Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
Anak Ku??


__ADS_3

Pekerjaan Anton semakin tidak karuan sejak kepergian Riri, semua yang dilakukan Anton selalu saja salah, hingga pekerjaan yang selalu di percayakan padanya di alihkan pada Andi.


Sedangkan Riyanti memilih untuk tinggal bersama suaminya di rumah yang telah disiapkan oleh tempat kerjanya di kota tersebut, Riyanti tidak tahan melihat sikap Anton belakangan ini yang sudah seperti orang tidak punya gairah hidup.


Sifat dasar yang melekat pada manusia merasakan terpuruk setelah kehilangan, sudah lebih dari satu bulan Anton dan Riri berpisah dan baru dua Minggu berlalu sejak pengadilan memutuskan perceraian mereka, Anton sempat menolak perceraian tersebut namun ternyata mantan istrinya itu telah menyiapkan semua bukti yang memberatkan Anton, hingga pengadilan memutuskan kasus perceraian mereka....yah istri yang dulu pernah ia sia-siakan sekarang telah menjadi mantan istri.


Hampir tiap hari Fitri selalu mengingatkan Anton bahwa masih ada dirinya dan anaknya yang butuh perhatian dari Anton, namun Anton terasa buta hingga tak lagi perduli pada Fitri dan juga Farah anaknya.


"ton....mobil operasional saat ini gua tarik ya, terus Lo sekarang balik toko aja, nanti biar marketing di pegang sama Andi" bos yang juga sudah dianggap sebagai teman ini pun menepuk punggung Anton saat Anton akan beranjak dari toko untuk berkeliling seperti biasa.


"loh kok dadakan? kenapa ga ngomong dulu kek?" Anton merasa jengkel, sejujurnya dia mulai merasa tidak nyaman bekerja disana karena selain fokus pikirannya yang sedang terganggu, ia juga merasa bahwa, dirinya makin di tekan khususnya mengenai target penjualan.


"ya sorry, soalnya Lo sibuk sama diri sendiri aja sih, kinerja Lo turun ton, itu sangat gua sayangin" sahut bosnya Anton


"ya gua paham, berati sekarang gua ga keluar nih, di toko aja" tanya Anton.


"iya...gw mau ngobrol juga sama Lo ton, yok naek ke atas" ajak bosnya itu keruangan yang berada di lantai 2.


Mereka pun tiba di lantai dua ruangan kerja bosnya, Anton menduduki sofa yang ada di pojok ruangan tersebut.


"Jadi....gimana kabar Lo sama Riri?" tanya bosnya


Anton menarik nafas dalam dan ia pun menceritakan apa yang sudah terjadi antara dirinya dan mantan istrinya tersebut, karena memang bosnya ini juga sempat mengetahui mengenai hubungan nya dengan Fitri dulu, dan bosnya ini juga mengajak Riri berbicara agar tidak terlalu mengekang Anton.


"ya udah lah ton, sekarang kan Lo dah dapet apa yang Lo mau tuh, biar lo lebih bisa fokus sama kerja" si bos menjelaskan pada Anton agar ia segera bisa fokus lagi.


"tapi gw sekarang malah males sama si fitri" keluh Anton


"wah Lo gila ton...dia itu dah brojolin anak Lo!!" Tegur bos Anton


"gua ga tau itu anak gua apa bukan" lirih Anton menghembuskan nafas.


"gila....jadi Lo ga yakin bayi itu anak Lo apa bukan?!!" bos Anton kaget bukan main.

__ADS_1


"iya.....eh.. ngomong-ngomong, Lo bisa bantu gw ga, karna gua ga ngerti, rencana gua mau bawa tes DNA katanya bisa tau itu anak gua bukan" tanya Anton yang sudah yakin sekali kalau anak itu bukan anaknya.


"oke gua bantu, kebetulan gua ada kenalan dirumah sakit yang bisa bantu" jawab bos Anton serius.


"ya udah kenalin aja ke gua, nanti gua harus bawa apa aja biar dia info langsung.


Anton pun pamit kembali bekerja, dia ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Fitri dan memulai hidup baru untuk mencari anak dan mantan istrinya itu, Anton penasaran bagaimana kabar Riri karena setelah perceraian mereka pembagian harta gono-gini nya sangatlah tidak seimbang, Riri mendapatkan porsi lebih sedikit dari yang Anton dapatkan.


Harta bisa membutakan segalanya, dan itulah yang terjadi pada Fitri, bahkan ia dengan rela mau mengandung anak Anton, demi melihat harta yang dimiliki oleh Anton yang sebenarnya adalah milik Anton dan Riri.


Seperti halnya malam ini, Fitri bertekad untuk membawa Farah, Bayi mungil dan juga dirinya untuk tinggal bersama Anton, setelah dia mengetahui bahwa Anton dan Riri telah resmi bercerai.


tok..tok...tok


pintu kamar kos Andi diketuk lumayan keras oleh Fitri.


klek..,


"Ndi....ayo Anter aku ke tempat Anton, aku mau pindah kerumahnya" sahut Fitri pada Andi.


Andi mengerutkan keningnya, bingung dengan sikap Fitri yang seperti ini, ternyata sikap aslinya yang sekarang sudah keluar.


"Gila kali Lo...ini udah jam sebelas malam, lagi pula, kenapa Lo ga suruh aja Anton yang kesini" gerutu Andi kesal,


"dia ga angkat telpon gua dari kemarin" lirih Fitri.


Andi menarik nafas panjang, lama-lama dia juga bisa ikutan stress kalau harus ngurusin urusan Fitri dan Anton, lagi pula sekarang apa yang dia inginkan juga sudah di depan mata, harusnya sekarang adalah saat yang tepat buat Andi mengakhiri semuanya.


"Fit....gua rasa sekarang Lo harus urusin masalah Lo sendiri, gua dah ga bisa bantu lagi" tegas Andi pada Fitri yang tengah menggendong Farah dan terlihat ekspresi Fitri yang tidak terima setelah mendengar apa yang di katakan Andi.


"apa!!....ga bisa ndi...kita kan udah....."


drt...drt...

__ADS_1


Andi segera mengangkat telepon yang tiba-tiba saja bunyi sebelum Fitri menyelesaikan kata-katanya.


merasa Anda mengabaikannya akhirnya Fitri pun kembali ke kamarnya untuk kembali tidur, mungkin besok saja dia akan telpon anton.


Sementara di kediamannya, Anton menatap nanar pada ponselnya begitu melihat ada puluhan panggilan tidak terjawab dari nomor Fitri, ia juga membuka laman chat dari Fitri yang isinya kapan Anton akan menikahinya secara hukum dan ia meminta untuk tinggal bersama dengan Anton.


"semakin lama, kenapa perasaan ku pada Fitri semakin kesal, aku harus segera mengurus tes itu, besok aku akan bawa dia kesini biar segera selesai masalah" gumam Anton.


sudah dua hari berlalu sejak Anton akhirnya membawa Fitri untuk tinggal bersama, ia hanya ingin memastikan bisa mengambil sample untuk tes DNA, akhirnya sample tersebut telah ia kirim untuk di periksa dan akan selesai dalam waktu seminggu, Anton akan bersabar menunggu hari itu sehingga ia bisa segera menyelesaikan hubungannya dengan Fitri.


"kamu kenapa sih ga mau tidur bareng kita, kayak kami ini orang lain saja, kita juga sudah sah secara agama kan, harusnya ga masalah kau kita tidur bareng??!" Fitri sudah tidak tahan lagi dengan sikap Anton yang seperti menghindar, memang sejak kejadian itu, hingga fitri melahirkan Anton sama sekali tidak pernah berhubungan layaknya pasangan suami istri, Anton kaget begitu mendapati Fitri yang sedang hamil dan mengaku bahwa itu adalah anak nya


"ya nanti kalau sudah sah secara hukum aja, ga enak sama tetangga" jawab Anton asal, ia sedang menunggu hasil tes yang sebentar lagi keluar.


Fitri masuk ke dalam kamar yang biasa ditempati oleh Riri dan menutupnya kasar hingga tak berapa lama terdengar tangisan bayi dari dalam kamar.


Hari yang dinanti akhirnya datang, Anton sudah berada di ruang tunggu tempat ia melakukan tes DNa


"dengan bapak Anton" seru suara yang memanggil namanya.


"ya saya...." Anton menghampiri orang yang memanggilnya


"ini hasil tes yang bapak inginkan, silahkan di cek" dengan sigap Anton menerima dan langsung membaca isi hasil tes tersebut yang sebagian isinya tidak ia pahami, namun ada satu kalimat yang membuat dunianya runtuh seketika.


'COCOK'


dengan gemetar Anton mencoba menanyakan hasil tes tersebut kepada orang yang Mash setia berada di hadapannya.


"ini artinya apa ya?" tanya Anton sambil memperlihatkan kertas yang berisi hasil tes DNA


"wah selamat pak, ternyata hasilnya cocok, berati anda adalah ayah kandung dari bayi tersebut" setelah beberapa saat membaca hasil petugas tersebut menjelaskan pada Anton.


"jadi....bayi itu... Anakku?!"

__ADS_1


__ADS_2