Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Anton dan ibu mertua


__ADS_3

Pesan dari laki-laki paruh baya yang mungkin dikirim oleh sang pencipta itu perlahan mulai merubah cara pandang Riri terhadap masalah rumah tangganya, beberapa hari lagi hari raya tiba, dimana dalam agama yang Riri anut bahwa setelah menjalani kewajiban di bulan ramadhan dengan sungguh-sungguh, maka manusia akan kembali terlahir suci, karena itu Riri memutuskan untuk mulai menabung amal baik kedepannya


sejak menikah dengan Anton dan tinggal jauh dari keluarga besarnya tidak menjadi masalah besar bagi Riri dan keluarga apabila tidak pulang saat hari raya, keluarga Riri memaklumi dengan kondisi pekerjaan dan keuangan Riri yang tidak setiap saat bisa mengeluarkan uang dalam jumlah banyak, terlebih selama ini Riri pun menyokong ekonomi keluarganya dari pundi-pundi uang yang Riri terima.


Namun berbeda dengan keluarga Anton, dimana sang ibu. selalu ingin anak-anak nya berkumpul saat hari raya tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan si anak,


meskipun sudah dijelaskan bahwa kondisi keuangan sedang tidak baik, namun sang ibu selalu menggunakan jurus andalannya dengan mengatakan "jangan sampai kalian menyesal kalau orang tua udah ga ada"


bahkan Riri sendiri juga sampai saat ini masih bersitegang dan tidak berbicara dengan ibu mertuanya tanpa alasan yang jelas.


Riri sendiri juga tidak mempermasalahkan kalau memang ibu mertuanya tidak mau bicara dengannya, Riri pun juga buka tipe menantu yang sok cari muka dengan pura-pura baik demi mengambil hati sang ibu mertua, karena buat Riri dia bukan lah seorang yang biasa berpura pura dan bersandiwara dengan berusaha berbaik-baik dengan ibu mertua karena selama berdekatan dengan sang ibu mertua saat dia hamil banyak hal yang menyakitkan untuk Riri, bukan berarti juga Riri menjadi dendam akan hal itu, tapi Riri meyakini bahwa pasti suatu saat nanti, bila Riri dan Anton masih berjodoh yang akan mengurus orang tua Anton pasti menjadi tanggung jawab Anton dan berarti tanggung jawab Riri juga.


Riri berusaha berdamai dengan hatinya, dia tidak ingin sikap dari ibu mertuanya malah membuat Riri menjadi benci bahkan berniat membalas seperti layaknya sinetron yang ada dihampir stasiun tv, dimana kala sang ibu mertua menyakiti maka akan dibalas dengan hal serupa oleh si menantu...drama banget ya kan....??


Dan akhirnya dengan keterbatasan keuangan yang ada karena dan juga persiapan Riri untuk hal dadakan yang mungkin terjadi bila ternyata harus berpisah dengan Anton maka kali ini mengurungkan niatnya lagi untuk berkumpul bersama keluarga besarnya, namun tanpa disangka-sangka, ternyata Anton memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya setelah hari raya mereka lalui bersama.

__ADS_1


Riri sempat menanyakan mengenai dana kepulangan Anton yang dijawab bahwa tiket berangkatnya di bayar oleh keponakan karena kebetulan juga keponakannya tersebut melangsungkan pernikahan setelah hari raya.


takdir terkadang sekejam itu kepada kita yang sedang berusaha menjadi orang yang lebih baik, saat Riri berusaha untuk memaafkan anton, namun ternyata dengan tanpa komunikasi Anton memutuskan sesuatu sendiri.


"kenapa kamu dadakan kasih info akan pulang" tanya Riri pada Anton saat Anton mengemasi baju-baju yang akan dibawanya


"pulang lah, udah lama ga pulang" jawab Anton sekenanya


"ya sudah terserah, kamu berapa lama, kerjaan gimana?" karena setau Riri Anton paling anti kalau disuruh libur lama-lama


sambil mengaitkan penutup tas ransel yang ia bawa.


"salam saja sama keluarga disana juga sama mama, kalo aku ada salah sampaikan maaf, sampai hari ini mama juga ga balas telp dan chat ku, ada masalah apa sebenernya?" Riri yang sebenarnya ingin membahas mengenai ibu mertuanya ini sejak beberapa hari lalu mengurungkan niat karena baru beberapa hari ini Anton terlihat sedikit normal, meski masih kadang telp maupun chat secara sembunyi-sembunyi.


Asal kalian tau ya, Anton juga sudah mengetahui kalau ponselnya disadap dan dia benar-benar marah pada Riri, namun karena hal itu juga akhirnya Riri bisa mengungkapkan apa saja kesalahan Anton yang ia peroleh dari chat-chat tersebut dan atas dasar itu juga Riri minta agar Anton memproses perceraian mereka, namun lagi-lagi setiap Riri mengeluarkan kata cerai, Anton seperti enggan untuk mengabulkan hal itu.

__ADS_1


Anton yang malas menjawab pertanyaan Riri hanya menjawab dengan dua huruf "ya"


********


hampir satu bulan Anton pergi dan rasanya Anton seperti menghindari sesuatu, di setiap chat atau vn yang dilakukan baik oleh Riri maupun Reza karena merasa kangen dengan ayahnya, menunjukan raut wajah Anton yang terlihat lebih fresh, belum lagi beberapa video tentang perjalanan Anton bersama keluarganya yang dikirim Anton ke Reza ketika menanyakan kabar ayahnya.


dapat Riri lihat Anton terlihat menikmati kebersamaan nya dengan keluarga besarnya di kampung, sedangkan Riri harus berjuang sendiri mengurus anak, bekerja belum lagi jika ada masalah pekerjaan yang mengharuskan Riri untuk keluar dimalam hari karena memang resiko pekerjaannya yang berhubungan dengan pelayanan sosial yang mana terkadang anggotanya melakukan kesalahan terhadap customer.


terkadang Riri merasa pernikahan nya hanyalah sebuah status, karena banyak hal yang Riri lakukan sendiri tanpa bantuan Anton, terkadang bila Riri tidak tahan ia menyatakan kepenatannya tersebut pada Anton, semata-mata agar Anton lebih peka dan mau bersama-sama berbagi beban dalam melakukan pekerjaan rumah dan juga mengurus anak, namun jawaban selalu sama, anton katakan bahwa Riri adalah perempuan mandiri, dan lagi memang itu tugas ibu rumah tangga, Anton juga lelah seharian kerja diluar, kapan bisa istirahat benar jika masih mengurusi kerjaan rumah, egois kan???


padahal Anton sendiri juga tahu kalau Riri juga bekerja dari pagi hingga malam, dan masih mengurusi pekerjaan rumah,. sebenarnya Riri mau pakai jasa pembantu harian, namun Anton selalu bilang, buat apa buang uang tidak perlu,. kan masih bisa dikerjakan bersama, namun pada kenyataanya itu semua hanya jejeran kata-kata penyemangat sebelum tidur. yang selalu Riri dengar keluar dari mulut Anton berkali-kali setiap mereka membahas pekerjaan rumah.


dan akhirnya Riri pun ambruk, fisiknya tidak sanggup menopang lelah fisik dan juga batin.


dengan terpaksa juga akhirnya Reza menghubungi ayahnya atas ijin Riri yang awalnya meyakinkan Reza bahwa penyakitnya hanya sesaat, nanti segera sembuh, namun karena Reza anak yang sensitif dan mungkin trauma yang muncul akibat ibunya sering mengalah akhirnya Reza kecil dengan menangis pun menelepon ayahnya.

__ADS_1


Berkat telpon dan video call akhirnya Anton akan pulang juga kerumah mereka lagi, namun terlihat jelas bahwa sebenarnya ia masih belum mau untuk pulang dan berkumpul lagi bersama Riri dan Reza, entah apa sebenarnya yang ada di pikiran Anton, Riri makin dibuat tidak mengerti dengan semua ini.


__ADS_2