Aku, Kamu Dan Ibu Mertua

Aku, Kamu Dan Ibu Mertua
curhat


__ADS_3

Anton pulang tanpa membawa baju yang beberapa hari lalu dibawanya keluar dari rumah, ya Anton pergi malam itu dengan membawa tas ransel, seperti memang sudah direncanakan sebelumnya.


pagi ini Riri ada meeting penting sebelum keberangkatan nya beberapa bulan lagi untuk mengurus project baru di luar kota, setelah sengaja mengantar Reza dengan motor yang biasa digunakan Anton maka Riri kembali lagi kerumah, karena tadi Anton masih tidur saat Riri berangkat.


seperti halnya istri pada umumnya, sebelum berangkat Riri menyempatkan untuk. menyiapkan makan Anton dan juga pakaian yang akan digunakan untuk bekerja, setelah dirasa semua siap, Riri mencoba membangunkan Anton.


"bangun yah..kamu kerja kan?? sarapan dulu, bentar lagi aku berangkat" sambil menggoyangkan tubuh Anton agar Anton segera terjaga dari tidurnya.


kedua kelopak mata Anton sedikit terbuka dan akhirnya tertutup lagi lalu Anton membalikan tubuhnya membelakangi Riri.


'apa sih orang ini...pulang tapi kayak males ngomong, ya sudah lah aku pergi aja, toh juga semua udh siap', batin Riri


akhirnya Riri beranjak dari tepi ranjang dan menuju keluar kamar untuk segera berangkat ke kantor.


***************


selang beberapa hari sejak Anton pulang semua tampak biasa hanya 3 orang yang berkumpul jadi satu dalam satu atap dan menjalani komunikasi saat lapar atau berbicara ketika ada perlu saja.


Riri juga malas untuk mulai perbincangan karena akan berujung keributan lagi, Riri tidak ingin Anton keluar kendali dan menyebabkan kesedihan dan trauma pada anak mereka terjadi lagi.


pikiran Riri beberapa hari ini entah kenapa tidak tenang, bingung akan cerita pada siapa, keluarga sudah pasti solusi adalah bercerai, kepada ibu mertua sudah pasti akan disalahkan, karena anaknya pasti selalu benar, Riri ingin sekali bercerita, bertukar pikiran dengan seseorang agar pikirannya tidak selalu terfokus pada masalah Anton, masih banyak hal lain yang juga sama penting yang harus ririr kerjakan.


"aku mau makan sate yang di depan bisa beliin" sambil lalu Anton berlalu dan duduk dekat Reza untuk mengajak main.


"ya...sebentar lagi aku belikan" jawab Riri sambil mengganti pola dari ponselnya, Riri tidak ingin sampai anton tahu bahwa selama ini anton.


"bunda mau kemana? jangan dibawa ponselnya aku lagi tathering mau main...." Reza yang ada diruang tv berlari mengikuti ku sambil merengek.

__ADS_1


dilema, aku baru saja mengganti pola, bagaimana kalau nanti saat aku keluar cukup lama dan Anton mengecek isi ponselku, matilah, banyak sudah foto chat, foto kiriman dari perempuan itu dan rekaman audio saat perempuan tersebut ternyata memang menjalin hubungan dengan Anton karena ada pesan suara yang berisi ke khawatiran dari perempuan itu kalau ternyata Riri sudah tahu hubungan mereka.


flashback***


"mas, aku minta tolong boleh ya,...." akhirnya Riri menceritakan masalah yang dihadapinya pada seseorang yang pernah dekat dulu sewaktu ia masih gadis, dan orang ini lah yang selalu bisa membuat Riri tenang dan merasa ada, walaupun bisa di bilang apa yang Riri lakukan itu salah, namun hanya pada lelaki ini Riri bisa meminta bantuan untuk mengatur siasat agar bisa tahu sampai sejauh mana hubungannya dengan Anton.


akhirnya muncul juga pop up pesan dari perempuan itu di chat Anton saat Riri mengecek ponsel Anton beberapa hari yang lalu.


//yang...kayak ya istri kamu dah tau deh soal kita, aku tadi dapat telp, ga tau dari siapa


pesan dari perempuan berinisial "F"


//maksudnya??


pesan balasan Anton


//tadi ada yang telpon tanya-tanya minta kenalan, aku tinggal dimana, kerja dimana, kayaknya dia suruhan istri kamu deh


//ya cuekin aja, nanti aku cari tahu ya


dan ternyata fakta baru yang Riri temui bahwa Anton sudah menceritakan bahwa ia sudah beristri dan juga perempuan itu tetap menjalin hubungan dengan Anton


Riri benar-benar sakit saat itu, ia teringat dulu juga pernah melakukan hal yang sama dulu sewaktu masih gadis, namun tidak pernah sampai sejauh mengirim foto anak dan meminta lelaki itu menitipkan benih dirahimnya seperti apa yang dilakukan oleh perempuan itu ke Anton, namun setelah menikah dengan Anton dia benar-benar memutuskan untuk berubah dan sama sekali tidak ada niatan untuk berselingkuh terlebih status nya sekarang adalah istri orang, apalagi melakukan skinship dengan lelaki lain, walupun tidak dipungkiri selama ini tidak sedikit laki-laki yang berusaha mendekati Riri walaupun mereka tahu Riri sudah menikah.


"Bun ..." Reza menggoyangkan lengan Riri dan membuat Riri tersadar dari lamunannya dan berjongkok dihadapan Reza.


"bunda tinggal tapi ga usah di buka-buka ya, soalnya polanya bunda ganti...ok" Reza mengangguk mengerti.

__ADS_1


"mau titip apalagi selain sate?" Riri sedikit berteriak dari depan pintu rumah kepada Anton .


"itu aja" sahut Anton


akhirnya Riri pun segera beranjak dari tempatnya, namun rasanya ada hal mengganjal yang ada di hati Riri.


'akhirnya pergi juga, aku harus cek ponsel nya, kenapa rasanya apa yang aku lakukan seperti mudah ditebak sama dia, aneh..., apa ponselku di sadap' gumam Anton sambil berjalan mendekati Reza dan mengambil ponsel Riri.


"ayah mau apa? " tanya Reza saat melihat Anton mengambil ponsel Riri.


"pinjem bentar mau foto mobil, kamera bunda kan bagus" jawab Anton asal.


beberapa kali Anton mencoba membuka pola yang ada di ponsel Riri namun nihil, Anton merasa kesal sekali, benar dugaannya sepertinya Riri memiliki rahasia yang terkait dengan perselingkuhan nya.


saking kesalnya Anton karena tidak dapat membuka pola dari ponsel Riri, yang biasanya Riri tidak pernah menggunakan pola atau kode apapun, dengan sengaja akhirnya ia coba pola yang sekiranya akan digunakan Riri namun nihil dan berakhir ponsel tersebut terblokir.


dilain tempat Riri sedang berpikir bahwa dia harus segera memindahkan semua data yang ada di ponselnya itu ke laptop agar bukti yang selama ini susah payah ia kumpulkan tidak sia-sia.


jika memang Riri harus berpisah Riri sebenarnya tidak siap namun ia mau berpisah dengan kondisi memang sepenuhnya kesalahan Anton, karena bagi Riri dengan segala latar belakang keluarganya dia ingin agar pernikahan langgeng seumur hidup, namun manusia hanya boleh berencana tapi Tuhan yang menetapkan segalanya kan?


pulang dari membeli sate Riri disuguhi pemandangan Reza menunggu di depan pintu rumah dengan mata yang sudah berkaca-kaca seakan takut akan sesuatu.


"hei kenapa sayang...?" setelah memarkirkan motor, Riri segera berangkat menghampiri Reza.


"ini......ga bisa dibuka bunda..hiks" Reza sesegukan sambil menyerahkan ponsel Riri.


"S""t, apa ini'

__ADS_1


Riri segera mengambil ponselnya dari tangan Reza dan disana sudah tertulis ponsel harus di swipe karena telah salah memasukan pola dari yang seharusnya.


'double s**t!!!'


__ADS_2