sana, menandakan bahwa permainan tersebut telah selesai.
__ADS_1
Anton segera berdiri dan membersihkan diri, begitu pula Riri yang ikut membersihkan diri setelahnya. setelah itu Riri langsung tidur di samping Reza dan Anton seperti biasa sibuk dengan ponselnya sambil menyalakan televisi diruang keluarga..., begitulah kebiasaan mereka, hubungan intim antara mereka hanya terjadi atas dasar nafsu yang harus disalurkan dan kewajiban yang harus di selesaikan. Riri yang ingin diperlakukan dengan lembut dan penuh cinta harus bisa menerima kekosongan pada hatinya, karena ia sudah terlanjur mencintai Anton entah sejak kapan.