Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Berulah lagi


__ADS_3

Akhirnya dengan sedikit paksaan, Anton akhirnya mengakui hubungan itu, namun lagi ia mengkambing hitamkan Riri sebagai alasan kenapa dia melakukan hal tersebut, tapi untuk masalah hubungan yang lebih seperti yang Riri tuduhkan, Anton tidak mengakui pernah berhubungan lebih intim dengan perempuan itu, dan tidak berhenti sampai disitu saja, kekhawatiran Riri dan juga Riyanti sepertinya sama.


Dengan sikap Anton yang seperti hilang semangat hidup dan seperti orang linglung saat berada di kampung menjadi bahan pertanyaan juga untuk Riyanti, walaupun Anton lebih banyak menutupi perasaannya dengan terlihat lepas dan bahagia saat kumpul bersamanya dan keluarga besar mereka disana, Riyanti tak bisa pungkiri bahwa hati kecilnya menanyakan kejujuran anaknya sendiri, benarkah Anton tidak bertindak jauh dengan wanita itu, ataukah malah ada Reza kecil yang lain yang telah hadir dalam hubungan gelap mereka.


terlebih lagi mendengar cerita Riri bahwa sudah sejak ketahuan berselingkuh Anton sama sekali tidak pernah menyentuh Riri, sebagai lelaki normal yang sudah beristri, rasanya sangat tidak mungkin kebutuhan biologis itu tidak tersalurkan dengan baik.


akhirnya Riyanti pun mempertanyakan hal ini pada anaknya.


"kamu selama ini tidak menyentuh istri kamu juga, lalu kamu bilang hubungan kamu sama wanita itu tidak jauh, lalu bagaimana dengan foto yang Riri bilang kalau dia minta anak dari kamu...atau jangan-jangan hubungan kalian udh jauh dan perempuan itu hamil!!" Riyanti mencoba menanyakan lagi kejujuran Anton dan dari ekspresi yang Anton tampilkan, benar-benar merasa terkejut dengan pertanyaan ibunya itu.


"mama!!!... apa-apaan sih??!" sahut Anton terlihat kesal


Riri sedari tadi hanya memperhatikan tingkah ibu dan anak, ia sedikit bersyukur karena ibu mertuanya mau mendengar dan juga mau mengorek lebih jauh mengenai hal ini pada anaknya, hanya saja Riri sangat menyayangkan sikap Anton yang tidak gentle, alangkah lebih baik ia ceritakan semuanya dan selesaikan dengan segera, tidak perlu berlama-lama dan menggantung seperti sekarang.


putusan Riyanti terlihat sangat berpengaruh kepada Anton.


"mama ga mau tau ya ton, jadi kamu masih berhubungan sama perempuan itu? kalo kamu masih sayang sama mama, putusin, mama mau perempuan itu minta maaf sama mantu mama" tegas Riyanti.


'ah....akhirnya dipandang juga sebagai menantu' batin Riri


"mama ga pernah ajarin kamu buat mainin perempuan, kalau kamu merasa ga cocok lagi dengan istri kamu harusnya omongin baik-baik bukan malah kamu kasih ruang untuk perempuan lain, apalagi dia tau kamu sudah beristri, harusnya kamu mikir mana ada perempuan baik-baik yang mau sama laki-laki beristri, itu hanya ***** kalian aja, mama udah makan asam garam ton...jadi mama minta berlakulah sebagai laki-laki sejati jangan jadi pecundang" tegas Riyanti sekali lagi.

__ADS_1


"ya...nanti aku omongin sama Riri dan anak itu"jawab Anton to the poin karena dia sudah paham bagaimana karakter ibunya.


"baik-baik lah kalian nanti setelah mama pulang, kasih lagi mama cucu perempuan biar mama yang urus" sahut Riyanti pada anak dan menantunya ini.


_______


Beberapa bulan berlalu sejak kepulangan Riyanti ke kampung dan Anton telah menuruti perintah ibunya untuk menyelesaikan hubungannya dengan perempuan itu, awalnya Riri meminta untuk bertemu, namun Anton tidak mengijinkan alasannya, Anton ga ingin ada keributan, terlebih Anton sangat tau karakter Riri yang terkadang begitu mengintimidasi bila bersama orang yang berada dibawahnya, dan Anton tahu dengan pasti bahwa wanitanya yang lain ini tidak lebih baik dari Riri.


akhirnya mereka berkomunikasi via phone, Anton menjelaskan di depan Riri bahwa hubungan mereka harus berakhir dan ia akan memperbaiki kembali rumah tangganya dengan istrinya, perempuan itu juga meminta maaf pada Riri, dan ya walaupun emosi namun Riri sadar tidak sepantasnya ia berlaku barbar kepada perempuan itu, karena hal itu sama saja menunjukkan bahwa Informasi yang mungkin telah diterima perempuan itu mengenai Riri adalah benar dan hal itulah yang menjadi senjata untuk para pelakor merebut pasangan kita, karena kita menunjukan titik lemah kita pada para pelakor.


setidaknya bila kita mengalami hal seperti ini ada baiknya kita mengontrol diri kita sendiri sebelum kita di tertawa kan karena sikap kita yang barbar kepada para perempuan penggoda.


Riri pikir masalah ini telah selesai, selang beberapa bulan hubungan mereka terlihat kembali harmonis, kala itu Riri berusaha menerima kembali dan memperbaiki hubungannya dengan anton namun rencana Tuhan kita tidak pernah tahu, ibarat pepatah *sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga*


Saat ini liburan sekolah dan Riri sedang membawa Anton dan juga reza keluar kota tempat dimana projects perusahaan Riri berlangsung, liburan atas biaya dinas lebih tepatnya, awalnya tidak ada yang aneh, Reza sangat senang dan menikmati liburan ini, begitu juga dengan Anton, mereka menghabiskan waktu tiga hari dua malam disana, dan pada saat kepulangan terakhir setelah mereka turun dari pesawat, tiba-tiba Anton mendapatkan panggilan dan buru-buru menjauh.


Riri yang pada dasarnya tipikal orang yang memahami gestur tubuh antara berbohong atau tidak akibat dari pengalamannya bekerja dapat melihat gelagat yang tidak baik, namu berusaha ia tepis hingga tepat selang sehari kepulangan mereka dan sikap Anton yang aneh itu, Riri diberikan petunjuk tanpa sengaja membuka catatan buku tabungan Anton dan tumben sekali buku itu berada di sembarang tempat.


Setelah melakukan pengecekan dan juga karena bantuan orang dalam dari koneksi yang Riri punya, Riri bisa mengetahui transaksi keuangan Anton ke rekening yang sama selama beberapa kali transaksi dan pemilik rekening tersebut adalah perempuan yang beberapa bulan lalu meminta maaf pada Riri dan tidak akan mengganggu Anton lagi namu ternyata apa yang ditemukan saat ini benar-benar tamparan untuk Riri, apalagi transaksi itu terakhir terjadi tepat di hari mereka pulang dari liburan.


Berbagai pikiran mulai berkecamuk di kepala Riri, emosi kembali menguasai dirinya, marah, sedih, kesal bercampur menjadi satu, apalagi yang sebenarnya diinginkan anton.

__ADS_1


"apa ini" setelah Reza tertidur dan mereka berada diruang tengah Riri melemparkan print out bank kepada Anton.


"APA sih" Anton setengah berteriak, kaget dengan tindakan Riri.


"jadi selama ini uang kamu selalu lari ke perempuan itu hah!!?" hardik Riri pada Anton.


"apa yang udah dia kasih ke kamu, apa yang sebenarnya kalian sembunyikan, jawab" Riri sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Anton terlihat membaca sebentar kertas yang dilemparkan oleh Riri dan sempat terkejut sesaat.


"Jawab...hiks..." Riri pun tidak mampu lagi menahan sesak di dada dan air disudut matanya pun tak dapat ia hentikan, semakin meluncur bebas.


"aku masih punya hutang Sama dia, aku baru bisa selesaikan kemarin".


jawab Anton seperti tidak merasa bersalah


"apa.... hutang!!?" teriak Riri


"iya aku hutang handphone, ada handphone yang dia minta aku benerin tapi nyatanya malah rusak ditanganku"jawab Anton sedikit meninggi.


"jawaban konyol???" gumam Riri.

__ADS_1


"terserah, lagian juga masalah sepele aja diributin, aku capek!!" jawab Anton yang langsung merebahkan badannya ke kasur di sofa ruang tengah.


"aaghhhht....s**l" geram Riri frustasi berjalan mengambil kunci dan dompetnya di kamar dan pergi meninggalkan Anton.


__ADS_2