Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
wanita ular


__ADS_3

Seorang wanita sedang duduk di samping ranjang dan berhadapan dengan seorang laki-laki yang tak lain adalah Surya


Surya menatap wanita yang masih berstatus istrinya itu dengan perasaan yang tidak bisa ia jabarkan, setelah permintaan perceraian keluar dari bibir mungil yang dulu menjadi pujaan dan candunya itu saat ini bisa berkata pedas dan menyakitkan hanya karena kondisi Surya saat ini.


"Jadi.., hanya karena aku tidak lagi bisa menggerakkan kakiku lagu lalu kamu minta kita bercerai?" tanya laki-laki itu dengan dingin


"ya....aku sudah punya kehidupan sendiri sekarang jadi sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku akan minta ibuku untuk mengurusnya" jawab wanita yang tak lain adalah Fitri.


"apa kamu lupa, kenapa aku bisa seperti ini fit?? lihat....betapa pergaulan merubah kamu begitu banyak fit, aku ga nyangka kamu bisa bersikap seperti ini" kedua tangan lelaki itu mengepal ada rasa marah yang amat besar terutama saat mengetahui bahwa istrinya berkhianat, sejak ia bangun dari koma, ia begitu sedih mendapati dirinya berada sendirian dan hanya ditemani oleh kedua orang tuanya yang secara bergantian menjaganya selama ini, ia meminta pada orang tuanya untuk pulang ke kediaman ibu mertuanya berharap jika ada istrinya di rumah itu, namun yang ia harapkan tidak terwujud, ia justru mendapatkan berita yang mengejutkan yang tanpa sengaja ia dengar saat ibu Fitri entah sadar atau tidak sempat mengatakan bahwa Fitri telah memiliki anak dari lelaki lain.


"hah...mas... pergaulan ku ya aku sendiri yang tau, udahlah mas ga usah terlalu banyak ngatur sekarang, beruntung masih bisa bangun dari koma, tapi sayang mas...kita udah ga punya apa-apa lagi, semua sudah aku jual buat biaya kamu selama di rumah sakit, orang tua kamu juga tidak peduli padaku, selama ini aku harus mencari nafkah sendiri, padahal orang tuamu itu bisa mengurus dan membiayai kamu mas...!!" kesal Fitri karena Surya memojokkan dirinya.


"jadi hanya uang yang ada dipikiran mu!! benar saja, dulu papa ngelarang aku nikahin kamu seharusnya aku nurut, mungkin sekarang kondisi ku ga seperti ini, apa kamu ga ingat aku kecelakaan itu demi siapa!!" bentak Surya yang sudah merasa kesal sedari tadi


"terserah mas...pokoknya aku mau kita cerai...titik!" Fitri segera keluar dari kamar mereka dan segera mencari ibunya.


"b******k!!! awas kamu fit..wanita ular macam kamu harus mendapat balasan, untung saja aku sudah bilang pada dokter untuk bilang kalau lumpuh, agar bisa kasih kamu kejutan ketika kaki ini sudah bisa kembali normal" gumam Surya dengan senyum seringai yang menakutkan.


sepertinya Fitri tidak sadar dengan siapa ia bermain-main.


saat Surya sedang sibuk dengan rencana pembalasannya ketika kakinya kembali normal, Fitri sedang berbicara dengan ibunya agar mengurus semua perceraiannya, Fitri akan mengakhiri ini dan hidup bahagia dengan Anton dan anaknya, tanpa ia ketahui bahwa jalan hidup yang ia pilih saat ini adalah jalannya menuju neraka sesungguhnya.


"ya mah.....begitu anak itu pulang aku bakal kasih dia pelajaran, untungnya mba war tadi mau dateng habis mama telpon, aku rasa aku akan tinggal bareng mama aja, ya udah sampai nanti lagi mah" Anton menutup sambungan telpon dengan ibunya.


'apa kamu pulang kampung memang sengaja ga mau ajak aku, karna ada sesuatu yang kamu tutupi fit...?' batin Anton memikirkan apa yang sebenarnya Fitri lakukan saat ini.


drt.. drt..drt...

__ADS_1


"ya umi....kami baru tiba di bandara"


"..........."


"iya...aku masih ada urusan disini mungkin 1-3 hari setelahnya aku kembali ke Jakarta sekalian melangsungkan ijab....'


".........."


"oh......jadi mereka ada disana??"


"... ......"


"sebentar umi..aku tanya dulu"


"....."


Riri terbelalak mengetahui bahwa keluarga ads di sana, itu artinya kemungkinan besar mereka sudah kerumah Anton dan mungkin sudah bertemu Anton.


"ri.....umi masih menunggu bagaimana?" Riri menganggukkan kepala tanda ia bersedia menerima panggilan telepon itu dan Fahri menyerahkan ponsel ya pada Riri


"assalamualaikum...."


"lw dimana?? kenapa ga ngomong sama kita masalah lw sih Ri !!" terdengar suara kesal campur kecewa dari Dina yang saat ini tersambung dengan Riri via telp.


"maaf mba aku bakal cerita semuanya nanti kalau kita ketemu ya..., aku masih pemulihan pasca operasi, kalian tenang saja aku akan baik-baik saja, hmm...untuk sekarang abaikan saja masalah kami karena juga sudah selesai, dan tidak perlu mendatangi mantan suamiku lagi tolong mengerti" lirih Riri, sungguh ia ingin sekali lepas dari Anton dan keluarganya.


"tapi Ri..."

__ADS_1


"tolong mba..aku ga mau kembali ke masa yang sudah aku lewati, (menghela nafas) aku akan minta tolong ibu Ratna untuk Carikan kalian penginapan malam ini pasti kalian kaget dan butuh istirahat, besok kembalilah ke Jakarta, dalam waktu dekat aku akan mengunjungi kalian..oke??!" pinta Riri penuh harap


"baiklah..tapi tolong tetap berkabar dengan kami walau sebatas telepon..." jawab Dina tegas.


"baik mba..., boleh aku bicara sebentar dengan bu Ratna" jawab Riri


"ya nak...bagaimana keadaan mu??"


"aku baik Bu...boleh aku merepotkan lagi untuk Carikan mereka penginapan?"


"baik nak...,kalian berdua jaga kesehatan dan selalu berkabar ya??" pesan Bu Ratna dan tak berapa lama panggilan terputus.


Riri memejamkan matanya untuk menenangkan diri sesaat, akhirnya keluarganya tau mengenai kondisinya, namun ia bersyukur mereka tau setelah Riri selesai operasi dan juga bercerai karena tidak terjadi keributan yang berarti.


Fahri mendekati Riri dan mengusap lembut punggung Riri untuk memberikan kekuatan.


"maaf ya mas...aku selalu merepotkan kalian..." Riri kembali meminta maaf atas apa saja yang sudah terjadi dan selalu menarik Fahri dan keluarganya dalam masalah pribadinya.


"sssttt...sudahlah..sekarang ayo kita keluar dari sini" mereka pun melangkah meninggalkan bandara.


________


Fitri merasa lega karena sebentar lagi ia akan segera bercerai dengan suaminya dan setelah ini ia akan bersama Anton, Fitri belum tahu mengenai posisi pekerjaan Anton saat ini bagaimana, karena ia dibutakan dengan apa yang ia dapatkan saat ini yang sama sekali tidak ia ketahui bahwa itu merupakan peninggalan dari mantan istri Anton, dari awal pertemuannya dengan Anton memang Fitri sudah merencanakan akan membuat Anton menjadi milik miliknya dan sejak dikenalkan oleh Andi Fitri bertingkah layaknya gadis lugu dan lembut, karena Anton sering menceritakan kekurangan sikap Riri padanya.


Saat ini dengan percaya dirinya Fitri kembali ke kota tempat ia meninggalkan anaknya dan akan melanjutkan rencananya untuk mendapatkan apa yang dimiliki oleh Anton, ia bertekad akan menggunakan anaknya untuk terus bisa menekan Anton agar menuruti apapun keinginannya, ia lelah selama ini kerja keras demi untuk membiayai hidupnya karena suaminya dulu harus terbaring tidak sadarkan diri bertahun - tahun pasca kecelakaan.


Sedangkan ditempat lain, seorang lelaki sedang sibuk meninabobokan bayi perempuan yang lucu dan sedang menangis karena kehausan, ya itu adalah anton, sebenarnya untuk mengurus bayi Anton sudah terbiasa, terlebih dulu waktu Reza masih bayi lebih sering Anton yang mengurus karena Riri sibuk bekerja demi menyambung kehidupan mereka karena penghasilan Anton tidak dapat memenuhi semua kebutuhan mereka, namun bedanya dulu Anton masih dibantu oleh ibunya dan pembantu yang dibayar sekaligus mengurus Reza, sedang kini, secara mendadak Fitri meninggalkan bayinya begitu saja tanpa bicara apapun, bahkan ponselnya di matikan, Anton benar-benar dibuat kesal, tidak terbayangkan bahwa Fitri bisa berbuat seperti itu seolah ikatan batin antara ibu dan anak tidak ada, sedangkan Riri dulu, berpisah jauh dari Reza saja karena pekerjaan sudah seperti orang minum obat yang setiap saat melakukan telp hanya untuk menanyakan kondisi Reza.... sungguh Anton baru merasakan penyesalan saat ini, karena setelah berpisah ia baru menyadari bahwa istri yang dulu ia anggap tidak baik dan selalu dicela ternyata adalah istri terbaik yang Allah berikan untuk dirinya..

__ADS_1


__ADS_2